Anda di halaman 1dari 25

METODE, MEDIA, DAN PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR IPS

KELAS 3 DAN 4

DI SUSUN OLEH :

1. DANANG NUGROHO PRASETYO NIM : 837412042


2. FITANTRI AYUNINGSIH NIM : 837411832
3. KINAAYAH TURRAHMAH NIM : 837404575
4. WIWIK SULISTIYANI NIM : 837404195
5. NINIS KHOIRUNISAK NIM : 837408099
PENGERTIAN METODE, MEDIA, DAN
SUMBER BELAJAR
Metode mengajar adalah kemampuan yang perlu dimiliki
oleh seorang guru dalam menyampaikan materi
pelajaran kepada anak didiknya.

“Tidak ada metode yang cocok untuk semua


pokok bahasan, karena tergantung pada
kompetensi/tujuan yang ingin dicapai, sifat
bahan ajar, kesediaan media tersebut, dan
kemampuan guru yang bersangkutan. Disamping
itu masing-masing metode mempunyai kelebihan
dan kekurangan”
Dalam memilih metode, perlu
memperhatikan hal-hal sebagai berikut ;
1. Tujuan pembelajaran
2. Kemampuan guru terhadap materi dan
metode yang akan dipilih
3. Kemampuan siswa belajar
4. Situasi atau kondisi saat belajar
5. Fasilitas yang dimiliki (media dan
sumber belajar )
6. Fasilitas yang dimiliki
7. Evaluasi yang dimiliki
Ada beberapa metode mengajar, berikut kelebihan
dan kekurangannya
METODE KELEBIHAN KEKURANGAN
bila siswanya berjumlah apabila guru kurang menguasai
banyak dan baik juga untuk bahan atau materi serta alat
CERAMAH menjelaskan materi yang peraga yang terbatas, dan
banyak, namun dengan kurang baik apabila seorang
waktu yang terbatas. guru tidak pandai berbicara.
pendengar atau siswa dapat kurang baik jika dipakai dalam
ikut serta mengemukakan kelompok yang besar.
pendapatnya. Hal ini akan Disamping itu, informasi yang
memperluas pandangan dari diperoleh peserta terbatas pada
DISKUSI
masing-masing kelompok topic diskusi. Jika moderator
KELOMPOK
dan memupuk rasa kesatuan kurang terampil dalam
dan persatuan. memimpin diskusi maka akan
terjerumus ke dalam masalah
lain
METODE KELEBIHAN KEKURANGAN
dapat membangkitkan mudah tersesat ke dalam
pemikiran bagi para peserta masalah lain. Selain itu tidak
dan mendorong memberikan semua peserta dapat mengambil
PANEL
analisis. Dalam diskusi panel bagian dalam pembicaraan.
diperlukan pandangan yang Apalagi jika panelis terlalu
berbeda-beda. banyak bicara.
studi kasus adalah dapat membutuhkan ketrampilan
disajikan secara tertulis, untuk menuliskan suatu msalah.
STUDI lisan, difilmkan, direkam Memerlukan waktu yang lama.
KASUS atau diceritakan. Selain itu, Sulit mencari moderator yang
dapat ditugaskan sebelum terampil.
diskusi dimulai.
METODE KELEBIHAN KEKURANGAN
membangkitkan pendapat mudah terlepas dari control.
baru dan merangsang Selain itu anggota kelompok
semua anggota untuk cenderung membuat
mengambil bagian. Selain evaluasi segera setelah
itu juga membangkitkan pendapat diajukan.
reaksi berangkai dalam Terkadang tidak semua
mengeluarkan pendapat. anggota bisa menerima
BRAINSTORMING Menghemat waktu dan pendapat tersebut.
dapat dipakai pada
kelompok besar maupun
kecil. Tidak memerlukan
pemimpin diskusi yang
hebat, disamping itu tidak
membutuhkan peralatan
yang banyak.
METODE KELEBIHAN KEKURANGAN
membangkitkan pemikiran membutuhkan waktu yang
yang logis, mendorong banyak dan sulit, jika dipakai
analisis secara menyeluruh. pada kelompok yang besar.
Prosedur yang dipakai dapat Selain itu memerlukan
diterapkan pada bermacam- pemimpin yang bnenar-benar
DISKUSI
macam problema dapat terampil. Kadang sulit
FORMAL
membangkitkan pemusatan memperoleh hasil diskusi yang
pikrian pada masing-masing tuntas.
peserta dan meningkatkan
ketrampilan dalam
mengenali problema.
siswa lebih aktif karena dengan tanya jawab,
tidak hanya mendengarkan, pembicaraan kadang-kadang
memberi kesempatan menyimpang dari pokok
kepada siswa untuk bertanya pembicaraan, dan
TANYA
sehingga guru mengetahui membutuhkan waktu yang lebih
JAWAB
apa yang belum dimengerti lama.
oleh siswa, guru mengetahui
pemahaman siswa terhdap
apa yang telah diterangkan.
METODE KELEBIHAN KEKURANGAN
dapat memupuk rasa kerja adanya sifat-sifat seseorang
sama, tugas yang luas dapat yang ingin menonjol atau
diselesaikan dengan cepat, sebaliknya yang lemah merasa
dan timbul persaingan yang rendah diri dan selalu
KERJA
sehat bergantung kepada orang lain,
KELOMPOK
dan orang yang kurang cakap
akan menghambat kelancaran
tugas atau didominasi oleh
seseorang.
Diam
Diproyeksikan
(tulisan, gambar diam,
(dipantulkan)
grafik, peta, diagram)
MEDIA
VISUAL
Gerak
Tidak dapat
(OHP, slide, proyektor,
diproyeksikan
film strip proyektor)

