Anda di halaman 1dari 37

POLIKISTIK KIDNEY DISEASE DALAM

DALAM KEHAMILAN

Janet Edrina Ung


1408010018

Pembibing dr. Dewa Putu Sahadewa, SpOG (K)

KEPANITERAAN KLINIK
PENDAHULUAN
kista multipel ginjal bilateral
Penyakit Ginjal Polikistik Terjadi kista serupa di hepar
dan pancreas

Penyakit ginjal
polikistik resesif Asimptomatis
autosomal hingga Pada ibu hamil
dekade ke 40
(ARPKD)

Penyakit ginjal prevalensi • Risiko diwariskan kepada anak


polikistik dominan 1:500 hingga • Pregnancy induced hipertensi dan preeklmapsia
autosomal
1 :1000 • Jumlah dan ukuran kista hepar berkaitan dengan
(ADPKD) paritas ibu (>3)
TINJAUAN PUSTAKA
PENGERTIAN
Penyakit ginjal polikistik adalah kista multiple, bilateral dan berekspansi yang lambat laun
menghancurkan parenkim ginjal normal akibat penekanan. Kista terisi oleh cairan jernih atau
hemoragik. Perluasan dan pembesaran kista menekan isi ginjal, menyebabkan hilangnya fungsi
ginjal dan bahkan gagal ginjal.
ETIOLOGI
ADPKD tipe 1 mutasi lengan pendek kromosom 16
ADPKD tipe 2 mutasi lengan pendek kromosom 4 dan
ADPKD tipe 3 mutasi gen yang belum mampu dipetakan
EPIDEMOLOGI
prevalensi 1:500 hingga 1: 1000 individu dan sering terjadi pada Kaukasian dan penduduk Afro-
Amerika.
FISIOLOGI GINJAL DALAM KEHAMILAN
PATOFISOLOGI
Mutasi policystin-1 dan
policystin-2

Perubahan aliran
kalsium dan cAmp
ginjal

Terganggu tubulogenesis, proliferasi sel,


meningkatnya sekresi cairan, dan inflamsi intertisial

Terbentuk kista di
ginjal
MANIFESTASI KLINIS

Hematuria Infeksi Saluran Kemih

Hipertensi Pembesaran ginjal

Nefrolithiasis Kista di hepar dan pankreas


PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. USG
2. CT SCAN
3. MRI
PENATALAKSANAAN
Suportif
•Obat antihipertensi
•Analgesik
•Antibotik seperti trimethoprimsulphamethoxazole, chloramphenicol, dan fluoroquinolone
seperti norfloxacin dan ciprofloxacin
• batu ginjal diatasi dengan extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL)
•Modifikasi gaya hidup untuk mengontrol tekanan darah.
•Gagal ginjal ditangani dengan dialysis atau transplantasi ginjal.
PROGNOSIS
Pada penyakit ginjal polikistik dominan autosomal (ADPKD) cenderung relative stabil dan
berkembang sangat lambat.
PENYAKIT GINJAL POLIKISTIK DENGAN
KEHAMILAN
Wanita usia reproduksi dengan ADPKD terutama dengan kista pada hepar harus diberikan
edukasi mengenai potensi terjadinya perburukan pada hepar saat terkena paparan estrogen dan
progesterone yang tinggi selama kehamilan. Paritas tinggi (> 3) berhubungan dengan
menurunnya glomerulus filtration rate (GFR) pada penyakit ginjal polikistik dominan autosomal.

