Anda di halaman 1dari 44

Gambaran Radiologis TB Paru

Disusun oleh :
Preti Roseli

Pembimbing :
dr. Pherena Amalia, Sp.Rad.

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KEDOKTERAN RADIOLOGI


PERIODE 27 Agustus – 29 September 2018
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
JAKARTA
Anatomi Paru-Paru
Anatomi Paru
Anatomi Paru
DEFINISI
• Tubrkulosis (TB) adalah penyakit
menular granulomatosa kronik yang
telah dikenal sejak berabad-abad yang
lalu dan paling sering disebabkan oleh
kuman Mycobacterium tuberculosis.
Etiologi
• Penyebab tuberkulosis • Aerob obligat
adalah Mycobacterium • Sebagian besar kuman
tuberculosis terdiri dari asam lemak
• Berbentuk batang • Tidak berspora sehingga
• Gram negatif mudah dibasmi dengan
• Tidak bergerak pemanasan sinar matahari
• Ukuran panjang 1 – 4 μm dan dan ultra violet
tebal 0.3 – 0.6 μm
Patogenesis Tuberkulosis
Diagnosis
• Gejala klinis
• Pemeriksaan fisik
• Tes tuberculin
• Pemeriksaan radiologis
• Bakteriologis.
Diagnosis pasti TB paru ditegakkan berdasarkan
ditemukannya kuman Mycobacterium tuberkulosis.
PEMERIKSAAN RADIOLOGI
Proyeksi Pemotretan pada
Foto Toraks Pasien yang dicurigai TB

1. Proyeksi Postero-Anterior (PA)


2. Proyeksi Lateral
3. Proyeksi Top Lordotik
Gambaran Radiologi TB Paru
1. Kelainan terutama pada lapang atas paru
2. Bayangan bercak-bercak atau noduler
3. Adanya kavitas
4. Adanya kalsifikasi
5. Kelainan bilateral dilapangan atas
6. Kelainan menetap setelah beberapa minggu
7. Bayangan milier
8. Bayangan fibrosis
Pembagian Tuberkulosis
• Tuberkulosis anak (infeksi primer)
• Tuberkulosis dewasa (re-infeksi)
Tuberkulosis primer
• Kelainan radiologis ini dapat terjadi dimana
saja dalam paru, namun sarang dalam
parenkim paru sering disertai pembesaran
kelenjar limfe regional (komplek primer).
Gambaran Radiologis

Kompleks
primer
TB Primer

Kompleks
Ghon
TB Primer

Komple
ks Ghon
TB Primer
dengan
Efusi Pleura
Tuberkulosis sekunder
• Bersifat kronis, terjadi pada orang dewasa
• Klasifikasi tuberkulosis sekunder
1. Tuberkulosis minimal
2. Tuberkulosis lanjut sedang
3. Tuberkulosis sangat lanjut
1. sarang eksudatif
2. Sarang produktif
3. Sarang induratif
4. Kavitas
5. kalsifikasi
Gambaran radiologis
Gambaran radiologis

Tuberkulosis Lanjut Sedang


TB Post Primer

Cotton Wool
Appearance
Gambaran radiologis

Tuberkulosis Sangat Lanjut


Gambaran radiologis
TB Post Primer

Cotton Wool
Appearance
Gambaran TB Paru Aktif
• Bayangan berawan / noduler disegmen apikal
dan posterior lobus atas dan segmen superior
lobus bawah paru
• Sarang-sarang berbentuk awan atau bercak
infiltrat dengan densitas rendah hingga sedang
dengan batas tidak tegas. Sarang-sarang ini
biasanya menunjukan suatu proses aktif.
Gambaran TB Paru Aktif
• Kavitas, terutama lebih dari satu, yang
dikelilingi bayangan opak berawan atau
noduler kecuali bila lubang (kavitas) sudah
sangat kecil, yang dinamakan residual cavity.
• Bayangan bercak milier
• Efusi pleura
Gambaran TB Paru Aktif

Awan-awan & kavitas besar Kavitas sisa (residual cavity)


(ukuran total 4 cm)
Gambaran TB Paru Aktif

Kavitas:
Pada foto thorak disamping
tampak infiltrate dengan
kavitas pada lobus superior
paru bilateral, menunjukkan
adanya tuberculosis
pulmonal aktif.
Gambaran TB Paru Aktif
(Bayangan Bercak Miliar)

Gambaran “Badai Salju” (Snow Storm


Appearance)
TB Milier

Snow Storm
Appearance
Gambaran TB Paru Inaktif
• Fibrotik, terutama pada segmen apikal dan
atau posterior lobus atas dan atau segmen
posterior lobus atas dan atau segmen superior
lobus bawah.
• Kalsifikasi
• Penebalan pleura
Gambaran TB Paru Inaktif
• Tuberkulosis Post
Primer.
• Temuan pada foto
thorak ini adalah
fibrosis lobus
superior bilateral.
Gambaran TB Paru Inaktif
Sarang-sarang seperti
garis (fibrotik) atau bintik -
bintik kapur (kalsifikasi),
yang biasanya
menunjukkan proses telah
tenang.

Garis-garis Fibrotik
(proses lama dan tenang)
Komplikasi Tuberkulosis Paru
1. Pleuritis
2. Penyebaran miliar
3. Stenosis bronkus
4. Kavitas (lubang)
Perburukan (perluasan) penyakit
1. Pleuritis
• Pleuritis terjadi karena meluasnya infiltrat
primer langsung ke pleura atau melalui
penyebaran hematogen.
2. Penyebaran milier
• Akibat penyebaran hematogen tampak sarang-
sarang sekecil 1 – 2 mm / sebesar kepala
jarum (milium), tersebar secara merata di
kedua belah paru.
3. Stenosis bronkus
• Stenosis bronkus dengan akibat atelektasis
lobus atau segmen paru yang bersangkutan,
sering menduduki lobus kanan (sindroma
lobus medius).
Diagnostik diferensial
• Tuberkuloma
– Kelainan menyerupai suatu tumor
– Suatu sarang keju (caseosa)
– Bersifat tidak aktif, batas tegas, dan di pinggirnya
terdapat sarang perkapuran
– Sarang kapur bersifat satelit
Tuberkuloma
Diagnostik diferensial
• Aspergillosis
– Penyakit di sebabkan oleh jamur
– Pembentukan kavitasi, bayangan bulat agak besar
(fungus ball)
Aspergillosis
TERIMA KASIH