Anda di halaman 1dari 41

GANGGUAN

PERNAPASAN
PADA USIA LANJUT

GUSTI SUMARSIH S.Kp


Perubahan Fisiologis Paru dan
Sistem Pernapasan pada Proses Menua

• Berkurangnya efektifitas batuk


• Berkurangnya efektifitas fungsi silia
• ‘Ventilation-perfusion mismatcing’ yang
menyebabkan PaO2 menurun seiring
bertambahnya usia: 100 – (0,32 x umur)
• ↑ diameter trakea dan saluran napas utama
• Membesarnya duktus alveolaris akibat
berkurangnya elastisitas struktur penyangga
parenkim paru, menyebabkan ↓ area permukaan
Perubahan Fisiologis Paru dan
Sistem Pernapasan pada Proses Menua

• Penurunan massa jaringan paru, ekspansi


toraks
• Penurunan tekanan maksimum inspirasi dan
ekspirasi
• Berkurangnya kekuatan otot-otot pernapasan
• Kekakuan dinding dada, berkurangnya difusi CO
• Berkurangnya respons ventilasi akibat
hiperkapnia
Penyakit-penyakit yang berkaitan
dengan pernapasan
a. Peny. sal. napas Bronkitis kronik
Emfisema
Asma bronkial
Bronkiektasis
b. Peny.parenkim paru Pneumonia
Edema paru (CHF)
Aspirasi
Inhalasi gas
c. Gangguan hiper- Edema paru
permeabilitas ARDS
d. Trauma Trauma dada
Trauma leher I
& kepala
Penyakit-penyakit yang berkaitan
dengan pernapasan

e. Gangguan neuro- Poliomielitis


muskular Tetanus
Sindrom Gullian Barre
Paralisis diafragma
f. Obat Barbiturat
Narkotik
Sedatif
Obat relaksasi
g. Kelainan dinding Kifoskoliosis
dada Ankylosing spondilytis
h. Lain-lain Hipotermia
Gangguan pernapasan pd usila
Penyakit pernapasan/gangguan jalan nafas
pada usila = dewasa muda
Khusus : - insidensinya banyak
- keluhan & gejala tidak khas
- diagnosis & terapi sulit
Penyakit : PNEUMONIA
ASMA BRONKIAL & PPOK
PNEUMONIA
Epidemiologi Pneumonia & Faktor risiko kematian

Meta-analisis pada 127 studi,


33.148 pasien pneumonia

Kematian : • semua pasien 13,7 %


• usia lanjut 17,6 %
• panti rawat 30,8 %
• I C U 36,5 %

Niederman MS, ACCP Pulm Board Rev. 1998-99


Faktor Risiko Pneumonia Usila

 Aspirasi
 Imobilisasi
 Alkoholisme
 Malnutrisi
 Komorbiditas
Aspirasi pada Usila
 Terjadi sampai 24 % kasus
sebab : - Intoksikasi obat
- Gangguan motilitas esofagus
- Penyakit serebrovaskuler
- Keganasan
- Malnutrisi
 Faktor Pemberat :
- Penurunan refleks batuk
- Peningkatan kolonisasi kuman
di orofaring
 Kuman : Gram neg , S. pneumoniae,
S. aureus.
Imobilisasi pada Usila

 Umum terjadi karena :


 Keadaan sakit

 Ketidakmampuan

 Frekuensi pneumonia karena


imobilisasi = 10 %
Alkoholisme pada Usila

Efeknya :
 Menurunkan fungsi imun

 Mempengaruhi mekanisme

pembersihan respirasi.

Intoksikasi alkohol :
 kesadaran menurun

 kejang-kejang
Malnutrisi pada Usila
Sebab :
 menurunnya daya sensoris rasa

pengecapan
 berkurangnya ensim-ensim pencerna

 obat2 (reserpin, digoksin, anti tumor)


 penyakit kronis
 depresi
 sosial ekonomi rendah.
Riquelme (1996) : malnutrisi pada pneumonia
usila 86 %
Penyakit kronis :
 PPOK
 Penyakit jantung
 Gangguan neurologi
 Gagal ginjal
 Gagal hati
 Diabetes Melitus
 Penyakit gastro intestinal
 Keganasan
meningkatkan kejadian pneumonia usila
Faktor Risiko Pneumonia Usila di
RSCM

- Jenis kelamin laki-laki


- BMI rendah
- Hipoalbuminemia

Imanta, Setiati. 2003.


