Anda di halaman 1dari 29

PREDIKSI KEBANGKRUTAN

Kelompok 12

Ni Komang Ita Monika (1607531045)


Ni Kadek Indah Permata Sari (1607531053)
MATERI POKOK

MASALAH DALAM
KEBANGKRUTAN

A
PREDIKSI
KEBANGKRUTAN :
B D BUKTI BUKTI
INTERNAL
ANALISIS UNIVARIATE C
PREDIKSI
KEBANGKRUTAN :
ANALISIS MULTIVARIATE
PREDIKSI KEBANGKRUTAN
PENGGUNA INFORMASI KEBANGKRUTAN
MASALAH DALAM KEBANGKRUTAN
MASALAH DALAM KEBANGKRUTAN
Kesehatan suatu perusahaan bisa digambarkan dari titik sehat yang paling ekstrem sampai ke titik tidak sehat
yang paling ekstrem sebagai berikut :

Kesulitan keuangan Tidak Solvabel (hutang


(likuiditas) jangka pendek lebih besar dibandingkan
(technical insolvency) asset)
ALTERNATIF PERBAIKAN KEUANGAN

Pemecahan Secara Informal


1. Dilakukan apabila masalah belum begitu parah.
2. Masalah perusahaan hanya bersifat sementara,
prospek masa depan masih bagus cara:
a. Perpanjangan (Extention) : dilakukan dengan
memperpanjang jatuh tempo hutang-hutang
b. Komposisi (Composition): dilakukan dengan
mengurangi besarnya tagihan,
ALTERNATIF PERBAIKAN KEUANGAN

Pemecahan Secara Formal


1. Dilakukan apabila masalah sudah parah, kreditur
ingin mempunyai jaminan keamanan dengan cara
:
a. Apabila nilai perusahaan diteruskan > nilai perusa
haan dilikuidasi, maka dilakukan Reorganisasi
b. Apabila nilai perusahaan diteruskan < nilai perusa
haan dilikuidasi, maka dilakukan Likuidasi
Adapun empat kategori Kebangkrutan yaitu :

Tidak Dalam Dalam Kesulitan


Kesulitan Keuangan Keuangan

Tidak Bangkrut I II

Bangkrut III IV
PREDIKSI KEBANGKRUTAN
ANALISIS UNIVARIATE
ANALISIS UNIVARIATE

Pendekatan tunggal (univariate) bisa dipakai untuk memprediksi


kesulitan keuangan dengan asumsi bahwa :
a. Distribusi variabel keuangan untuk perusahaan yang mengalami
kesulitan keuangan berbeda dengan
b. Distribusi variabel keuangan untuk perusahaan yang tidak menga
lami kesulitan keuangan
ANALISIS UNIVARIATE
Ada dua rasio keuangan yang dipilih untuk melihat apakah kebangkrutan perusahaan yaitu
melalui rasio rasio keuangan sebelumnya

Rasio Biaya Transportasi Rasio Time Interest Earned


terhadap pendapatan (TIE) yang merupakan rasio
Operasional (BT/PO) EBIT
ANALISIS UNIVARIATE
Sampel untuk TIE dan BT/PO beberapa perusahaan Kereta Api

Tidak Bangkrut pada Tahun 1970 BT/PO TIE Rata-rata nilai rasio BT/PO
untuk kedua grup tersebut a
1. Aan Arbor 0,524 -1,37 dalah sebagai berikut :
2. Central Georgia 0,348 2,16
3. Cincinnati 0,274 2,91 Tidak bangkrut 0,356
Bangkrut 0,473
4. Florida East 0,237 2,82
5. Illinois Central 0,388 3,10
6. Norfolk 0,359 2,81
7. Southern Pacific 0,400 3,56
8. Southern Railway 0,314 3,93 Sedangkan rasio TIE untuk
kedua kelompok tersebut a
Bangkrut pada tahun 1970 dalah :

1. Boston dan Maine 0,461 -0,68 Tidak bangkrut 2,49


2. Penn-Central 0,485 0,16 Bangkrut -0,26
ANALISIS UNIVARIATE
Rangking Perusahaan Berdasarkan Rasio BT/PO dan TIE
Perusahaan Rasio Status di 1970
1. Rangking berdasarkan rasio BT/PO
Aan Arbor 0,524 TB Titik cut off dihitung dengan cara
Penn Central 0,485 B mencari titik tengah antara rasio
Boston and Maine 0,461 B
Southern Pacific 0,400 TB
yang berurutan :
Illinois Central 0,388 TB
Norfolk 0,359 TB Misalnya : (0,524 (Aan Arbor) deng
Central of Georgia 0,348 TB
0,314 TB
an 0,485 (Penn-Central)).
Southern Railway
Cincinnati 0,274 TB = 0,524 + 0,485
Florida East
0,237 TB 2
1. Rangking berdasarkan rasio TIE = 0,5045 (titik tengah)
Southern Railway 3,93 TB
Southern Pacific 3,56 TB
Illinois Central 3,10 TB
Cincinnati 2,91 TB
Florida East 2,82 TB
Norfolk 2,81 TB
Central of Georgia 2,16 TB
Penn Central 0,16 B
Boston and Maine -0,68 B
-1,37 TB
Ann Arbor
ANALISIS UNIVARIATE
Kesalahan prediksi, ini terdiri dari dua tipe yaitu kesalahan tipe I dan kesalahan Tipe II seperti berikut ini
.