Wanita dengan ADPKD dan tekanan darah normal serta fungsi ginjal yang baik memiliki outcome
yang baik tetapi memiliki risiko pregnancy-induced hipertensi dan preeclampsia. Wanita ADPKD
dengan penurunan fungsi ginjal memiliki risiko early fetal loss, peningkatan penurunan fungsi
ginjal
Seringnya angka kejadian infeksi saluran kemih. Infeksi menybebkan aktifasi mediator inflamasi
dan menyebabkan terjadi kontraksi myometrium uterus. Dapat terjadi partus prematurus yang
umumnya terjadi pada usia kehamilan 20-36 minggu.
BAB 3
LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
Nama : Ny. LKG
Tanggal Lahir/Umur : 24-4-1981/37 tahun
Alamat : Alor
Agama : Kristen Protestan
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Status : Menikah
No. RM : 49 87 76
Tanggal Masuk Dirawat : 04-10-2018
Keluhan Utama MRS
Perut rasa kencang – kencang sejak sore tanggal 3 Oktober 2018.
Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien datang membawa pengantar dari poli kandungan dan kebidanan dengan diagnosis
G4P3A0AH3 UK 35/36 minggu T/H + Hidronefrosis Bilateral + PPI. Pasien datang dengan keluhan
perut rasa kencang – kencang sejak jam 5 sore kemarin. Disertai rasa nyeri pada perut bagian
bawah. Keuar lendir darah dari jalan lahir (-), keluar air-air (-). Mual dan muntah (-), nyeri kepala
(-), penglihatan kabur (-), demam (-).
Riwayat Penyakit Dahulu:
Hipertensi (-), DM (-), Asma (-)
Pasien merasa keras dan pembesaran perut kanan atas sejak tahun 2012.Riwayat kista hepar
yang banyak dan baru diketahui pada tahun 2014 karena rasa keras pada perut bagian atas.
Semakin hari pasien merasakan hepar mengalami pembesaran. Namun menurut pasien, ia
belum mendapat pengobatan apapun.
Riwayat Penyakit Keluarga:
Hipertensi (-), DM (-), Asma (-). Pasien mengatakan ibu kandungnya pernah menderita kista
berisi rambut.
Riwayat Obstetri
Riw. Menarche : Umur 13 tahun, siklus 30 hari, selama 4 hari,
ganti pembalut 4x/hari, teratur, nyeri haid (-)
Riw. Pernikahan : menikah 1x (14 tahun)
Riw. Persalinan :
1. Aterm/RS/Bidan/Spontan/Laki-Laki/2005/3900 gr/ sehat/13 tahun
2. Aterm/RS/Dokter/Spontan/Perempuan/2008/3800 gr/ sehat/10 tahun
3. Aterm/RS/Bidan/Spontan/Perempuan/2013/ 3500 gr/ sehat/ 5 tahun
4. Hamil ini
Riw. Kontrasepsi : tidak pernah
Riwayat ANC : 5x di dokter keluarga di Alor dan 1x di SpOG
HPHT : ?/03/2018
TP : ?/12/2018
UK : 35-36 minggu (berdasarkan hasil USG)
PEMERIKSAAN FISIK
KESADARAN : Compos Mentis(E4V5M6) ABDOMEN :
TTV : TD : 140/90 mmHg Inspeksi : Tampak cembung
S : 37°C Palpasi : nyeri tekan(-),teraba keras
N : 76 x/menit pada abdomen kuadran atas
RR : 18 x/menit Auskultasi : Bising Usus (+) kesan normal
MATA : Konjungtiva pucat +/+, sklera ikterik -/- Pemeriksaan Obstetrik
, Leopold I : Kepala, TFU 27 cm
LEHER : Leopold II :Punggung Kiri
Pembesaran KGB -/-, pembesaran tiroid (-) Leopold III: bokong
THORAKS : Leopold IV: 5/5
COR : S1S2 T/R, gallop (-), murmur (-) HIS = 1 x 10 menit (10-15 detik)
PULMO : Ves +/+ Rh -/- wh -/- DJJ = 140x/mnt
Genitalia : perdarahan aktif (-)
VT V/v tidak ada kelainan, portio tebal lunak,
tidak ada pembukaan, effacement 0%, Bagian
terendah sde, denominator sde, Ukuran
panggul dalam luas, THI
Ekstremitas : akral hangat, CRT<2
detik, edema -/-
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium Makroskopis 4/10/2018
Warna Kuning
4/10/2018
Kejernihan Keruh
Hemoglobin 8,7 mg/dL PT 8.5 detik
pH 6,0
APTT 37,2 detik
Eritrosit 4,07 x 10^6/uL
Glukosa 137 mg/dL Leukosit Esterase +3
Hematokrit 27,6 % Sewaktu Protein Negatif
MCV 68,7 fl BUN 4 mg/dL Glukosa +2
Kreatinin 0,32 mg/dL
MCH 68,7 pg SEDIMEN
Natrium 134 mmol/L
Eritrosit PENUH
MCHC 31,5 g/L Kalium 2,7 mmol/L
Leukosit PENUH
Leukosit 7,40 x 10^3/uL Klorida 106 mmol/L
Calcium ion 0,921 mmol/L Silinder 1-3
Trombosit 189 x 10^3/uL
Total calcium 2,0 mmol/L Sel epitel 1 PENUH
Kristal CA OXALAT (+)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboratorium
5/10/2018 7/10/2018 10/10/2018
Pemeriksaan Hasil
Hemoglobin 8,4 g/dL 10,5 g/dL 10,8 g/dL
Eritrosit 3,82 x 10^6/uL 4,67 x 10^6/uL 4,92 x 10^6/uL (12/10/2018)

