Anda di halaman 1dari 29

Perpindahan Panas

KONVEKSI

DISUSUN OLEH:

1. RIA BUDIMAN (061640411935)


2. VIONDA PUTRI BAROSQI (061640411938)
Pengertian Perpindahan Panas

Perpindahan panas adalah ilmu yang mempelajari cara menghasilkan panas,


menggunakan panas, mengubah panas dan menukarkan panas di antara sistem
fisik.
Mekanisme perpindahan kalor dibagi menjadi tiga, yaitu:
Perpindahan panas secara konduksi
Perpindahan panas secara konveksi
Perpindahan panas secara radiasi
Perpindahan Panas Secara Konveksi

Pristiwa Aliran Konveksi


Rumus Umum Konveksi

dimana :
q = Kalor yang dipindahkan
h = Koefisien perpindahan kalor secara konveksi
A = Luas bidang permukaan perpindahan panas
T= Temperatur
Macam-macam konveksi

Konveksi terbagi menjadi 2 yaitu,


1. Konveksi Alamiah
2. Konveksi Paksa
Contoh aplikasi konveksi alamiah dan paksa

1. Konveksi alamiah
contoh: pemanasan air.
Konveksi paksa

Berdasarkan sumber gerakan fluida konveksi dibagi lagi menjadi


konveksi paksa dan konveksi alamiah. Konveksi paksa terjadi jika
gerakan fluida disebabkan oleh suatu sumber gerak eksternal,
misalnya pompa, fan, atau juga angin.
Perpindahan kalor konveksi yang terjadi dari
permukaan panas ke udara sekitarnya
Berdasarkan hukum pendinginan Newton laju perpindahan kalor
konveksi dinyatakan dengan Persamaan :

Dengan :
h = koefisien perpindahan kalor konveksi, W/m2.°C
A = luas permukaan perpindahan kalor, W/m2.°C
Ts = temperatur permukaan, °C
T∞ = temperatur fluida, °C
Bilangan Tak Berdimensi Pada Konveksi Paksa

1. Bilangan Nuselt

Bilangan Nusselt menyatakan perbandingan antara perpindahan kalor konveksi


pada suatu lapisan fluida dibandingkan dengan perpindahan kalor konduksi pada
lapisan fluida tersebut.
hD
N Nu 
k
Dimana :
h = koefisien perpindahan panas konveksi
D = panjang karakteristik
k = konduktivitas bahan
Bilangan Tak Berdimensi Pada
Konveksi Paksa
2. Bilangan Reynolds

Pada aliran laminar molekul molekul fluida mengalir mengikuti garis-garis aliran secara teratur. Aliran turbulen terjadi
saat molekul-molekul fluida mengalir secara acak tanpa mengikuti garis aliran. Aliran transisi adalah aliran yang berada
di antara kondisi laminar dan turbulen, biasanya pada kondisi ini aliran berubah-ubah antara transien dan turbulen
sebelum benar-benar memasuki daerah turbulen penuh.
Dv
N Re 

Dimana;
D = diameter
v = laju alir
ρ = densitas
µ = viskositas

Nilai bilangan Reynolds yang kecil (< 2100) menunjukkan aliran bersifat laminar sedangkan nilai yang besar
menunjukkan aliran turbulen(> 4000).
Bilangan Tak Berdimensi Pada
Konveksi Paksa
3 Bilangan Prandtl
Bilangan tak berdimensi selanjutnya adalah Bilangan Prandtl yang
merupakan perbandingan antara ketebalan lapis batas kecepatan
dengan ketebalan lapis batas termal.

Cp adalah kalor spesifik fluida, dan k adalah konduktivitas termal,


dan µ adalah viskositas
Konveksi Paksa Dalam Pipa dengan Aliran
Laminar
Dimana NRe < 2100, dapat digunakan persamaan Sieder dan Tate
1 0 ,14
hD  D   
3
N Nu  a  1,86 N Re N Pr   b 
k  L   w 
Dimana; hD
N Nu 
= Bilangan Nusselt k

cp
N 
= Bilangan Prandtl
Pr
k

Dv
N Re 
= Bilangan Reynold

D = diameter pipa
L = panjang pipa
µb = viskositas fluida pada suhu rata rata
µw = viskositas fluida pada suhu dinding
Konveksi Paksa Dalam Pipa dengan Aliran
turbulen

Untuk NRe >6000 ; 0,7 < NPr < 16000 dan L/D > 60
0 ,14
hL D 1  b 
N Nu 
0 ,8
 0,027 N Re N Pr 3  
k  w 
Dimana; hD
N Nu 
= Bilangan Nusselt k
cp
N Pr 
= Bilangan Prandtl
k

Dv
= N 
Bilangan Reynold
Re

D = diameter pipa
L = panjang pipa
µb = viskositas fluida pada suhu rata rata
µw = viskositas fluida pada suhu dinding
Konveksi paksa melintasi permukaan rata
Pada bagian ini dibahas tentang perpindahan kalor dan gaya hambat
(drag force) yang terjadi saat fluida melintasi suatu permukaan rata.

sifat fluida bervariasi terhadap temperatur, maka untuk penentuan


sifat-sifat fluida pada perhitungan didasarkan pada temperatur film
(Tf), yaitu :
 Aliran Laminer
Koefisien gesek rata-rata untuk aliran laminar adalah :

Bilangan Nusselt rata-rata untuk aliran laminar adalah :

 Aliran Turbulent
Pada aliran turbulen koefisien gesek rata-rata adalah :

sedangkan bilangan Nusselt rata-rata untuk aliran turbulen adalah :


 Kombinasi Aliran Laminar dan Turbulent
Seringkali pada aliran melintasi plat rata, panjang plat melebihi
panjang kritis sehingga aliran telahturbulen namun masih belum
cukup panjang untuk dapat mengabaikan aliran laminar, digunakan
persamaan koefisien gesek rata-rata :

serta bilangan Nusselt rata-rata


Konveksi Paksa Dalam Aliran Melintang dan Bola

Secara praktis sering ditemui aliran melintang silinder dan bola, misalnya pada
penukar kalor jenis aliran silang.

Untuk Re < 2´105 maka aliran yang terjadi adalah laminar Re > 2´10 5 aliran yang
terjadi adalah aliran turbulen. Bilangan Nusselt rata-rata untuk aliran melintang
silinder ditentukan menggunakan persamaan Churchill Bernstein :

Untuk aliran melintang bola digunakan persamaan Whitaker


APLIKASI PERPINDAHAN PANAS

Sistem suplai air panas


SOAL

1. Udara bertemperatur 150o c mengalir di dalam pipa berdiameter 3cm


dengan keceatan 6 m/s. Panjang ppa adalah 2 m dan temperatur
sepanjang dindingnya dipertahankan pada suhu 150 o c. Tentukan
perpindahan panas ke udara.
2. Air mengalir di dalam pipa berdiameter 2,5 cm dengan temperatur 60 o c
pada kecepatan 3 cm/s. Panjang pipa 2,5 m dengan temperatur dinding
tetap pada 90o c. Tentukan perpindahan panas.
3. Udara pada tekanan atmosfer dengan temperatur 30 o c mengalir melintas
tabung berdiamter 3 cm pada kecepatan 15 m/s. Panjang tabung 1,5 m
dan temperatur permukaannya dijaga pada 114 o c. Hitung laju aliran
panas dari dind
Terimakasih