Diprediksi
Bangkrut Tidak Bangkrut
Kenyataan

Bangkrut Benar Kesalahan Tipe I

Tidak Bangkrut Kesalahan Tipe II Benar


ANALISIS UNIVARIATE
Berikut ini beberapa titik cut off dan total kesalahan yang dihasilkan.

Titik Cut off Kesalahan Kesalahan Total


Tipe I Tipe II Kesalahan
Prediksi Bangkrut
Apabila raiso BT/P
O lebih besar dari

0,5045 2 1 3
0,4730 1 1 2
0,4305 0 1 1
0,3940 0 2 2
0,3735 0 3 3

Nampak bahwa rasio BT/PO yang lebih besar dari 0,4305 menghasilkan
tingkat kesalahanya yang paling kecil. Teknik pemilihan titik cut off
tersebut mengandung bahaya bahwa karakteristik spesifik perusahaan-
perusahaan dalam sampel akan mempengaruhi nilai cut off, dan dengan
demikian titik cut off tersebut tidak representative untuk perusahaan-
perusahaan lainnya.
ANALISIS UNIVARIATE
Prediksi Kebangkrutan Pada Tahun 19X1
Perusahaan Rasio Prediksi Kenyataan
1. Rangking Berdasarkan raiso BT/PO
Erine 0,469 B TB
Reading 0,451 B B
Chicago, Milwaukee 0,437 B TB
Burlington 0,425 TB TB
0,395 TB TB
Chesapeake
0,382 TB TB Dengan menggunakan rata-rata atau nilai
Akron , Canton
0,373 TB TB
Atehison median dari rasio-rasio disampel.
0,352 TB TB
St. Louis 0,341 TB TB
Rata-rata BT/PO untuk seluruh perusahaan
Bangor 0,305 TB TB kereta dalam sampel adalah 0,356.
Alabama
1. Rangking Berdasarkan rasio TIE
St. Louis 46,70 TB TB Dengan demikian jika rasio BT/PO
Atchison 4,72 TB TB > 0,356 perusahaan diprediksi
Alabama 4,05 TB TB
3,12 TB TB bangkrut dan begitu juga sebaliknya.
Chesapeake
2,73 TB TB
Burlington
1,85 TB TB
Akron , Canton
0,88 B TB
Bangor
0,40 B B
Reading 0,27 B TB
Chicago , Milwaukee 0,22 B TB
Erie
ANALISIS UNIVARIATE
Misklasifiksi Prediksi dengan beberapaVariabel

Rasio Keuangan Tahun sebelum Kebangkrutan


1 2 3 4 5
Aliran Kas/Total Hutang 0,22 0,24 0,23 0,21 0,13
Aset bersih/Total Aset 0,28 0,29 0,23 0,20 0,13
Total Hutang/Total Aset 0,28 0,27 0,34 0,25 0,19
Modal Kerja/Total Aset 0,41 0,45 0,33 0,34 0,24
Rasio Lancar 0,45 0,38 0,36 0,32 0,20

Dari tabel diatas terlihat bahwa rasio Aliran Kas/Total


Hutang dan rasio Aset Bersih/Total Aset mempunyai
kemampuan prediksi yang paling baik setahun sebelum
kebangkrutan karena hanya salah memprediksi
(missklasifikasi) sebesar 13%.
ANALISIS UNIVARIATE
Penelitian tersebut juga melihat besarnya tipe kesalahan yang terjadi yaitu:

Tahun Sebelum Kesalahan Kesalahan Total


Kebangkrutan Tipe I Tipe II Kesalahan

5 0,43 0,05 0,22


4 0,47 0,03 0,24
3 0,37 0,08 0,23
2 0,34 0,08 0,21
1 0,22 0,05 0,13

Kesalahan Tipe II (prdiksi bangkrut, tetapi kenyataannya


tidak bangkrut) hal tersebut selalu lebih kecil dibandingkan
kesalahan tipe I (prediksi tidak bangkrut,
tetapi kenyataannya bangkrut).
PREDIKSI KEBANGKRUTAN
ANALISIS MULTIVARIATE
ANALISIS MULTIVARIATE