Hematokrit 26,9 % 23,6 % 34,6 % Kreatinin 0,47


MCV 70,4 fl 71,9 fl 70,3 fl
darah
MCH 22,0 pg 22,5 pg 22,0 pg
MCHC 31,2 g/L 31,3 g/L 31,4 g/L Volume urin 2500
Leukosit 9,03 x 10^3/uL 9,03 x 10^3/uL 9,59 x 10^3/uL
CCT 107,1
Trombosit 179 x 10^3/uL 183 x 10^3/uL 170 x 10^3/uL
USG
USG ABDOMEN TANGGAL 4/9/2018

Hepar : membesar dan terdapat kista multiple


Ginjal kanan kiri membesar dan terdapat kista multiple
Janin tunggal hidup, letak kepala, placenta menutup
OUI, air ketuban cukup
Usia kehamilan sesuai 31-32 minggu
Kesan:
Policystic kidney
Kehamilan tunggal hidup, letak kepala
Placenta Previa Totalis
USG ABDOMEN TANGGAL 21/9/2018

Kehamilan tunggal hidup, letak kepala, letak


placenta normal, air ketuban cukup
Usia kehamilan sesuai 33-34 minggu

Kesan:
Kehamilan tunggal hidup, letak kepala
USG Abdomen tanggal 24/9/2018
Kesan:
Polycystic disease mengenai Hepar dan Ren
bilateral disertai Nephrolythiasis (pada calyx
inferior) sinistra dan hydronephosis grade 1-2
sinistra cenderung ec kista pada pelvis renis.
Chronic kidney disease bilateral.
Tidak tampak hepatoma/proses malignancy
pada hepar.
Gravid intrauterine dengan janin tunggal
hidup, kepala merupakan bagian
terendah/letak agak oblique, sesuai masa
gestasi 34 W. Tidak tampak kelainan
kehamilan.
USG ABDOMEN TANGGAL 24/9/2018

