Anda di halaman 1dari 24

GRAVITASI

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Pendahuluan
● Gravitasi merupakan gaya interaksi antara benda-
benda yang memiliki massa tertentu. Gaya
gravitasi merupakan salah satu dari 4 gaya yang
ada di alam semesta (gaya elektromagnetik, gaya
kuat dan gaya lemah). Gaya gravitasi ini juga yang
mempertahankan interaksi antara benda-benda di
bumi dan gerak planet-planet dalam sistem tata
surya.

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Pendahuluan
● Penelitian mengenai gaya GRAVITASI sudah dilakukan
sejak dulu yaitu Ptolemy tahun 100 M dengan teori
geosentris yaitu planet-planet mengelilingi bumi.
Kemudian Copernicus dengan teori heliocentris yaitu
planet-planet dan bumi mengelilingi matahari dalam "De
revolutionibus orbium coelestium" (1543). Teori ini
didukung dari analisis Tycho Brahe dan asistenya
Johannes Kepler dalam karya "Astronomia Nova
(1609)" yang dikenal dengan hukum Kepler yaitu orbit
planet berbentuk ellips. Pada tahun 1680 Isac Newton
dalam makalahnya berjudul "De motu corpo-rum in
gyrum" atau gerak planet dalam orbitnya yaitu
menjelaskan mengenai planet dan hukum gravitasi.

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Hukum Kepler
● Johannes Kepler (1609) memberikan tiga postulat
yang terkenal mengenai lintasan planet dalam
mengelilingi matahari yaitu :
• Hukum Pertama menyatakan lintasan sebuah
planet berbentuk ellips dengan matahari berada
pada salah satu titik apinya,
• Hukum Kedua menyatakan vektor posisi dari
suatu planet relatif terhadap matahari melingkupi
luas yang sama dari ellipsnya pada selang waktu
yang sama
• Hukum ketiga menyatakan kuadrat dari perioda
berbanding lurus dengan pangkat tiga dari jarak
rata-rata planet dan matahari
Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Hukum Kepler
T2 ≈ r3 (1)

Gbr 1: Hukum Kepler mengenai lintasan planet berbentuk ellips.

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Hukum Gravitasi Newton
● Newton menjelaskan mengenai hukum gravitasi
• setiap planet ditarik menuju matahari oleh sebuah gaya
yang berbanding lurus dengan massa matahari, massa
planet dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak
terhadap matahari.

(2)

dengan F = gaya interaksi (attraction), m1;m2 = massa, r


= jarak antara dua massa dan G = konstanta gravitasi.
(Halliday et al., 2001; Tipler, 1998)

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Hukum Gravitasi Newton
● Secara vektor dapat dituliskan

(3)

tanda negatif menyatakan arah antara F12 dengan r12


berlawanan arah maka F12 = - F21

Gbr 2: Hukum gravitasi Newton

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Pengukuran konstanta gravitasi (G)
● Pengukuran nilai konstanta gravitasi G pertama kali
dilakukan oleh Henry Cavendish dan dijelaskan secara
lengkap percobaannya dalam Philosophical Transactions
(1798). Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan
neraca torsi yaitu dua bola yang sama (m) dihubungkan
oleh batang ringan dan ditengahnya diikatkan tali
penggantung dan dilengkapi oleh cermin (Sarojo, 2002).
● Kemudian massa m didekatkan oleh massa lain m’
sehingga terjadi gaya tarik-menarik dan menyebabkan
puntiran pada torsi dan mengubah kedudukan cermin.
Sudut puntiran pada torsi berhubungan dengan skala gaya
tarik-menarik antara massa tsb dan memberikan nilai
konstanta gravitasi sebesar
G = 6.67x 10-11 Nm2/kg2

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Pengukuran konstanta gravitasi (G)

Gbr 3: Pengukuran nilai konstanta gravitasi dengan neraca Cavendish


Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Variasi percepatan gravitasi bumi (g)
● Percepatan gravitasi bumi adalah percepatan
yang dimiliki benda yang jatuh karena pengaruh
gaya beratnya

dengan m=massa benda, M=massa bumi dan


R=jari-jari bumi atau jarak benda ke pusat bumi
maka bentuk percepatan gravitasi dinyatakan

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
● Jika benda tidak berada dipermukaan tetapi berada pada
jarak r dari pusat bumi

dengan (dg/g) = perubahan relatif dari g dan (dr/r) =


perubahan relatif dari r.