Wawancara, berita radio, warta


MEDIA
MEDIA berita, drama radio, diskusi,
AUDIO
seminar, dll

MEDIA
 Diam (CD interaktif) dan gerak
AUDIO
 Gerak (program televisi)
VISUAL
Sumber belajar adalah segala bentuk penyajian
bahan atau materi yang dapat dijadikan sumber
untuk belajar.
Contohnya, buku-buku, majalah, surat kabar, peta.

Pendekatan kognitif dalam proses pembelajaran,


meliputi 3 aspek pokok sebagai berikut :
1. Aspek pengetahuan (knowledge)
2. Aspek pemahaman (comprehension)
3. Aspek penerapan (application)
Pendekatan Sosial diterapkan untuk membantu
anak didik mengembangkan kemampuan
hubungan dengan masyarakat dan mampu
mengadakan hubungan antar pribadi.
Maksud dari pendekatan sosial adalah sebagai berikut :
1. Model Investigasi Kelompok
2. Model Inkuiri Sosial
3. Model Laboratori
4. Model Yurisprudensial
5. Model Bermain Peran
6. Model Simulasi Sosial
Model pendekatan sosial memiliki tiga ciri utama :
1. Adanya aspek- aspek sosial dalam kelas.
2. Adanya hipotesis untuk memecahkan masalah.
3. Menguji hipotesis

Dalam menggunakan model inquiri sosial ada tahap


– tahap yang harus dilalui yaitu :
1. Tahap Orientasi
2. Tahap Hipotesis
3. Tahap Definisi
4. Tahap Eksplorasi
5. Tahap Pembuktian
6. Tahap Generalisasi
Pendekatan personal adalah suatu pendekatan
dalam mengajar yang berorientasi kepada
perkembangan diri individu dan pembentukan
pribadi.

Teori-teori yang menghasilkan model-model yang


serumpun dengan pendekatan personal adalah :
1. Model pengajaran non direktif, oleh Van Rogers
2. Model latihan kesadaran, oleh Frits Pers dan
William Schults
3. Model Synaptic oleh William Gordon
4. Model system konvensional oleh David Hunt
5. Model pertemuan kelas oleh William Glasser
Glasser berpendapat kegagalan sekolah bukan
dibidang akademik, tetapi didalam menciptakan
hubungan yang hangat dan konstruktif untuk
keberhasilan belajar.

Glasser membedakan pertemuan kelas menjadi 3, yaitu:


1. Tipe pertemuan pemecahan masalah sosial
2. Tipe pertemuan terbuka
3. Tipe pertemuan terarah terbuka
Glasser berpendapat kegagalan sekolah bukan dibidang
akademik, tetapi didalam menciptakan hubungan yang
hangat dan konstruktif untuk keberhasilan belajar.

Glasser membedakan pertemuan kelas menjadi 3, yaitu:


1. Tipe pertemuan pemecahan masalah sosial
2. Tipe pertemuan terbuka
3. Tipe pertemuan terarah terbuka
Pada model pertemuan kelas yang terarah terbuka. Tahap-
tahap yang harus dilalui, yaitu :
1. Menciptakan iklim yang mengundang keterlibatan
2. Menyajikan masalah untuk diskusi
3. Mengembangkan pertimbangan nilai pribadi
4. Mengidentifikasi alternative tindakan
5. Merumuskan kesepakatan
6. Perilaku tindak lanjut.
Pendekatan Modifikasi Perilaku adalah cara
mengajar yang bertujuan mengusahakan
terjadinya perilaku siswa

Ciri dari pendekatan perilaku adalah adanya


kecenderungan memecah tugas belajar,
menjadi sejumlah perilaku yang kecil
(langkah-langkah kecil) dan berurutan.
Pendekatan ekspositori adalah pendekatan yang
menekankan pada pengolahan materi pelajaran yang
telah jadi atau siap disampaikan kepada siswa.

Pendekatan ini lebih menekankan pada kegiatan


guru sebagai penyampai materi pelajaran,
membimbing, dan mengarahkan kegiatan siswa
serta mendukung dan memperkuat informasi agar
dipelajari siswa
Jenis komunikasi pada pendekatan ini termasuk
komunikasi satu arah, yaitu dari guru ke siswa tidak
ada feedback
Salah satu bentuk metode mengajar yang
berlandaskan pendekatan ekspositori adalah
metode ceramah

Langkah-langkah dalam melaksanakan metode


ceramah adalah sebagai berikut :
1. Melakukan kegiatan pendahuluan
2. Menyajikan bahan pelajaran
3. Menutup pelajaran dengan kegiatan
Sardjiyo, dkk. Pendidikan IPS di SD.
Universitas Terbuka, 2014.