Anda di halaman 1dari 50

GIZI

Oleh :
Subdit Bina Kewaspadaan Gizi
Pendahuluan

Untuk mencapai SDM yang berkualitas, faktor gizi


memegang peranan yang sangat penting.
Gizi yang baik akan menghasilkan SDM yang
berkualitas yaitu sehat, cerdas dan memiliki fisik
yang tangguh dan produktif
Perbaikan gizi diperlukan pada seluruh siklus
kehidupan.
Perbaikan gizi anak usia sekolah merupakan langkah
strategis karena dampaknya secara langsung
berkaitan dengan pencapaian SDM berkualitas
Besaran Masalah Gizi pada
Anak Usia Sekolah
 Prevalensi anak usia sekolah kurus 10,9% (P) dan 13,3% (L)
 Prevalensi anak usia sekolah gemuk 6,4% (P) dan 9,5% (L)
 Prevalensi anemia pada anak-anak (≤ 14 thn) 12,8%
 Persentase anak usia 6-12 tahun dengan UIE < 100 µg/dl sebesar
12,9%
 93,6% anak usia 10-14 th kurang mengkonsumsi buah & sayur
 66,9% anak usia 10-14 kurang aktifitas fisik
 Anak usia 10-14 tahun mengkonsumsi jenis makanan beresiko :
manis (63,1%), berlemak (13,5%), diawetkan (8,6%), penyedap
(75,7%), asin (24,4%)

(sumber : Riskesdas 2007)


 Salah satu upaya utk mengatasi mslh gizi anak usia
sekolah adalah melalui program UKS, dgn melakukan
intervensi pada program pendidikan dan pelayanan
kesehatan temasuk gizi.
 Peningkatan pendidikan gizi dan manfaatnya bagi
kesehatan juga dapat diintegrasikan pada beberapa
kegiatan di sekolah seperti Pramuka dan Dokter kecil
Pengetahuan Gizi Dasar
Pendahuluan
 Ilmu gizi timbul sbg jawaban atas permasalahan yang ada
dibidang makanan dlm hubungannya dgn kesehatan spt
penyakit beri-beri, scorbut (sariawan), dll
 Penelitian lebih lanjut menyebutkan bahwa penyebab masalah
tsb adalah kekurangan unsur tertentu dalam makanan yang
selanjutnya disebut zat gizi
 Kekurangan zat gizi dapat menyebabkan anemia Fe, Kurang
Energi Protein, kurang Vit A, GAKY, dll
 Penemuan ttg gizi terus berlanjut dgn ditemukannya unsur
yang lebih spesifik baik fisik maupun kimia, misal : penemuan
vitamin, mineral, dll
 Ilmu gizi sangat berperan dalam program kesehatan, karena
saling terkait satu sama lain
Beberapa istilah penting

 ILMU GIZI (NUTRITION SCIENCE) adalah


Ilmu yang mempelajari segala sesuatu ttg
makanan dalam hubungannya dgn kesehatan
yg optimal.
 Gizi berasal dari bhs Arab “Ghidzai” yg berarti
Makanan
 Ilmu Gizi selain berkaitan dgn makanan, juga
berkaitan dgn tubuh manusia.
 ZAT GIZI (NUTRIENTS) adalah ikatan
kimia yg diperlukan tubuh utk melakukan
fungsinya, yaitu : menghasilkan energi,
membangun & memelihara jaringan, serta
mengatur proses-proses kehidupan.
 MAKANAN  Bahan selain obat yg
mengandung zat-zat gizi dan berguna bila
dimasukkan kedalam tubuh.
 Pangan : istilah umum untuk semua bahan
yang dapat dijadikan makanan
 Bahan Makanan : makanan dalam keadaan
mentah
 Status Gizi : keadaan tubuh sebagai akibat
konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat
gizi oleh tubuh
Zat Gizi dalam Makanan
 Hidrat Arang (karbohidrat)
 Makanan pokok penghasil tenaga yang dibutuhkan
untuk bekerja, bernafas, dll
 Banyak terdapat pada : nasi, bihun, mie, tepung,
jagung, umbi-umbian, dll
 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori
 Protein
 Banyak terdapat dalam lauk-pauk seperti : tempe, tahu,
kacang-kacangan (protein nabati), daging, ikan, telur
(protein hewani)
 1 gram protein menghasilkan 4 kalori

