Anda di halaman 1dari 6

Kelompok B

 Henoch-Schonlein Purpura pertama kali


dideskripikan oleh William Heberden (1801)
Heberden-Willan disease (edema, purpura di
tungkai, artralgia, nyeri abdomen disertai melena
dan hematuria).
 Johan Lukas Schonlein (tahun 1837) menemukan
hubungan purpura di kulit dengan artritis atau
artralgia yang dinamakan peliosis rheumatica.
 Edward Henoch (tahun 1874) menganggap istilah
tersebut kurang tepat, karena penderita dengan
purpura dan artritis juga menunjukkan gejala
saluran cerna (muntah, nyeri abdomen, dan
melena) serta kelainan ginjal yang merupakan
suatu sindrom Henoch-Schonlein purpura
Definisi
vaskulitis lekositoklastik akut yang dtandai
adanya deposit IgA pada pembuluh darah
kecil di kulit, persendian, saluran cerna, dan
ginjal.
.
Manifestasi utama HSP :
 purpura nontrombositopenia,
 artritis
 nyeri abdomen
 kelainan ginjal
 HSP merupakan vaskulitis yang paling sering
dijumpai pada anak.
 Sebagian besar kasus HSP terdiagnosis pada
usia 2-10 tahun, jarang mengenai anak usia
2 tahun.
 Puncak insidensinya pada usia 4-6 tahun
serta angka rekurensi sebesar 30%.1
 Henoch-Schonlein purpura lebih sering
dijumpai pada laki-laki dibandingkan dengan
perempuan(1,5:1)
 insidensi pada anak kulit hitam lebih renda
dibandingkan degan anak kulit putih atau
asia.