Anda di halaman 1dari 19

ANALISIS RISIKO PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI

SUMBER DAYA AIR BERDASARKAN RASIO HARGA


PENAWARAN TERHADAP OWNER ESTIMATE
TUGAS MANAJEMEN RISIKO
DOSEN PENGAMPU : ANDREAS FRANSKIE VAN ROY, S.T., M.T., PH. D.

DISUSUN OLEH :
BAYU PURNAMA
8101801006

MAGISTER TEKNIK SIPIL


KONSENTRASI MANAJEMEN KONSTRUKSI
UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
2018
LATAR BELAKANG

Permen PU No. : Identifikasi risiki-risiko


Persaingan harga Low bid method akan
14/PRT/M/2013 Penawaran yang harus diperhitungkan
penawaran yang semakin berpotensi terhadap
yang nilainya di bawah 80% pada harga penawaran yang
tinggi dengan menggunakan rendahnya kualitas
HPS, wajib dilakukan dapat mempengaruhi
low bid method konstruksi
evaluasi kewajaran harga kinerja proyek konstruksi
PENETAPAN KONTEKS

RUMUSAN MASALAH TUJUAN PENELITIAN


 Risiko apa saja yang mungkin terjadi dalam  Mengetahui risiko-risiko yang mungkin terjadi
pelaksanaan proyek konstruksi sumber daya air dalam pelaksanaan proyek konstruksi sumber
berdasarkan rasio harga penawaran terhadap daya air berdasarkan rasio harga penawaran
owner estimate? terhadap owner estimate.
LANDASAN TEORI

Manajemen Risiko Proyek adalah proses yang berkaitan dengan perencanaan, identifikasi,
analisis, tanggapan, pemantauan dan pengendalian risiko dalam sebuah proyek. Tujuan dari
manajemen risiko adalah untuk mengetahui probabilitas risiko dan dampak risiko dalam
sebuah proyek. Risiko proyek adalah kejadian atau kondisi yang tidak pasti, jika terjadi,
memiliki efek positif atau negatif pada tujuan proyek, tujuan proyek meliputi lingkup,
jadwal, biaya, dan kualitas. Manajemen Risiko bertujuan untuk mengidentifikasi dan
memprioritaskan risiko sebelum terjadi serta memberikan informasi yang berorientasi
pada tindakan. Orientasi ini membutuhkan pertimbangan peristiwa yang mungkin terjadi
atau mungkin tidak terjadi. (PMI, 2009)
LANDASAN TEORI
PMBOK (2008) mengemukakan dalam proses manajemen risiko ada enam tahapan dianataranya :
1. Perencanaan Manajemen Risiko : proses penentuan bagaimana melakukan kegiatan manajemen risiko untuk sebuah
proyek
2. Identifikasi Risiko : proses menentukan risiko mana yang mungkin mempengaruhi proyek dan mendokumentasikan
karakteristik mereka.
3. Analisis Risiko Kualitatif : proses memprioritaskan risiko untuk analisis atau tindakan lebih lanjut dengan menilai dan
menggabungkan kemungkinan terjadinya dan dampaknya
4. Analisis Risiko Kuantitatif : proses analisis numerik efek risiko yang teridentifikasi pada keseluruhan tujuan proyek
5. Perencaan Respon Risiko : proses pengembangan opsi dan tindakan untuk meningkatkan peluang dan mengurangi
ancaman terhadap tujuan proyek
6. Pengendalian dan Pemantauan Risiko : proses penerapan rencana respon risiko, pelacakan risiko yang teridentifikasi,
pemantauan risiko residual, identifikasi risiko baru, dan evaluasi keefektifan proses risiko selama proyek berlangsung.
LANDASAN TEORI

Proses Manajemen Risiko (IRM, 2002)


LANDASAN TEORI

ISO : 31000 (2009) menjelaskan


bahwa proses manajemen risiko
merupakan kegiatan kritikal
dalam manajemen risiko karena
merupakan penerapan dari pada
prinsip dan kerangka kerja yang
telah dibangun
METODOLOGI PENELITIAN

LOKASI PENELITIAN ALAT PENELITIAN


 Lokasi penelitian terdapat di provinsi Jawa Barat dan  Dalam penelitian ini, instrumen penelitian yang
Jawa Tengah dengan objek penelitian adalah proyek digunakan adalah kuisioner. Seperti yang dilakukan
konstruksi sumber daya air yang dilaksanakan oleh Choudhry et al (2014) kuesioner dibuat dengan
pemerintah tahun anggaran 2017-2018 memeriksa penelitian-penelitian terdahulu untuk
mengambil variabel risiko yang lebih tepat untuk
industri konstruksi Indonesia. Selain kuisioner, alat
yang membantu yang digunakan dalam penelitian ini
adalah program komputer yaitu Microsoft Excel dan
Statistical Package for the Sosial Science (SPSS).
METODOLOGI PENELITIAN

