Anda di halaman 1dari 6

AMELIA CINTIA SARI

16511004
Photodiode atau yang dalam bahasa Indonesia disebut juga dioda foto adalah
sebuah komponen elektronika yang memiliki kemampuan mengubah energi
cahaya menjadi arus listrik.
Photodioda masuk ke dalam jenis komponen elektronika aktif. Komponen ini
terbuat dari bahan semikonduktor, dan masih masuk ke dalam keluarga dioda.
Tak berbeda dibanding dengan jenis dioda lainnya, photodiode juga memiliki
dua buah kaki. Kaki yang pertama adalah anoda, dan kaki yang lainnya
adalah katoda.
Yang membedakan antara photodiode dengan dioda biasa ialah pada
permukaannya. Pada permukaan dioda foto terdapat lapisan lensa dan filter
optik yang berfungsi untuk mendeteksi cahaya. Berbagai jenis cahaya bisa
dideteksi oleh photodioda mulai dari cahaya matahari, sinar infra merah, sinar
ultra violet, sinar x, dll.
Dari penjabaran tadi dapat disimpulkan pengertian photodioda adalah komponen
elektronika aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor yang berfungsi mengubah
cahaya menjadi arus listrik. Bentuk dari komponen photodioda tak jauh berbeda
jika dibandingkan dengan LED biasa.
Komponen photodiode dibuat dari beberapa macam bahan seperti Germanium
(Ge), Silikon (Si), Indium gallium arsenide phosphide (InGaAsP), dan juga Indium
gallium arsenide (InGaAs). Masing-masing bahan tersebut memiliki spesifikasi dan
karakteristik masing-masing.
Fungsi Photodiode (Dioda Foto)
Dioda foto atau photodiode punya banyak fungsi. Beberapa diantaranya adalah
untuk membuat robot seperti line follower, alat-alat medis, scanner barcode,
sensor cahaya kamera, peralatan keamanan, dan masih banyak lagi lainnya.
Itulah sebab mengapa komponen yang satu ini banyak dicari untuk
diimplementasikan ke dalam rangkaian-rangkaian tersebut.
Dioda foto atau photo dioda terdiri dari sebuah lapisan tipis semikonduktor bertipe-N yang
memiliki kebanyakan elektron. Selain itu itu juga terdapat sebuah lapisan tebal semikonduktor
bertipe-P yang memiliki kebanyakan hole. Lapisan tipis semikonduktor tipe-N sebagai Katoda,
lapisan semikonduktor tebal tipe-P sebagai Anoda.
Pada saat foto dioda terkena sinar cahaya, foton yang merupakan partikel terkecil pada cahaya
akan menembus lapisan tipis semikonduktor bertipe-N, lalu memasuki lapisan semikonduktor
tebal bertipe-P. Foton tersebut kemudian akan bertabrakan dengan elektron yang terikat
sehingga terpisah dari intinya, dan menyebabkan terjadinya hole.
Elektron yang terpisah akibat tabrakan tadi berada di dekat persimpangan PN junction, dan
akan menyeberangi persimpangan menuju ke wilayah semikonduktor yang bertipe-N. Hal
tersebut membuat lektron bertambah di sisi semikonduktor N, dan hole akan bertambah di sisi
semikonduktor P.
Pemisahan muatan positif dan negatif yang terjadi mengakibatkan terjadinya beda potensial
pada persimpangan PN. Saat beban atau kabel dihubungkan ke Katoda (semikonduktor N) dan
Anoda (semikonduktor P), maka akan timbul aliran arus listrik akibat elektron yang mengalir
melalui beban atau kabel tersebut dari Katoda menuju ke Anoda.
Sejauh ini terdapat dua model pengoperasian dioda foto. Yang pertama adalah model
Photovoltaic, dan yang kedua adalah model Photoconductive. Berikut penjelasan
mengenai perbedaan pengoperasian photodiode model Photovoltaic dan model
Photoconductive.

1. Photovoltaic
Model pertama adalah Photovoltaic. Model yang satu ini membuat photodioda bekerja
seperti halnya sel surya, yakni dapat menghasilkan tegangan listrik yang dapat diukur.
Akan tegangan yang dihasilkan oleh photodioda sangatlah kecil. Bahkan tidak bisa
untuk mengalakan sebuah lampu sekalipun.

2. Photoconductive
Model yang kedua adalah Photoconductive. Berbeda dibanding dengan model
sebelumnya, pada model ini photodioda tidak menghasilkan tegangan listrik,
melainkan digabungkan dengan sumber tegangan lain yang dipasang secara bias
terbalik alias reversed biased voltage, sehingga photodioda berfungsi sebagai saklar
arus listrik saat terkena cahaya.