Anda di halaman 1dari 16

GANGGUAN LIMFA DAN

KELENJAR LIMFA

OLEH:
NUR RAHMI HIDAYATI, S.FARM., APT.
Limfangitis
 Merupakan infeksi dan peradangan pembuluh limfa.

 Penyebab:
 Peningkatan jumlah limfosit makrofag jinak selama
reaksi terhadap antigen.
 Infiltrasi oleh sel radang pada infeksi yang menyerang
kelenjar limfe.
 Proliferasi in situ dari limfosit maligna atau makrofag.
 Infiltrasi kelenjar oleh sel ganas metastatik.
 Infiltrasi kelenjar limfe oleh makrofag yang mengandung
metabolit dalam penyakit cadangan lipid.
Gejala:

 Gejala karakteristik : lebar, garis-garis merah memanjang


dari tempat infeksi ke ketiak atau pangkal paha.
 Daerah yang terkena merah, bengkak, dan nyeri.
 Infeksi bakteri menyebabkan demam (38o-40oC).
 Muncul gejala sistemik seperti rasa sakit , nyeri otot, sakit
kepala, menggigil, dan hilangnya nafsu makan dapat
dirasakan.
 Kelenjar limfoma cenderung teraba kenyal, seperti karet,
saling berhubungan, dan tanpa nyeri.
 Kelenjar pada karsinoma metastatik biasanya keras, dan
terfiksasi pada jaringan dibawahnya.
 Pada infeksi akut teraba lunak, membengkak secara
asimetrik, dan saling berhubungan, serta kulit di atasnya
tampak erimatosa.
Limfadenitis
 Merupakan peradangan kelenjar limfa yang terletak dalam
rangkaian pembuluh limfa.

 Penyebab:
◦ Secara umum disebabkan oleh infeksi dari berbagai
organisme yaitu bakteri, virus, protozoa, riketsia atau
jamur. Secara khusus penyebaran ke kelenjar getah bening
terjadi melalui infeksi kulit, telinga, hidung atau mata,
yaitu:
 Limfadenitis submandibuler, disebabkan adanya sakit gigi
atau karies dentis atau pula infeksi stomatitis yang
menimbulkan adanya pembesaran kelenjar getah bening
mandibuler.
 Limfadenitis daerah aksila disebabkan adanya infeksi pada
telapak tangan.
 Limfadenitis dan inguinal, Paronichya di ibu jari kaki atau
infeksi di kaki bagian bawah yang sering membuat rasa nyeri
untuk berjalan.
Gejala:

 Pembesaran pada kelenjar getah bening yang terserang


infeksi dan jika diraba terasa lunak.
 Terdapat nyeri tekan.
 Selain itu gejala klinis yang timbul adalah demam dan
tanda radang.
 Kulit di atasnya terlihat merah dan terasa hangat,
pembengkakan ini akan menyerupai daging tumbuh atau
biasa disebut dengan tumor.
Limfedema
 Merupakan pembengkakan yang disebabkan oleh gangguan
pengaliran cairan getah bening kembali kedalam darah.

 Pada umumnya dikenal dua bentuk limfaedema, yakni yang


kongenital dan yang didapat.

 Limfedema kongenital merupakan suatu kelainan bawaan yang


terjadi akibat tidak terbentuknya atau terlalu sedikitnya
pembuluh getah bening, sehingga tidak dapat mngendalikan
seluruh getah bening.

 Kelainan ini hampir seluruhnya mengenai tungkai dan batang


pada lengan. Kelainan ini lebih sering terjadi pada anak
perempuan .

 Kasus yang lebih banyak ditemukan adalah limfadema sekunder /


yang didapat.
Penyebab Limfadema sekunder / yang didapat

 Pembentukan jaringan parut karena infeksi berulang pada


pembuluh getah bening, sehingga terjadi gangguan aliran
cairan getah bening. Contohnya pada infeksi parasit tropis
filaria yang menyebabkan kaki gajah (filariasis). Selain itu
kumpulan cacing dewasa yang terjadi pada infeksi itu juga
menyebabkan penyumbatan pembuluh dan kelenjar limfe.

 Trauma bedah dan radiasi terutama setelah pengobatan


kanker. Contohnya pada kanker payudara di mana bisa
terjadi penyebaran sel sel kanker ke pumbuluh getah
bening dan kelenjar getah bening sehingga harus diangkat
atau di sinari dengan radiasi. Bila hal ini terjadi maka bisa
terjadi gangguan pada aliran limfe sehingga menimbulkan
penumpukan cairan (edema / bengkak).
Penyebab Limfadema sekunder / yang didapat

 Trauma akibat lainnya misalnya kecelakaan.

 Peradangan atau infeksi yang lain. Peradangan pada sistem


limfatik biasanya dimulai dengan sellitis (infeksi jaringan
bawah kulit) atau limfangitis (radang saluran limfe) yang
berulang. Dapat terjadi dengan atau suhu yang meningkat,
seringkali terlihat bercak merah yang makin melebar,
akhirnya sebagian tungkai akan bengkak dan merah, panas
serta perih. Kelenjar limfe di bagian proksimalnya juga
akan ikut bengkak dan nyeri pada perabaan.