Masalah pneumonia pada usila
1. Gambaran klinik yang berbeda pada
umumnya  problem diagnosis
2. Morbiditas & mortalitas lebih tinggi
daripada dewasa muda.
3. Banyaknya faktor risiko pada
4. Problem terapi : • bgmn terapi yg adekuat

• efek poli farmasi


Keluhan Umum Pneumonia Usila

 anoreksia
 lemas
 jatuh
 konfusio/delirium
 perburukan penyakit kronis
 perubahan mental
 sakit kepala
 gangguan gastro intestinal.
Jenis pneumonia pada usila
1. Pneumonia yang didapat di masyarakat (komunitas)
2. Pneumonia yang didapat pada panti rawat
jangka panjang (LTCF acquired pneumonia)
3. Pneumonia nosokomial

Feldman C, Med.Clin North Am 2001; 85 : 1441-58


Karakteristik Pneumonia pada usila
Pneumonia Pneumonia yang didapat
pada fasilitas perawatan Pneumonia nosokomial
komunitas
jangka panjang

Usia Semua usia Lebih tua (old-old) Semua usia

Faktor Komorbiditas - usia lebih tua - usia > 70 tahun


risiko penyakit - sekresi orofaringial  - intubasi, NGT
kronik - status kesehatan  - kesadaran 
- confusion, agitasi - aspirasi
- operasi abdomen/dada

Mortalitas Rendah Tinggi Sangat tinggi ( > 50 %)

Etiologi S. pneumoniae - S. pneumoniae - Enteric gram (-)


H. influenzae - H. influenzae - P. aeruginosa
Enteric gram - Enteric gram (-) - K. pneumoniae
(-) - S. aureus - S. aureus
- Anaerob - S. pneumoniae

Feldman C, Med.Clin North Am. 2001,385 : 1441-58


Perbedaan gambaran klinik pneumonia usila & dewasa muda

Usia
Gambaran klinik Dewasa Muda
lanjut

·       perubahan status mental +++ +


·       sepsis berat ++ +
·       episode jatuh +++ 
·       takipnu & takikardi ++ +
·       lekosit normal atau rendah + +
·       inkontinensia ++ 
·       mortalitas ++ +
· gagal pulih + 
·       demam + +++
·       batuk dan sputum + +++
·       kelainan radiologis khas + +++
·       resolusi cepat + ++

Fein AM, Med Clin.North Am. 1994 : 78 ; 1015-33


Gambaran Klinis Pneumonia Usila
di RSCM
1. Gejala respirasi: 2. Gejala non-respirasi:
- batuk (67,3%) - Imobilisasi (53.6%)
- Sesak napas (51,8%) -  status mental (36.3%)
- Demam (29.24%)
- Sputum produktif (35,4%)
- Inkontinensia urin (25.7%)
- Ronki (96,5%) - Mual (23.4%)
- Nyeri dada pleuritik (5,6%) - Muntah (19.9%)
- Takipnu (23,4%) - Inkontinensia alvi (17.3%)

Ridho, Setiati. 2003.


Pemeriksaan penunjang diagnosis pneumonia

Rontgen dada : • hanya untuk menguatkan diagnosis.


(CIDS 2000)
• dianjurkan pada pasien rawat inap.
(BTS 2001)

Sputum Gram : tidak mutlak dikerjakan.

Kultur MO : dianjurkan pada rawat inap yang bisa


mengeluarkan sputum.

Kultur darah : dianjurkan pada pasien rawat inap.


