Anda di halaman 1dari 28

PENGANTAR

EKONOMI WILAYAH DAN KOTA


Oleh:
Mohammad Muktiali
PWK UNDIP SEMARANG
Email : alimukti890@gmail.com
©2018 All rights reserved
Pengantar :
Ilmu perencanaan wilayah dan kota  bersifat multidisiplin
Theory for planning : Teori-teori perencanaan yang berasal bidang
ilmu lain yang dipergunakan untuk menjelaskan perencanaan dan juga
untuk menjalankan proses perencanaan.

 Adanya berbagai aspek/dimensi /analisis dalam perencanaan :


– Fisik dan infrastruktur
– Sosial kependudukan
– Kelembagaan
– Ekonomi  analisis ekonomi dalam perencanaan wilayah & kota
KONTRAK KULIAH

Nama Matakuliah : Ekonomi Wilayah dan Kota (TKP 345)


Semester / Kredit : III / 3 SKS
Jadwal : Selasa, 15.25 – 17.55 (Kls C)
Rabu , 15.25 – 17.55 (Kls A)
Jum’at, 13.20 – 15.55 (Kls B)

Koordinator : Mohammad Muktiali, SE, MSi, MT (MMA)

Pengajar : Wido Prananingtyas, ST, MA, Ph.D (WP)


Samsul Ma’rif, SP, MT (SM)
Mohammad Muktiali, SE, MSi, MT (MMA)
Landung Esariti, ST, MDP (LE)
Deskripsi Singkat (1)

 Ilmu Ekonomi Wilayah (Regional Economics) dan juga Ekonomi Kota (Urban Economics) pada
dasarnya merupakan cabang dari ilmu ekonomi konvensional/tradisional/nasional ;

yang memasukkan unsur ruang (lokasi dan struktur) serta keragaman ruang (dalam hal ini
keragaman wilayah) ke dalam teori, analisis dan metodologi ilmu ekonomi;

yang mana hasil – hasil analisis ekonomi tersebut dapat diaplikasikan dalam mendukung
perencanaan suatu wilayah/kota ;

dan juga dalam rangka mengatasi permasalahan - permasalahan ekonomi (dan sosial) di
masyarakat sehingga akan terjadi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat
di wilayah/kota tersebut menjadi lebih optimal (Vinod, 1964).
Deskripsi Singkat (2)
 Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka dalam mata kuliah ini mahasiswa akan
diberikan tiga pemahaman pokok. Pertama terkait dengan ilmu ekonomi wilayah; mahasiwa
akan diberikan pemahaman mengenai teori pertumbuhan ekonomi wilayah, issue dan
permasalahan ekonomi wilayah serta berbagai metode dan teknik analisis ekonomi
(wilayah/kota) dalam perencanaan.

 Kedua, terkait dengan ilmu ekonomi kota; mahasiswa diberikan kemampuan untuk dapat
menganalisis isu sektoral perkotaan seperti masalah, sektor informal perkotaan, kejahatan
kota, pasar properti, transportasi dan polusi perkotaan berdasarkan perspektif ekonomi.

 Ketiga mahasiswa diberikan kemampuan untuk melakukan analisis ekonomi dengan


berbagai metode dan teknik analisis; di mana hasilnya dapat diaplikasikan dalam
mendukung perencanaan wilayah/kota dan juga mengatasi permasalahan - permasalahan
ekonomi (dan sosial) di masyarakat .
Tujuan pembelajaran
Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Menjelaskan teori pertumbuhan ekonomi wilayah/kota
2. Menjelaskan isu dan permasalahan wilayah dan isu sektoral perkotaan
dari perspektif ekonomi
3. Menjelaskan dan mengaplikasikan berbagai metode dan teknik analisis
ekonomi wilayah/kota dalam perencanaan
4. Melakukan analisis ekonomi yang dapat diaplikasikan guna mendukung
perencanaan wilayah & kota dan juga mengatasi permasalahan
ekonomi (dan sosial) di masyarakat.
6. Analisis Ekonomi Wilayah dan Kota dalam
perencanaan
5. Metode dan
Teknik Analisis Ekonomi 4. Isu sektoral perkotaan
Dalam Perencanaan Sektor informal dan kejahatan kota

