Anda di halaman 1dari 32

SISTEM UTILITAS II

Munawir ( F221 16 034)

Andi Herniwati, S.T., M.T


Rosmiaty Arifin, S.T., M.T
Haryadi Salenda, S.PdT., M.Sc

PROGRAM STUDI S1 ARSITEKTUR


JURUSAN ARSITEKTUR
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU - 2018
 Sistem kerja pompa Hydrant

Untuk bagian Pompa Hydrant Palu Grand Mall memiliki sistematika kerja
pompa hydrant, terdapat beberapa pompa hydrant yang digunakan. Pompa hydrant
terdiri dari Jockey pump, Electric pump, dan diesel pump. Ketiga pompa hydrant ini
yang menjadikan sistem fire hydrant dapat bekerja dengan baik dan bisa digunakan
untuk memadamkan kebakaran. Oleh karena itu harus di pastikan ketiga pompa hydrant
dapat bekerja dengan baik sehingga sistematika kerja pompa hydrant dapat optimal
kerjanya.
Tekanan didalam pipa jika menurun akan mempengaruhi sistematika kerja pompa
hydrant, maka secara otomatis jockey pump akan bekerja untuk menstabilkan tekanan
air didalam pipa. Jika tekanan terus menurun maka pompa kebakaran untuk akan
bekerjadan otomatis pompa jockey berhenti.

Electric pump di instalasi fire hydrant sebagai pompa utama untuk


mengalirkan atau mendistribukan air dari tandon air ke hydrant pillar. Apabila pompa
electric pump tidak berjalan akibat listrik mati setelah 10 detik kemudian diesel pump
sebagai pompa cadangan akan secara otomatis akan bekerja. Akan tetapi jika kedua
pompa hydrant ini gagal hidup atau tidak dapat bekerja karena masalah teknis yang di
sebabkan tidak ada aliran listrik (electric pump) atau kehabisan bensin (diesel pump),
alarm yang telah dipasang untuk sistematika kerja pompa hydrant akan segera berbunyi
dengan nada yang berbeda dengan bunyi alarm sistem, hal ini untuk memberi tahu
kepada operator akan adanya gangguan pada pompa fire hydrant.
Sistematika kerja pompa hydrant ini bekerja secara otomatis dan mati
secara manual. Jadi dibutuhkan bantuan operasional untuk mematikan sistem pompa
pada instalasi fire hydrant.

Pompa Hydrant
(Sumber: Dokumentasi Survey 2018)
Beberapa Alat Pendukung Sistematika Kerja Pompa Hydrant Bekerja Secara
Optimal
Untuk mendukung sistematika kerja pompa hydrant dapat bekerja secara
optimal membutuhkan alat-alat yang dibutuhkan. Berikut beberapa alat yang
digunakan untuk sistematika kerja pompa hydrant antara lain :

 Sistematika kerja pompa fire hydrant menggunakan alat pressure switch. Dengan
pressure switch ketika terjadi perubahan tekanan maka akan mengaktifkan panel
pada pompa.

 Manometer merupakan alat untuk membaca tekanan. Di setiap pompa hydrant


membutuhkan manometer untuk mengukur tekanan air pada instalasi fire
hydrant. Disamping. Dengan bantuan alat-alat ini untuk mendukurng sistematika
kerja pompa hydrant dapat bekerja secara optimal.

 Time delay ralay adalah alat relay yang bekerja berdasarkan setting waktu yang
telah ditentukan.

 Safety valve merupakan sebuah katup air yang digunakan untuk mengalirkan air
bertekanan dari pompa hydrant.
 Presssure reducing valve (PRV) adalah alat yang digunakan untuk mengatur atau
membatasi tekanan dari pompa air.

 Fire house Cabinet (FHC) yaitu sebuah box hydrant yang berfungsi untuk
memancarkan air melalui hose dan nozzle, dipasang pada setiap lantai sebanyak
1 FHC untuk setiap kelipatan 800 m2.

