Anda di halaman 1dari 22

STUDI PENINGKATAN PENGGUNAAN

OBAT GENERIK
DI RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH KONAWE UTARA

OLEH :
MUHAMMAD ZAYARMAN
F201501040
DI FARMASI

PROGRAM STUDI SI FARMASI


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MANDALA WALUYA
KENDARI
2018
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Obat

Prevalensi

Obat Generik
Rumusan Masalah

Apakah Penggunaan Obat Generik Di Rumah Sakit Umum Daerah


Konawe Utara Mencapai 80% Seperti Yang Ditargetkan Oleh
Kementerian Kesehatan RI
Tujuan

Untuk Mengetahui Peningkatan Pelayanan Penggunaan Obat Generik


Di Rumah Sakit Umum Daerah Konawe Utara.
Manfaat

Sebagai Masukan Bagi Tenaga Kesehatan Khususnya Farmasi Untuk


Memberikan Pelayanan Yang Baik Dalam Penggunaan Obat Generik Di
Rumah Sakit Umum Daerah Konawe Utara.
Hipotesis

Penelitian Ini Untuk Mengetahui Peningkatan Pelayanan Penggunaan


Obat Generik Di Rumah Sakit Umum Daerah Konawe Utara, Sehingga
Dapat Memberikan Manfaat Bagi Tenaga Kesehatan Khususnya
Farmasi Untuk Memberikan Pelayanan Yang Baik Dalam Penggunaan
Obat Generik Di Rumah Sakit Umum Daerah Konawe Utara.
Alur Penelitian

Jenis Penelitian

Tempat dan Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel

Pengumpulan Data

Analisis Data

Definisi Operasional
SEKIAN
DAN
TERIMA KASIH
Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian survey yang bersifat


deskriptif dengan pendekatan studi kasus yaitu pendataan dan
pencatatan jumlah penggunaan obat generik di Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Konawe Utara.
Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian telah dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten


Konawe Utara pada Bulan November 2013
Populasi dan Sampel

Populasi
Populasi penelitian ini adalah semua data penggunaan
obat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Konawe Utara
pada tahun 2013.

Sampel
Sampel dari penelitian ini adalah data atau resep
penggunaan obat generik pada tahun 2013 di Rumah Sakit
Umum Daerah Kabupaten Konawe Utara.
Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan di Rumah Sakit


Umum Daerah Kabupaten Konawe Utara, data yang
diambil dicatat dari rekapan resep tahun 2013 yang
dilayani diapotik Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Konawe Utara. Pengambilan data dapat diambil dari
rekapan resep enam bulan terakhir yaitu Januari, Februari,
Maret, April, Mei dan Juni pada Tahun 2013.
Analisis Data

Mengingat jenis penelitian ini adalah penelitian


dalam bentuk survey yang bersifat deskriptif, maka data
yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan kemudian
dilakukan evaluasi menghitung persentasenya.
Definisi Operasional

1. Obat generik adalah obat dengan nama resmi International Non


Propietary Names (INN) yang ditetapkan dalam Farmakope
Indonesia atau buku standar lainnya untuk zat berkhasiat yang
dikandungnya.
2. Rumah sakit adalah salah satu dan sarana kesehatan tempat
menyelenggarakan upaya kesehatan, upaya kesehatan adalah setiap
kegiatan untuk memelihara meningkatkan kesehatan, bertujuan untuk
mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
3. Standar Pelayanan berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang
meliputi jenis pelayanan beserta indikator kinerja dan target Tahun
2010 yang meliputi Pelayanan Pengobatan / Perawatan, Pelayanan
penyediaan obat dan perbekalan kesehatan dan Pelayanan
penggunaan obat generik.
Latar Belakang

Obat merupakan komoditas yang sangat penting bagi kesehatan,


dan karena itu menjadi objek perdagangan yang sangat vital
disamping komoditas kebutuhan primer manusia lainnya yaitu
pangan, sandang dan papan. Menurut defenisinya, obat itu dalam
jumlah kecil dapat menyembuhkan penyakit, namun dalam jumlah
besar merupakan racun.
Latar Belakang

