Anda di halaman 1dari 28

Dr. dr.

JC Prihadi, SpU

UROLITIASIS
INSIDENS
 Di AS mencapai 2-3 % (5-10%), di dunia 1-12%.
 Salah satu penyakit tertua…
 Batu Ginjal : 5-12%. Pada kulit putih.
10-15% dgn nefrolitiasis bilateral.
 Biasanya terjadi usia 20-40 thn.
 Pria lebih sering 3x lebih banyak.
 Tingkat rekurensi mencapai 50% dalam 5 tahun.
 Insiden semakin meningkat…
FAKTOR INTRINSIK &
EKSTRINSIK
 Faktor Intrisik
1. Herediter
2. Umur
3. Jenis kelamin

 Faktor Ekstrinsik
1. Geografis
2. Iklim dan Temperatur
3. Asupan air
4. Diet
5. Life style
ETIOLOGI
1. Idiopatik
2. Obstruksi saluran kemih
3. Gangguan Metabolisme :
hiperparatiroidisme, hiperurisemia,
hiperoxaluria, hipercalsiuria,
hiperuricosuria, sistinuria.
4.Defisiensi inhibitor terjadinya batu : citrat,
Mg
5.Intake vit D >>>
6. ISK oleh proteus mirabilis.
7. Benda asing
8. Dehidrasi

 Ketidakseimbangan antara proses kelarutan


dan pengendapan adalah faktor yang paling
penting….. (Supersaturasi)
 Obstruksi Saluran Kemih..
 ISK..
 Defisiensi Inhibitors..
KOMPOSISI BATU

 Ca Oxalat 26%
 Struvit ( MgAmonium Fosfat ) 22%
 Ca Fosfat 7%
 As Urat 5 %
 Sistin 2%
 Kombinasi 38 %
DIAGNOSIS

 Batu Pielum (Pielolitiasis )


 Batu Staghorn ( Batu Tanduk Rusa )
 Batu Ureter ( Ureterolitiasis )
 Batu Kandung Kemih ( Vesicolitiasis )
 Batu Uretra ( Uretrolitiasis )
PIELOLITIASIS

 Sign – symptoms :
Asimptomatik
Kolik
Hidronefrosis
Hematuria
Riwayat BAK batu..
URETEROLITIASIS
 Sign – Symptoms :
Sama dengan pielolitiasis
Berbeda pada tipe penjalaran nya..
Dyspepsia
BATU URETER
VESICOLITIASIS

 Sign – symptoms
BAK pada awalnya lancar mendadak
berhenti dan menetes.
Disertai nyeri dan hematuria.
Setelah perubahan posisi dapat BAK
kembali.
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
 LABORATORIUM
Darah rutin…. Leukosit, HB, Ureum Kreatinin
Urinalisis
 BNO / IVP
 USG
 CT UROLOGI
Foto Kontras
 BNO-IVP
 Antegrad Pielografi ( APG )
 Retrograde Pielografi ( RPG )
 Batu Radiolusen sulit ditentukan dgn
BNO-IVP
 BNO – IVP :
Secara kasar menentukan fungsi
ginjal, letak dan ukuran batu.
BNO IVP
ULTRASONOGRAFI
 Kontra Indikasi thd kontras.
 Screening…
 BNO-USG
 USG menilai :
Ketebalan dari parenkim ginjal
Hidronefrosis
Piohidronefrosis
USG GINJAL

AS

S : Stone
AS : Acoustic Shadow
CT UROLOGI…
 Sensitifitas mencapai 94 -97 %
 Spesifisitas 96 – 100 %
 Helical CT lebih sensitif dan efektif
dibanding IVP.
 CT dapat membedakan batu yang radio
lusen dgn radio opaq, hematom, tumor.
 CT dapat melihat organ sekitar.
CT SCAN UROLOGI
Penatalaksanaan..
 Medikasi
 Non Invasive
 Semi invasive
 Invasive
Penatalaksanaan Medikasi

 Indikasi : batu ukuran ≤ 4mm.


 Minum banyak
 Allupurinol
 Diuretik
 Tamsulosin
 Analgetik
 Antibiotika
Penatalaksanaan Bedah….
 Indikasi :
Terapi medikamentosa gagal
ISK berulang
Gangguan fungsi ginjal
Hidronefrosis

 Tatalaksana : Non Invasive ?


Invasive ?
Semi invasive ?
Non invasive
Extracorporeal Shock Wave Litotripsy
( ESWL )
Gelombang Kejut melalui kulit mengenai
batu. Batu akan keluar melalui urine.

Komplikasi Hematuria hingga hematoma…


Semi invasive..

Percutaneous Nephrolitotomy ( PcNL )

Batu ginjal yang tidak efektif dengan ESWL


Staghorn stone,
Batu besar > 3cm,
Batu caliks inferior.
 URS ( Ureteroscopy )

Utk batu yang terletak di ureter.


Batu yg tidak efektif dgn medikamentosa
dan ESWL.
PCNL

URS
Open Surgery

 Jarang dilakukan
 Pielotitotomy, Extended Pielolitotomy
 Ureterolitotomy
 Vesicolitotomy ( Sectio Alta )