Fire House Cabinet (FHC)


(Sumber: Google Gambar)
 Pembuangan Air kotor dalam Bangunan

Sewage Treatment Plant (STP) adalah sistem pengolahan air limbah


Domestik. Pada umumnya STP sering kita jumpai pada pusat bisnis, misal
gedung perkantoran , Mall, maupun Rumah Sakit dan lain-lain. Dimana air
kotor dari dalam Bangunan Palu Grand Mall harus diolah, agar tidak
mencemari Lingkungan sekitar, dan hasil olahan limbah tersebut akan rutin
di periksa sample dengan uji laboratorium oleh Dinas Lingkungan Hidup
Daerah setempat, untuk mengetahui apakah terdapat unsur pencemaran
atau tidak terhadap lingkungan, dan tentunya itu sepenuhnya akan menjadi
tanggung jawab pemilik STP tersebut.

Sewage Treatment Plant Pada Bangunan Palu Grand Mall


(Sumber: Dokumentasi Survey 2018)
Pada "Sistem Extended Aeration" ini mengolah air limbah secara Biologi,
dengan menciptakan suatu kondisi dimana mengembang biakkan bakteri-bakteri
yang terkandung di dalam air limbah tersebut menjadi lebih baik, dan melakukan
proses dekomposisi/ penguraian zat - zat pencemar secara optimal, dan aman untuk
di salurkan ke Drainase kota.

Ada pula kelebihan sistem ini ,air dari olahan bisa di pergunakan kembali
(Recycle) untuk menyiram tanaman,yang tentunya air tersebut sudah aman.

Pada Pipa merah Ini Berfungsi Untuk MembuangAir


Kotoran Yang Sudah Di Olah Oleh STP Ke Saluran Kota
(Sumber: Dokumentasi Survey 2018)
Proses
SEWAGE TREATMENT PLANT
Terdiri dari Screen Chamber, Equalization Tank, Aeration Tank, Sedimentation Tank,
Chlorination Tank, Sludge Tank, Blower Room dan Effluent Tank .

 Screen Chamber adalah Suatu "Bak" yang dilengkapi dengan screen ( Tipe Basket
Screen) yang memiliki fungsi sebagai penyaring sampah-sampah / padatan
kasar seperti kertas tissue, plastik, pembalut, dll. yang ada dalam air limbah
awal,sebelum masuk pada Equalization Tank. Juga di
tambahkan Comunitor untuk membantu memperkecil sampah organic, dan
dilengkapi dengan diffuser untuk menghancurkan tinja (feces).

 Equalization Tank adalah Suatu "Bak" yang digunakan untuk menyama-ratakan


(homogenisasi) aliran air dan kualitas air limbah. Di dalam bak ini juga di suplai
udara dari "air blower", yang berfungsi sebagai pengaduk yang ditransfer
menggunakan diffuser (tipe Air Seal Diffuser), sehingga proses homogenisasi
dapat tercapai. Kemudian akan di alirkan menggunakan "Equalizing pump" yang
bekerja secara automatic berdasarkan flow switch(pelampung).
 Aeration Tank adalah komponen utama dalam sistem ini,dimana pada bagian
ini terjadi penguraian zat-zat pencemar (Senyawa Organic). Di dalam Aeration
Tank ini, air limbah di hembus dengan udara,sehingga mikro organisme "aerob"
yang ada akan menguraikan zat organic dalam air limbah. Energi yang diperoleh
dari hasil penguraian tadi akan di pergunakan oleh mikro organisme untuk
proses pertumbuhannya. Dengan demikian biomassa akan tumbuh dan
berkembang dalam jumlah besar, yang akan menguraikan senyawa polutan yang
ada dalam air limbah.

 Penambahan udara dalam air tersebut mempergunakan air blower yang


berfungsi menyuplai udara, sehingga tercipta kondisi aerobik. Selain itu, bak
aerasi in dilengkapi dengan diffuser

 (air seal diffuser), yang berfungsi menciptakan gelembung-gelembung udara


(bubble) agar proses penyerapan oksigen oleh mikro organisme dapat lebih
optimal.

