Anda di halaman 1dari 25

 Abad XIV di Cina:

Mengukur kompetensi para pelamar jabatan sebagai pegawai


negara.
Abad XIX ujian tsb mulai dihilangkan dgn semakin pesatnya
kemajuan universitas2.

Rintisan Cattell
 1890 di Amerika:

James McKeen Cattell, pencetus istilah “tes mental”


 Menerbitkan buku Mental Test and Measurements berisi
rangkaian tes intelegensi yg terdiri dari 10 jenis ukuran
 seri pertama yg dibuat di lab psikologi The University of
Pennsylvania & dicobakan kpd siapa saja yg b’sedia &
kebetulan datang kesana.
 10 macam ukuran:
1. Dynamometer Pressure
Yaitu ukuran kekuatan tangan menekan pegas, mrp
indikator aspek psikofisiologis
2. Rate of Movement
Yaitu tempo gerakan atau kecepatan gerak tangan dalam
satuan waktu ttt
3. Sensation Areas
Yaitu pengukuran jarak terkecil di antara dua tempat yg
t’pisah di kulit yg masih dpt dirasakan sbg dua titik
berbeda
4. Pressure Causing Pain
Yaitu pengukuran yg dianggap berguna dlm diagnosis
thd penyakit2 syaraf & dlm m’pelajari status kesadaran
abnormal
5. Least Noticeable Difference in Weight
Yaitu pengukuran p’bedaan berat yg t’kecil yg masih dpt
dirasakan oleh sso, dianggap sbg konstanta psikologis
6. Reaction Time for Sound
Mengukur waktu antara pemberian stimulus dgn timbulnya reaksi
tercepat.
Stimulus bersifat auditori & m’hendaki respon gerakan menekan st
kunci telegraf
7. Time for Naming Colors
Ukuran thd proses yg lebih “mental” drpd waktu-reaksi yg
dianggap reflektif
8. Bisection of a 50-centimeter Line
Dianggap sbg ukuran thd akurasi ‘space judgment’
caranya membagi dua garis 50cm
9. Judgement of 10-second Time
Ukuran akurasi dalam ‘time judgment’
Tes ini meminta subjek memperkirakan jarak waktu 10 detik tanpa
bantuan alat apapun
10. Number of Letters Repeated Upon Once Hearing
Ukuran thd perhatian & ingatan.
Tes ini meminta subjek mengulang menyebutkan huruf2 yg hanya
disebutkan sekali
 Cattell banyak dipengaruhi oleh Francis
Galton, yaitu ahli biologi Inggris
“Semakin tinggi tingkat intelegensi sso, maka
semakin baik fungsi indera & geraknya”.

 1895 di Amerika:
 Kraepelin menyusun seri tes utk m’ungkap
faktor2 dasar yg mjd karakteristik individual.
 Tes b’isi operasi b’hitung sederhana & utk
m’ukur efek latihan, ingatan, kerentanan thd
kelelahan & pemecah perhatian.
Skala2 Binet-Simon
 1895 di Perancis

 Alfred Binet memulai pengukuran intelegensi mengikuti


Paul Broca -- mengukur lingkaran tempurung kepala
anak2 (metode kraniometri)
 Binet mendirikan jurnal ilmiah L’ Annéℓ Psychologique
 1897 di Perancis

