Anda di halaman 1dari 52

Aplikasi Syariah Halal dan Haram

Andrian Putra
Muhammad Ihsan
A.Makanan dan Minuman Dalam ISLAM

Makanan Halal

Definisi makanan halal perlu meninjau arti dari


makanan dan kata halal itu sendiri. Kata makanan
berasal dari kata makan dalam bahasa Arab disebut
dengan kata at ta’am atau Al atimah yang artinya makan
makanan
Sedangkan yang disebut dengan kata makan sendiri
diartikan sebagai suatu aktivitas memasukkan
makanan kedalam tubuh untuk menjaga kondisi dan
kesehatan.

Halal berasal dari bahasa arab yg artinya disahkan atau


dibolehkan. Adapun secara istilah, makanan dan
minuman halal adalah makanan dan minuman yang
boleh dimakan atau dikonsumsi oleh umat agama
islam.
Dalam islam halal itu meliputi hal-hal, yaitu sebagai
berikut.
a. Halal karena zatnya
b. Halal cara memperolehnya
c. Halal karena proses atau cara pengolahannya
d. Halal cara menyajikan, mengantarkan serta
menyimpannya
Ciri-ciri makanan halal :
1.Semua makanan yang baik, tidak kotor dan tidak
menjijikan.
2.Semua makanan yang tidak diharamkan oleh Allah
dan Rasul-Nya.
3.Semua makanan yang tidak memberi mudharat, tidak
membahayakan kesehatan jasmani dan tidak merusak
akal, moral, dan aqidah.
4.Binatang yang tidak diharamkan dalam al-Quran dan
hadis.
5.Binatang yang disembelih dengan nama ALLAH SWT.
6.Makanan yang bersih.
7.Tumbuh-tumbuhan (Buah dan sayur).
Syarat Makanan Halal

Suatu makanan dikatakan sebagai makanan halal


adalah jika memenuhi syarat berikut ini:
1. Tidak mengandung zat atau makanan yang
diharamkan
2. Tidak mengandung najis atau kotoran
Manfaat Makanan yang Halal

Diantaranya adalah sebagai berikut:


A.Terhindar dari akhlak dan perlakuan yang tidak baik
atau mazmumah.
B.Mendapatkan akhlak karimah.
C.Mendapatkan ridho dari Allah.
D.Bertahan hidup sampai waktu yang sudah di
tentukan.
E.Tubuh lebih sehat dan bugar
Kewajiban Mengkonsumsi Makanan yang Baik dan Halal

Artinya:
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik
dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu
mengikuti langkah-langkah syaitan; karena
sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata
bagimu.(QS.Al-Baqarah: 168).
Minuman Halal

Kesehatan adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli dan


ditukar dengan apapun. kesehatan adalah sesuatu yang
penting untuk dijaga. kesehatan juga kunci dari
kehidupan.
Apa saja minuman halal dalam islam tersebut, berikut
katagorinya:
Minuman yang tidak memabukan
sebagaimana yang telah dijelaskan dalam
Alquran: “Mereka bertanya kepada mu tentang khamar
dan judi , katakanlah pada keduanya itu terdapat dosa
besar dan beberapa manfaat pada manusia namun
dosa dari keduanya lebih besar dari menfaatna”.(QS. Al
Baqarah 219)
Minuman halal zat dan prosesnya
Minuman halal adalah minuman yang zat maupun
proses mendapatkannya sesuai aturan islam. Contoh
minuman yang halal zatnya adalah: tidak najis,
bukan darah, dan lainnya. Kedua, halal cara
mendapatkannya, contohnya: minuman curian atau
sejenisnya. Misalnya teh atau susu, pada dasarnya itu
adalah minuman halal, namun jika didapat dengan cara
yang haram maka hukummnya haram.
Beberapa manfaat yang bisa didapat dari mengkonsumsi
minuman halal lagi baik adalah :
• Menyehatkan badan jasmani dan rohani.
• Membuat fikiran jernih sehingga bertambah kedekatan
dengan sang pencipta.
• Mendapat rida Allah SWT. Karena orang yang senantiasa
menjauhi laranganNYA dan melakukan perintahNYA akan
selalu dicintai Allah.
• Memiliki akhlaq dalam islam yang baik karena jauh dari hal
yang kotor dan najis serta sebagai obat hati dalam
islam. Hati yang bersih melahirkan akhlak yang terpuji.
Makanan Haram

Makanan adalah suatu benda atau hal yang dimakan


oleh manusia kemudian dicerna dan diserap dalam
tubuh untuk menghasilkan energi dan mendukung
segala aktifitas.
Dasar Hukum Makanan Haram