 Bisa juga akibat penyakit lain, seperti gagal jantung,


sirosis hati, atau gagal ginjal, yang menyebabkan
kapasitas sistem limfe relatif tidak mencukupi beban limfe
yang berlebihan.
ELEFENTIASIS
 Elephantiasis/filariasis merupakan suatu infeksi parasit
yang menyerang pembuluh limfe, sehingga terjadi
pembesaran satu atau lebih anggota gerak yang
diserangnya.

 Filariasis: penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi


cacing filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk.

 Filariasis : suatu infeksi sistemik yang disebabkan oleh


cacing filaria yang cacing dewasa nya hidup dalam saluran
limfe dan kelenjar limfe manusia dan ditularkan oleh
serangga secara biologis.
 Elephantiasis: suatu pembesaran yang mencolok dari
anggota gerak, dada dan alat genetalia yang merupakan
respon imunopatologis terhadap infeksi filaria yang
berlangsung lama oleh wuchereria atau brugia.

 Filariasis adalah penyakit menular ( Penyakit Kaki Gajah )


yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh
berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun (
kronis ) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat
menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki,
lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki.
Penyebab:
 Filariasis disebabkan oleh infestasi satu atau lebih cacing
jenis filaria, yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan
Brugia timori.
1. Wuchereria bancrofti.
Parasit ini ditularkan oleh nyamuk Culex
quinquefasciatus di daerah perkotaan dan nyamuk
Anopheles serta nyamuk Aedes sebagai vector di daerah
pedesaan.
2. Brugia malayi dan Brugia timori
Brugia malayi yang hidup pada manusia ditularkan oleh
nyamuk Anopheles barbirostris. Brugia malayi yang
hidup pada manusia dan hewan ditularkan oleh nyamuk
mansonis. Brugia timori ditularkan oleh nyamuk
Anopheles barbirostris.
Gejala klinis Filariais Akut:
 Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, Demam dapat hilang
bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat.

 Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah


lipatan paha.

 Ketiak tampak kemerahan, panas dan sakit.

 Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan


sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah
ujung (retrograde lymphangitis).

 Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar


getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah.

 Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat


agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema) dan
sifatnya menetap.
1. Wuchereria bancrofti
◦ Perjalanan penyakit filaria limfatik dapat dibagi dalam 3
stadium, yaitu: stadium tanpa gejala, stadium akut yang
ditandai dengan peradangan pada saluran dan kelenjar
limfe berupa limfadenitis, limfangitis retrograde, khusus
pria dapat ditemukan funikulitis, epididimitis, orkitis dan
stadium menahun yang ditandai dengan gejala yang
sering dijumpai yaitu hidrokel, limfedema, dan
elevantiasis.

2. Brugia malayi dan Brugia timori


◦ Keduanya menampakan gejala klinis yang sama.
Stadium akut ditandai dengan demam, peradangan
saluran dan kelenjar limfe yang berulang, limfangitis
retrograd, tetapi tidak pernah mengenai system limfe
alat kelamin.
Penyakit Hodgkin
 Adalah sejenis limfoma/ kanker dalam sistem limfatik; yang
menyebabkan sel-sel dalam sistem limfatik mereproduksi
abnormal, sehingga tubuh kurang mampu melawan infeksi.

 Penyakit Hodgkin (Limfoma Hodgkin) adalah suatu jenis


limfoma yang dibedakan berdasarkan jenis sel kanker tertentu
yang disebut sel Reed-Steinberg, yang memiliki tampilan yang
khas dibawah mikroskop.

 Sel Reed-Steinberg memiliki limfositosis besar yang ganas


yang lebih besar dari satu inti sel. Sel-sel tersebut dapat
dilihat pada biopsi yang diambil dari jaringan kelenjar getah
bening, yang kemudian diperiksa dibawah mikroskop.
Penyebab

 Penyebab pasti limfoma Hodgkin masih belum diketahui.


 Namun, orang yang mengidap penyakit ini atau yang
sudah mengalami remisi memperlihatkan mengalami
penurunan imunitas yang diperantarai oleh sel T.
 Pada kelompok kasus tertentu, virus dari kelompok herpes,
ikut berperan.
 Mungkin terdapat kecenderungan genetic untuk mengidap
penyakit ini.
 Diperkirakan aktivasi gen abnormal tertentu mempunyai
peran dalam timbulnya semua jenis kanker, termasuk
limfoma.
 Penyebabnya tidak diketahui, walaupun beberapa ahli
menduga bahwa penyebabnya adalah virus, seperti virus
Epstein Barr dan penyakit ini tampaknya tidak menular.
Gejala:

1. Demam dan menggigil.


2. Pembengkakan yang tidak sakit pada kelenjar getah
bening di leher, ketiak atau selangkangan.
3. Penurunan berat badan sebanyak 10% atau lebih dari
berat badan.
4. Kelelahan secara persisten.
5. Gatal.
6. Nyeri dada, batuk atau kesulitan bernapas.
7. Meningkatkan kepekaan terhadap efek dari alkohol atau
nyeri pada kelenjar getah bening setelah minum alkohol.
8. Berkeringat pada malam hari.
9. Kehilangan nafsu makan.