DATA PENELITIAN POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN


Data Primer  Populasi dalam penelitian ini adalah proyek-proyek
 Data primer didapat dengan menyebarkan kuesioner konstruksi sumber daya air yang dilaksanakan oleh
dan melakukan wawancara langsung kepada pemilik pemerintah tahun anggaran 2017-2018 serta
proyek dan konsultan pengawas yang berkompeten pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan
terhadap permasalahan yang diteliti untuk teknik purposive sampling, dimana responden yang
mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin terjadi
dipilih secara sengaja berdasarkan kriteria yang
Data Sekunder ditentukan. Dalam penelitian ini sampel tersebut
 Data sekunder diperoleh dari : SIRUP (Sistem Informasi adalah owner dan konsultan supervisi yang berperan
Rencana Umum Pengadaan) dan LPSE (Layanan dalam pelaksanaan proyek konstruksi sumber daya
Pengadaan Secara Elektronik) air.
TAHAPAN PENELITIAN :
1. IDENTIFIKASI RISIKO

Identifikasi Risiko Pendahuluan


 Identifikasi risiko ditentukan dengan cara mencari faktor risiko yang relevan berdasarkan penelitian terdahulu dan
juga mengumpulkan masukan dari wawancara dengan responden. Pada tahap ini dilakukan studi literatur tentang
faktor risiko apa saja yang relevan dan mungkin terjadi pada proyek konstruksi di bidang sumber daya air
berdasarkan dari beberapa sumber diantaranya data tersebut dari literatur dan penelitian terdahulu, kemudian
setelah didapat variabel risiko dilakukan uji validitas dan reabilitas untuk mengetahui variabel risiko yang relevan
pada kondisi obyek penelitian yang akan dianalisis.
Identifikasi Risiko Utama
 Setelah didapat varibel faktor risiko yang relevan, langkah selanjutnya yaitu melakukan survei dengan menggunakan
kuisioner dan wawancara kepada stakeholders untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi pada tahap
pelaksanaan konstruksi. Kuesioner risiko utama berisi mengenai penilaian probabilitas dan dampak risiko dengan
rentang skala 1 (satu) sampai 5 (lima).
No. Klasifikasi Faktor Risiko Referensi
Risiko
X1 Kontraktor mengajukan perubahan Subramanyan et al (2012)

Risiko Lingkup/Kualitas
TAHAPAN PENELITIAN X2
lingkup pekerjaan
Kontraktor mengajukan perubahan Subramanyan et al (2012)
spesifikasi
X3 Kontraktor mengajukan perubahan Junling Liu et al (2016),
desain Choudhry et al (2014)
Dari hasil tinjauan beberapa literatur dan X4 Kontraktor menggunakan material tidak Subramanyan et al (2012)
sesuai spesifikasi

Risiko Material
penelitian terdahulu, maka didapatkan X5 Kontraktor menggunakan material tidak Junling Liu et al (2016)

beberapa variabel risiko yang mungkin sesuai yang dibutuhkan


X6 Kontraktor mengajukan perubahan jenis Subramanyan et al (2012)

terjadi dalam pelaksanaan proyek material


X7 Kontraktor menggunakan peralatan tua Junling Liu et al (2016)
konstruksi, seperti yang ditunjukkan pada yang produktivitasnya rendah

Risiko Peralatan
X8 Kontraktor menggunakan peralatan Junling Liu et al (2016)
tabel berikut ini : tidak sesuai spesifikasi
X9 Kontraktor tidak menyediakan jumlah Subramanyan et al (2012)
peralatan sesuai kontrak
X10 Kontraktor mengajukan perubahan Subramanyan et al (2012)
peralatan
X11 Kontraktor memakai metode Budi Suanda (2016)

Risiko Metode
pelaksanaan yang tidak tepat

Konstruksi
X12 Kontraktor menggunakan operator yang Darma Hendra (2009)
tidak dapat mengoperasikan alat dengan
handal
2. ANALISIS RISIKO
Analisis Frekuensi dan Dampak

A. Frequency Index menggunakan Relative Importance Index (RII)


Setelah data dari kuisioner risiko didapat selanjutnya dilakukan analisis dengan Relative Importance Index (RII) untuk
menunjukan indeks frekuensi dari kemunculan risiko-risiko yang potensial terjadi pada pelaksanaan proyek konstruksi.
Indeks tersebut dihitung sebagai berikut :
5.𝑛5+4.𝑛4+3.𝑛3+2.𝑛2+1.𝑛1
F.I. = (100%)
5.𝑁
Dimana :
n5 = Jumlah responden yang menjawab “Sangat Sering Terjadi”
n4 = Jumlah responden yang menjawab “Sering Terjadi”
n3 = Jumlah responden yang menjawab “Cukup”
n2 = Jumlah responden yang menjawab “Jarang Terjadi”
n1 = Jumlah responden yang menjawab “Sangat Jarang Terjadi”
N = Jumlah total responden
2. ANALISIS RISIKO
Analisis Frekuensi dan Dampak

B. Severity Index menggunakan Relative Importance Index (RII)


Untuk menunjukan indeks dampak dari setiap risiko bila risiko itu terjadi pada pelaksanaan proyek konstruksi. Indeks
tersebut dihitung sebagai berikut :