Surah Al-Araf Ayat 157


Artinya :
“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi
yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil
yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan
yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang
mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan
mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang
dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada
pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya.
memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang
terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah
orang-orang yang beruntung”.(QS. Al-A’raf: 157)
Artinya:
“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan
Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu
sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat
baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-
Baqarah: 195)
Golongan Makanan Haram

• Makanan Haram karena zatnya


• Makanan Haram karena sebabnya
Jenis-jenis Makanan Haram

1. Bangkai
2. Darah
3. Daging babi
4. Semua hewan buas yang bertaring
5. Jallalah
6. Keledai jinak
Hewan Yang Diperintahkan untuk dibunuh:
Monyet
Dalam mahzab Syafii disebutkan bahwa monyet adalah
haram, karena Allah telah menghukum sekelompok
manusia yang bermaksiat yakni kaum yahudi dan
mengubahnya menjadi binatang babi dan monyet..
Selain itu monyet juga memiliki kesamaan dengan
manusia dalam hal genetis dan kesamaan panca indra
serta disebutkan bahwa monyet bukanlaj jenis hewan
yang baik.
Minuman yang haram
Allah berfirman :Mereka bertanya kepadamu tentang
judi dan khamar.Katakanlah :”Pada keduanya itu
terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi
manusia,tetapi dosa keduanya lebih besar dari
manfaatnya.”(QS.AL-BAQARAH:219)
Akibat Makan Makanan Haram
Doa-doanya tidak dikabulkan
Merusak hati dan akalnya
Amalan tidak diterima
Makanan haram membawa ke nereka
Mengurangi iman dalam hatinya
Rusaknya keturunan
Mendzalimi diri sendiri
NAZA (Narkotika & Zat Adiktif lainnya)
NAZA Narkotika dan Zat Adiktif adalah dua zat yang
mendatangkan perasaan kecanduan bagi
pemakaiannya. Bahkan akan mendatangkan kematian
terhadap konsumennya apabila sampai pada tahapan
overdosis. Namun antara keduanya narkotika dan
psikotropika mempunyai pengertian, jenis golongan
serta
diatur dalam Undang-undang yang berbeda pula.
Narkotika diatur dalam Undang- undang No. 22 tahun
1997 sedangkan psikotropika diatur dalam undang-
undang No.5 tahun 1997.
Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan
bahan adiktif lainnya. Istilah lainnya adalah Napza
[narkotika, psikotropika dan zat adiktif]. Istilah ini banyak
dipakai oleh para praktisi kesehatan dan rehabilitasi.
Pengaruh narkoba secara umum ada tiga:
1. Depresan
Menekan atau memperlambat fungsi sistem saraf pusat
sehingga dapat mengurangi aktivitas fungsional tubuh.
Dapat membuat pemakai merasa tenang, memberikan
rasa melambung tinggi, member rasa bahagia dan
bahkanmembuatnya tertidur atau tidak sadarkan diri
2. Stimulan
Merangsang sistem saraf pusat danmeningkatkan
kegairahan (segar dan bersemangat) dan kesadaran.
Obat ini dapat bekerja mengurangi rasa kantuk karena
lelah, mengurangi nafsu makan, mempercepat detak
jantung, tekanan darah dan pernafasan.
3. Halusinogen
Dapat mengubah rangsangan indera yang jelas serta
merubah perasaan dan pikiran sehingga menimbulkan
kesan palsu atau halusinasi.
Dalil Pengharaman Narkoba

Para ulama sepakat haramnya mengkonsumsi narkoba


ketika bukan dalam keadaan darurat. Ibnu
Taimiyah rahimahullah berkata, “Narkoba sama halnya
dengan zat yang memabukkan diharamkan
berdasarkan kesepakatan para ulama. Bahkan setiap
zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk
dikonsumsi walau tidak memabukkan” (Majmu’ Al
Fatawa, 34: 204).
Jenis Jenis Narkoba

Golongan I : ganja, heroin, kokain, morfin, opium,


Tembakau gorila, DMT, MDPV dll
b. Golongan II : benzetidin, betametadol, petidin dan
turunannya dll
c. Golongan III : kodein dan turunannya, metadon,
naltrexon dll
Macam-macam narkoba

Ganja atau Marijuana


Heroin atau Putauw
Kokain atau Cocaine
LSD (Lysergyc Acid Diethylamide
Sabu- Sabu atau Meth
Ekstasi atau Inex / MDMA
Morfin atau Morphine
Flakka
Tembakau Gorila
Crack Coccaine
Metadon
Barbiturat
PCP atau Angel Dust
Psikotropika

