Anda di halaman 1dari 14

DISKUSI BIOETIK

PEMBIMBING:
Komisi Etik FK Unsoed

NAMA KELOMPOK:
• Rizki Rijatullah
• Filliana Savitri
• Rizki Annisa Yuni
• Bella Jovita Darmayan
Dimana dokter
spesialis?
✢ Isu etik berhubungan erat antara dokter dan pasien.
Kondisi di Rumah Sakit sering membuat dilema bagi
beberapa dokter terutama dokter dengan ilmu
spesialistik. Dokter spesialis yang bekerja seperti di RS
Margono memiliki jam kerja yang padat, di tambah lagi
bila bekerja di rumah sakit lain bahkan praktik
kesehatan.
✢ Rutinitas sehari-harinya berupa visit pasien, pelayanan
di poliklinik, maupun pelayanan di klinik/Rumah Sakit
lain, bahkan saat malam masih harus menjawab
konsulan pasien dari IGD. Di satu sisi, kebutuhan
masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang
holistik dan komprehensif harus tetap diperhatikan. 2
Dimana dokter
spesialis?
✢ Dokter yang jaga UGD baik di dalam maupun di luar
hari dan jam kerja, umumnya dibekali suatu kompetensi
kegawatdaruratan yang baik. Tentu kompetensi ini ada
batasannya. Kompetensi tersebut juga secara umum
terbagi dua dalam penerapannya, yaitu kompetensi
penilaian terhadap kasus dan kompetensi melakukan
tindakan kegawatdaruratan. Kedua jenis kompetensi ini
memiliki batasannya pada kewenangan klinis dokter
jaga UGD.

3
Dimana dokter
spesialis?
✢ Pada kasus yang memiliki profil klinis di luar
kompetensi penilaian terhadap suatu kasus, dokter jaga
UGD umumnya akan menelepon dokter spesialis yang
relevan dan kompeten terhadap kasus tersebut. Dokter
jaga meminta saran, pendapat, dan instruksi medis dari
dokter spesialis yang lebih kompeten. Namun ada satu
catatan bahwa dokter spesialis yang menjawab
belumlah tentu yang terjadwal berdinas jaga pada
malam/hari libur itu. Alasan teknisnya adalah dokter
jaga sulit menghubungi dokter spesialis yang terjadwal
jaga pada hari itu.

4
Dimana dokter
spesialis?
✢ Pada suatu ketika, banyak pasien yang datang ke IGD
saat tengah malam. Akan tetapi pada saat hari itu,
dokter yang berjaga hanya menerima satu konsulan
setiap di hubungi oleh koas. Sebab dokter tersebut
tidak menyukai konsulan pasien yang menumpuk. Oleh
karena itu koas tersebut belum melakukan terapi
lanjutan kepada pasien yang berikutnya karena pasien
yang pertama kali dikonsulkan belum ada jawaban
hingga keesokan harinya. Ternyata keesokan harinya
dokter tersebut sudah menjawab konsulan pasien
pertama, tetapi pasien tersbut sudah lebih dahulu
meninggal.
5
Autonomy
Autonomy
✢ Pasien seharusnya mendapatkan
pelayanan sesuai dengan kondisi
pasien.
✢ Apalagi pasien tersebut masuk ke

IGD yang berarti seharusnya lebih


mementingkan kondisi pasien
yang gawat dibandingkan hirarki
yang berlaku di wilayah tertentu
7
Autonomy
✢ Pasien seharusnya mendapatkan pelayanan
sesuai dengan kondisi pasien.
✢ Karena sudah dirujuk oleh dokter

umum seharusnya pasien langsung


ditangani oleh dokter spesialis.
Sedangkan dokter jaga IGD merupakan
dokter umum

8
Beneficence &
Non-maleficence
Beneficence & Non-
maleficence
✢ Seharusnya dokter harus profesional
dengan cepat dan benar pada saat yang
tepat sehingga tidak terjadi hal hal yang
tidak diingin kan
✢ Dengan langsung dirujuk ke spesialis,
human error dapat diminimalisir

10
Justice
Justice
✢ UU No. 36 Th 2009 tentang Kesehatan
Pasal 5 (1): Setiap orang mempunyai
hak yang sama dalam memperoleh
akses atas sumber daya di bidang
kesehatan  kondisi pasien yang lebih
gawat dinomor dua kan karena hirarki
yang berlaku

12
Solusi!
Mengubah hirarki yang berlaku
Meningkatkan profesionalitas sebagai dokter
Penambahan sumber daya dokter spesialis

13
Terima kasih

14