Anda di halaman 1dari 8

Teori Pengambilan Keputusan

Pengertian pengambilan keputusan


dalam kondisi tidak pasti
Pengambilan keputusan dalam kondisi tidak pasti adalah pengambilan
keputusan dimana terjadi hal-hal sebagai berikut :
 Tidak diketahui sama sekali hal jumlah kondisi yang mungkin timbul
serta kemungkinan-kemungkinan munculnya kondisi-kondisi itu.
 Pengambil keputusan tidak dapat menentukan probabilitas terjadinya
berbagai kondisi atau hasil yang keluar.
 Yang diketahui hanyalah kemungkinan hasil dari suatu tindakan,
tetapi tidak dapat diprediksi berapa besar probabilitas setiap hasil
tersebut.
 Pengambil keputusan tidak mempunyai pengetahuan atau informasi
lengkap mengenai peluang terjadinya bermacam-macam keadaan
tersebut.
 Hal yang akan diputuskan biasanya relatif belum pernah terjadi.

2
Syarat Kondisi Tidak Pasti
 Ada beberapa alternatif tindakan yang fisibel (dapat
dilakukan)
 Nilai probabilitas masing-masing kejadian tidak
diketahui.
 Memiliki nilai “pay off” sebagai hasil kombinasi suatu
tindakan dan kejadian tidak pasti tertentu.

3
Teknik Penyelesaian
 Kriteria Maximax, pada kondisi ini pengambil keputusan
dianggap sangat optimis yaitu dipilihnya hasil-hasil
terbesar dari alternatif-alternatif yang memberikan hasil
maksimal dalam berbagai keadaan secara alamiah.
 Kriteria Maximin, pada kondisi ini pengambil keputusan
dianggap sangat pesimis atau knservatif tentang masa
depan yaitu hasil terkecil untuk setiap alternatif
dibandingkan dengan alternatif yang menghasilkan nilai
maksimal dari hasil-hasil minimal yang dipilih atau
memilih alternatif yang minimalnya paling besar.

4
 Kriteria Laplace, atau kriteria equal likelihood.
Menurut kriteria ini, pengambil keputusan
mengasumsikan bahwa probabilitas terjadinya
berbagai kondisi adalah sama besarnya. Pengambil
keputusan tidak dapat menentukan/mengetahui
probabilitas terjadinya berbagai hasil, sehingga
diasumsikan bahwa semua kejadian mempunyai
kemungkinan yang sama untuk terjadi.

5
 Kriteria Realisme , atau kriteria Hurwicz,
merupakan kriteria antara maksimaks dan maksimin
(antara optimis dengan pesimis). Kriteria realisme,
hasil keputusan dikalikan dengan koefisien
optimisme, yaitu α (0 ≤ α ≤1).
Jika :
α = 1 adalah sangat optimis
α = 0 adalah sangat pesimis.
Ukuran realisme (UR) : UR = (hasil maks x α) +(hasil
maks x 1-α)
6
 Kriteria Regret, merupakan perbedaan antara hasil
keputusan yang terbaik dengan hasil keputusan yang
lain. Pengambil keputusan akan mengalami suatu
kerugian apabila suatu kejadian terjadi menyebabkan
alternatif yang dipilih kurang dari pay-off maksimum.
 Pohon keputusan, adalah diagram pilihan keputusan
dan peluang kejadian yang menyertai keputusan, serta
hasil dari hubungan antara pilihan dengan kejadian.
Tujuan penggunaan pohon keputusan ini adalah
untuk memudahkan penggambaran situasi keputusan
secara sistematik dan komprehensip.
7
Terima Kasih
Dewi Anggraini P. Hapsari

Teori Pengambilan
Keputusan