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun


sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif
melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat
yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas
mental dan perilaku.Contoh Psikotropika; Ekstasi, LSD,
Amphetamine dll.
Jenis Jenis Psikotropika

Jenis Jenis Psikotropika


a. Golongan I : MDMA/ekstasi, LSD dan STP dll
b. Golongan II : amfetamin, metilfenidat atau ritalin. dll
c. Golongan III :(umibal, buprenorsina, pentobarbital,
Flunitrazepam dan sebagainya
d. Golongan IV : nitrazepam, Aminorex , dumolid,
diazepam dan lain
Zat yang termasuk golongan psikotropika dibedakan
menjadi 4 golongan, yaitu :
1.Golongan I, mempunyai potensi yang sangat kuat
dalam menyebabkan ketergantungan dan dinyatakan
sebagai barang terlarang. Contoh: ekstasi (MDMA= 3,4-
methylenedeoxy methamfetamine), LSD (lysergic acid
diethylamid), dan DOM.
2.Golongan II, mempunyai potensi yang kuat dalam
menyebabkan ketergantungan. Contoh:
amfetamin, metamfetamin (sabu), dan fenetilin.
3.Golongan III, mempunyai potensi sedang dalam
menyebabkan ketergantungan, dapat digunakan untuk
pengobatan tetapi harus dengan resep dokter. Contoh:
amorbarbital, brupornorfina, dan magadon (sering
disalahgunakan).
4.Golongan IV, mempunyai potensi ringan dalam
menyebabkan ketergantungan, dapat digunakan untuk
pengobatan terapi harus dengan resep dokter. Contoh:
diazepam, nitrazepam, lexotan (sering disalahgunakan),
pil koplo (sering disalahgunakan), obat penenang
(sedativa), dan obat tidur (hipnotika).
Dampak negatif dari penggunaan obat Psikotropika
1. Kokain dapat menimbulkan rasa takut berlebihan dan
depresi.
2. Pil ekstasi menimbulkan rasa lelah dan tenang.
3. Morfin menimbulkan rasa ngantuk, gangguan pernafasan,
bahagia berlebih (eufhoria), dan kematian.
4. Barbiturat mengakibatkan mudah tertidur lelap dan
menimbulkan kematian.
5. Berbagai zat narkotika seperti candu, heroin, dan ganja
dapat menyebabkan saraf terganggu dan menimbulkan
ketagihan pada akhirnya kematian.
Ciri-ciri pemakai Psikotropika
Orang yang menggunakan zat-zat Psikotropika dapat dikenal
dengan jelas melalui fisiknya, kegiatan sehari-hari yang
berubah dari biasanya. Berikut adalah ciri-cirinya:
1. Badan terus melemas dan tidak bergairah, tidak ada tenaga
untuk beraktivitas.
2. Muka terlihat pucat dan tubuhnya kurus.
3. Tubuh menggigil berat disertai dengan teriakan histeris.
4. Susah untuk berkonsentrasi atau fokus terhadap suatu hal.
Pencegahan terhadap ketergantungan obat
Psikotropika
1.Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, rutin
melakukan kegiatan beragama.
2.Menjauhi zat Psikotropika dan tidak pernah akan
mencobanya.
3.Hilangkan rasa ingin tahu, ingin coba-coba.
4.Tidak salah bergaul, terutama bergaul dengan
pemakai bahkan pengedar zat Psikotropika.
5.Menambah wawasan atau pengetahuan tentang apa
itu zat Psikotropika, ikut penyuluhan dan seminar
tentang narkotika agar dapat memproteksi diri sendiri
dari penyalahgunaan psikotropika.
6.Menyibukkan diri sendiri dengan kegiatan-kegiatan
yang bersifat positif
Zat Adiktif
Zat adiktif merupakan zat tambahan yang biasanya
terdapat pada sebuah makanan, minuman, maupun
obat–obatan. Pemakaian zat adiktif yang secara terus
menerus akan mengakibatkan adiksi atau ketagihan.
Artinya, jika belum mengonsumsi bahan jenis ini maka
menimbulkan perasaan aneh pada tubuh kita akan
terjadi, seolah–olah ada sesuatu yang hilang. Perasaan
yang demikian ditandai dengan gejala–gejala ringan,
misalnya seperti mengantuk atau sakit kepala, tetapi
bisa juga mengalami gangguan berat, misalnya
semua tubuh terasa sakit atau pikiran menjadi kacau.
Macam-Macam Zat Adiktif

