Anda di halaman 1dari 3

3.

Prosedur Permintaan, Penerimaan, dan


Penyerahan Visum et Repertum
• Dalam pengadaan VeR, yang berwenang untuk memintanya adalah
Penyidik dan Penyidik Pembantu Polri.
• Yang berwenang dalam membuat VeR atas permintaan penyidik
adalah dokter forensik atau dokter rumah sakit, dimana keterangan
yang diberikan oleh dokter forensik nantinya disebut sebagai
keterangan ahli dan keterangan dari dokter bukan ahli forensik
disebut sebagai ketererangan saja.
• Ada 8 hal yang harus diperhatikan saat pihak berwenang meminta
dokter untuk membuat VeR korban hidup, yaitu:
1. Harus tertulis, tidak boleh secara lisan.
2. Langsung menyerahkannya kepada dokter, tidak boleh dititip
melalui korban atau keluarganya. Juga tidak boleh melalui jasa pos.
3. Bukan kejadian yang sudah lewat sebab termasuk rahasia jabatan
dokter.
4. Ada alasan mengapa korban dibawa kepada dokter.
5. Ada identitas korban.
6. Ada identitas pemintanya.
7. Mencantumkan tanggal permintaan.
8. Korban diantar oleh polisi atau jaksa.
• Ada 8 hal yang harus diperhatikan saat pihak berwenang meminta
dokter untuk membuat VeR jenazah, yaitu:
1. Harus tertulis, tidak boleh secara lisan.
2. Harus sedini mungkin.
3. Tidak bisa permintaannya hanya untuk pemeriksaan luar.
4. Ada keterangan terjadinya kejahatan.
5. Memberikan label dan segel pada salah satu ibu jari kaki.
6. Ada identitas pemintanya.
7. Mencantumkan tanggal permintaan.
8. Korban diantar oleh polisi.