 Lemak
 Banyak terdpt pada lauk-pauk (daging berlemak) dan
minyak (minyak goreng, mentega)
 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori dlm tubuh
 Vitamin
 Zat ini banyak terdpt dlm semua bhn makanan
terutama sayuran dan buah-buahan segar
 Macam-macam vitamin : Vit A, Vit D, Vit E, Vit K,
Vit B (tiamin/B1, riboflavin/B2, niasin, biotin, folat,
B6, B12, as. pantotenat), dan Vit C
 Vitamin larut lemak : Vit A, D, E, K
 Vitamin larut air : Vit B dan C
 Mineral
 Banyak terdapat pada lauk pauk dan sayuran, misal Fe (zat
besi banyak terdapat dalam bayam, kangkung, daun katuk,
telur dan sayuran hijau lainnya
 Macam-macam mineral: zat besi/Fe, Kalsium, Kalium,
Natrium, Seng, Magnesium, Phospor, dll

Selain kelima zat gizi di atas, AIR merupakan unsur yang tidak
kalah penting. Tanpa air, fungsi dari kelima zat gizi tersebut
tidak dapat berjalan. Air sangat penting dalam pemeliharaan
organ tubuh vital seperti ginjal.
FUNGSI ZAT GIZI

SUMBER
TENAGA

SUMBER ZAT SUMBER ZAT


PEMBANGUN PENGATUR
Fungsi Zat Gizi
 Sebagai Zat Pembangun
Protein : Diperlukan untuk membentuk sel-
sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel
yang rusak
Fungsi Zat Gizi
 Sebagai Sumber Tenaga
Karbohidrat, lemak dan
protein : Oksidasi zat-zat gizi
tersebut menghasilkan energi
yang diperlukan tubuh untuk
melakukan kegiatan/aktivitas
Fungsi Zat Gizi
 Sebagai Zat Pengatur
 Protein, mineral, vitamin dan air :
Protein: mengatur keseimbangan air dalam sel,
bertindak sebagai buffer untuk memelihara
netralitas tubuh dan membentuk antibodi
Mineral dan vitamin: sebagai pengatur dalam
proses oksidasi, fungsi normal saraf dan otot,
proses penuaan dll
Air : diperlukan untuk melarutkan bahan-bahan di
dalam tubuh seperti darah, cairan pencernaan,
jaringan, dan mengatur suhu tubuh, peredaran
darah, ekskresi dll
Gizi Seimbang
Gizi Seimbang
 untuk hidup sehat dan berkualitas, setiap orang
memerlukan 5 kelompok zat gizi (Karbohidrat,
protein, lemak, vitamin, Mineral + air) dalam jumlah
yang cukup, tidak berlebih dan tidak kurang 
SEIMBANG

 Di dunia ini tidak ada satu jenis makananpun yang


mengandung semua unsur zat gizi selain ASI 
perlu mengkonsumsi anekaragam makanan
Gizi Seimbang

 Dengan mengkonsumsi makanan yang beragam (makanan


pokok, lauk-pauk, sayuran, buah dan susu) dalam jumlah yang
seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dapat dipastikan
semua kebutuhan zat-zat gizi dalam tubuh dapat terpenuhi

 Membiasakan mengkonsumsi hidangan sehari-hari dengan


susunan zat gizi yang seimbang merupakan salah satu upaya
menanggulangi masalah gizi ganda, yakni “gizi kurang” dan
“gizi lebih”
13 Pesan Dasar Gizi Seimbang

1. Makanlah aneka ragam makanan


2. Makanlah makanan utk memenuhi kecukupan energi
3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari
kebutuhan energi
4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai
seperempat dari kecukupan energi
5. Gunakan garam beryodium
6. Makanlah makanan sumber zat besi
7. Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan dan
tambahkan MP ASI sesudahnya
Lanjutan 13 Pesan Dasar Gizi Seimbang

8. Biasakan makan pagi


9. Minumlah air bersih yang aman dan cukup
jumlahnya
10. Lakukan aktivitas fisik secara teratur
11. Hindari minum minuman yang beralkohol
12. Makanlah makanan yang aman bagi
kesehatan
13. Bacalah label pada makanan yang dikemas
Masalah Gizi pada Anak Usia
Sekolah
Masalah gizi tidak hanya berdampak pada pertumbuhan
anak, tapi juga perkembangan otak, kemampuan
belajar dan produktivitas anak.

