Anda di halaman 1dari 1

Semester Ganjil 2018/2019

GDA- 209 ILMU UKUR TANAH III


PEMETAAN DETAIL SITUASI

Kepala Laboratorium Survei Dan Pemetaan : Moh Abdul Basyid, Ir.,M.T.


Kelas C

Laboratorium Survei Dan Pemetaan


Jurusan Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Institut Teknologi Nasional, Bandung, 2018

Pengertian Metode Pemetaan


Pemetaan situasi dan detail adalah pemetaan suatu daerah atau
wilayah ukur yang mencakup penyajian dalam dimensi horisontal dan
vertikal secara bersama-sama dalam suatu gambar peta. Titik-titik
detail situasi dapat dibedakan atas titik detail buatan seperti gedung,
jembatan, jalan, parit, dan sebagainya, serta titik detail alam seperti
pohon, sungai, gunung, dan bentuk alam lainnya.

Maksud Dan Tujuan


Metode Tachymetri adalah metode pengukuran titik yang dapat digunakan
Maksud Pemetaan Situasi dan Detail yaitu untuk memberikan data untuk penentuan jarak datar dan beda tinggi yang tidak membutuhkan
topografi diatas peta sehingga diperoleh bayangan atau informasi dari ketelitian yang akurat untuk pekerjaan yang sederhana.
reliesf bumi. Kelengkungan dan ketelitian data topografi tersebut
sangat tergantung dari kerapatan titik detail yang dikukur.
Tujuan Pemetaan situasi dan detail yaitu untuk memindahkan
bayangan dari sebagian atau seluruh permukaan bumi yang tidak
teratur ke dalam suatu bidang datar yang dinamakan peta. Peta ini
dapat digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan tata ruang
wilayah tersebut seperti perencanaan tata ruang pertanian

Manfaat

1. Menggambarkan keadaan dari suatu wilayah atau daerah.


2. Dapat mengetahui perkiraan luas suatu daerah atau wilayah. Metode Trigonometri adalah metode pengukuran titik yang digunakan untuk
3. Dapat menentukan jarak, arah, beda tinggi dan kemiringan dari penentuan jarak, sudut dan beda tinggi secara tidak langsung.
suatu tempat ke tempat yang lain.
4. Dapat menentukan posisi horizontal dan vertical secara
bersamaan dalam suatu peta.

Kerangka Dasar

Untuk pemetaan diperlukan nya kerangka dasar. Kerangka dasar


adalah sejumlah titik yang diketahui koordinatnya dalam system
terentu yang mempunyai fungsi sebagai pengikat dan pengontrol
ukuran baru. Titik-titik kerangka dasar harus ditempatkan menyebar
merata diseluruh daerah yang akan dipetakan dengan kerpatan
tertentu. Dalam pengukuran untuk pembuatan peta ada dua jenis
Metode Polar adalah metode yang digunakan untuk menentukan beda tinggi
kerangka dasar yaitu kerangka dasar vertikal (Z) dan kerangka dasar
dengan mengukur tinggi alat dan benang tengah di tiap-tiap titik yang akan
horizontal (X,Y).
dibidik.

Jurusan Teknik Geodesi , Institut Teknologi Nasional Bandung, Informasi lebih lanjut hubungi: Dhimas Hanung Putra, Email : dhimashanungp@gmail.com