Anda di halaman 1dari 19

OBAT-OBAT ANTI HIPERTENSI

Kelompok: 10
Tugas : Farmakologi II
Anggota : Yolla Haryanti
Zilfia Agustin
Ayu Mulia
Nisaurrahmah
Yogi Pradana

Dosen Penanggung Jawab : Ifora M.Farm Apt

Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi


( STIFARM )
Padang
2018
Mekanisme Terjadinya Hipertensi

Aliran Darah ke Ginjal Menurun

Angiostensinogen

Renin
Enalapril
Angiostensinogen I
(Inhibitor ACE)
Aldosteron
Angiostensinogen II

Retensi Na dan Air

Volume darah menumpuk


Hipertensi

Udema
TEKANAN DARAH

RESISTENSI
CURAH JANTUNG
PERIFER

FREKUENSI ISI SEKUNCUP TONUS PEMB. ELASTISITAS


DARAH PEMB. DARAH

KONTRAKTILITAS
VOLUME DARAH
MIOKARD

PARASIMPATIS SIMPATIS SRAA FAKTOR LOKAL

Mekanisme pengaturan tekanan darah


• Klasifikasi tekanan darah untuk usia 18 tahun atau lebih berdasarkan JNC VI, 1997

Klasifikasi Sistol (mmHg) Diastol (mmHg)


Optimal <120 <80
Normal <130 <85
Normal tinggi 130-139 85-89
Hipertensi
• Tinggi 1 140-159 90-99
• Tinggi 2 160-179 100-109
• Tinggi 3 >180 >110
HT sistolik terisolasi >140 <90

• Klasifikasi tekanan darah untuk usia 18 tahun atau lebih berdasarkan JNC VII 2003

Klasifikasi Sistol (mmHg) Distol (mmHg)


Normal <120 <80
Prehipertensi 120-139 80-89
Hipertensi
• Tingkat 1 140-159 90-99
• Tingkat 2 >160 >100
Klasifikasi Hipertensi Berdasarkan
Etiologi

Hipertensi esensial /
hipertensi primer / Hipertensi sekunder
idiopatik

• hipertensi akibat penyakit


• hipertensi tanpa kelainan
ginjal (hipertensi renal),
dasar patologi yang jelas
hipertensi endokrin,
• penyebab : faktor genetik
kelainan saraf pusat, obat-
dan lingkungan
obatan dll
OBAT-OBAT ANTI HIPERTENSI
KLASIFIKASI HIPERTENSI
MEKANISME KERJA

PENGHAMBAT PENGHAMBAT ACE-


INHIBITOR & ANTAGONIS
DIURETIK ADRENERGIK (ᵦ- VASODILATOR ANTAGONIS RESEPTOR
ADRENERGIK) KALIUM
ANGIOTENSIN II

• penurunan frekuensi
Bekerja denyut jantung & menyebabkan menghambat
meningkatkan kontraktilitas miokard vasokontriksi arteriol influks kalsium
eksresi natrium, air sehingga menurunkan relaksasi otot polos dan venula dan pada sel otot polos
dan klorida curah jantung pembuluh darah meningkatkan pembuluh darah
sehingga • hambatan sekresi renin kekuatan kontraksi dan miokard.
menurunkan di sel-sel miokard pada sistem
volume darah dan jukstaglomeruler ginjal kardiovaskular. Pada
cairan ekstraseluler dengan akibat sistem neuro-endokrin
yang berakibat penurunan produksi terjadi stimulasi
terjadi penurunan angiotensin II sekresi aldosteron dari
curah jantung dan • efek sentral yg korteks adrenal yang
tekanan darah. mempengaruhi aktifitas menyebabkan retensi
saraf simpatis air dan natrium serta
eksresi kalium di ginjal
EFEK SAMPING

PENGHAMBAT PENGHAMBAT ACE-


INHIBITOR & ANTAGONIS
DIURETIK ADRENERGIK (ᵦ- VASODILATOR ANTAGONIS RESEPTOR
ADRENERGIK) KALIUM
ANGIOTENSIN II

• TIAZID : hipokalemia, hipotensi, batuk hipotensi, iskemia


brakikardia, blokade sakit kepala, mual,
hiponatremia dan
AV, hambatan nodus flushing, hipotensi, kering,hiperkalemia, miokard, takikardia,
hipomagnesemia serta
hiperkalsemia,mengha SA, menurunkan takikardia, palpitasi, rash,edema palpitasi,
mbat eksresi asam kekuatan kontraksi angina pektoris, angioneurotik, gagal vasodilatasi arteri
urat dari ginjal miokard, iskemia miokard, ginjal akut, meningeal, edema
• DIURETIK KUAT : bronkospasme, neuritis perifer, proteinuria,efek perifer,
hiperkalsiuria, teratogenik. bradiaritmia,
depresi, mimpi diskrasia darah,
menurunkan kalsium
buruk, halusinasi, hepatotoksisitas, gangguan
darah
• HEMAT KALIUM : gangguan fungsi kolangitis akut, konduksi,konstipasi,
ginekomastia, seksual, sedasi, hipertrikosis retensi
mastodinia, gangguan hipotensi postural, urin,hiperplasia gusi
menstruasi dan mulut kering dan
penurunan libido pada
pria
sakit kepala
REGIMEN DOSIS

