Anda di halaman 1dari 32

ASKEP STEVEN-JOHNSON

SYNDROME
SUPRIYANTO
PENDAHULUAN
• SJS MERUPAKAN SINDROMA YANG MENGENAI
KULIT, SELAPUT LENDIR DI ORIFISIUM, DAN
MATA DENGAN KEADAAN UMUM BERVARIASI
DARI RINGAN SAMPAI BERAT; KELAIANAN
PADA KULIT BERUPA ERITEMA, VESIKEL/BULA,
DAPAT DISERTAI PURPURA.
GAMBAR SJS
• SJS MERUPAKAN PENYAKIT SISTEMIK SERIUS
YANG SANGAT POTENSIAL MENJADI PENYAKIT
YANG SANGAT BERAT DAN BAHKAN MENJADI
SEBUAH KEMATIAN.
• ANGKA KEJADIAN JARANG
• KEJADIAN 2 – 3 PER SATU JUTA PER TAHUN
• STEVENS-JOHNSON SYNDROME (SJS) DAN
TOXIC EPIDERMAL NECROLYSIS (TEN) SEJAK
DAHULU DIANGGAP SEBAGAI BENTUK
ERITEMA MULTIFORMIS YANG BERAT.
• SAAT INI : ERITEMA MULTIFORMIS MAYOR BERBEDA
DARI SJS DAN TEN PADA DASAR PENENTUAN KRITERIA
KLINIS.
• KONSEP YANG DIAJUKAN TERSEBUT ADALAH UNTUK
MEMISAHKAN SPECTRUM ERITEM MULTIFORMIS DARI
SPECTRUM SJS/TEN.
• ERITEM MULTIFORMIS, DITANDAI OLEH LESI TARGET
YANG UMUM, TERJADI PASCA INFEKSI, SERING
REKUREN NAMUN MORBIDITASNYA RENDAH.
• SEDANGKAN SJS/TEN DITANDAI OLEH BLISTER YANG
LUAS DAN MAKULOPAPULAR, BIASANYA TERJADI
KARENA REAKSI YANG DIINDUKSI OLEH OBAT DENGAN
ANGKA MORBIDITAS YANG TINGGI DAN
PROGNOSISNYA BURUK.
Perbedaan Eritema Multiformis, Steven-Johnsons Syndrome,
dan Toxic Epidermal Necrolysis

• BEDA.jpg
• D:\KMB_2018\STEVEN JOHNSON
SYNDROME\SJS_TEN.jpg
ETIOLOGI
• INFEKSI
• INDUKSI OBAT
• MALIGNANSI
• IDIOPATIK
• PENYEBAB UTAMA ADALAH ALERGI OBAT,
LEBIH DARI 50 %
INFEKSI
• HERPES SIMPLEX VIRUS (POSSIBLY; REMAINS
A DEBATED ISSUE)
• AIDS
• COXSACKIE VIRAL INFECTIONS
• INFLUENZA
• HEPATITIS
• MUMPS
• More than half of the patients with Stevens-
Johnson syndrome report a recent upper
respiratory tract infection.
• Bacterial etiologies include the following:
– Group A beta-hemolytic streptococci
– Diphtheria
– Brucellosis
– Lymphogranuloma venereum
– Mycobacteria
– Mycoplasma pneumonia
– Rickettsial infections
– Tularemia
– Typhoid
INDUKSI OBAT
• Antibiotics are the most common cause of
Stevens-Johnson syndrome, followed by
analgesics, cough and cold medication,
NSAIDs, psychoepileptics, and antigout drugs.
Of antibiotics, penicillins and sulfa drugs are
prominent; ciprofloxacin has also been
reported.
• The following anticonvulsants have been
implicated:
– Phenytoin
– Carbamazepine
– oxcarbazepine (Trileptal)
– Valproic acid
– Lamotrigine
– Barbiturates
• Stevens-Johnson syndrome has also been
reported in patients taking the following drugs:
– Modafinil (Provigil)
– Allopurinol
– Mirtazapine
– TNF-alpha antagonists (eg, infliximab, etanercept,
adalimumab)
– Cocaine
– Sertraline
– Pantoprazole
– Tramadol
PATOFISIOLOGI
• Patogenesis SJS sampai saat ini belum jelas walaupun
sering dihubungkan dengan reaksi hipersensitivitas tipe
III dan IV.
• Oleh karena proses hipersensitivitas , maka terjadi
kerusakan kulit sehingga terjadi :
1. Kegagalan fungsi kulit yang menyebabkan kehilangan
cairan
2. Stress hormonal diikuti peningkatan resistensi terhadap
insulin, hiperglikemia dan glukosuria
3. Kegagalan termoregulasi
4. Kegagalan fungsi imun
5. Infeksi.
PROGNOSIS
• Steven-Johnsons Syndrome (dengan < 10%
permukaan tubuh terlibat) memiliki angka
kematian sekitar 5%.
• Resiko kematian bisa diperkirakan dengan
menggunakan skala SCORTEN, dengan
menggunakan sejumlah faktor prognostic
yang dijumlahkan.
• 0–1 = 3.2% (CI: 0.1 to 16.7)
• 2 = 12.1% (CI: 5.4 to 22.5)
• 3 = 35.3% (CI: 19.8 to 53.5)
• 4 = 58.3% (CI: 36.6 to 77.9)
• ≥ 5 = > 90% (CI: 55.5 to 99.8)
• CI = confidence interval.