1. Kurang Enargi Protein (KEP)


2. Anemia Gizi Besi (AGB)
3. Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY)
4. Kurang Vitamin A (KVA)
5. Gizi Lebih
1. Kurang Energi Protein (KEP)
 Penyebab : kurangnya asupan
makanan sumber energi dan protein
 Ciri : Kurus, Pendek
 Akibat : daya tahan tubuh lemah,
kurang konsentrasi belajar
2. Anemia Zat Gizi Besi (AGB)

 Kadar Haemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari


normal (< 12 gr %)
 Ciri : Lesu, lemah, letih, lelah dan lalai (5L), selain
itu juga disertai dengan keluhan pusing dan mata
berkunang-kunang
 Akibat : konsentrasi dan kemampuan belajar rendah
3. Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY)

 Penyebab : kurangnya asupan yodium dalam


makanan sehari-hari yang berlangsung dalam jangka
waktu lama
 Umumnya ditemukan di daerah dataran tinggi
 Ciri : terjadinya pembesaran kelenjar gondok
 Akibat : anak menjadi lamban dan sulit menerima
pelajaran
4. Kurang vitamin A (KVA)
4. Kurang vitamin A (KVA)

 Penyebab : Jumlah asupan Vitamin A tidak sesuai


dengan kebutuhan tubuh
 Tanda-tanda fisik sulit dikenali, kecuali oleh tenaga
kesehatan terlatih
 Akibat : menurunnya daya tahan tubuh dan
terganggunya fungsi penglihatan
5. Gizi Lebih
 Penyebab : berlebihnya asupan makanan
sumber energi dari kebutuhan
 Ciri : Gemuk, lamban, cepat lelah
 Akibat : beresiko tinggi untuk mengalami
penyakit jantung, diabetes, darah tinggi
pada usia muda
Kantin Sekolah
 Kantin sekolah merupakan tempat penjualan
makanan yang dikelola oleh masyarakat sekolah,
berada pada pekarangan sekolah dan dibuka selama
hari sekolah

 Tujuan : menyediakan makanan bagi siswa selama


berada di sekolah
Tujuan penyediaan makanan di kantin sekolah
(ditinjau dari aspek kesehatan)

1. Menambah dan melengkapi makanan siswa baik kualitas


maupun kuantitas
2. Mendidik siswa agar dapat memilih makanan yang bergizi,
dan memotivasi siswa untuk mencobanya
3. Memperkenalkan makanan baru sebagai variasi hidangan
4. Memberikan contoh kebiasaan makan yang baik menurut
syarat kesehatan
5. Meningkatkan selera makan, menimbulkan rasa akrab antara
teman dan pertemuan sosial yang menyenangkan
6. Melatih disiplin, sabar dan tertib secara bergilir
7. Menerapkan cara belajar sambil berbuat dan membina suatu
bentuk koperasi sekolah
Kantin Sekolah
dan Kesehatan Peserta Didik
 Berdasarkan beberapa penelitian :Kantin sekolah atau
penjual makanan harus ada di sekolah
 Kantin sekolah merupakan salah satu upaya
mengatasi masalah kurang gizi pada anak sekolah
 Pengelolaan dan penyelenggaraan perlu
memperhatikan kebersihan, keamanan, serta
mempertimbangkan aspek gizi, ekonomi serta ke-
praktis-annya
Pengelolaan Kantin Sekolah Sehat

Tenaga
- Ada penanggung jawab kantin, dgn kualifikasi :
berbadan sehat, bebas dari penyakit menular, bersih
dan rapih, mengerti tentang kesehatan, memiliki
disiplin kerja yang tinggi, memiliki pengetahuan
gizi praktis dan sederhana, mengerti cara memasak
bahan makanan susuai syarat gizi dan kesehatan
serta memelihara kebersihan alat-alat makan
- perlu pengawasan kualitas makanan, kebersihan,
tenaga, peralatan dan ruangan kantin
Pengelolaan Kantin Sekolah Sehat

Dana
- Dana awal diperlukan untuk sarana fisik dan
bahan makanan
- Sumber dana : sekolah, sekolah+orang tua murid,
orang tua murid sepenuhnya, diborongkan pada
pengusaha jasa boga
- Selanjutnya diperoleh dan dimanfaatkan melalui
penjualan makanan di kantin sekolah
Pengelolaan Kantin Sekolah Sehat

Lokasi dan ruang Makan


- harus dalam pekarangan sekolah, tidak berdekatan dengan
jamban, kamar mandi dan tempat pembuangan sampah
- ruangan makan harus cukup luas, bersih, nyaman dan
ventilasi cukup dengan sirkulasi udara yang baik
- lantai terbuat dari bahan kedap air dan mudah dibersihkan
- dinding dan langit-langit selalu bersih dan dicat terang
- jendela hendaknya berkasa
- dilengkapi dengan tempat cuci tangan dengan kran dan
sabun yang letaknya mudah dijangkau
Pengelolaan Kantin Sekolah Sehat