 Sedimentation Tank adalah Sistem untuk pengendapan partikel - partikel floc(


Activated Sludge / lumpur aktif ).sebagian lumpur aktif akan di kembalikan
kedalam bak aerasi dan sebagian lagi akan di buang kedalam bak penampung
lumpur(sludge tank).
 "Airlift System" yang dipasang pada tanki ini bertujuan mengembalikan / recycle
sebagian besar lumour mengendap untuk di olah kembali,sementara Scum
Skimmer berfungsi menyedot permukaan air dari sampah/padatan ringan.

 "Airlift" dan "Scum Skimmer" yang digunakan menggunakan tenaga udara yang di
hembuskan dari air blower.Pengembalian kembali Lumpur aktif dan buih harus
kontinyu(terus menerus) agar proses berhasil.Dalam "Sedimentation Tank" terjadi
pengendapan lumpur aktif,sedangkan air limbah yang sudah diolah (lebih jernih)
mengalir secara gravitasi melalui gutter masuk kedalam chlorin tank dan sebagian
masuk kedalam Buffer Tank yang selanjutnya masuk kedalam proses Recycle.

 Chlorination Tank adalah Air olahan yang berasal dari proses pengendapan, di
injeksikan "kaporit" / chlorine terlebih dulu untuk membunuh bakteri - bakteri
pathogen, kemudian akan mengalir secara gravitasi ke dalam bak effluent.(Effluent
Tank).

 Effluent Tank adalah Bak proses akhir dengan bantuan pompa submersible, air
hasil pengolahan sebagian akan di alirkan kedalam saluran pembuangan.

 Sludge Tank adalah merupakan bak penampung lumpur sementara sebelum di


buang oleh mobil tinja.untuk mencegah terjadinya kondisi septic,maka
dipergunakan udara untuk mengaduk , sehingga kondisi aerob tetap terjaga. Bak
ini apabila sudah hampir penuh, harus dibuang dengan menggunakan mobil tinja.
 Blower Room adalah merupakan ruang kontrol sistem STP, dimana blower
control panel dan pompa dossing serta tanki kimia berada di sini. Setiap
harinya operator STP harus masuk ke dalam ruangan ini untuk pengecekan
sistem dan pembuatan larutan desinfektan.

 Water Recycling Plant adalah alat yang terdiri Filter Pump, Sand Filter dan Carbon
Filter plus Chlorinator lengkap dengan aksesorisnya.Penjelasan proses sebagai
berikut.

 Clear Water Pump merupakan bak penampung air yang telah melalui
proses filtrasi sand filter dan carbon filter.

 Filter Pump berfungsi untuk memompa air dari Effluent Tank STP menuju Sand
Filter dan Carbon Filter. Pompa bekerja secara auto berdasarkan Water Level
Control dan Pressure switch.

 Sand Filter berfungsi untuk mengurangi kekeruhan (turbidity) di dalam air.Media


yang digunakan adalah Silica Sand dan Gravel sebagai support.Sand Filter bekerja
secara manual/sistem pencuciannya (backwash) dengan mengubah posisi valve
sesuai instruksi arah valve.Proses backwash di maksudkan untuk membuang
kotoran yang tertahan pada lapisan atas media filter dengan cara merubah aliran
air berlawanan yaitu dari bawah ke atas.dilakukan setiap hari selama 15-30
menit.tergantung kapasitas tabung filter.
 Carbon Filter berfungsi untuk menghilangkan bau, warna dan zat organik yang
larut dalam air. Carbon aktif sebagai media filter bekerja dengan menyerap
/adsorbsi material organikyang larut dalam air. Sistem pencuciannya sama persis
dengan Sand F.

 Sistem AC Central

Outdoor AC Central
(Sumber: Dokumentasi Survey 2018)
Sistem AC Sentral (Central) merupakan suatu sistem AC dimana proses
pendinginan udara terpusat pada satu lokasi yang kemudian didistribusikan/dialirkan
ke semua arah atau lokasi (satu Outdoor dengan beberapa indoor). Sistem ini
memiliki beberapa komponen utama yaitu unit pendingin atau Chiller, Unit pengatur
udara atau Air Handling Unit (AHU), Cooling Tower, system pemipaan, system saluran
udara atau ducting dan system control & kelistrikan. Berikut adalah
komponen, carakerja AC Ruangan Sentral, dan Preventif Maintenance AC Sentral
Ruangan.