Menerbitkan 9 kertas kerja m’bahas kraniometri, lalu


meragukan hasil penelitiannya
 1904 di Perancis

Berusaha kembali m’ukur intelegensi dgn m’buat alat utk


m’ukur ketajaman bayangan, ketahanan & kualitas
perhatian, ingatan, kualitas penilaian moral & estetika,
kecakapan menemukan kesalahan logika & memahami
kalimat2 -- kemampuan2 tsb diyakini b’hubungan satu
sama lain & mjd dasar intelegensi.
 Oktober 1904 di Perancis
 Utk mendeteksi dini anak2 lemah mental, Binet &
Theodore Simon menyiapkan skala intelegensi
pertama, yaitu Skala Binet-Simon
 Skala Binet-Simon dikenal jg dgn nama Skala 1905,
t’diri atas 30 soal dgn tingkat kesukaran yg smkn
meningkat.
 Penekanan tes pada daya judgement, daya
pemahaman, & kemampuan penalaran yg dianggap
Binet sbg komponen pokok intelegensi
 Dgn maksud ingin m’ukur intelegensi secara murni,
mrk m’hindari soal2 yg ada kaitannya dgn pelajaran
sekolah atau hasil pendidikan
 Tidak ada petunjuk yg pasti utk m’hitung skor total
yg diperoleh seorang anak
 1908
 Skala yg kedua—’Skala 1908’, jml tes diperbanyak & bbrp tes
pd skala pertama yg t’bukti tdk begitu baik dibuang
 Semua tes dikelompokkan b’dasarkan usia, lalu dinyatakan
dlm bentuk usia mental yg sama dgn usia kronologis anak
normal yg berhasil mengerjakan tes pada level tsb
 Skala ini diterjemahkan & diadaptasi ke dalam b’bagai bhs:
Itali o/ Ferrari (1908), Treves & Soffiotti (1909); Swiss oleh
Descoudres (1911); Jerman o/ Bobertag (1911); Amerika o/
Goddard (1911), Kuhlman (1911), Terman & Childs (1912);
Inggris o/ Johnson (1911)
Skala ini jg diteliti isinya o/ para tokoh tsb.
 Kesimpulan penelitian dari 6 negara 0/ Stern (1914):
Tes2 tsb mengukur kondisi perkembangan umum inteligensi
& bukan semata2 m’ukur bagian dari pengetahuan atau hasil
capai yg diperoleh dari adanya kesempatan & peluang
 1911
 Skala Binet-Simon revisi ke-3 terbit (thn kematian Binet).
 Tes2 yg tergantung pd latihan khusus dihilangkan, tes2 baru
ditambahkan pd level2 usia ttt & ada perluasan soal
 1916 di Amerika
 Revisi o/ Lewis Madison Terman di Stanford University
 Ada 90 soal utk usia 3-14 tahun.
 Revisi dikenal dgn nama revisi Standford-Binet
 Mjd skala standar dlm psikologi, psikiatri, & konseling
pendidikan
Kelemahan: keterbatasan jml sampel yg digunakan sbg dasar
p’buatan norma penilaian o/ Terman (1000 anak California)
 1937
 Mengatasi kelemahan: Terman & Maude A. Merril merevisi dgn
klp standarisasi nasional (3184 orang) utk norma – diperluas
penggunaannya dari usia 2 hingga dewasa-superior III
 1960
Revisi penting:
1. Konsep IQ-deviasi dari Weschler mulai digunakan
2. Skala Standford-Binet yg awalnya terdiri atas 2
bentuk paralel (Form L & Form M), dijadikan satu
bentuk (Form L-M)
3. Tabel konversi IQ diperluas shg m’cakup usia 17-18
(sbg pengakuan bhw menurut hasil2 penelitian
perkembangan mental trs t’jadi stlh usia 16 th)
 1986
 Versi terbaru skala Stanford-Binet terbit
 Memuat 4 klp penalaran & b’isi b’bagai macam tes
Skala2 Wechsler
 1939

 Terbit tes inteligensi revisi pertama utk dewasa


o/ David Wechsler : Wechsler-Bellevue Intelligence
Scale (WBIS) atau Skala W-B
 Semula dikembangkan utk pasien RS Bellevue di
New York City
 Alasan pengembangan skala: tes inteligensi
dewasa yg ada hanya perluasan dari tes inteligensi
utk anak2 dgn menambahkan soal sejenis yg lebih
sulit – kurang menarik utk dewasa
 1949

 Terbit tes inteligensi utk anak2 o/ Wechsler:


Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC)
 Isi ada 2 sub bagian: verbal & performance
 1947
 Revisi WISC dgn nama WISC-R
 Banyak digunakan hingga sekarang
 1955
 Wechsler menyusun skala inteligensi dewasa lain:
Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS)
 Ada 11 subtes dgn 2 bagian: verbal & performance
 1981
 Revisi WAIS: WAIS-R
 Di Indonesia
 Diterjemahkan ke dlm bhs Indonesia dgn alih bhs &
penyesuaian isi pertanyaan & gbr2yg relevan dgn
budaya Indonesia
 Di UGM penerjemahan thd WAIS versi 1955 & belum
ada pengujian epiris thd kualitas item yg
dialihbahasakan
Tes Inteligensi Kelompok

