Anda di halaman 1dari 11

PRESENTASI

DOP
(Director Of Photography)

NAMA : TIO HARIYANTO


KELAS : XII
JURUSAN : TEKNIK PENYIARAN
PRODUKSI PROGRAM
PERTELEVISIAN (TP4)
DOP ( Director Of Photography )

Seorang teknik (sinematik look) dalam sebuah film


serta bertanggungjawab atas semua supervise
personil kamera. Dengan pengetahuannya tentang
teknik pencahayaan, lensa, kamera, emulsi film dan
imaji digital, seorang sinematografer menciptakan
kesan/rasa yang tepat, suasana dan gaya visual pada
setiap shot yang membangkitkan emosi sesuai
keinginan sutradara.
Tugas dan Kewajiban Seorang DOP
 Tahap Produksi  Tahap Produksi

 Menganalisa skenario dan membahasnya


bersama sutradara dan penata artistik,  Mempelajari breakdown script dan shooting script
dengan menciptakan konsep dan look uyang dimana seorang sinematografer dapat
di sepakati mengembangkan checklist di setiap harinya dan
merencanakan berapa set up per harinya. Dalam
 Bersama penata artistik dan sutradara
menetapkan lokasi shooting hasil dari team setiap set up sinematografer harus memperhatikan
hunting. lingkungan dan masalah pencahayaan
 Membentuk team work yang sudah  Memberikan pengarahan tegas kepada personil
disepakati kamera sesuai dengan design yang sudah dibuat.
 Menjabarkan konsep visual dalam  Mengawasi set lampu dan waspada terhadap
pencapaian look dan mood (mencakup kontiniti. Mengarahkan dan menjaga kesinambungan
warna, pencahayaan, karakter visual, suasana (atmosfer) dan format visual serta tata
komposisi yang juga menghasilkan gerak) cahaya dari setiap shot. Menuntun dan
lebih baik dengan referensi foto/gambar yang mengembangkan teknis kreatif pencahayaan sebagai
selanjutnya didiskusikan dengan personil gaya dan perubahan peralatan untuk menerangi area
kamera dan pendukungnya. aksi/subyek visual untuk menentukan eksposur yang
 Menentukan kebutuhan dan menjamin semua tepat.
peralatan dengan spesifikasi sesuai dengan  Pada saat sutradara mengarahkan aktornya,
desain visual. sinematografer menyiapkan sudut pengambilan
 Ikut menentukan laboratorium/studio gambar, komposisi sesuai dengan blocking sutradara.
pascaproduksi (film).
 Selalu mengingatkan tanggungjawab keselamatan
personil dan seluruh sarana peralatan dan bahan
baku yang dipergunakan dalam produksi.
Hak-hak sinematografer/DOP/PH

