Anda di halaman 1dari 11

H.Ade Muhlis S.Kep.

,Ners
MRI
 Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah suatu metode
diagnostik yang menggunakan medan magnet dan energi
gelombang radio untuk memindai gambar organ dan
struktur dalam tubuh manusia. Dalam banyak kasus, MRI
dapat memberikan informasi mengenai struktur dalam
tubuh pasien secara lebih terpadu daripada sinar-X, USG,
ataupun CT-scan.
 MRI tidak menggunakan sinar-X. Ini adalah alat diagnostik
yang tidak menimbulkan rasa nyeri, non-invasif, berdaya
tinggi dan sensitif, serta diketahui tidak memiliki efek
samping atau setelahnya.
 Alat ini digunakan untuk mendiagnosis dan mengevaluasi
berbagai kondisi medis yang mempengaruhi jaringan
halus.
Jenis dan cara kerja MRI
MRI merupakan teknik yang digunakan dalam bidang
kedokteran untuk memindai organ dalam tubuh
secara rinci. Mesin MRI yang digunakan memiliki
panjang berkisar antara 1,5 – 2,5 meter. Proses
pemindaian dilakukan dengan menempatkan
sebagian atau seluruh tubuh pasien dalam mesin MRI.
Hingga saat ini ada dua jenis mesin MRI, yaitu MRI
terbuka dan MRI tertutup. Dalam mesin MRI tertutup,
tubuh pasien berada dalam mesin atau tabung MRI
saat dipindai dan memiliki lebar sekitar 60 cm.
Indikasi tes MRI
Tes MRI dilakukan karena berbagai alasan, seperti
tumor, pendarahan, cedera, penyakit pembuluh darah,
atau infeksi.
MRI juga dilakukan untuk memberikan informasi
lebih lanjut tentang masalah yang tak dapat terlihat
dengan menggunakan sinar-X, USG, ataupun CT-scan.
Secara garis besar.
Tes MRI dapat digunakan untuk memeriksa
seluruh organ dalam tubuh manusia

1.Kepala. MRI dapat mendiagnosis tumor otak, aneurisma,
pendarahan di otak, cedera saraf, dan masalah lainnya
seperti kerusakan yang disebabkan oleh stroke. MRI juga
dapat menemukan masalah dari mata dan saraf optik,
telinga, dan saraf pendengaran.

2.Dada. MRI dapat memindai jantung, katup, dan


pembuluh darah koroner. Hal ini dilakukan untuk
memeriksa apakah terdapat kerusakan pada organ jantung
atau paru-paru. MRI juga dapat digunakan untuk
memeriksa kanker pada payudara dan paru-paru.
Lanjutan
 3.Pembuluh darah. Pengunaan MRI untuk memeriksa pembuluh
darah dan aliran darah disebut dengan magnetic resonance
angiography (MRA). Pemeriksaan ini bertujuan untuk
menemukan masalah pada arteri dan vena seperti, aneurisma,
penyumbatan pembuluh darah, sayatan pembuluh darah
(diseksi).
4.Perut dan panggul. MRI dapat digunakan untuk memeriksa
masalah tulang dan sendi seperti artritis, masalah dengan sendi
temporomandibular, masalah sumsum tulang, tumor pada
tulang atau tulang rawan, sayatan ligamen atau tendon, dan
infeksi. MRI juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah
ada kerusakan tulang jika ternyata pemindaian dengan sinar-X
tidak menghasilkan data yang akurat.
lanjutan
 5.Tulang belakang. MRI dapat mendignosis cakram
dan saraf tulang belakang untuk kondisi seperti
stenosis tulang belakang, tonjolan disk, dan tumor
tulang belakang. Biasanya ahli bedah saraf
menggunakan MRI tidak hanya untuk mendefinisikan
anatomi otak, tetapi dalam mengevaluasi integritas
sumsum tulang belakang setelah trauma.
Kelebihan
Salah satu kelebihan MRI adalah, menurut pengetahuan pengobatan
masa kini, tidak berbahaya kepada orang yang sakit. Dibandingkan
dengan CT scans "computed axial tomography" yang menggunakan
aksial tomografi berkomputer yang melibatkan dosis radiasi tertentu,
MRI hanya menggunakan medan magnet kuat dan pancarannya tidak
mengion dalam jalur frekuensi radio.
Perlu diketahui bahwa pasien yang membawa benda asing logam
(seperti serpihan peluru) atau implant tertanam (seperti tulang
Titanium buatan, atau pacemaker) tidak boleh dipindai di dalam
mesin MRI, disebabkan penggunaan medan megnet yang kuat.


Contoh hasil MRI Kepala
Sekian
 Terima kasih