 Ada utk mengatasi kesulitan ketika diperlukan


diagnosis thd bnyk individu sekaligus dlm waktu yg
cepat.
 Kelemahan tes inteligensi individual:
1. P’beri tes harus orang yg t’latih/ t’didik scr khusus
agar hasilnya valid, hasil tes harus diinterpretasikan dan
laporan diagnostiknya harus cermat & baik
2. Masalah wajtu & biaya p’administrasian
 1917
 APA m’bentuk komite yg b’tugas m’cari cara agar
psikologi dpt menyumbangkan bantuannya bagi
Amerika dlm PD 1
 Robert M. Yerkes (kepala komite tsb) – bantuan utk
m’atasi kebutuhan cara klasifikasi yg cepat thd 1,5 juta
orang wajib militer mnrt tk inteligensi umumnya.
 Klasifikasi tsb b’guna pada b’bagai keputusan
administratif spt, penolakan calon, p’berhentian
dari dinas militer, penempatan pada bidang tugas
ttt, atau penerimaan pada pusat2 latihan perwira
 Arthur S. Otis berkontribusi dgn soal2 tes
rancangannya & yg mengenalkan pertama kalinya
bentuk pertanyaan pilihan ganda & tipe2 soal
objektif lainnya
 Tes inteligensi kelompok pertama: Army Alpha
(utk pengetesan inteligensi scr rutin), & Army Beta
(utk yg buta huruf & wajib militer yg bukan
kelahiran Amerika)
 Mulai 1918
 Tes2 inteligensi lain: karya Otis & Pressey
(1918), Haggerty & Whipple (1919), Whipple dkk
(National Inteligence Test, 1920), Terman (1928),
Stump (lisan, 1935), Thurstone (tes mental bagi
mhs, 1919), Thorndike (utk calon mhs, 1920)
• Alfred Binet (1857-1911) & Theodore Simon
Intelegensi ada 3 komponen:
1. Kemampuan untuk mengarahkan pikiran atau tindakan
2. Kemampuan untuk mengubah arah tindakan bila tindakan tsb
telah
dilaksanakan
3. Kemampuan untuk mengkritik diri sendiri atau melakukan
autocriticism

• Lewis Madison Terman


 Kemampuan sso utk b’pikir scr abstrak

• H. H. Goddard (1946)
 Tingkat kemampuan pengalaman sso utk menyelesaikan
masalah2 yang langsung dihadapi & utk m’antisipasi masalah2
yang akan datang
• V. A. C. Henmon
Intelegensi terdiri atas 2 macam faktor:
1. Kemampuan untuk memperoleh
pengetahuan
2. Pengetahuan yang telah diperoleh

• Baldwin (1901)
 Daya atau kemampuan untuk memahami

• Edward Lee Thorndike (1913)


 Kemampuan dalam memberikan respon
yang baik dari pandangan kebenaran atau
fakta
• George D. Stoddard (1941)
 Bentuk kemampuan untuk memahami masalah2 yang
bercirikan:
- mengandung kesukaran
- kompleks (mengandung bermacam jenis tugas yang harus
dapat diatasi dengan baik  mampu menyerap
kemampuan baru dan memadukannya dgn kemampuan yg
sudah dimiliki utk kemudian digunakan dlm m’hadapi
mslh)
- abstrak (simbol2 yg memerlukan analisis & interpretasi)
- ekonomis (dapat diselesaikan dgn menggunakan proses
mental yg efisien)
- diarahkan pada suatu tujuan
- mempunyai nilai sosial (cara & hasil pemecahan mslh dpt
diterima oleh nilai & norma sosial
- berasal dari sumbernya (pola pikir yg m’bangkitkan
kreativitas utk m’ciptakan sst yang baru & lain)
• David Wechsler
 Kumpulan atau totalitas kemampuan sso utk b’tindak dgn tujuan ttt,
berpikir secara rasional, serta m’hadapi lingkungannya dgn efektif

• Walters & Gardner (1986)


 Suatu atau serangkaian kemampuan yg memungkinkan individu
memecahkan masalah atau produk sbg konsekuensi eksistensi suatu
budaya tertentu

