Anda di halaman 1dari 13

PROSES PRODUKSI KERIPIK KENTANG

“ISTANA”

RIZKY AP 41617010004
FATEH HALMAR 41617010011
M ABI HAYKAL 41617010023
NIKO PRAYOGA 41617010026
PROSES PRODUKSI

• menggunakan alat manual


• Menggunakan tenaga kerja
• Bergantung pada sinar matahari
• Packing dengan plastik berbagai ukuran
JENIS LAYOUT
• Process layout (tata letak proses)
• Alat-alat atau mesin-mesin yang digunakan berfungsi umum
• Industri yang volume produksinya relatif kecil
KEUNTUNGAN KERUGIAN
Memungkinkan utilisasi mesin yang tinggi Meningkatnya kebutuhan material handling
Memungkinkan penggunaan mesin-mesin yang Pengawasan produksi yang lebih sulit
multiguna
Memperkecil terhentinya produksi yang diakibatkan Meningkatnya persediaan barang dalam proses
oleh kerusakan mesin
Sangat fleksibel dalam mengalokasikan personel dan Total waktu produksi per unit yang lebih lama
peralatan
Investasi yang rendah karena dapat mengurangi Memerlukan skill yang lebih tinggi
duplikasi peralatan
Investasi yang rendah karena dapat mengurangi Pekerjaan routing, penjadwalan, dan akunting biaya
duplikasi peralatan yang lebih sulit, karena setiap ada pemesanan baru
harus dilakukan perencanaan
Jenis Aliran Bahan
karena adanya keterbatasan ruang, sehingga menyebabkan pola alian
yang lain Pada UKM Keripik Kentang Istana ini menggunakanntipe
aliran bahan Odd- angle.
Keterbatasan ruang memang merupakan salah satu, tetapi dengan
menerapkan atau tipe aliran bahan ini maka proses produksi tetap bisa
berjalan.
Diagram Alir, OPC (Operation Process Chart), FPC
(Flow Process Chart), From to Chart, dan Flow
Diagram pembuatan “ Keripik Kentang Istana “
Kentang

Dikupas

Diiris

Air Direndam

Air Direbus

Air Direndam

DIAGRAM ALIR Dijemur

Minyak
Digoreng
Goreng

Didinginkan

Disortir

Ditimbang

Dikemas

Keripik
Kentang
PETA PROSES OPERASI Pembuatan Keripik Kentang “Istana”
Menurut Kumar,
2006

Bagan Proses Membantu


Dalam bagan proses
operasi, representasi grafis
Tahu dimana operasi dari titik-titik di mana
Memvisualisasikan urutan
yang dipilih untuk studi bahan diperkenalkan ke
lengkap dari operasi dan
rinci cocok ke seluruh dalam proses dan apa
inspeksi dalam proses
proses operasi dan inspeksi yang
dilakukan pada mereka
yang akan ditampilkan.
Minyak goreng Air Bumbu Air Air Kentang

Pengupasan
720' O-1 kulit
Pisau

Pengirisan
120' O-2
Pisau

Operation Process Chart Keripik 60'


Kentang “Istana” O-3 Perendaman
Bak rendam

60'
O-4 Perebusan
i-1 Panci besar

O-5 Perendaman
60' Bak rendam

Penjemuran
4320' O-6
Alas terpal

O-7 Penggorengan
90' i-2 Wajan besar

jumlah waktu 30' O-8 Pendinginan


Bak besar
7 5430 Menit
Penyortiran
60' i-3 Manual
1 60 Menit

3 210 Menit 120' O-9


Penimbangan
Timbangan

1 -
O-10 Pengemasan
60'
i-4 Plastik

5700 Menit
PROSES Berdasarkan Operation Process Chart (Peta Proses Operasi)
1. Pengupasan kulit kentang dengan menggunakan pisau. Proses ini disimbolkan dengan lingkaran. Lingkaran tersebut dinamakan O-1 yang
berarti operasi pertama. Operasi ini berlangsung 720 menit.

2. Proses kedua adalah pengirisan kentang yang disimbolkan dengan O-2. Pada operasi ini berlangsung selama 120 menit dan alat yang
digunakan untuk mengiris adalah pisau.

3. Pada proses ketiga terdapat penambahan air untuk proses perendaman yang disimbolkan dengan lingkaran 0-3. Operasi perendaman ini
dilakukan selama 60 menit dalam bak rendam.

4. Proses keempat disimbolkan dengan lingkaran dan persegi (0-4 dan i-1) karena terdapat kegiatan operasi dan inspeksi. Pada tahapan ini
terdapat penambahan air untuk perebusan selama 60 menit dalam panci besar. Pada tahap ini memerlukan inspeksi agar hasil perebusan
kentang cukup matang.

5. Proses selanjutnya merupakan proses operasi 0-5. Pada proses ini kentang ditambah air dan bumbu serta dilakukan perendaman kembali
selama 60 menit dalam bak perendaman.

6. Kemudian yaitu penjemuran dengan simbol O-6 yang dilakukan selama 4320 menit. Operasi penjemuran ini menggunakan alas terpal
sebagai tempat penjemuran hasil perebusan kentang. Setelah dijemur sampai benar-benar kering.

7. Pada proses ini terdapat penambahan minyak goreng dan disimbolkan O-7 dan i-2. Dalam operasi diperlukan inspeksi karena tingkat
kematangan keripik harus tepat agar hasil sempurna dapat diperoleh. Waktu penggorengan yang diperlukan adalah 90 menit.

8. Setelah itu, keripik kentang matang perlu ditiriskan sebelum dikemas. Proses ini digambarkan dengan O-8 yang dilakukan selam 30 menit.
Kemudian keripik kentang disortir secara manual sebagai proses i-3. Proses inspeksi ini dilakukan selama 60 menit dengan tujuan
memperoleh keripik kentang dengan keseragaman bentuk dan ukuran sebelum dikemas.

9. Proses akhir adalah penimbangan yang digambarkan dengan simbol lingkaran O-9 selama 120 menit. Penimbangan ini dilakukan dengan
menggunakan alat timbangan. Tujuan dari proses ini untuk menimbang berat keripik disesuaikan dengan kemasannya. Kemudian keripik
tersebut dikemas dalam plastik yang digambarkan dengan simbol lingkaran O-10 dan kotak i-4 karena dalam proses ini diperlukan
inspeksi. Selanjutnya merupakan proses terakhir yaitu penyimpanan yang digambarkan dengan simbol segitiga
-1 -2 -3

-6 -5 -4

Di Sortir

-7 -8 -9 -10