Gangguan obstruksi saluran napas

1. Asma bronkial
2. PPOK : - Bronkitis kronis
- Emfisema paru
- Penyakit saluran nafas kecil
Antara Asma dan PPOK terdapat sedikit
gejala-gejala yang sama disamping
perbedaan yang banyak.
Prevalensi Asma & PPOK pd usila

Dari USA & Eropa dilaporkan


Asma pd usila : 5-8,4 %
PPOK pd usila : 7-34 %
Banyak Asma & PPOK yg underdiagnosis,
krn : - pasien kurang merasakan keluhan
- dokter kurang teliti mendiagnosis.
Gambaran klinis Asma pd usila
Gejala sama dengan asma usia muda :
mengi, dada rasa sempit, batuk & sesak.
Asma pd usila : - early onset
- late onset
Patologi : - obstruksi reversibel
- inflamasi
- reaksi berlebihan (hiperresponsif)
P.P.O.K
PPOK = hambatan aliran udara pernapasan
yang progresif & reversibel parsial,
kaitan dgn respon inflamasi abnor-
mal karena partikel gas atau iritan.

(GOLD 2001)
Diagnosis PPOK
Anamnesis : sesak napas, batuk kronik, sputum ,
aktifitas terbatas, riwayat merokok (polusi
udara).

Pem. Fisik : • takipnu, barrel chest - emfisematus.


• vesikuler , ekspirasi , wheezing (+)

NHLBI & WHO, 1998


Chronic Bronchitis (Blue Bloater) Emphysema (Pink Puffer)
Chest X-Rays

Chronic Bronchitis Emphysema


A CXRs are seldom diagnostic, it can be useful for excluding other diseases
Kurangi faktor risiko PPOK

1. Kurangi polusi asap rokok


a. perokok aktif.
b. perokok pasif.
2. Kurangi polusi lingkungan kerja .
3. Kurangi polusi dalam/ luar rumah.

(GOLD 2001)
Stop merokok

Stop merokok,  risiko jadi PPOK dan


 progresifitas PPOK

Usaha stop merokok :


 perlu bantuan lingkungan pasien.
 pemakaian nikotin gum, patch, spray/inhaler.
bantuan obat-obat : clonidin, bupropion.
hipnosis dll.
Penatalaksanaan PPOK stabil

1. Edukasi pada penderita & keluarga.


2. Terapi farmakologi.
3. Terapi non farmakologi,
• rehabilitasi (fisioterapi & psikoterapi)
• oksigenisasi (jangka panjang)
• nutrisi.
• ventilasi non invasif.
• terapi operasi.
(GOLD 2001)
Gaya hidup yang mempengaruhi
fungsi paru
• Latihan : mempengaruhi pada cardiac out
put,kekuatan kontraksi dankekuan otot
• Merokok : bronkokonstriksi,meningkatkan
resistensi,menghilangkan sel gobletdan
silia
• Kegemukanpenurunan konstraksi dada
• PENGKAJIAN SISTEM RESPIRASI
Pemeriksaan fisik inspeksi
• Observasi kecepatan nafas
 Siklus inspirasi dan ekpirasi
 Tidak ada perpanjangan waktu nafas
 Apaka pernafasan melalui mulut
 Observasi kemampuan menggembangkan dada
• Peningkatan sputum; warna bau konsistensi
• Obsevasi ekstremitas klien
• Warna suhu clumbing fingers
• clumbing fingers biasa pada peny
jantung.COPD,Cystik fibrosis
Pemeriksaan palpasi
• Posisi trachea
• Gambaran dada secara umum
• Fremitus
• Kesimetrisan dada kiri dan dada kanan
Pemeriksaan auskultasi

• Auskultasi
• Dinding dada depan dan belakang
• Catat pemakaian otot bantu nafas
Kesimpulan
1. Morbiditas & mortalitas pneumonia usila lebih tinggi
daripada dewasa muda.
2. Tampilan klinis pneumonia usila berbeda dengan
dewasa muda, waspadai gejala ekstra pulmonal.
3. Diagnosis pneumonia usila sering terlambat, perlu
kriteria diagnosis khusus untuk usila.
4. Tatalaksana paripurna pneumonia usila mencakup
aspek farmakologis & non farmakologis dengan
menyertakan beberapa disiplin terkait.
Kesimpulan (lanjutan)
5. Gangguan obstruksi jalan napas terbanyak
pada usila adalah asma & PPOK. Perbedaan
kedua penyakit tsb pada usila agak sulit dan
perlu pemeriksaan penunjang lainnya.
6.Pengobatan asma pada usila = asma dewasa
muda. Begitu pula pengobatan PPOK usila =
PPOK dewasa muda.
7.Perhatikan interaksi terapi asma/PPOK dgn
terapi komorbitas lainnya.