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
● Nilai percepatan gravitasi bumi atau g bervariasi secara
lokal di permukaan bumi karena adanya ketidakteraturan
dan batu-batuan yang memiliki massa jenis yang berbeda-
beda. Bumi tidak bulat sempurna, dibagian kutub nilai R
lebih kecil dibandingkan dibagian katulistiwa sehingga g di
kutub lebih besar dibandingkan di katulistiwa.
● Variasi nilai g atau dikenal dengan anornali gravitasi,
sangat kecil yaitu orde 1 bagian per 106 — 107 nilai g. Tetapi
dapat diukur dengan menggunakan alat yaitu Gravitymeter
yaitu dapat mengukur dalam orde 1 bagian per 108
(Giancolli, 1997). Ahli geofisika menggunakan metode
gravitasi untuk menentukan struktur kerak bumi dan pada
eksplorasi mineral untuk menentukan deposit mineral yang
bernilai ekonomis.

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Gaya gravitasi
● Gaya gravitasi massa titik dengan massa berbentuk cincin
● Elemen massa dm pada cincin berjarak s dari benda titik
m! yang berada pada sumbu cincin dengan jari-jari r adalah

● Gaya yang berpengaruh adalah

maka yang memberikan kontribusi adalah

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Gaya gravitasi massa titik dengan massa
berbentuk cincin

● Jika r = 0 artinya benda titik berada di pusat cincin sehingga


F=0

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Gaya gravitasi benda titik dengan massa
bola tipis
● Benda titik berjarak r dari pusat bola tipis berongga
dengan massa m dan berjari-jari R. Gaya gravitasi
dinyatakan

● Jari-jari cincin adalah R sin φ dan dm = σ dA = σ 2π R


sin φ R dφ = 2π σ R2 sin φ dφ dan

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Gaya gravitasi benda titik dengan massa
bola tipis
● Maka gaya F adalah

● Artinya bola berongga berkulit tipis yang homogen dengan massa m


dapat menarik massa titik m’ diluar bola, seolah-olah massa bola
dikonsentrasikan di pusat massa. Jika benda titik berada di dalam
bola(r < R) maka gayanya F = 0.

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Gaya gravitasi pada bola pejal
● Gaya gravitasi pada bola pejal(m) dengan sebuah benda
titik (m') dapat dibedakan menjadi
● Benda titik diluar bola(r > R)

dengan m=massa bola, m'=massa benda titik dan r=jarak


benda titik ke pusat bola.
● Benda titik didalam bola(r < R)
Pada kasus ini bola pejal mempunyai kerapatan p yang
seragam sehingga dapat dituliskan massa bola dengan
jari-jari r adalah 4/3 π r3 ρ = (r3 / R3) m. Maka gaya
gravitasinya adalah

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Kuat medan gravitasi
● Kuat medan gravitasi dinyatakan sebagai gaya gravitasi
per satuan massa atau disebut juga intensitas gravitasi.

● Jika dalam medan gravitasi terdapat banyak benda, maka


kuat medan pada sebuah titik dinyatakan

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Energi potensial gravitasi
● Energi potensial gravitasi dijelaskan dengan menggunakan
konsep kerja yaitu kerja yang dibu-tuhkan untuk
memindahkan massa dari suatu titik (1) ke titik lain (2) dan
dinyatakan sbb:

● Maka energi potensial gravitasi adalah

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Energi potensial gravitasi
● Untuk benda-benda yang dekat dengan permukaan bumi r1 = R dan r2 =
r dan r — R >> h, h=ketinggian sehingga rR >> R2 maka

dengan g = (GM)/R2 adalah percepatan gravitasi untuk tempat dekat


permukaan bumi.
● Aplikasi energi potensial gravitasi adalah pada kecepatan lepas atau
"escape velocity" yaitu kecepatan pesawat yang ditembakkan dari
permukaan bumi sehingga benda mencapai tempat tak terhingga

● dengan R=jari-jari bumi=6400 x 103m


Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Potensial gravitasi
● Potensial gravitasi dinyatakan sebagai energi potensial
gravitasi per satuan massa.

● Maka potensial gravitasi disebuah titik dalam medan


gravitasi yang mengandung kelompok massa adalah

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Potensial gravitasi
● Jika ada perubahan energi potensial pada sebuah massa
titik yaitu bila jarak dari pusat bumi berubah maka gaya
gravitasi melakukan kerja pada massa titik tersebut yaitu

● γ disebut sebagai gradien potensial. Bentuk diatas secara


vektor dapat dinyatakan

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Energi pada gerak planet dan satelit
● Jika sebuah planet atau satelit bermassa m mengelilingi
sebuah benda lain bermassa M dan dianggap diam serta
lintasan orbit melingkar. Maka energi potensial sistem

● dan energi kinetik sistem

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007
Energi pada gerak planet dan satelit
● Jika gaya sentripetal sama dengan gaya gravitasi akan
didapatkan kecepatan v2 = GM / r sehingga energi kinetik
menjadi

● Energi total sistem adalah E = Ek + Ep

● Energi total berharga negatif menyatakan sistem dalam


lintasan tertutup, artinya planet dan pusat sistem terikat
satu sama lain.

Dwi Seno K. Sihono, M.Si. - Fisika Mekanika – Teknik Metalurgi dan Material – Sem. ATA 2006/2007