Anda di halaman 1dari 16

Telaah Jurnal

Abnormal Blood Pressure and Hyperandrogenemia in a


First Degree Relatives of Women with Polycystic Ovarian
Syndrome referring to Gynecology Clinics of Shiraz
University

Janet Edrina Ung


1408010018
Pembimbing:
dr. Dewa Putu Sahadewa, SP.OG (K)
PENDAHULUAN

50 % wanita PCOS obesitas. Status Wanita dengan Polikistik


lipoprotein yang abnormal ovarium syndrome (PCOS)
risiko tekanan darah tinggi mengalami
meningkat hyperandrogenemia

Risiko penyakit kardiovaskular Insiden PCOS dalam keluarga tinggi.


dan atherosclerosis meningkat 7 Dicurigai factor genetic ikut berperan
kali lipat pada penyakit ini
Penelitian yang dilakukan Yildiz tahun 2013 pada 52 keluarga
pasien PCOS menunjukan kadar testoteron pada pre dan post-
menopause yang lebih tinggi pada anggota keluarga wanita
dibandingkan populasi normal.
TUJUAN

Menentukan apakah keluarga tingkat pertama dari


wanita dengan PCOS mengalami tekanan darah tinggi
dan hiperandrogenemia
BAHAN DAN METODE

Penelitian dilakukan selama tahun 2009 di Gynecolgy Clinics of Shiraz Medical University

Sampel untuk kelompok kontrol dan eksperimen berjumlah 107 orang terdiri dari 34 orang
ayah, 39 orang ibu, 17 orang saudara perempuan dan 17 orang saudara laki-laki.
Kriteria inklusi :
1. Subjek penelitian adalah keluarga tingkat pertama dari wanita yang telah
terdiagnosis. Diagnosis berdasar riwayat perjalanan penyakit,
pemeriksaan fisik, tes laboratorium, dan USG serta telah di eksklusi
penyakit lain seperti neoplasma, hiperprolaktinemia,dan hyperplasia
adrenal kongenital
2. Usia lebih dari 30 tahun
3. Tidak ada riwayat merokok
4. Tidak sedang mengkonsumsi obat yang dapat mempengaruhi tekanan
darah, kolesterol serta testoteron selama 3 bulan sebelum tes.
5. Tidak ada riwayat polikistik ovarium syndrome
Kelompok control terdiri dari anggota keluarga wanita dengan PCOS yang telah dikaji
memiliki riwayat siklus haid teratur, tidak infertile maupun hirsutismes.
Kelompok Perlakuan terdiri dari anggota keluarga yang belum pernah dikaji status
reproduksinya.

Pengukuran tekanan darah dilakukan sebanyak 2 kali dengan interval 10 menit


untuk setiap pengukuran. Tekanan darah ≥ 140/90 dikatakan tekanan darah tinggi.

Kadar testoteron diukur dengan metode enzimatik kalorimetrik menggunakan test


kits Pars (Tehran-Iran). Dikatakan hyperandrogen apabila testoteron ≥ 10 ng/kg
untuk laki-laki dan ≥ 0,7 ng/Kg untuk perempuan.

Data dianalisis menggunakan SPSS 16. variable tekanan darah dan testoteron
diukur dengan uji banding Chi-square. Data statistic diuji dengan reabilitas 95%
dan koefisien 0,05. Dikatakan signifikan apabila P ≤ 0.05.
HASIL

Terdapat perbedaan signifikan antara tekanan darah rata-rata dari ayah, ibu dan saudara
perempuan dari kelompok kontrol dan dan kelompok perlakuan yaitu P<0.001
Tidak terdapat perbedaan signifikan pada kelompok saudara laki-laki.
HASIL….

Tidak terdapat perbedaan signifikan antara kadar testoteron dari kelompok kontrol dan kelompok perlakuan
P > 0.005
PEMBAHASAN
• Penelitian menunjukan tekanan darah dari ayah dan saudara laki-laki dari wanita penderita
PCOS lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol dan terdapat perbedaan yang
signifikan(Benitez, 2001 dan Ballargepn, 2007)

• Penelitian menunjukan kadar testoteron bebas pada orangtua penderita PCOS lebih tinggi
dibandingkan kelompok control tapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan (Yildiz 2001).

• Dalam beberapa penelitian, faktor penyebab penyakit kardiovaskular termasuk diabetes tipe
2, hiperglikemia, hipertensi dan hiperandrogen lebih tinggi angka kejadiannya pada kerabat
tingkat pertama dari wanita dengan PCOS dibandingkan dengan kelompok kontrol .

• Faktor genetic berupa morfologi serta disfungsi ovarium, mungkin merupakan indikasi dasar
terjadinya PCOS, dimana sekresi berlebihan luteinizing hormon (LH), mengarah ke
peningkatan produksi androgen oleh sel teka ovarium .
KESIMPULAN
Penelitian ini menjadi bahan informasi bahwa Keluarga tingkat pertama
dari wanita dengan polikistik ovarium syndrome memiliki risiko yang
lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi dan hyperandrogen.
PICOVIA
Problem
• Keluarga tingkat pertama dari wanita dengan polikistik ovarium syndrome memiliki
risiko yang lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi dan hyperandrogen.

Populasi
• Sampel untuk kelompok kontrol dan eksperimen berjumlah 107 orang terdiri dari 34
orang ayah, 39 orang ibu, 17 orang saudara perempuan dan 17 orang saudara laki-laki.

Intervensi

• Pada penelitian ini tidak dilakukan intervensi apapun.


Comparassion
• Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan kelompok control
dan kelompok eksperimental

Outcomes
• Tekanan darah pada ayah, ibu, dan saudara perempuan dari
kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding kelompok kontrol.
• Kadar testoteron pada ayah dan ibu dari kelompok eksperimen lebih
tinggi dibandingkan kelompok control.
Important
• Mortalitis dan morbiditas penyakit kardiovaskular yang meningkat
pada keluarga tingkat pertama pasien PCOS karena tekanan darah
tinggi dan hiperandrogen .

Aplicable
• Keluarga tingkat pertama dari pasien PCOS dapat lebih menyadari
faktor risiko yang mungkin terjadi. Apabila mengalami dapat segera
didiagnosis dan diterapi.
TERIMA KASIH