Peralatan dan Perlengkapan


- sesuai kebutuhan dan kapasitas
- sesuai menu yang diselenggarakan
- selalu dicuci dengan sabun dan air bersih
Makanan Sehat di Kantin Sekolah

- Makanan di kantin sekolah memenuhi 50-300


kalori (1/3 jml makan siang)
- Dapat disajikan dlm bentuk makanan tambahan/
selingan, makanan lengkap porsi kecil, makanan
kecil padat gizi
- Menggunakan bahan makanan segar yang
langsung diolah dan disajikan pada saat sekolah
- Apabila menggunakan makanan jadi, pilih
makanan yang mengandung zat gizi tertentu, tidak
mahal dan aman
Makanan Sehat di Kantin Sekolah

Panggolongan makanan di kantin sekolah :

Makanan yang dihidangkan sebagai makanan tunggal


- sumber zat tenaga : singkong goreng, ubi goreng, jagung
urap, ketan, getuk, ketimus, tiwul
- Sumber zat pembangun : tempe goreng, tahu isi, tahu bakso,
bakwan udang, rempeyek kacang, rempeyek teri, bubur
kacang ijo
- Sumber zat pengatur : pisang ambon, pepaya, jambu,
mangga, apel, kesemek, es buah, nangka, melon, rujak buah
(segar)
Makanan Sehat di Kantin Sekolah

Panggolongan makanan di kantin sekolah :

Makanan yang dipersiapkan dengan campuran zat


tenaga, zat pembangun dan pengatur : soto
ayam, mie bakso, mie goreng, gado-gado, nasi
uduk, lontong sayur, siomay, batagor, lemper,
risoles, kroket, comro, kue dadar isi kacang ijo, dll
Memilih Makanan Bergizi

- Pengelola kantin seharusnya menyediakan makanan bergizi


- Hindari menjual makanan yang lebih manis karena merusak
gigi. Dianjurkan : apel, kesemek, wortel mentah untuk
dikonsumsi sehabis makan
- Menyediakan kran air untuk mencuci mulut (berkumur)
- Perlu pengawasan terhadap penjualan es lilin, permen/gula-
gula, minuman beralkohol, cake, bolu, coklat dan sejenisnya
termasuk makanan yang kurang mengandung zat gizi
(kerupuk, buah yang diawetkan, kripik kanji, dsb
Pemantauan Pertumbuhan
Anak Sekolah dengan KMS-AS
Apa itu KMS Anak Sekolah?

 KMS (kartu menuju sehat), yaitu kartu yang berisi informasi


grafik pertumbuhan tinggi badan (TB) dan berat badan (BB),
catatan perkembangan kesehatan siswa, imunisasi yang pernah
diberikan serta anjuran berperilaku hidup bersih dan sehat
 Dengan mengamati garis pertumbuhan BB dan TB pada KMS-
AS dapat diketahui perkembangan kesehatan siswa
 Dengan pengamatan tersebut dapat diketahui status kesehatan
dengan lebih dini sehingga dapat dilakukan tindakan
perbaikan dengan segera
 Siswa diyakinkan tentang pencegahan penyakit dengan cara
imunisasi
Tujuan Penggunaan KMS-AS

 Sebagai alat memantau pertumbuhan, keadaan gizi


dan kesehatan
 Sebagai alat pendidikan gizi dan kesehatan
 Menyadarkan siswa akan pentingnya imunisasi
 Meningkatkan partisipasi guru dan orang tua dalam
memelihara dan meningkatkan kesehatan siswa
Mengukur BB dan TB

 Tujuan
untuk membuat grafik pada KMS AS sehingga dapat
diketahui status gizi siswa
 Dilakukan 6 bulan sekolah
 Informasi dan alat yang diperlukan : microtoise
kapasitas 200 cm, timbangan injak kapasitas 100
kg/lebih, tanggal lahir siswa (umur)
Mengisi dan Mencatat di KMS AS

Petunjuk umum
1. Setiap siswa mempunyai 1 KMS dan berlaku
selama duduk di bangku SD/MI
2. Terdapat 2 jenis KMS : Laki-laki (hijau),
perempuan (pink)
3. Pengisian KMS oleh guru setiap 6 bln
4. KMS disimpan oleh guru
5. Bila ditemukan kelainan pada siswa guru
disarankan merujuk ke Puskesmas terdekat
Mengisi dan Mencatat di KMS AS

Cara Mengisi KMS AS


1. Isi kolom identitas siswa
2. Ukur BB, TB siswa
3. Bubuhkan titik potong berat dan tinggi siswa
4. Bacalah KMS pertumbuhan siswa
Mengisi dan Mencatat di KMS AS

Contoh
(Lihat pada Buku Pedoman)