1.Inhalasin
2.Nikotin
3.Kafein
4.Narkoba
Dampak Zat Adiktif
1. Dampak Penyalahgunaan Minuman Alkohol
2. Efek/Dampak Penyalahgunaan Ganja
3. Efek/Dampak Penyalahgunaan Halusinogen
4. Efek/Dampak Penyalahgunaan Kokain
5. Efek/Dampak Penyalahgunaan Opiat / Opioda
6. Efek/Dampak Penyalahgunaan Inhalasia
7. Efek/Dampak Penyalahgunaan Non Obat
Korupsi

Secara harfiah korupsi (bahasa latin : Corruptio dari


kata kerja Corrumpere yang bermakna busuk, rusak,
menggoyahkan, memutarbalik, menyuap). Kata korupsi
dapat diartikan juga dalam bahasa latin “Corruptus”
yang berarti “merusak habis-habisan”. Kata Corruptus
itu sendiri berasal dari kata dasar corrumpere, yang
tersusun dari kata com (yang berarti menyeluruh) dan
rumpere yang berarti merusak secara total kepercayaan
khalayak kepada si pelaku yang tak jujur itu.
Faktor Penyebab Korupsi

Faktor-faktor penyebab terjadinya korupsi, yaitu :


a)Penegakan hukum tidak konsisten, penegakan
hukum hanya sebagai make up politik, sifatnya
sementara, selalu berubah setiap berganti
pemerintahan.
b) Penyalahgunaan kekuasaan/wewenanng, takut
dianggap bodoh kalau tidak menggunakan
kesempatan.
c) Langkanya lingkungan yang antikorup, sistem dan
pedoman antikorupsi hanya dilakukan sebatas
formalitas.
d) Rendahnya pendapatan penyelenggara
Negara. Pendapatan yang diperoleh harus mampu
memenuhi kebutuhan penyelenggara Negara, mampu
mendorong penyelenggara Negara untuk berprestasi
dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
e) Kemiskinan, keserakahan, masyarakat kurang
mampu melakukan korupsi karena kesulitan
ekonomi. Sedangkan mereka yang berkecukupan
melakukan korupsi karena serakah, tidak pernah puas
dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan
keuntungan.
f) Budaya memberi upeti, imbalan jasa dan hadiah.
g) Konsekuensi bila ditangkap lebih rendah daripada
keuntungan korupsi, saat tertangkap bisa menyuap
penegak hukum sehingga dibebaskan atau setidaknya
diringankan hukumannya.
h) Budaya permisif/serba membolehkan, tidak mau
tahu, menganggap biasa bila sering terjadi. Tidak
peduli orang lain, asal kepentingannya sendiri
terlindungi.
i) Gagalnya pendidikan agama dan etika. Pendapat
Franz Magnis Suseno bahwa agama telah gagal
menjadi pembendung moral bangsa dalam mencegah
korupsi karena perilaku masyarakat yang memeluk
agama itu sendiri.
Faktor Internal Penyebab Korupsi

a. peninggalan pemerintahan kolonial.


b. kemiskinan dan ketidaksamaan.
c. gaji yang rendah.
d. persepsi yang popular.
e. pengaturan yang bertele-tele.
f. pengetahuan yang tidak cukup dari bidangnya.
Selain faktor-faktor internal di atas, terdapat faktor-
faktor internal lainnya. faktor tersebut yaitu :
Aspek Perilaku Individu
Aspek Sosial
Faktor Eksternal Penyebab Korupsi
Aspek Sikap Masyarakat terhadap Korupsi
Aspek Sikap Masyarakat terhadap Korupsi
Aspek Politis
Aspek Organisasi
Bentuk-bentuk korupsi
Penyuapan
Penggelapan
Pemerasan
Nepotisme
Kolusi merupakan sikap dan perbuatan tidak jujur
dengan membuat kesepakatan secara tersembunyi
dalam melakukan kesepakatan perjanjian yang diwarnai
dengan pemberian uang atau fasilitas tertentu
(Gratifikasi) sebagai pelicin agar segala urusannya
menjadi lancar. Di Indonesia, kolusi paling sering
terjadi dalam proyek pengadaan barang dan jasa
tertentu (umumnya dilakukan pemerintah).
Nepotisme
Nepotisme berarti lebih mengutamakan atau memilih
saudara atau teman dekat dengan berdasarkan sebuah
hubungan bukan berdasarkan kemampuan. Kata ini
biasanya dipakai dalam konteks derogatori