Diagnosis :
G4P3A0 AH3 UK 35-36 minggu T/H + PPI + ISK
+ polikistik ren bilateral+ nefrolitiasis +
polikistik hepar +anemia sedang + TBJ 2325
gram
P:
IVFD RL 20 tpm
Dexametason 2x6 mg (IM) selama 2 hari
Transfusi PRC hingga Hb >=10 g/dL
Rencana SC + MOW
Konsul Penyakit Dalam
FOLLOW UP PASIEN
S :rasa kencang pada perut kadang- S :masih rasa kencang pada perut
kadang, sesak saat tidur terlentang. kadang-kadang, sesak saat tidur S :masih rasa kencang pada perut
sering merasa ingin BAK. terlentang. sering merasa ingin BAK. kadang-kadang, sesak saat tidur
O: O: terlentang. sering merasa ingin BAK.
TD =120/80 mmHg S =36°C TD =120/90 mmHg S =36,7°C O:
N=86 x/menit RR=20 x/menit N=80 x/menit RR=21 x/menit TD =120/90 mmHg S =36,7°C
HIS= - DJJ = 140x/mnt HIS= - DJJ = 140x/mnt N=80 x/menit RR=21 x/menit
5 A : G4P3A0 AH3 UK 35-36 minggu 6 A : G4P3A0 AH3 UK 35-36 minggu 7 HIS= - DJJ = 140x/mnt
. T/H + PPI + ISK + polikistik ren . T/H + PPI + ISK + post maturasi paru . A : G4P3A0 AH3 UK 35-36 minggu
10 bilateral+ nefrolitiasis + polikistik 10 +polikistik ren bilateral+ nefrolitiasis + 10 T/H + PPI + ISK + post maturasi paru
. hepar +anemia sedang on . polikistik hepar +anemia sedang on . +polikistik ren bilateral+ nefrolitiasis +
18 treatment+TBJ 2325 gram 18 treatment+TBJ 2325 gram 18 polikistik hepar +anemia sedang on
P: P: treatment+TBJ 2325 gram
IVFD RL 20 tpm IVFD RL 20 tpm P:
Dexametason 2x6 mg (IM) selama 2 Dexametason 2x6 mg (IM) selama 2 IVFD RL 20 tpm
hari hari Transfusi PRC hingga Hb >=10 g/dL
Transfusi PRC hingga Hb >=10 g/dL Transfusi PRC hingga Hb >=10 g/dL (sudah transfusi bag ke 4)
(sudah transfusi bag ke 2) (sudah transfusi bag ke 2) Rencana SC elektif + MOW (8/10/18)
Rencana SC elektif + MOW (8/10/18) Rencana SC elektif + MOW (8/10/18) Konsul Penyakit Dalam
Konsul Penyakit Dalam Konsul Penyakit Dalam
S : kencang pada perut terus
menerus, sesak saat tidur terlentang.
sering merasa ingin BAK. Balasan Konsul penyakit dalam
O:
TD =130/80 mmHg S =36,4°C • Pasien saat ini kami dapatkan dengan
N=85 x/menit RR=20 x/menit diagnosa polikistik kidney disease dengan
HIS= - DJJ = 140-142x/mnt fungsi ginjal baik CCR 0,5 – CCT hitung > 40
8 VT V/v tidak ada kelainan, portio ml/menit.
• Saat ini tidak ada tindakan khusus di bidang
. tebal lunak, tidak ada pembukaan,
IPD
10 effacement 0%, Bagian terendah sde, • Saran post partum cek CT urologi non
denominator sde, , TH I
. kontras + cek ulang CCT(kumpul urin 24 jam)
A : G4P3A0 AH3 UK 36 minggu T/H +
18 PPI + ISK + post maturasi paru
+polikistik ren bilateral+ nefrolitiasis +
polikistik hepar +anemia ringan+TBJ
2480 gram
P:
IVFD RL 20 tpm
Asam mefenamat 3 x 500 mg
Rencana SC elektif + MOW (8/10/18)
Konsul Penyakit Dalam
S :rasa kencang pada perut terus.
O:
