Anda di halaman 1dari 13

FISIOLOGI MENSTRUASI DAN Nia Sabrina Purnamasari

NOCTURNAL EMISSION 1510211115


DEFINISI MENSTRUASI
Adanya pendarahan yang keluar dari uterus, yang berlangsung selama 3-7 hari
dengan rentang waktu 28 hari
Kejadian ini berlangsung berulang atau periodik sehingga disebut siklus menstruasi
Dalam siklus menstruasi terjadi perubahan pada organ reproduksi wanita yaitu pada
folikel ovarium (ovarian cycle) dan dinding endometrium (uterine cycle)
OVARIAN CYCLE
 Dibagi menjadi 3 tahap
1. Fase folikular  perkembangan folikel pada ovarium. Terjadi selama 10 – 3
minggu
2. Ovulasi  keluarnya oosit dari folikel
3. Fase luteal  disebut juga fase post ovulary, folikel berubah menjadi corpus
luteum
UTERINE CYCLE
1. Menses  bleeding from uterus
2. Proliferative  add new layers of endometrium for preparing pregnancy
3. Sekretorius 
FASE FOLIKULAR
EARLY
• Terjadi pada hari pertama menstruasi
• Sel granulosa dan sel theca sudah mulai
terbentuk
• Sel granulosa memproduksi AMH  mencegah
folikel primer yang lain untuk berkembang
• Sel theca memproduksi androgen  diubah
oleh enzim aromatase granulosa menjadi
estrogen  perlahan kadar estrogen meningkat
 feedback negatif FSH dan LH
• Efek estrogen pada uterus  sel-sel
endometrium mulai prolierasi sehingga mulai
terjadi penebalan
FASE FOLIKULAR
MID TO LATE
(PREOVULASI)
• Folikel mulai membesar dan sudah mulai
terbentuk antrum (berisi enzim dan hormon untuk
ovulasi)
• Pada fase ini beberapa folikel yg tidak
berkembang akan mengalami atresia
• Preovulasi  kadar estrogen meningkat drastis
 GnRh surge  FSH & LH surge (LH>FSH)
• Uterus  ketebalannya bertambah sebesar 3-4
mm, untuk persiapan kemungkinan teradi
kehamilan. Sesaat sebelum ovulasi glands
serviks memproduksi mukus yang tipis untuk
memfasilitasi sperma untuk masuk
OVULASI
• Terjadi setelah peningkatan LH selama 16-24
jam.
• Folikel matur sekresi enzim kolagenase 
degradasi kolagen yang mengelilingi epitel.
Kejadian ini akan menimbulkan reaksi inflamasi
 merangsang leukosit mengeluarkan PG 
membran folikel ruptur  cairan di antrum
keluar diikuti ole sel telur yang nantinya akan
masuk ke dalam tuba falopii untuk dibuahi atau
mati
• Dengan pengaruh LH, folikel yg sudah kosong
tadi akan membentuk sel luteal. Ditandai
dengan migrasi sel theca ke bagian antrum dan
bergabung dengan sel granulosa prosesnya
disebut luteinisasi
FASE LUTEAL
EARLY TO MID
• Pada fase ini sekresi progesterone mulai
meningkat diikuti dengan sekresi estrogen
dengan kadar yg lebih sedikit
• Karena kedua kadar hormon meningkat,
memiliki efek negatif terhadap HPO aksis 
kadar FSH dan LH menurun
• Di fase ini, uterus terus mempersiapkan
endometrium untuk proses kehamilan  struktur
berubah menjadi sekretori ( kelenjar
endometrium mulai bergulung gulung)
• Endometrium mulai menyimpan lemak dan
glikoprotein  untuk persiapan nutrisi pada
kehamilan
• Suhu tubuh pada fase ini meningkat sedikit 
pengaruh hormon progesterone  merubah
setpoint pada hipotalamus
FASE LUTEAL
LATE
• Masa hidup korpus luteum kurang lebih hanya
12 hari
• Jika tidak ada kehamilan, korpus luteum akan
mati dan berubah menjadi korpus albikans
• Efek dari korpus luteum yg degradasi 
penurunan hormon estrogen dan progesteron
• Uterus  karena tidak ada nutrisi dan supply
darah menyebabkan permukaan sel mati
• 2 hari setelah korpus luteum mati 
endometrium meluruh dan terjadilah menstruasi
SKEMA SIKLUS MENSTRUASI
NOCTURNAL EMISSION
Usually called wet dreams
Wet dream is when you ejaculate while you're asleep
Ejaculate means to release semen (the fluid that contains sperm) from your penis
Usually happens while you're having a dream about sex
On puberty, it happens when male reproductive system has producing testosterone
hormone it means that your body has producing gametes or sperm
Divided into 3 phases :
Erection
Emission
Ejaculation
NOCTURNAL EMISSION
NOCTURNAL EMISSION