Komponen AC Sentral Ruangan


1. CHILLER (unit pendingin).
Chiller adalah mesin refrigerasi yang berfungsi untuk mendinginkan air pada sisi
evaporatornya. Air dingin yang dihasilkan selanjutnya didistribusikan ke mesin
penukar kalor ( FCU / Fan Coil Unit ).Jenis chiller didasarkan pada jenis
kompressornya :

a. Reciprocating
b. Screw
c. Centrifugal
Jenis chiller didasarkan pada jenis cara pendinginan kondensornya :
a. Air Cooler
b. Water Cooler

2. AHU (Air Handling Unit)/Unit Penanganan Udara


AHU Adalah suatu mesin penukar kalor, dimana udara panas dari ruangan
dihembuskan melewati coil pendingin didalam AHU sehingga menjadi udara dingin
yang selanjutnya didistribusikan ke ruangan.

(Sumber: Google Gambar)


3. COOLING TOWER ( khusus untuk chiller jenis Water Cooler ).
Adalah suatu mesin yang berfungsi untuk mendinginkan air yang dipakai
pendinginan condenssor chiller dengan cara melewat air panas pada filamen
didalam cooling tower yang dihembus oleh udara sekitar dengan blower yang
suhunya lebih rendah.

Cooling Tower
(Sumber: Dokumentasi Survey 2018)
4. POMPA SIRKULASI.
Ada dua jenis pompa sirkulasi, yaitu :
a. Pompa sirkulasi air dingin ( Chilled Water Pump ) berfungsi mensirkulasikan air
dingin dari Chiller ke Koil pendingin AHU / FCU.

Chilled Water Pump


(Sumber: Google Gambar)
b. Pompa Sirkulasi air pendingin ( Condenser Water Pump ).

Condensor Water Pump


(Sumber: Google Gambar)
Pompa ini hanya untuk Chiller jenis Water Cooled dan berfungsi untuk
mensirkulasikan air pendingin dari kondensor Chiller ke Cooling Tower dan
seterusnya.

Gambar: Chiller Water Cooled


(Sumber: Google Gambar)
 Sistem Penanggulangan Bahaya Kebakaran

Hydrant Box
(Sumber: Dokumentasi Survey 2018)

Fire hydrant box merupakan box yang digunakan untuk menyimpan fire
hydrant equipment (alat pemadam kebakaran). Pada Palu Grand Mall Hydrant Box
berjumlah 8 untuk yang diluar dan di dalam.
pada saat pemadam kebakaran (fire brigade) membutuhkan alat
pemadam api tahu letak posisinya sehingga tidak membutukan waktu yang tidak
terlalu lama ketika mempersiapkan pemadam api untuk memadamkan kebakaran.
Karena alat pemadam api ini sangat penting tentunya untuk penempatannya tidak
asal sembarang tempat untuk penyimpanannya.

Dengan fire hydrant box tentunya memberi manfaat dan sangat


membantu para tim pemadam kebakaran untuk mempersiapkan peralatan
pemadam kebakaran dan memudahkan menemukan lokasi peralatan pemadam
kebakaran.

Sprinkler
(Sumber: Dokumentasi Survey 2018)
Pada bagian lantai dasar dan lantai lainnya pada Palu Grand Mall
menggunakan sprinkler yang menghadap ke bawah.Sprinkler ini merupakan alat
yang berguna untuk memadamkan api secara otomatis,Umumnyasprinkler di pasang
pada gedung yang memiliki ketinggan Diatas Lima Lantai / Tempat Yang memiliki
fasilitas umum dan memiliki tingkat bahaya kebakaran seperti apartemen,rumah
sakit,pabrik dll.