S :rasa kencang pada perut, sesak TD =110/80 mmHg S =36,5°C
saat duduk. sering merasa ingin BAK. N=78 x/menit RR=20 x/menit
O: HIS= - DJJ = 142x/mnt
TD =130/90 mmHg S =36,4°C
9 N=90 x/menit RR=23 x/menit 10
. HIS= - DJJ = 146x/mnt .
10 A : G4P3A0 AH3 UK 36 minggu T/H + 10 Outcome
PPI + ISK + polikistik kidney bayi perempuan
. . P:
disease+anemia ringan+TBJ 2325 BB=2600 gr PB= 50 cm.
18 gram 18 Cek DL post op
Apgar score 6/8 Ballard score 35
P: minggu. Bayi dirawat di NHCU Ranitidin 3 x 1 IV
IVFD RL 20 tpm Kalnex 3 x 500 mg IV
Asam mefenamat 3 x 500 mg A : P4A0 AH3 post sc H-0 a.i PPI +
Cefotaxim 3 x 1 gram IV
Rencana SC elektif + MOW akseptor kontap +polikistik kidney
Antasida 3 x II C
(10/10/18) disease
MSS 2 jam post op
12/10/2018
S: nyeri luka bekas operasi. Keluar darah dari jalan lahir ABDOMEN
berkurang, sudah flatus belum BAB. Makan minum baik.
Bayi masih di NHCU Inspeksi: Tampak cembung
O: Palpasi: supel, hepar teraba 10 jari di bawah arcus costae, solid,
permukaan tidak rata. Liver span 20 cm.Nyeri ketok CVA +/+
TD =110/80 mmHg S =36,4°C N=84 x/menit RR=20x/menit
TFU= 2 jari di bawah pusat kontraksi baik
MATA : Konjungtiva pucat -/-, sklera ikterik -/-,
Auskultasi : Bising Usus (+) kesan normal
LEHER : Pembesaran KGB -/-, pembesaran tiroid (-) Genitalia : perdarahan aktif (+)
THORAKS : COR: S1S2 T/R, gallop (-), murmur (-) Ekstremitas : akral hangat, CRT<2 detik, edema +/+
PULMO: Ves +/+ Rh -/- wh -/- Balance cairan : +1250 cc/18 jam
ABDOMEN : A : P4A0 AH3 post sc H-1 a.i PPI + akseptor kontap + polikistik kidney
disease
Inspeksi : Tampak cembung P:
Palpasi : supel, hepar teraba 10 jari di bawah arcus costae, Asam mefenamat 3 x 500 mg
solid, permukaan tidak rata. Liver span 20 cm.
Nyeri ketok CVA +/+ Livron 2 x 1 tab
Cefadroxil 2 x 500mg
TFU= 2 jari di bawah pusat kontraksi baik
Katrofen supp 2 x II /rectal
S :nyeri luka bekas operasi berkurang, S :nyeri luka bekas operasi berkurang,
nyeri saat jalan,Keluar darah dari nyeri saat jalan,Keluar darah dari
jalan lahir sedikit, belum BAB. jalan lahir sedikit, belum BAB.
Payudara rasa kencang dan Payudara rasa kencang dan
13 mengeluarkan ASI
12 mengeluarkan ASI. Bayi sudah RG
. O:
. O:
10 TD =110/80 mmHg S =36,2°C
10 TD =110/80 mmHg S =36,2°C
. N=80 x/menit RR=18 x/menit
. N=80 x/menit RR=18 x/menit
A : P4A0 AH3 post sc H-2 a.i PPI + 18 A : P4A0 AH3 post sc H-3 a.i PPI +
18 akseptor kontap + polikistik kidney akseptor kontap + polikistik kidney
disease disease
P: P:
Asam mefenaman 3 x 500 mg Asam mefenaman 3 x 500 mg
Livron 2 x 1 tab Livron 2 x 1 tab
Cefadroxil 2 x 500mg Cefadroxil 2 x 500mg
Dulcolax supp 2 /rectal BPL
BAB 4
PEMBAHASAN
Kasus:
Pasien tidak ada keluhan.
Pemeriksaan UL :
BUN 4 mg/dL dan kreatinin 0,32 mg/dL
Post partum =
kretinin darah 0,47 mg/dL dan CCT 107,1 ml/menit.