Dengan demikian maka obat dapat pula menjadi senjata mematikan


apabila tidak digunakan secara benar atau dengan kata lain dapat
disalahgunakan. Dipihak lain obat dapat digunakan salah apabila
tidak diberikan melalui atau oleh para profesional dibidang itu.
Oleh sebab itu maka pengadaan, pemilikan, penyimpanan,
distribusi dan penyerahannya perlu diawasi secara kertat oleh para
profesional dibidang farmasi.
Latar Belakang

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia


Nomor 085/Menkes/Per/I/1999 memberikan tiga pertimbangan
yakni pertama bahwa obat yang digunakan secara rasional
merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam
menentukan keberhasilan upaya pelayanan kesehatan, kedua bahwa
harga obat generik lebih rendah dari pada harga obat paten namun
mempunyai efek terapetik yang sama dan yang ketiga bahwa
dengan penulisan resep dan atau menggunakan obat generik
difasilitas
Latar Belakang

pelayanan kesehatan pemerintah, tujuan perluasan cakupan


pelayanan kesehatan kepada masyarakat lebih muda dicapai
(Adhyatma, 1999).
Cakupan pelayanan kesehatan yang dimaksud adalah pelayanan
farmasi rumah sakit yang dimana telah diatur dalam Standar
Pelayanan Rumah Sakit yang menyebutkan bahwa pelayanan
farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari
sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada
pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu (Sujudi A., 2004).
Latar Belakang

Penyediaan obat yang bermutu tidak hanya dilihat dari segi harga
dan mahalnya suatu obat namun harus dilihat dari segi pemberian
efek terapi yang baik, misalnya dalam penyediaan obat generik
yang memungkinkan dapat menjangkau masyarakat karena
harganya yang relatif murah dan efek terapinya sama dengan obat –
obat paten. Oleh karena itu didalam Peraturan Perundang –
undangan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.02/Menkes/068/2010 ditegaskan tentang kewajiban
menggunakan obat generik di fasilitas pelayanan kesehatan
pemerintah.
Latar Belakang

Penyediaan obat yang bermutu tidak hanya dilihat dari segi harga
dan mahalnya suatu obat namun harus dilihat dari segi pemberian
efek terapi yang baik, misalnya dalam penyediaan obat generik
yang memungkinkan dapat menjangkau masyarakat karena
harganya yang relatif murah dan efek terapinya sama dengan obat –
obat paten. Oleh karena itu didalam Peraturan Perundang –
undangan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.02/Menkes/068/2010 ditegaskan tentang kewajiban
menggunakan obat generik di fasilitas pelayanan kesehatan
pemerintah.
Latar Belakang

Oleh karena itu salah satu pelayanan pada pemerintah adalah pelayanan
kesehatan yang tertuju pada pengobatan terutama pada pelayanan
penggunaan obat generik.
Obat generik adalah obat yang beredar dengan nama resmi sesuai zat aktif
yang dikandungnya dan dikemas secara sederhana. Sebaliknya obat paten
memakai nama dagang dan pabrik yang memproduksinya, walaupun zat
aktif yang dikandungnya sama. Untuk menarik konsumen obat paten
dikemas dan dipromosikan dengan berbagai cara yang mengakibatkan
harga obat menjadi mahal, oleh karena itu pemanfaatan obat generik akan
meningkatkan keterjangkauan obat oleh masyarakat luas, namun disisi lain
masyarakat masih meragukan kualitas obat generik. (Siregar C.J.P, 1990).
Latar Belakang

Dari latar belakang diatas maka timbul suatu permasalahan apakah


penggunaan obat generik di Rumah Sakit Umum Daerah Konawe Utara
mencapai 80% seperti yang ditargetkan oleh Kementerian Kesehatan RI ?