 Mendapatkan jumlah dan kualitas awak/kru produksi,


sarana peralatan kerja dan bahan baku sesuai dengan
desain produksi, serta memenuhi standar mutu.
 Memberikan persetujuan, sarana teknis yang akan
digunakan, penetapan hasil-hasil shooting yang baik
(OK), memberikan persetujuan atas kualitas hasil
cetakan release copy.
 Memberikan usul kreatif baik teknis, artistik, dan
dramatik kepada sutradara dalam hal perekaman visual
untuk mendapatkan hasil yang baik.
 Jika ada perubahan yang mendasar dari konsep awal
look film, sinematografer berhak diberitahu sebelumnya.
Aktifitas Seorang DOP di lapangan
Aktifitas seorang DOP di lapangan adalah Seluruh aktifitas yang
dilakukan oleh team kamera dan lighting tidak lepas dari kebutuhan yang
tertuang dalam skenario.Langkah awal Penata Sinematografi (Director of
Photography) bersama dengan sutradara menentukan serta memilih sudut
penempatan kamera. Acuannya bisa saja didapat dari kesepakatan yang
secara bersama sudah diputuskan pada saat hunting location dilakukan,
ataupun penentuan yang merupakan penyesuaian dengan blocking pemain
dan situasi pada set yang sudah digarap oleh team artistik.
Penempatan sudut penempatan ini juga mungkin saja sekaligus
disertai dengan penggunaan sarana pendukung kamera (grip). Langkah
berikutnya, Director of Photography berkoordinasi dengan Gaffer dan crew
lighting memilih jenis lampu, filter dan berbagai sarana pendukung lainnya,
kemudian menentukan peletakannya. Dalam melaksanakan tahapan
aktifitas mengacu kepada pola kerja efektif, baik dalam masalah pengaturan
waktu, maupun dalam pencapaian targetnya.
Juru Kamera
(Operator kamera)
Pengertian Juru Kamera (Operator Kamera) secara teknis melakukan
perekaman visual dengan kamera mekanik ataupun elektronik dalam produksi
film di bawah arahan pengarah fotografi dan bertanggungjawab kepadanya.
Sutradara juga bekerja sama dekat dengan operator kamera untuk
memastikan bahwa pandangan sutradara ditangkap oleh film sebagaimana
yang diinginkan. Operator kamera.
Tanggungjawab pribadi adalah menjalankan kamera dan
menghentikannya sesuai petunjuk/isyarat dari sutradara. Mengoperasikan
kamera sesuai mood cerita dan efisien selama produksi dan menjaga
komposisi frame yang pantas. Dalam produksi menggunakan video, juru
kamera menggunakan headset yang dihubungkan dengan sutradara.
Pada proyek film dengan bujet kecil, peran operator kamera biasa
dipegang langsung oleh pengarah fotografi. Ia berkonsentrasi pada semua hal
yang berhubungan dengan sinematografi dengan bantuan beberapa orang
asisten. Sistem Inggris (English System), biasanya memerlukan seorang
operator kamera untuk melakukan pembingkaian gambar, karena pengarah
fotografi berkonsentrasi penuh terhadap penataan cahaya. Ia
menginstruksikan operator kamera tentang penggunaan lensa dan filter yang
dibutuhkan, serta gerak kamera yang berhubungan dengan penggunaan alat
bantu lainnya, seperti dolly atau crane.
Tugas dan Kewajiban Juru Kamera ( Operator Kamera )

 Tahap Pra produksi:  Tahap Produksi

1. Menganalisa mood dari 1. Melakukan perekaman


skenario dan konsep visual secara teknis sesuai
sutradara. Dengan melakukan arahan pengarah fotografi,
pengarahan, melakukan baik dalam hal komposisi,
persiapan dan pemeliharaan sudut pengambilan, gerak
peralatan kamera serta sarana
penunjangnya. kamera dengan segala
2. Melakukan uji coba secara
perubahannya.
teknis atas peralatan dan 2. Mengkoordinasikan
bahan baku yang akan awak/kru kamera dalam
dipergunakan dalam produksi. melaksanakan tugasnya.
3. Melakukan koordinasi dengan 3. Menjaga dan memelihara
key grip sehingga secara peralatan kamera dalam
teknis dan efisien mampu kondisi baik dan siap pakai.
melaksanakan konsep visual
dan gerakannya.
Hak-hak juru Kamera (Operator Kamera)

 Memberikan usulan yang bersifat teknis agar


tercapai hasil rekaman yang baik.
 Meminta pengambilan ulang bila secara teknis hasil
rekaman sebelumnya kurang baik.
 Operator kamera berhak untuk mengingatkan
setelah pengambilan gambar, seperti menegur
pengatur boom atau microphone apabila masuk ke
dalam shot.
Layout pencahayaan dan kameramen (Videograffer)

 Teknik pencahayaan
 Teknik Pencahayaan
Continous Light yaitu cahaya
yang stabil terus menerus
contohnya adalah lampu
kamar ataupun lampu rumah.
 Teknik pencahayaan Natural
Light yaitu cahaya yang
berasal dari sinar matahari.
 Teknik pencahayaan Window
light yaitu cahaya yang
berasal dari sinar matahari
yang melalui tembusan
jendela.
Layout tata letak pengambilan gambar
 Arti Warna Dalam Kotak (Dalam
Rumah)
 Kuning : Kamar 1
 Merah : Kamar 2 (Loc.
Shooting)
 Abu-abu : Kamar 3
 Arti Warna Dalam Kotak
(Lingkungan Sekolah)
 Hijau : Halaman SMK Az
Zahra
 Ungu : Gedung Tsm
 Orange : Musholla
(Loc.Shooting)
 Biru muda : Perpustakaan
(Loc.Shooting)
 Biru tua : Gedung SMK
TERIMAKASIH

SMK AZ ZAHRA MLONGGO