• Flynn (1987)
 kemampuan utk b’pikir abstrak & kesiapan belajar dari pengalaman

• Batasan2 ahli selaras dgn konsepsi org awam


Penelitian Robert J. Sternberg
 3 faktor kemampuan utama dlm intelegensi:
- Kemampuan memecahkan masalah2 praktis
kemampuan b’pikir logis
- Kemampuan verbal (lisan)
 kecakapan bicara dgn jelas & lancar
- Kompetensi sosial
 kemampuan utk menerima orang lain sebagaimana adanya
 IQ : angka normatif dari hasil tes intelegensi yang
dinyatakan dalam bentuk rasio (quotient)
 Diperkenalkan pertama kali oleh William Stern th
1912
 Mulai digunakan secara resmi th 1916 ketika
Lewis Madison Terman menerbitkan revisi tes
Binet
• Rumusan yg pertama kali digunakan dari hasil tes
inteligensi Binet:

IQ = (MA/CA) x 100
ket.:
MA = Mental Age (usia mental)
CA = Chronological Age (usia kronologis)
100 = angka konstan untuk menghindari
bilangan desimal

 Perhitungan tsb tdk diteruskan lagi, mengapa?

• Kestabilan IQ?
 Deviasi IQ
- Rasio IQ scr signifikan terbatas dalam pengaplikasiannya
pada kelompok usia yg lebih tua.
Alasan: kekonsistenan skor MA disertai dgn peningkatan
skor CA yg akan m’hasilkan IQ rendah  IQ t’lihat semakin
menurun wlpn kenyataannya kemampuan intelektual sso
terus dipertahankan
- Solusi: Wechsler mengenalkan konsep deviasi IQ
Asumsi dibuat bhw inteligensi secara normal didistribusikan
pada seluruh populasi
Deviasi IQ selanjutnya meliputi perbandingan antara
performa individu dlm tes IQ dgn umur sebayanya.
- Skor IQ 100 mengindikasikan kemampuan inteligensi pada
tingkat rata2 dalam kelompok usianya
 Korelasi IQ
- Kesuksesan sekolah
* Skor IQ dpt m’prediksi kesuksesan sekolah
* Umumnya, skor IQ b’hubungan dgn
kesuksesan
sekolah & tes prestasi yg m’ukur hasil belajar
* Korelasi antara skor IQ & nilainya: 50%
 Kesuksesan sekolah jg dipengaruhi oleh
motivasi, ekspekstasi guru, latar belakang
budaya, perilaku orang tua, dsb
* So, jika sekolahnya gagal, penyebabnya?
- Status & Kesuksesan Pekerjaan
Skor inteligensi mjd prediktor yg bagus bagi performa kerja
- Perbedaan kelompok
* Laki2 & perempuan
 Perbedaan scr signifikan t’lihat pada kemampuan
spesifiknya, & bukan pada skor IQ secara keseluruhan
 Laki2 cndrg lebih tinggi skornya pada kemampuan
spasial & stlh pubertas, pada kemamuan kuantitatifnya
 Perempuan cndrg lebih tinggi skornya pada kemampuan
verbal
* Ras/ Etnis
 Amerika Hispanik & Amerika-Afrika cndrg lebih
rendah skor IQnya dibanding Amerika-Eropa
 Apa yg menyebabkan p’bedaan tsb?
 Hereditas & Stabilitas Skor IQ
* Hereditas IQ
IQ berkorelasi dgn faktor genetik sebesar 51% - 81%
 sisanya adalah faktor lingkungan
* Stabilitas skor IQ
- Uji reliabilitas dgn m’gunakan test-retest correlation,
dapat menunjukkan kestabilan skor sepanjang waktu
- Skor IQ cndrg kurang stabil utk anak kecil, dan lebih
stabil utk orang dewasa.
- Krn itu, klinisi seringkali dalam laporan tes
menggambarkan ‘present level of intellectual functioning’
- Berbagai faktor (mis., motivasi & perubahan emosi) dpt
mempengaruhi skor individu.
 Distribusi IQ
- Mengikuti model sebaran normal yg b’bentuk
lonceng simetris dgn mean t’letak di tengah sumbu
- Implikasinya: persentase terbesar populasi akan
memiliki IQ di sekitar mean, yaitu antara angka 90-
110
- Daerah kiri & kanan mean?