Teori:
Penyakit ginjal polikistik autosomal dominan (ADPKD) tidak
menimbulkan gejala hingga dekade ke empat.
Kasus:
pemeriksaan awal TD 140/90 (HT grade 1)
selama MRS TD sistolik 130-110 mmHg dan
tekanan diastol 90-70 mmHg.
Protein urin negative.

Teori:
Wanita dengan ADPKD dan tekanan darah normal
serta fungsi ginjal yang baik , outcome baik
risiko pregnancy-induced hipertensi dan
preeclampsia.
Kasus:
Riwayat persalinan G4P3A0 AH3
Pada Pasien tidak dilakukan pemeriksaan fungsi hati. Kista
dirasakan makin membesar sejak tahun 2012.
USG kista multipel ukuran bervariasi terbesar ukuran 15 cm.
Pemeriksaan fisik post partum : hepar teraba 10 jari di bawah
arcus costae, solid, permukaan tidak rata. Liver span 20 cm

Teori:
Kista hepar bersifat asimptomatik dan fungsi hati normal.
Jumlah dan ukuran kista dikaitkan dengan usia dan paritas
(>3x paritas) seorang wanita.
Kasus:
Hasik USG nofrolitiasis di calyx inferior. Pasien tidak
merasakan nyeri pinggang.Nyeri ketok CVA (-)
Pemeriksaan sedimen urin pasien = Kristal Ca oksalat

Teori:
Nefrolitiasis bersifat asimptomatik. Batu yang
terbentuk biasanya merupakan batu asam urat
dan atau batu kalsium oksalat.
Kasus:
mikroskopis urin = darah +1
sedimen urin = eritrosit, leukosit, sel epitel yang
penuh pada lapangan pandang.

Teori:
Hematuria mikroskopis lebih sering terjadi
Kasus:
Mikroskopis urin leukosit esterase +3. Pasien sering
mengeluh merasa ingin buang air kecil.

Teori:
Sering terjadi ISK biasanya disebabkan oleh
bakteri gram negative.
Kasus:
Pasien UK 35-36 minggu MRS karena merasa kencang-
kencang pada perut bagian bawah.
HIS –
VT VT V/v tidak ada kelainan, portio tebal lunak, tidak ada
pembukaan, effacement 0%, Bagian terendah sde,
denominator sde, THI
Teori:
ISK mempengaruhi kehamilan, dapat
menyebabkan terjadinya partus prematurus
imminens.
BAB 5
KESIMPULAN
Telah dilaporkan pasien Ny. LKG usia 37 tahun dengan keluhan rasa kencang-kencang di perut
bagian bawah semenjak sehari sebelum masuk rumah sakit. Keluar air- air maupun lendir darah
disangkal pasien. Pasien memiliki riwayat kista hepar yang banyak dan baru diketahui pada
tahun 2014 karena rasa keras pada perut bagian atas. Semakin hari pasien merasakan hepar
mengalami pembesaran. Namun menurut pasien, ia belum mendapat pengobatan apapun.
Pasien saat ini sedang hamil anak ke empat. Anak terkecil berusia 5 tahun.
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, pasien didiagnosis
G4P3A0 AH 3 UK 35-36 minggu T/H + PPI + polikistik kidney disease + anemia sedang. Selama
dirawat 9 hari di rumah sakit dengan terapi yang diberikan adalah IVFD RL 20 tpm, dexametason
2 x 6 gram im, transfusi PRC hingga Hb ≥ 10 mg/dL, serta asam mefenamat 3 x 500 mg PO.
Pasien melahirkan anak perempuan dengan berat badan 2600 gram dan panjang badan 50 cm
dengan Apgar score 6/8 dan Ballard score 35 minggu. Bayi sempat dirawat di NHCU selama 2
hari sebelum akhirnya dirawat gabung bersama ibu. Setelah hari ke 3 post sc pasien dipulangkan
dengan terapi cefadroxil 2 x 500 mg, asam mefenamat 3 x 500 mg, danLivron 2 x 1 tablet.