Anda di halaman 1dari 8

DIV KEPERAWATAN

POLTEKKES TANJUNG KARANG

MOBILISASI DINI
PADA PASIEN PASCA OPERASI
SYAZA
1714301044
APA ITU MOBILISASI ???
DEFINISI MOBILISASI

MOBILISASI DINI ADALAH SUATU UPAYA


MEMPERTAHANKAN KEMANDIRIAN SEDINI
MUNGKIN DENGAN CARA MEMBIMBING
PENDERITA UNTUK MEMPERTAHANKAN
FUNGSI FISIOLOGIS YAITU PENGEMBALIAN
SECARA BERANGSUR-ANGSUR KE TAHAP
MOBILISASI SEBELUMNYA UNTUK
MENCEGAH KOMPLIKASI.
TUJUAN MOBILISASI

Tujuan mobilisasi

1. Mempertahankan fungsi tubuh


2. Memperlancar peredaran darah
3. Membantu pernafasan menjadi lebih
baik
4. Mempertahankan tonus otot
5. Memperlancar eliminasi alvi dan urine
6. Mengembalikan aktivitas tertentu,
sehingga pasien dapat kembali normal
dan atau dapat memenuhi kebutuhan
gerak harian.
7. Memberikan kesempatan perawat dan
pasien berinteraksi atau berkomunikasi.
1.
FAKTOR- FAKTOR

Faktor – faktor yang mempengaruhi


mobilisasi menurut Kozier (2000).
1. Gaya hidup
2. Proses penyakit atau trauma
3. Kebudayaan
4. Tingkat energi
5. Usia dan tingkat
perkembangannya
6. Peran keluarga, terutama orang
tua
MANFAAT DAN KERUGIAN

Kerugian Bila Tidak Melakukan


Manfaat Mobilisasi Dini
Mobilisasi
1. Penderita merasa lebih sehat
1. Penyembuhan luka menjadi
dan kuat dengan early
lama
ambulation.
2. Menambah rasa sakit
2. Mencegah terjadinya
3. Badan menjadi pegal dan
trombosis dan tromboemboli,
kaku
dengan mobilisasi sirkulasi darah
4. Kulit menjadi lecet dan luka
normal/lancar sehingga resiko
5. Memperlama perawatan di
terjadinya trombosis dan
rumah sakit
tromboemboli dapat
dihindarkan.
MACAM-MACAM MOBILISASI

Macam-macam Mobilisasi
1. Mobilisasi secara pasif
Mobilisasi dimana pasien dalam
menggerakkan tubuhnya
dengan cara dibantu dengan
orang lain secara total atau
keseluruhan.

2. Mobilisasi secara aktif


Mobilisasi dimana pasien dalam
menggerakkan tubuh dilakukan
secara mandiri tanpa bantuan
dari orang lain.
TAHAP ATAU CARA MOBILISASI

Tahap-Tahap Atau Cara Mobilisasi


Menurut Beyer, 1997 (seorag ahli)
1. Tahap I : mobilisasi atau gerakan awal : nafas
dalam dan batuk, ekstremitas
2. Tahap II : mobilisasi atau gerak Berputar
3. Tahap III : mobilisasi atau gerakan duduk tegak
4. Tahap IV : mobilisasi atau gerakan turun dari
tempat tidur (3x/hri
5. Tahap V : mobilisasi atau gerakan berjalan
dengan bantuan (2x/hri
6. Tahap VI : mobilisasi atau gerakan naik ke
tempat tidur
7. Tahap VII : mobilisasi atau gerakan bangkit dari
duduk ditempat tidur.
8. Mobilisasi bisa dengan cara mengganti posisi
tubuh 2 jam sekali dengan posisi miring kiri, miring
kanan, dan terlentang
GAMBAR MOBILISASI