Anda di halaman 1dari 20

DISKUSI KASUS

CHF + EDEMA PARU


Pembimbing : dr. Sanggap I. Sitompul, Sp.JP-FIHA (K)

disusun oleh:
Luh Ade Gina Andriyani

BAGIAN/SMF ILMU PENYAKIT DALAM


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
RSUD dr. DORIS SYLVANUS
PALANGKA RAYA
2018
IDENTITAS PASIEN
• Nama pasien : Tn. Sujiyanto
• Jenis kelamin : Laki-laki
• Tanggal lahir : 45 tahun
• Agama : Islam
• Pekerjaan : Swasta
• Alamat : Jl. Pilau
• No RM : 12.22.02
• MRS : 25 Maret 2018 jam 00.53
KELUHAN UTAMA
• Sesak nafas yang memberat sejak 1 hari SMRS.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang dengan keluhan sesak nafas yang
memberat 1 hari SMRS. Sesak dirasa terus menerus
sampai menganggu tidur malam. Sesak memberat saat
berbaring terlentang dan saat melakukan aktivitas ringan.
Sesak dirasa membaik bila pasien berbaring
menggunakan 2-3 bantal atau posisi ½ duduk dan
dengan pemberian O2. Sesak tidak dipengaruhi cuaca, debu
dan tidak terdapat suara ngikngik/mengi.
Selain sesak, pasien mengeluhkan batuk yang hilang timbul pada
malam hari. Nyeri dada (-), mual muntah (-), keringat malam (-).
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
• Hipertensi (+) sejak 5 tahun yang lalu
• Diabetes melitus (-)

RIWAYAT SOSIAL
• Riwayat merokok ± selama 15 tahun.
TANDA-TANDA VITAL
• Keadaan umum : Tampak sakit sedang
• Kesadaran : E4M6V5 (compos mentis)
• Tekanan darah : 130/70 mmHg
• Laju nadi : x/menit, ireguler, kuat angkat, isi cukup
• Laju napas (RR) : 26x/menit
• Suhu : 36,7oC (axilla)
• SpO2 : 98% dengan O2 4 lpm NK
PEMERIKSAAN FISIK
Mata : Konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil isokor,
lakrimal cukup, refleks cahaya langsung +/+, refleks
cahaya tidak langsung +/+
Hidung : discharge (-)
Telinga : discharge (-)
Mulut : labium oris pucat (-), pecah-pecah (-), sianosis (-), lidah
pucat (-), atrofi papil lidah (-), kesan dens tidak
lengkap (-), karies dentis (-)
Leher : JVP normal, pembesaran KGB (-) / tiroid (-)
Pulmo
Inspeksi Simetris kiri = kanan
Palpasi Fremitus vokal kanan= kiri, ekspansi dada kiri = kanan
THORAX
Perkusi Sonor di lapang paru dextra et sinistra
Auskultasi Vesicular basal sound +/+, wheezing -/-, rhonki +/+
Cor
Inspeksi Thrill (-)
Palpasi Ictus cordis teraba di intercostal space (ICS) VI linea
aksilaris anterior sinistra

Perkusi Batas kiri di ICS VI linea aksilaris anterior sinistra


Batas kanan di linea sternalis dextra
Auskultasi  S1-S2 tunggal dan ireguler murmur (+) fase sistolik,
gallop (-)
 Heart rate = 79x/menit
ABDOMEN
Inspeksi Dinding perut datar
Auskultasi Bising usus 6 kali per menit
Palpasi Nyeri tekan regio epigastrium (-), tidak teraba massa, tidak
teraba pembesaran hepar, tidak teraba pembesaran
spleen
Perkusi Timpani, tidak ada shifting dullness(-)

EXTREMITAS
• Akral hangat di semua extremitas
• CRT<2 detik di semua ekstremitas
• Pucat palmar -/-, sianosis (-)
• Edema pretibia (-)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
• WBC : 10,32 x 103 g/dL
• RBC : 5,31 x 106 g/dL
• HGB : 15,9 g/dL
• PLT : 191 x 102 g/dL
• GDS : 103 mg/dL
• Kreatinin : 1,66 mg/dL
DIAGNOSIS KERJA
• CHF
• Edema Paru
TATALAKSANA
• O2 4 lpm nasal canule
• IVFD NaCl 0,9% 5 tpm
• Inj. Furosemid 2 x 20 mg
• Inj. Ranitidin 2 x 50 mg
• Po. Clopidogrel 75 g 1-o-o
• Aspilet 8 g o-1-o
• Betaone 2,5 g 1-o-o
• Spironolakton 25 mg 0-1-0
• Sucralfat Syr. 3xCl
Hasil EKG (27 Agustus 2017)
Intepretasi :
• CTR = 66%

A B

C
Gagal Jantung
Sindroma klinis kompleks
 Menyebabkan gangguan pengisian ventrikel atau
pemompaan jantung
Etiologi :
MEKANISME KOMPENSASI GAGAL JANTUNG
PENINGKATAN AKTIVITAS ADRENERGIK SIMPATIS
PENINGKATAN BEBAN AWAL MELALUI AKTIVASI SISTEM
RENIN-ANGIOTENSIN-ALDOSTERON
HIPERTROFI OTOT JANTUNG DAN REMODELING
Gagal Jantung
• Dalam mendiagnosis gagal jantung, dipakai kriteria
Framingham yang ditunjukkan sebagai berikut :

Dengan kriteria diagnosis :


1 kriteria mayor + 2
kriteria minor.
Klasifikasi Gagal Jantung
TERIMA KASIH