5.𝑛5+4.𝑛4+3.𝑛3+2.𝑛2+1.𝑛1
S.I. = (100%)
5.𝑁
Dimana :
n5 = Jumlah responden yang menjawab “Berpengaruh Sangat Kecil”
n4 = Jumlah responden yang menjawab “Berpengaruh Kecil”
n3 = Jumlah responden yang menjawab “Berpengaruh Sedang”
n2 = Jumlah responden yang menjawab “Berpengaruh Besar”
n1 = Jumlah responden yang menjawab “Berpengaruh Sangat Besar”
N = Jumlah total responden
2. ANALISIS RISIKO

Setelah melakukan analisa menggunakan Relative Importance Index (RII) lalu mengklasifikasikannya berdasarkan
besar probabilitas dan dampaknya. Klasifikasi dari skala penilaian pada probabilitas dan dampak adalah sebagai
berikut :
Tabel Klasifikasi Skala Penilaian RII Frekuensi dan Dampak

Keterangan Skala
RII % Penilaian
Frekuensi Dampak
0 – 20 Sangat Jarang Terjadi Berpengaruh Sangat Kecil 1

20 – 40 Jarang Terjadi Berpengaruh Kecil 2

40 – 60 Cukup Berpengaruh Sedang 3

60 – 80 Sering Terjadi Berpengaruh Besar 4

80 – 100 Sangat Sering Terjadi Berpengaruh Sangat Besar 5


3. EVALUASI RISIKO

Setelah mendapatkan tingkat frekuensi dan dampak risiko melalui metodologi Relative Importance Index (RII), lalu
dilanjutkan menggunakan Probability and Impact Matrix untuk menentukan nilai dari setiap variabel risiko, nilai tersebut
bisa ditentukan dengan melakukan perkalian nilai probabilitas dan dampak risiko seperti pada Persamaan berikut :

Risk = Frequency x Severity (R=F x S)

Dimana :
R = Tingkat risiko
F = Frekuensi terjadi risiko
S = Dampak risiko yang terjadi
3. EVALUASI RISIKO
Dengan mengetahui besar nilai dari setiap risiko, maka akan diketahui risiko yang mempunyai nilai paling besar yang
merupakan termasuk kategori risiko tinggi, sehingga dapat difokuskan dengan analisis respon terhadap risiko tinggi,
dimana Probability and Impact Matrix yang digunakan berdasarkan Tabel 4.2 seperti dibawah ini :
4. RESPON RISIKO

Setelah seluruh risiko dievaluasi, maka tahap selanjutnya dalam


manajemen risiko adalah memutuskan tindakan apa yang akan
dilakukan untuk mengelola risiko tersebut jika terjadi. Penyusunan
respon risiko dilakukan dengan cara melakukan analisis deskriptif pada
variabel risiko yang memiliki nilai yang tinggi dari hasil analisis data,
dimana metode analisis deskriptif yang dilakukan adalah
mendeskripsikan terlebih dahulu persepsi dari para responden lalu
ditarik kesimpulan dari persepsi para responden tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Rustandi Tatan (2017). Kajian Risiko Pelaksanaan Konstruksi Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi Bendung Leuwigoong, Vol 2 No.1 (April), 1–19. Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Sayed, M., Ahmed, B., El-karim, A., Aly, O., El, M., & Abdel-alim, A. M. (2017). Identification and assessment of risk factors affecting construction projects.
HBRC Journal, 13(2), 202–216. http://doi.org/10.1016/j.hbrcj.2015.05.001

Liu, J., Zhao, X., & Yan, P. (2016). Risk Paths in International Construction Projects : Case Study from Chinese Contractors, 142(Nbsc 2014), 1–11.
http://doi.org/10.1061/(ASCE)CO.1943-7862.0001116.

Arain, F. M., & Ph, D. (2014). Cost and Schedule Risk Analysis of Bridge Construction in Pakistan : Establishing Risk Guidelines, 140(Arain 2008), 1–9.
http://doi.org/10.1061/(ASCE)CO.1943-7862.0000857.

Khodeir, L. M., Hamdy, A., & Mohamed, M. (2015). Identifying the latest risk probabilities affecting construction projects in Egypt according to political
and economic variables . From January 2011 to January 2013. HBRC Journal, 11(1), 129–135. http://doi.org/10.1016/j.hbrcj.2014.03.007

Pintardi, H. (2015). Structural equation model for investigating risk factors affecting project success in Surabaya. Procedia Engineering, 125, 53–59.
http://doi.org/10.1016/j.proeng.2015.11.009

Subramanyan, H., Sawant, P. H., & Bhatt, V. (2012). Construction Project Risk Assessment : Development of Model Based on Investigation of Opinion of
Construction Project Experts from India, 138(March), 409–421. http://doi.org/10.1061/(ASCE)CO.1943-7862

Eybpoosh, M., Dikmen, I., & Birgonul, M. T. (2011). Identification of Risk Paths in International Construction Projects Using Structural Equation Modeling,
137(December), 1164–1175. http://doi.org/10.1061/(ASCE)CO.1943-7862.0000382.