kelas Nama obat Dosis lazim Freq. komentar


(mg/hari) Pembe
rian
Tiazid Klortalidon 6.25-25 1 Pemberian pagi hari untuk menghindari diuresis malam hari,
Hidroklorotiazid 12.5-50 1 sebagai antihipertensi gol.tiazid lebih efektif dari diuretik loop
Indapamide kecuali pada pasien dengan GFR rendah (± ClCr<30 ml/min);
Metolazone 1.25-2.5 1 gunakan dosis lazim untuk mencegah efek samping
0.5 1 metabolik,; hiroklorotiazid (HCT) dan klortalidon lebih disukai,
dengan dosis efektif maksimum 25 mg/hari; klortalidon
hampir 2 kali lebih kuat dibanding HCT; keuntungan
tambahan untuk
pasien osteoporosis; monitoring
tambahan untuk pasien dengan sejarah pirai atau
hiponatremia
kelas Nama obat Dosis lazim (mg/hari) Freq. Pembe rian komentar

ACE inhibitor Benazepril 10-40 1 atau 2 Dosis awal harus dikurangi


Captopril 12.5-150 2 atau 3 50% pada pasien yang sudah
Enalapril 5-40 1 atau 2 dapat diuretik, yang
Fosinopril 10-40 1 kekurangan cairan, atau sudah
Lisinoril 10-40 1 tua sekali karena resiko
Moexipril 7.5-30 1 atau 2 hipotensi; dapat menyebabkan
Perindopril 4-16 1 hiperkalemia pada pasien
Quinapril 10-80 1 atau 2 dengan penyakit ginjal kronis
Ramipril 2.5-10 1 atau 2 atau pasien yang juga
Trandolaapril 1-4 mendapat diuretik penahan
Tanapres kalium, antagonis aldosteron,
atau ARB; dapat menyebabkan
gagal ginjal pada pasien
dengan renal arteri stenosis;
jangan digunakan pada
perempuan hamil atau pada
pasien dengan sejarah
angioedema
Kelas Nama obat Dosis lazim (mg/hari) Freq. komentar
Pembe
rian

Antagonis Dihidropiridin Amlodipin 2.5-10 1 Dihidropiridin yang bekerja cepat


kalsium Felodipin Isradipin Isradipin SR 5-20 1 (long-acting) harus dihindari,
Lekarnidipin Nicardipin SR 5-10 2 terutama nifedipin dan
Nifedipin LA Nisoldipin 5-20 1 nicardipin; dihidropiridin adalah
60-120 2 vasodilator perifer yang kuat dari
30-90 1 pada nondihidropiridin dan
10-40 1 dapat menyebabkan pelepasan
simpatetik refleks (takhikardia),
pusing, sakit kepala, flushing,
dan edema perifer; keuntungan
tambahan pada sindroma
Raynaud
Kelas Nama obat Dosis lazim Freq. Pembe Komentar
(mg/hari) rian

Penyekat Kandesartan 8-32 1 atau 2 Dosis awal harus dikurangi


reseptor Eprosartan 600-800 1 atau 2 50% pada pasien yang sudah dapat diuretik, yang kekurangan
angiotensin Irbesartan 150-300 1 cairan, atau sudah tua sekali karena resiko hipotensi; dapat
Losartan 50-100 1 atau 2 menyebabkan hiperkalemia pada pasien dengan penyakit ginjal
Olmesartan 20-40 1 kronis atau pasien yang juga mendapat diuretik penahan kalium,
Telmisartan 20-80 1 antagonis aldosteron, atau ACEI; dapat menyebabkan gagal ginjal
Valsartan 80-320 1 pada pasien dengan renal arteri stenosis; tidak menyebabkan batuk
kering seperti ACEI,; jangan digunakan pada perempuan hamil

Kelas Nama obat Dosis Freq. Komentar


lazim Pembe
(mg/hari) rian

Penyekat Kardioselektif 25-100 1 Pemberhentian tiba-tiba dapat menyebabkan rebound


beta Atenolol 5-20 1 hypertension; dosis rendah s/d sedang menghambat reseptor β1,
Betaxolol 2.5-10 1 pada dosis tinggi menstimulasi reseptor β2; dapat menyebabkan
Bisoprolol 50-200 1 eksaserbasi asma bila selektifitas hilang; keuntungan tambahan
Metoprolol 50-200 1 pada pasien dengan atrial tachyarrythmia atau preoperatif
hipertensi
• TERIMA KASIH 