Anda di halaman 1dari 12

Bioremediasi Lahan

akibat Limbah Minyak


Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya
Bioremediasi
Penggunaan mikroorganisme Biotransformasi : mikroorganisme
untuk mengurangi polutan di memodifikasi polutan beracun dengan
lingkungan. mengubah struktur kimia polutan

Biodegradasi : polutan beracun terdegradasi,


strukturnya menjadi tidak kompleks, dan
akhirnya menjadi metabolit yang tidak
berbahaya dan tidak beracun.
Biostimulasi : Nutrien dan oksigen, dalam
bentuk cair atau gas, ditambahkan ke dalam
air atau tanah yang tercemar untuk
memperkuat pertumbuhan dan aktivitas
bakteri remediasi yang telah ada di dalam air
atau tanah tersebut.

Jenis-jenis Bioaugmentasi : Menambahkan


mikroorganisme yang dapat membantu
membersihkan kontaminan tertentu ke dalam
air atau tanah yang tercemar.

Bioremediasi Intrinsik : terjadi secara alami


di dalam air atau tanah yang tercemar.
1. pH
Penyesuaian pH dapat mengubah
kelarutan, bioavailabilitas, bentuk
senyawa kimia polutan, dan makro &
mikro nutrien.

Faktor
1. Kadar H2O dan karakter geologi
Nilai aktivitas air dibutuhkan utk
pertumbuhan mikroba berkisar 0.9-1.0,
umumnya kadar air 50-60%.
Bioremediasi lebih berhasil pada tanah
Lingkungan
yang poros.

1. Nutrisi
Untuk hidrokarbon ditambah nitrogen &
fosfor, dapat pula dgn makro & mikro
nutrisi yang lain.
Bioremediasi Lahan ● Kontaminan anorganik tidak akan terurai,
tetapi dapat diimobilisasi.
● Jika senyawa organik mudah menguap
Tanah yang terkontaminasi dicampur dengan (VOC) dan senyawa organik semi-volatile
amandemen tanah seperti agen penggembur (SVOCs) ada, maka kontrol gas (emisi
tanah dan nutrisi, dan kemudian digali ke bumi. udara) mungkin diperlukan.
Bahan ini secara berkala digarap untuk aerasi. ● Pengendalian debu merupakan
Kontaminan terdegradasi, ditransformasikan, pertimbangan penting, terutama selama
dan diimobilisasikan oleh proses mikrobiologis operasi pemboran/penggalian.
dan oleh oksidasi. ● Menggabungkan tanah yang
terkontaminasi ke dalam tanah yang tidak
terkontaminasi, menciptakan volume
material terkontaminasi yang lebih besar.
● Kedalaman treatment terbatas pada
kedalaman tilling dicapai (biasanya 18
inci).
Study Case
Bioremediasi
Intrinsik Tumpahan
Minyak Mentah di
Bemidji, Minnesota
Tahun 1983 → peneliti USGS menemukan
bahwa meskipun tumpahan minyak
mentah awalnya menyebar pada jarak
pendek, mikroorganisme asli pada tanah
yang mampu menurunkan kadar minyak
telah mencegah penyebaran kontaminasi
air tanah, tanpa campur tangan manusia.

Beberapa tahun kemudian, walaupun


sebagian tumpahan minyak bergerak 200
m dari titik awal dan searah dengan aliran
air tanah, dan sebagian uap minyak
bergerak 100 m ke lapisan tanah atasnya,
pemantauan USGS menunjukkan tidak
ada peningkatan kontaminan sejak 1987
Situs tumpahan minyak Bemidji, yang mengumpahkan 100.000 galon → akibat bioremediasi intrisik.
minyak pada tahun 1979. Courtesy USGS
Tiga bukti terjadinya bioremediasi intrinsik yang
menahan kontaminasi minyak mentah:

Studi Pemodelan Aktivitas anaerob Degradasi aerob


menunjukkan bahwa bila ditunjukkan oleh peningkatan konsentrasi komponen minyak
minyak tersebut tidak konsentrasi Fe2+ dan CH4 yang mentah benzena dan
biodegradable, tumpahan signifikan pada titik di mana etilbenzena relatif stabil di
minyak dapat menyebar 500- tidak ada oksigen - bukti bagian anaerob, tapi menurun
1200 m dari titik awal peningkatan aktivitas oleh drastis di tepi luar gumpalan
organisme anaerobik yang minyak karena terjadi
mampu mendegradasi pencampuran dengan air
komponen minyak mentah beroksigen → memungkinkan
tertentu, seperti toluena. degradasi aerobik terjadi.
FIGURE 2-3 Konsentrasi komponen
minyak mentah pada berbagai jarak
dari titik pusat tumpahan Bemidji,
Minnesota, 1987.
Perhatikan bahwa konsentrasi kontaminan sangat
tinggi di dekat pusat gumpalan, tetapi turun secara
drastis dalam jarak 100 m. Dengan demikian,
bioremediasi intrinsik secara efektif telah membatasi
kontaminasi di situs ini ke wilayah sekitarnya.
SOURCE: Baedecker et al. (in press), reprinted with
permission.
Kasus pada situs ini menunjukkan
bahwa, dalam pengaturan hidrologi di
mana tingkat bioremediasi intrinsik
relatif lebih cepat terhadap tingkat
transportasi hidrologi, mikroba dapat
secara efektif membatasi penyebaran
kontaminan ke sekitar sumber
tumpahan tanpa intervensi manusia
lebih lanjut.
Namun, penting bagi situs tersebut
untuk memiliki rencana pemantauan
jangka panjang yang terperinci untuk
memastikan bahwa kontaminasi itu
memang terkandung.

Solusi Di beberapa situs, tingkat transportasi


hidrologi melebihi tingkat
bioremediasi intrinsik, dan langkah-
langkah rekayasa tambahan untuk
menahan atau menghilangkan
kontaminasi akan diperlukan.