Analisis ekonomi agregat dan Pasar properti perkotaan


intra wilayah

Teknik Analisis Polusi dan kemacetan


LQ dan Shift Share
Teknik Analisis
Aglomerasi dan ekonomi kota
Input - Output

2. Teori Pertumbuhan Ekonomi Wilayah/Kota 3. Isu Ekonomi Wilayah :

Isu kemiskinan dan ketimpangan wilayah


Teori Neo Klasik dan Keynesian

Teori Basis Ekspor


Mobilitas faktor produksi dan perdagangan antar
daerah
Teori Kontemporer

1. Pengertian dan konsep dasar


Materi kuliah
NO MATERI DOSEN
1 Pengantar perkuliahan MMA
2 Teori pertumbuhan ekonomi wilayah/kota (1) : Teori Neo Klasik & Keynesian MMA
3 Teori pertumbuhan ekonomi wilayah/kota (2) : Teori Basis Ekspor MMA
4 Teori pertumbuhan ekonomi wilayah/kota (3) : Teori – Teori Kontemporer MMA
5 Mobilitas faktor produksi dan perdagangan antar daerah SM
6 Isu perekonomian wilayah (kemiskinan dan ketimpangan wilayah) WPT
7 Aglomerasi dan ekonomi kota LE
8 Isu sektoral perkotaan (1) : Sektor informal dan kejahatan kota LE
9 Isu sektoral perkotaan (2) : Polusi dan kemacetan SM
10 Isu sektoral perkotaan (3) : Pasar properti di perkotaan SM
11 Metode dan teknik analisis ekonomi dalam perencanaan wilayah/kota (Praktikum) MMA
12 Teknik Analisis LQ dan Shift Share (Praktikum) MMA
13 Teknik Analisis Input - Output SM
14 Seminar analisis ekonomi wilayah dan kota (Tugas Kelompok) MMA
Referensi
1. Adisasmita, Rahardjo. (2005). Dasar – Dasar Ekonomi Wilayah. Yogyakarta : Graha Ilmu.
2. Armstrong, Harvey & Taylor, Jim. (1993). Regional Economics and Policy. New York: Harvester Wheatsheaf.
3. Aziz, Iwan Jaya. (1994). Ilmu Ekonomi Regional & Beberapa Aplikasinya di Indonesia. Jakarta : LP FE-UI.
4. Bendavid-Val, A. (1993). Regional and Local Economic Analysis for Practitioners. New York: Praeger.
5. Budiharsono, Sugeng. (2001). Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir. Jakarta: PT Pradnya Pramita.
6. Hoover, Edgar M. (1971). An Introduction to Regional Economics. New York : Alfred A. Knopf, Inc.
7. Karl, Helmut dan Rollet, Philippe. (eds). (2004). Employment and Regional Development Policy. Hanover : ARL.
8. Karlso, Charlie (eds). (2008). Handbook of Research on Cluster Theory. Northampton : Edward Elgar Publishing, Inc.
9. Kuncoro, Mudrjad. (2002). Analisis Spasial dan Regional : Studi Aglomerasi dan Kluster Industri di Indonesia.
Yogyakarta : Unit Penerbit dan Percetakan AMP – YKPN.
10. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarkat (LPEM) FE – UI . (2003). Modul Pelatihan Perencanaan
Pembangunan Daerah. Jakarta : LPEM FE-UI.
11. O’Sullivan, Arthur. (2003). Urban Economics. New York : Mc Graw – Hill.
12. Richardson, Harry W. (1979). Regional Economics. Urbana : University Illionis Press.
13. Sirojuzilam. (2005). Beberapa Aspek Pembangunan Regional. Bandung : ISEI Bandung.
14. Sjafrizal. (2008). Ekonomi Regional : Teori dan Aplikasi. Padang : Baduose Media.
15. Stimson, RJ. (2002). Regional Economic Development : Analysis and Planning Strategy. Berlin : Springe.
16. Tarigan. Robinson. (2005). Ekonomi Regional : Teori dan Aplikasi. Jakarta : PT Bumi Aksara.
9
Evaluasi :

• Tugas Individual : 10%


• Tugas Kelompok (Seminar) : 30%
• Ujian (mid dan akhir) : 60%
Tugas
Tugas kelompok :

• Melakukan analisis ekonomi (agregat dan intra) dengan mengambil studi


kasus wilayah kabupaten/kota di Indonesia.
• Tugas dipresentasikan pada akhir perkuliahan

Tugas individu :
 Review artikel
 Latihan perhitungan/analisis ekonomi
Lain – lain
Tata tertib kuliah:
 Penggunaan HP/Gadget/Android/dll
 Jam masuk
 Keterlambatan maksimal 5 menit
 Keluar/masuk ruangan (ijin)
 Mengajukan pertanyaan/jawaban (dengan mengangkat tangan)
 75% kehadiran kuliah (minimal)