Salah satu kelemahan model univariate Variable bebas dalam model ini adala
adalah kemungkinan terjadinya konflik a h rasio-rasio keungan yang diperkiraka
ntara variable-variable yang dijadikan pr n mempengaruhi kebangkrutan, sedan
ediksi. Untuk mengatasi masalah terseb gkan variable tidak bebas adalah pred
ut model multivariate dikembangkan. iksi kebangkrutan
Skor Z yang rendah berarti semakin besar
kemungkinan untuk bangkrut. Koefisien ne
gative variable X1 (rasio BT/PO) menanda
kan adanya hubungan negative antara vari Persamaan diskriminan linear bisa
able tersebut dengan skor Zi. Semakin ting dituliskan sebagai berikut ini :
gi nilai X1, semakin rendah nilai Zi, dan se
makin tinggi kemungkinan kebangkrutan. N Zi =a X1 + b X2
ilai koefisien positif pada variable X2, mena
ndakan bahwa semakin tinggi rasio TIE, se
makin tinggi nilai skror Zi, dan semakin kec
il kemungkinan kebangkrutan. Misalkan kit
a menggunakan data perusahaan kereta a
pi Penn-Cental dengan rasio BT/Po = 0,48 Dengan menggunakan data yang sa
5 dan rasio TIE = 0,16, skor Z bisa dihitung ma dengan data Tabel 2, diperoleh p
sebagai berikut ini : erusahaan sebagai berikut ini :

Zi = -3,366 X1 + 0,657 X2
Zi = -3,366 x 0,485 + 0,657 x 0,16
= -1,527
Perusahaan Skor Zi Status 70 Perusahaan Skor Zi Status 19X Prediksi 19X

Sothern 1,524 TB 0 1
St. Lois 29,482 TB TB
Florida East 1,054 TB
Atchison 1,844 TB TB
Southern Pacific 0,991 TB
Alabama 1,633 TB TB
Cincinnati 0,989 TB
Chesapeake 0,719 TB TB
Illinois Central 0,730 TB Burlington 0,362 TB TB
Norfolk 0,637 TB Akron, Canton -0,071 TB TB

Central og Georgia 0,247 TB Bangor -0,571 TB TB


Reading -1,255 B B
Penn-Central -1,527 B
Chicago, Milwauk -1,294 TB B
Boston and Maine -1,998 B
ee
Ann Arbor -2,663 B Erie -1,434 TB B

Tabel 13.7. Prediksi Kebangkrutan Tabel 13.8. Prediksi Kebangkrutan


dengan Analisis Diskriminan Pada tahun 19X1
BUKTI BUKTI INTERNAL
BUKTI BUKTI INTERNAL
Zi = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 Zi = 0,717 X1 + 0,847 X2 + 3,1
X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5 07 X3 + 0,42 X4 + 0,998 X5
Keterangan : Keterangan :
X1 = (aktiva lancar – hutang lancar)/total X1 = (aktiva lancar – hutang lancar)/tot
aktiva al aktiva
X2 = laba yang ditahan/total asset X2 = laba yang ditahan/total asset
X3 = laba sebelum bunga dan pajak/total X3 = laba sebelum bunga dan pajak/tot
asset al asset
X4 = nilai pasar saham biasa dan prefere X4 = nilai buku saham biasa dan prefe
n/nilai buku total hutang ren/nilai buku total hutang
X5 = penjualan/total asset X5 = penjualan/total asset

nilai Zi disajikan dan dicari dengan persamaan model alternatif dalam menghitung nilai Zi Untuk per
diskriminan untuk prediksi kebangkrutan semu usahaan yang tidak go public
a negara.
Rasio Keuangan AS (1968) AS (1977) Australia
Kelompok yang Bangkrut
X1
X2 -0,061 0,150 0,062
X3 -0,626 -0,406 -0,038
X4 -0,318 -0,005 0,002
X5 0,401 0,611 0,800
Skor Z1 rata-rata 1,500 1,310 1,200
-0,271 1,707 N/A

Kelompok yang Tidak Ban


gkrut
X1 0,414 0,309 0,187
X2 0,355 0,294 0,220
X3 0,153 0,112 0,86
X4 2,477 1,845 3,110
X5 1,900 1,620 N/A
Skor Z1 rata-rata 4,885 3,878 4,003
Rasio Keuangan Brazil Kanada Jepang
Kelompok Perusahaan yang Ba
ngkrut
X1
X2 -0,120 0,100 -0,181
X3 0,010 N/A -0,163
X4 0,050 -0,120 -0,077
X5 0,350 N/A 0,533
Skor Zi rata-rata 0,880 1,480 1,0667
1,24 N/A 0,667

Kelompok Perusahaan yang Ti


dak Bangkrut
X1
X2 0,230 0,300 0,107
X3 0,240 N/A 0,154
X4 0,160 0,040 0,063
X5 1,140 N/A 0,878
Skor Zi rata-rata 1,230 2,310 0,988
3,053 N/A 2,070
ANY QUESTIONS?
Thank you