Anda di halaman 1dari 26

PERDARAHAN ANTE PARTUM

Oleh :
Desta Fransisca

Kepaniteraan Klinik SMF Kesehatan perempuan


Fakultas Kedokteran- RSUD dr. Doris Sylvanus
Universitas Palangkaraya
2017
Definisi
• Perdarahan Ante Partum (PAP) 
Hemorrage Ante Partum (HAP)
• Perdarahan dari jalan lahir setelah usia
kehamilan 28 minggu
Etiologi
• Plasenta Previa
• Vasa Previa
• Solusio Plasenta
• Ruptur Uteri
PLASENTA PREVIA
• Implementasi plasenta pada segmen bawah
rahim baik menutupi seluruh ataupun
sebagian dari ostium uteri internum
– Plasenta previa totalis / komplit
– Plasena previa parsialis
– Plasenta previa marginalis
– Plasenta letak rendah
Etiologi
• Idiopatik
• Plasenta besar
• Cacat Rahim
• Hipoksemia
Patofisiologi
• Plasenta yang melekat pada segmen bawah rahim tidak
dapat mengikuti pembukaan serviks dan peregangan
segmen bawah rahim yang semakin membesar sesuai
dengan pertambahan usia kehamilan
• Segmen bawah rahim dan serviks tidak cukup kuat
berkontraksi  perdarahan
• Makin rendah letak plasenta  perdarahan makin dini
• Segmen bawah rahim yang tipis sehingga plasenta melekat
lebih kuat
Gambaran Klinik
• Perdarahan tanpa nyeri
• Perdarahan berulang sebelum partus
• Perdarahan banyak
• Darah segar
• Pemeriksaan Dalam : teraba jaringan
plasenta
• Robekan selaput marginal
Komplikasi
• Anemia
• Syok Hemoragik
• Retensio Plasenta
• Kelainan posisi janin
Diagnosis
• VT
• Double set-up examination (DSU)
Tatalaksana
• Edukasi
• Konservatif Observasi Perdarahan
• Seksio sesarea jika usia kehamilan cukup
• Pertimbangkan transfusi jika terdapat
penurunan Hb
VASA PREVIA
• Pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi
dengan vilamentosa selaput ketuban dan
melewati ostium uteri internum untuk
sampai ke dalam insersinya ke pusat.
• Penyebabnya tidak diketahui jelas
Diagnosis
• VT  Teraba pembuluh darah pada selaput
ketuban
• Perdarahan diikuti DJJ yang tidak beraturan
• Diselerasi atau bradikardi bila perdarahan
setelah selaput ketuban pecah
TATALAKSANA
• Tergantung maturitas janin
– Ragu maturitas  Umur kehamilan, ukuran
janin, maturitas paru  USG
– Maturitas cukup  SC segera, IUFD 
Persalinan pervaginam.
SOLUSIO PLASENTA
• Terlepasnya sebagian atau selruh
permukaan maternal plasenta dari tempat
implatasinya yang normal pada lapisan
desidua endometrium sebelum waktu yakni
sebelum anak lahir.
Klasifikasi
• Ruptur sinus marginalis
• Solusio plasenta parsialis
• Solusio plasenta totalis
Etiologi
• Sebab primer : tidak diketahui
• Resiko tinggi :
– Riwayat solusio
– Kelainan rahim
– Trauma tumpul abdomen
– Kelainan pembekuan darah
Gambaran klinis
• Solusio plasenta ringan
– Luas plasenta lepas <25% (1/6 bagian)
– Darah <250ml
– Nyeri perut ringan
– TTV, KU ibu dan janin baik
Gambaran klinis
• Solusio plasenta Sedang
– Luas plasenta lepas >25% (<50% bagian)
– Darah >250ml (<1000ml)  pasien anemis
– Nyeri perut terus menerus
– Gawat janin (+)
– Tanda syok muncul
Gambaran klinis
• Solusio plasenta berat
– Luas plasenta lepas >50%
– Darah ≥1000ml
– Perdarahan berwarna hitam
– Nyeri perut hebat, defans muskular (+)
– DJJ (-)
– KU buruk disertai syok
Komplikasi
• Anemia
• Syok hipovolemik
• gagal ginjal
• Sindrom seehan
• Kelahiran premature
• Kematian janin
• Kematian perinatal
TATALAKSANA
• Pertimbangakan transfusi darah
• Perdarahan hebat  syok pada ibu
– bukaan lengkap  ekstraksi vakum
– Bukaan belum lengkap  SC
• Perdarahan ringan  syok (-)
– DJJ normal  SC
– DJJ (-), TTV ibu normal  persalinan pervaginam
– DJJ (-), TTV ibu bermasalah  pecahkan ketuban :
• Kontraksi jelek  Oksitosin
• Serviks tebal, kenyal dan tertutup  SC
– DJJ abnormal  segera persalinan pervaginam  tidak bisa  SC
TERIMA KASIH