Prinsip Kerja Fire Sprinkler

Prinsip Kerja Sprinkler


(Sumber: Google Gambar)
Prinsip kerja fire sprinkler sangat komplek terdiri dari pipa pada sprinkler,
kepala sprinkler, dan sistem penyediakan air. Perencanaan dalam pemasangan fire
sprinkler ini harus di persiapkan dengan matang dan sedetail mungkin, karena
sangat penting untuk memaksimalkan kinerja dari prinsip kerja fire sprinkler ini.
Setiap komponen fire sprinkler mempunya peran masing-masing untuk berjalannnya
sistem fire sprinkler ini.

Prinsip kerja fire sprinkler sangat canggih dan merupakan terobosan yang
mutakhir yang pernah dibuat dalam sejarah umat manusia. Fire sprinkler merupakan
sistem yang digunakan untuk memadamkan kebakaran ketika terjadi kebakaran di
sebuah bangunan. Fire Sprinkler akan menyala secara otomatis ketika ada api yang
akan menyebabkan kebakaran. Sehingga alat ini bisa dihandalkan ketika suatu
gedung atau ruang yang sudah terpasang dengan fire sprinkler tidak ada orang yang
mengetahui sumber api, fire sprinkler dapat bekerja dengan otomatis untuk
memadamkan kebarakan. Apalagi prinsip kerja fire sprinkler dipadukan dengan
alarm smoke detector atau alarm fire detector tentunya kebakaran akan lebih
diminimalisir kerugiannya.
Beberapa prinsip kerja fire sprinkler saat terjadi kebakaran pada sebuah gedung :

 Fire Sprinkler akan bekerja ketika mendapatkan suhu dari panas api sekitar 68C
yang akan terbuka dan air akan keluar pada kepala sprinkler.

 Clapper pada alarm valve akan terbuka dan menyebabkan seat pada alarm check
valve terbuka, kemudian air akan mengalir ke pipa alarm trim dan mengaktivasi
alarm.

 Aliran air akan berhenti mengalir ke pressure switch, alarm gong dan juga ke fire
sprinkler.
 Sistem Instalasi Listrik, Telepon dan Tata Suara

Berdasarkan sumber energinya, sistem kelistrikan pada bangunan


Palu Grand Mall gedung dibagi menjadi dua sumber yaitu Sumber Listrik
dari PLN dan Sumber Listrik dari Genset, di mana sumber listrik gedung ini
memprioritaskan PLN sebagai sumber utama dan genset sebagai cadangan
(back up). Bagian-bagian dari sistem kelistrikan pada bangunan gedung
antara lain :

Panel
Dalam sistem instalasi di gedung biasanya panel terdiri dari 2
macam, yaitu panel tegangan menengah yang biasanya di sebut dengan
penel MV (medium Voltage) atau yang sering disebut juga dengan nama
panel cubicle dan panel tegangan rendah (low voltage).
a.1.Panel Tegangan Menengah (MV)
Panel tegangan menengah (panel MV (Medium Voltage) atau sering disebut juga
panel cubicle ada yang disediaan oleh PLN, dan biasanya menjadi tanggung jawab
PLN, yang disebut dengan cubicle PLN, yang menghubungkan jaringan tegangan
menengah PLN dengan cubice gedung. Panel ini terdiri dari 3 macam, yaitu cubicle
incoming, metering dan cubicle outgoing. Panel MV yang lainnya biasanya disebut
dengan cubicle pelanggan, yang menghubungan dari panel MV (cubicle PLN)
dengan Trafo

Panel Tegangan Menengah


(Sumber: Dokumentasi Survey 2018)
b. Panel Genset
Dalam suatu gedung untuk mengkover sumber daya dari PLN jika mati,
maka disediakan sumber daya lain dari Genset. Untuk memasuki didtribusi
tegangan renndah ke gedung, maka daya dari genset kemudian dialirkan melauli
panel Genset., yang secara otomatis akan menghidupan genset jika PLN mati.