Konsultasi dan asistensi :


Konsultasi dan asistensi tugas kelompok dapat dilakukan dengan dosen yang
berkompeten. Terkait dengan jadwal asistensi, mahasiswa diharapkan
mengkonfirmasikan dan membuat kesepakatan terlebih dulu dengan dosen ybs.
Ijin Kuliah
• Karena sakit (bukti surat dokter)
• Urusan keluarga sangat penting (kematian)
• Musibah (kecelakaan, bencana)
• Tugas dari Departemen/Fakultas/Universitas
• Ibadah haji/umroh/ziarah Nazareth, dst

Ketentuan:
1. Banyaknya izin maksimal 3 kali.
2. Surat disampaikan pada saat hari kuliah di mana mahasiswa tidak masuk
karena izin tsb.

13
15.25
(jam masuk)

15.30
(toleransi keterlambatan-
batas kehadiran = 5)
EKONOMI WILAYAH & KOTA
Pengertian Dasar
POKOK BAHASAN

1. Perbedaan Ilmu Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Wilayah/Kota


2. Pengertian Ilmu Ekonomi Wilayah (Regional Economics)
3. Pengertian Ilmu Ekonomi Kota (Urban Economics)
4. Karakteristik perekonomian nasional dan perekonomian wilayah/kota
Perbedaan Ekonomi Konvensional &
Ekonomi Wilayah/Kota

Ekonomi Konvensional Ekonomi Wilayah/Kota

1. What 1. What
2. How 2. How
3. For whom
3. For whom
+
4. Where
Perbedaan Ilmu Ekonomi Wilayah/Kota dan
Ilmu Ekonomi Konvensional

ILMU EKONOMI WILAYAH/KOTA ILMU EKONOMI KONVENSIONAL


 Membicarakan perbedaan /hubungan  Kurang membicarakan perbedaan
potensi antar bagian wilayah hubungan potensi antar bagian wilayah
 Hanya membicarakan bagian tertentu saja  Objeknya mencakup seluruh wilayah di

dari wilayah suatu negara (fokus pada seluruh negara (fokus pada batasan
batasan kesatuan wilayah analisis) administrasi)
 Membahas pengaruh pembangunan suatu
 Membahas aspek moneter, fiskal, impor,
wilayah, arah perpindahan modal & TK serta ekspor, tahapan pertumbuhan dan kebijakan
faktor penyebabnya, arus barang dan uang lainnya
dalam suatu wilayah
 Analisis ekonomi konvensional umumnya
 Analisis ekonomi wilayah/kota banyak yang
dapat digunakan untuk analisis ekonomi
tidak dapat diterapkan dalam ekonomi wilayah/kota
konvensional
Sejarah perkembangan Ilmu Ekonomi Wilayah (IEW)

 IEW muncul sebagai respon atas kelemahan dalam Ilmu ekonomi tradisional yang
mengabaikan dimensi ruang (space).
 Tokoh – tokoh awal : Von Thunen (1851), Weber (1929), Losch (1954) 
memasukan aspek ruang dalam analisis ekonomi mikro.
 Selanjutnya memasukan dimensi ruang ke dalam analisis ekonomi secara
komprehensif  oleh Walter Isard (1956) dalam disertasinya berjudul Location and
Space – Economy.
 Mulai tahun 1956; Ilmu Ekonomi Regional muncul sebagai cabang ilmu sendiri 
menekankan pengaruh aspek ruang dalam analisis dan pengambilan keputusan
ekonomi.
  Pada tahun tsb, dibuka jurusan Regional Science di University of Pennsylvania
dan selanjutnya di Cornell University.
 Ilmu Ekonomi Regional baru masuk ke Indonesia pada awal tahun 1970-an 
karena pemerintah menyadari pentingnya pembangunan ekonomi daerah/wilayah
sebagai bagian dari cara mencapai tujuan pembangunan nasional.
Apa itu Ilmu Ekonomi Wilayah/Regional ?

• Iwan Jaya Aziz (1994) :


Perbedaan pokok antara ilmu ekonomi konvensional dan ilmu ekonomi
wilayah (IEW) terletak dalam perlakuan terhadap aspek spasial
(keruangan).
 Dalam IEW  aspek spasial/jarak (biaya transportasi) sangat penting dalam
analisis/perhitungan ekonomi.
 Dalam ilmu ekonomi konvensional  aspek tingkat bunga yg memegang peranan penting
dalam perekonomian.

