Anda di halaman 1dari 9

PRAKTIK KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


STIKes HANG TUAH PEKANBARU
TAHUN AJARAN 2018/2019

Asuhan Keperawatan
Fraktur Tibia
ESTRI MAILINDA
18091016
Definisi
Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan
tulang rawan yang umumnya disebabkan oleh trauma
(Sjamsuhidajat, 2005).
Fraktur Tibia adalah fraktur yang terjadi pada bagian tibia
sebelah kanan maupun kiri akibat pukulan benda keras atau jatuh
yang bertumpu pada kaki. Fraktur ini sering terjadi pada anak- anak
dan wanita lanjut usia dengan tulang osteoporosis dan tulang lemah
yang tak mampu menahan energi akibat jatuh atau benturan benda
keras (Smeltzer, 2001).
Etiologi
Penyebab fraktur menurut Reksoprodjo (2010) antara lain:
1. Trauma langsung : benturan pada tulang secara langsung dan
mengakibatkan terjadi fraktur di tempat itu, seperti pada kecelakaan
lalu lintas, jatuh dari ketinggian, dan benturan benda keras oleh
kekuatan langsung.
2. Trauma tidak langsung : adanya beban yang berlebihan pad jaringan
tulang atau otot.
3. Fraktur patalogis disebabkan karena proses penyakit seperti
osteoporosis, kanker tulang dll.
4. Degenerasi Terjadi kemunduran patologis dari jaringan itu
sendiri/usia lanjut.
5. Spontan Terjadi tarikan otot yang sangat kuat seperti olah raga.
Manifestasi Klinis
1. Nyeri terus menerus dan bertambah beratnya sampai fragmen tulang
diimobilisasi.
2. Setelah terjadi fraktur, bagian-bagian tidak dapat digunakan dan cenderung
bergerak secara tidak alami (gerakan luar biasa).
3. Pada fraktur panjang, terjadi pemendekan tulang yang sebenarnya karena
kontraksi otot yang melekat diatas dan bawah tempat fraktur.
4. Saat ekstermitas diperiksa dengan tangan, teraba adanya derik tulang
dinamakan krepitus yang teraba akibat gesekan antara fragmen satu dengan
yang lainnya.
5. Pembengkakan dan perubahan warna lokal pada kulit terjadi sebagai akibat
trauma dan perdarahan yang mengikuti fraktur. Tanda ini bisa baru terjadi
setelah beberapa jam atau hari setelah cedera (Smeltzer, 2001)
Klasifikasi
1. Fraktur tertutup (closed), tidak terdapat hubungan antara fragmen
tulang dengan dunia luar, disebut dengan fraktur bersih (karena kulit
masih utuh) tanpa komplikasi.
2. Fraktur terbuka (open/compound fraktur), tulang yang patah
menembus otot dan kulit yang memungkinkan / potensial untuk terjadi
infeksi dimana kuman dari luar dapat masuk ke dalam luka sampai ke
tulang yang patah.
3. Patah tulang lengkap (Complete fraktur), patahan tulang terpisah satu
dengan yang lainya, atau garis fraktur melibatkan seluruh potongan
menyilang dari tulang dan fragmen tulang biasanya berubak tempat.
4. Patah tulang tidak lengkap (Incomplete fraktur), patahan tulang masih
ada hubungan sebagian. Salah satu sisi patah yang lainya biasanya
hanya bengkok yang sering disebut green stick.
Patofisiologi
Fraktur ganggguan pada tulang biasanya disebabkan oleh trauma gangguan
adanya gaya dalam tubuh, yaitu stress, gangguan fisik, gangguan metabolic,
patologik. Kemampuan otot mendukung tulang turun, baik yang terbuka
ataupun tertutup. Kerusakan pembuluh darah akan mengakibatkan pendarahan,
maka volume darah menurun. COP menurun maka terjadi perubahan perfusi
jaringan. Hematoma akan mengeksudasi plasma dan poliferasi menjadi odem
lokal maka penumpukan di dalam tubuh. Fraktur terbuka atau tertutup akan
mengenai serabut saraf yang dapat menimbulkan gangguan rasa nyaman nyeri.
Selain itu dapat mengenai tulang dan dapat terjadi revral vaskuler yang
menimbulkan nyeri gerak sehingga mobilitas fisik terganggau. Disamping itu
fraktur terbuka dapat mengenai jaringan lunak yang kemungkinan dapat terjadi
infeksi dan kerusakan jaringan lunak akan mengakibatkan kerusakan integritas
kulit.
Komplikasi
1. Komplikasi awal
 Kerusakan arteri
 Sindrom kompartemen
 Fat emboli sindrom (FES)
 Infeksi
 Nekrosis faskuler
 Syok

2. Komplikasi lanjut
 Delayed union
 Non-union
 Mal-union
Penatalaksanaan
1. Komplikasi awal
 Kerusakan arteri
 Sindrom kompartemen
 Fat emboli sindrom (FES)
 Infeksi
 Nekrosis faskuler
 Syok

2. Komplikasi lanjut
 Delayed union
 Non-union
 Mal-union
ASUHAN KEPERAWATAN