Panel Genset dilengkapi dengan A.M.F - A.T.S , singkatan dari Automatic


Main Failure - Automatic start and stop Genset. Fungsi Dari A.M.F(Automatic Main
Failure) Adalah s ecara Automatic Menghidupkan (Start) Genset ketika suplai Listrik
dari PLN Gagal / Padam. sedangkan Fungsi dari A.T.S (Automatic Transfer Switch)
Adalah secara Automatic Membuka Suplay listrik dari genset dan menutup suplay
listrik dari PLN dan sebaliknya membuka suplay listrik dari PLN dan Menutup suplay
listrik dari genset secara Automatic ketika Suplay listrik dari PLN kembali.

Genset indoor dan Panel Genset Palu Grand Mall


(Sumber: Dokumentasi Survey 2018)
b.1, Panel Sinkron
Jika sumber daya emergency lebih dari 1 genset (misal 2 genset), maka
perlu kedua genset itu perlu disinkronan supaya saling memperkuat, dan tida saling
memperlemah.

Synchrounizing adalah suatu proses penggabungan dua atau lebih


sumber listrik untuk memperoleh suatu sumber listrik yang lebih besar. Synchroun
dapat dilakukan antara Genset dengan Genset atau Genset dengan PLN ketika 2 atau
lebih generator sets running bersama untuk mensupplay sebuah system kelistrikan,
Genset tersebut harus disinchronkan secara manual atau automatic
sehingga mempunyai phase, voltage dan frekwensi yang sama.

Jadi panel sinkron berfungsi untuk mensinronkan 2 buah sumber listrik


atau lebih (2 genset atau lebih) sehingga mempunyai phase, voltage dan frekwensi
yang sama, sehingga memperoleh suatu sumber listrik yang besar.

Karena tegangan yang dihasilan oleh genset merupakan tegangan rendah,


maka outgoing dari panel sinkron kemudian dialirkan ke panel LVMDP.
c. Panel Tegangan Rendah
Panel tegangan rendah terdiri dari panel utama yang disebut dengan
LVMDP (Low voltage distribution panel), sub panel dan kemudian ke panel-panel PP,
Panel AC dan lain-lain.

Prinsip Kerja Sprinkler


(Sumber: Google Gambar)
c.1. Panel LVMDP
Fungsi dari low Voltage main distribution panel (LVMDP) adalah sebagai
panel penerima daya/power dari transformer (trafo) dan mendistribusikan power
tersebut lebih lanjut ke panel Low voltage sub distribution (LVSDP), Menggunakan
Air Circuit Breaker atau moulded case Circuit Breakers, panel sub distribusi akan
mendistribusikan power tersebut ke peralatan electrical sedangkan fungsi Low
voltage sub distribution (LVSDP) adalah mendistribusikan power tersebut ke
peralatan electrical.

Panel LVMDP
(Sumber: Google Gambar)
Telepon
Untuk sistem jaringan telekomunikasi pada Palu Grand Mall menggunakan
perangkat penguat sinyal dari luar bangunan dengan menggunakan panel PTS yang
diletakkan di roof top dan di dalam bangunan. Jaringan telkom masuk ke fasilitas
PABX (private automatic branch exchange), selanjutnya dihubungkan ke kotak induk
(MDF- main distribution frame) melaui kabel distribusi (DC- distribution cable)
jaringan telepon kemudian disebarkan ke kontak terminal (JB- junction box) yang
ada ditiap lantai bangunan dan signal pun dipancarkan ke seluruh bangunan dan
diterima pesawat telepon.

Alat Penguat Sinyal Jaringan Telekom


(Sumber: Dokumentasi Survey 2018)
Tata Suara
Instalasi Tata Suara Pada Palu Grand Mall (Sound System), mulai dari
pemasangan peralatan utama sound system yang dipergunakan untuk pengumuman,
Panggilan Umum (Public Addrres, Paging) dan panggilan mobil (Car Call) sampai
dengan pengeras suara (Speaker, Horn Speaker, Colomb Speaker).

Pusat Informasi
(Sumber: Dokumentasi Survey 2018)