Data from Bastuji-Garin S, Fouchard N, Bertocchi M,


et al: SCORTEN: A severity-of-illness score for toxic
epidermal necrolysis. Journal of Investigative
Dermatology 115:149–153, 2000.
PENGKAJIAN
• RIWAYAT PENGGUNAAN OBAT, INFEKSI,
ALERGI
• TERDAPAT TRIAS GEJALA:
– KELAINAN KULIT
– KELAINAN SELAPUT LENDIR DI ORIFISIUM
– KELAINAN MATA
KELAIAN KULIT
• TERDIRI ATAS ERITEMA, VESIKEL DAN BULA.
• VESIKEL DAN BULA KEMUDIAN MEMECAH
SEHINGGA TERJADI EROSI YANG LUAS
• DAPAT TERJADI PURPURA
KELAINAN SELAPUT LENDIR DI
ORIFISIUM
• SERING TERJADI PADA MUKOSA MULUT
(100%), DI LUBANG ALAT GENITAL, JARANG
PADA LUBANG HIDUNG DAN ANUS.
• KELAINAN BERUPA VESIKEL DAN BULA YG
CEPAT MEMECAH HINGGA MENJADI EROSI
DAN ESKORIASI DAN KRUSTA KEHITAMAN.
• DI BIBIR KELAIANAN YANG SERING IALAH
KRUSTA BERWARNA HITAM YANG TEBAL.
KELAINAN SELAPUT LENDIR DI
ORIFISIUM
• LESI DI MUKOSA MULUT DAPAT JUGA
TERDAPAT DI FARING, TRAKTUS
RESPIRATORIUS BAGIAN ATAS DAN ESOFAGUS.
• STOMATITIS DAPAT MENYEBABKAN SUKAR
MENELAN
• PSEUDOMEMBRAN DI FARING DAPAT
MENYEBABKAN KELUAHAN SUKAR BERNAFAS.
KELAIANAN MATA
• TERJADI 80% KASUS
• TERSERING KONJUNGTIVITIS KATARALIS,
PERDARAHAN, ULKUS KORNEA, IRITIS
KOMPLIKASI
• TERSERING BRONKHOPNEUMONIA
• KEHILANGAN CAIRAN DAN DARAH,
GANGGUAN KESEIMBANGAN ELKTROLIT DAN
SYOK.
• DAPAT TERJADI KEBUTAAN KARENA
GANGGUAN LAKRIMASI.
LABORATORIUM
• LEUKOSITOSIS BILA TERJADI INFEKSI
• EOSINOFILIA KARENA ALERGI.
• PEMERIKSAAN LAB TIDAK KHAS
DIAGNOSA KEPERAWATAN
• Gangguan integritas kulit b.d. inflamasi dermal
dan epidermal
• Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b.d. kesulitan menelan
• Gangguan rasa nyaman, nyeri b.d. inflamasi pada
kulit
• Gangguan intoleransi aktivitas b.d. kelemahan
fisik
• Gangguan persepsi sensori: kurang penglihatan
b.d konjungtifitis
INTERVENSI KEPERAWATAN
Supportive care is
– Directed toward preventing infection,
– Ensuring nutrition to promote wound healing,
– replacing fluid and electrolytes,
– controlling the environment,
– and providing effective pain management.
Gangguan integritas kulit b.d.
inflamasi dermal dan epidermal
• TUJUAN : Menunjukkan kulit dan jaringan kulit
yang utuh
• INTERVENSI :
– Observasi kulit setiap hari catat turgor sirkulasi
dan sensori serta perubahan lainnya yang terjadi.
– Gunakan pakaian tipis dan alat tenun yang lembut
– Jaga kebersihan alat tenun
– Kolaborasi dengan tim medis  manajemen
medis
MANAJEMEN MEDIS
• HENTIKAN OBAT ATAU JAMU YANG DIDUGA
SEBAGAI PENYEBAB
• PEMBERIAN PREDNISON DSB DENGAN METODE
TAPERING OFF
• ANTIBIOTIK
• DIET TINGGI PROTEIN RENDAH GARAM
• PENGATURAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN
ELEKTROLIT
• NUTRISI ADEKUAT