• Robinson Tarigan (2005) :


Ilmu Ekonomi Regional merupakan cabang dari ilmu ekonomi konvensional
yang memiliki kekhususan untuk menjawab pertanyaan where all those
acitivities should be carried out.
Ekonomi konvensional  hanya : what, how, for whom?
Apa itu Ilmu Ekonomi Kota ?
(Urban Economics)

 Arthur O’Sullivan (2003) :


Urban Economics is the study of location choices of firms and households.
Urban economics examines the question of the where of economic activity.

 Sama seperti halnya dlm Ilmu Ekonomi Regional, Ilmu Ekonomi Kota juga
mengedepankan hal terkait aspek di mana (where) kegiatan ekonomi; namun
khususnya dalam konteks perkotaan.
Konteks ekonomi perkotaan, misalnya :
• rumah tangga (household)  dalam memilih di mana kerja dan tinggal
• Industri (firm)  dlm memilih lokasi pabrik, kantor dan penjualan barang
• aspek spasial terkait masalah perkotaan spt. polusi, kemacetan, kejahatan, sektor
informal, dst.
PERBEDAAN
Perekonomian Nasional /Internasional
&
Perekonomian Wilayah/Kota
Perekonomian wilayah/kota (propinsi, kabupaten/
kota/kecamatan )

Perekonomian nasional/internasional (Indonesia,


Malaysia, Jepang, Amerika, dst)
PERBEDAAN
PEREKONOMIAN NASIONAL &
PEREKONOMIAN WILAYAH/KOTA

Perbedaaan paling mendasar  atau:

tingkat keterbukaan Hambatan (barrier) :


perekonomian nasional
lebih besar
Tingkat keterbukaan : dibandingkan perekonomian
wilayah/kota
perekonomian wilayah/kota Hambatan di sini terkait dalam hal 
lebih besar perdagangan, dan mobilitas faktor
dibandingkan perekonomian – faktor produksi (misal modal,
tenaga kerja, teknologi)
nasional
Mengapa hambatan perekonomian nasional (antar negara)
lebih besar dibandingkan perekonomian wilayah/kota ?
 Biaya transport yg mahal antar negara
 Aspek politik dan keamananan negara
 Kebijakan ketenagakerjaan nasional
 Perbedaan budaya antar negara
 Xenophobia (kebencian terhadap
barang/orang asing)
 Masalah neraca pembayaran
 Masalah nilai tukar mata uang (exchange
rate)
 Aspek administrasi perdagangan dunia
 Bea masuk impor - ekspor (tariffs)
Perekonomian nasional (Indonesia, Australia,
Malaysia, Jepang, Amerika,dst)
 Quota impor - ekspor (quotas)
Apa implikasi perekonomian wilayah/kota bersifat sangat
terbuka ?
Karena perekonomian regional/wilayah/daerah/kota bersifat sangat terbuka; maka
implikasi bagi perencanaan adalah sbb. :

1. Dalam melakukan analisis (ekonomi) selain mengkaji wilayah itu sendiri sebagai
sebuah entitas ; maka perlu pula dikaji bagaimana interaksi yang terjadi antar dua
dan atau beberapa wilayah/daerah/kabupaten/kota/propinsi.

2. Interaksi yang dikaji terutama berkaitan dengan 3 hal, yaitu :


 Pola keterkaitan/interaksi dalam hal mobilitas faktor – faktor produksi (modal,
tenaga kerja) dan pola aliran produk (barang dan jasa).
 Konsekuensi/dampak yang ditimbulkan dari interaksi atau keterkaitan tersebut.
 Hambatan yang muncul dan upaya yang perlu dilakukan untuk mengatasinya.
Appendiks :
Peranan grafik dan statistik dalam analisa ekonomi wilayah/kota

 Dalam menjelaskan teori/kaidah ilmiah sering diperlukan alat bantu  agar lebih mudah
dipahami
Contoh : ilmu kedokteran menggunakan gambar & model manusia

 Dalam ilmu ekonomi  menggunakan dua alat bantu berupa : grafik/kurva dan
statistik/matematika ekonomi/ekonometrik.

 Grafik/kurva  menjelaskan hubungan dua variabel ekonomi dalam bentuk grafis.

 Statistik, Matematik Ekonomi, Ekonometrik :


 Penyusunan angka indeks untuk mendeskripsikan kecenderungan perkembangan
variabel ekonomi.
 Menguji hubungan 2 atau lebih variabel ekonomi.
Pertanyaan & diskusi
Kontak :

Mohammad Muktiali
Email : alimukti890@gmail.com

TERIMA KASIH