Anda di halaman 1dari 26

Lider ; septia

Scriber ; Eka agustin ningtias

member:
o Bustami
o Sinta
o Rani anisa
o Shilvi
o Yovita
o Siti
o Verawati
o Novi
o Kurnia panca velentina
 An.Vk berusia 6 tahun diantar ibunya ke RS.Graha Medika
dengan keluhan perdarahan spontan pada gusi sejak 2 hari
yang lalu. Ibunya mengatakan an.Vk tidak napsu makan.
An.Vk dilaporkan mengalami demam, mimisan, batuk dan
pilek 1 minggu yang lalu dan telah berobat ke dokter. Pada
pemeriksaan fisik an.Vk didapatkan: keadaan umum tampak
lemah dan fatigue, konjungtiva anemis, mukosa bibir
cenderung kering, ekpresi wajah meringis, kesadaran
compos mentis, TTV dalam batas normal, tampak petechia,
adanya memar kebiruan pada daerah lengan. Berdasarkan
pemeriksaan Hb 10 mg/dl, trombosit positif tes RL (+).
Berdasarkan anamnesa an.Vk tidak mempunyai alergi
makann atau obat-obatan. Menurut keterangan ibunya
bahwa an.Vk mengalami perdarahan relatuf banyak pada
saat gigi tanggal, dan kadang perlu penanganan serius pada
saat ke dokter gigi.
1. Fantigue adalah keluhan mudah lelah
2. Demam adalah panas badan (suhu yang menyebabkan suhu
badan lebih tinggi dari biasanya
3. Hemoglobin adalah
4. Pilek adalah
5. Petechia adalah bintik merah kecil akibat keluarnya sejumlah
kecil darah
6. Compos mentis adalah kejernihan pikiran
7. Trombosit adalah suatu komponen darah yang mempunyai
fungsi utama dalam pembekuan darah
8. Mimisan(epitaksis) adalah kondisi yang ditandai dengan
keluarnya darah melalui lubang hidung
9. Megakarosit adalah sel raksasa pada sum-sum tulang
mengandung inti yang banyak berlobus dimana trombosit
darah dewasa berasal
10. Alergi adalah perubahan reaksi tubuh terhadap kuman-kuman
penyakit,keadaan yang sangat peka terhadap penyebab tertentu
11. Tes RL (rumplelet) adalah pemeriksaan bidang hematologi dengan
melakukan pembendungan pada bagian lengan atas selama 10
menit, uji diagnostic kerapihan vaskuler dan fungsi trombosit
12. Anti platelet adalah
13. Perdarahan spontan(biokemis) adalah terjadi akibat kelainan atau
gangguan mekanisme hemoistatis dapat terjadi karena kelainan
darah,trombosit dan mekanisme pembekuan darah
14. Konjungtiva anemis adalah suatu keadaan dimana konjungtiva
seseorang pucat,karena darah tidak sampai ke perifer yang bias
menjadi salah satu bahwa seseorang anemia
15. Mukosa bibir adalah
16. Sum-sum tulang adalah
1. Mengapa pasien mengalami perdarahan spontan pada gusi?
2. Mengapa pasien (An.VK) tidak nafsu makan?
3. Mengapa pasien (An.VK) mengalami:
 Demam
 Batuk
 Pilek,dan
 Mimisan
4. Mengapa dari hasil pemeriksaan fisik psien di dapatkan:
 Ku = lemah dan fantigue
 Konjungtifa = anemis
 Mukosa bibir = cenderung kering
 Ekspresi wajah = meringis
 Petechia
 Memar kebiruan pada lengan
5. Mengapa pada hasil pemeriksaan diagnostic
didapatkan hasil:
• Hemoglobin : 10 Mg/Dl
• Trombosit : 40.000/mm3
 Sum-sum tulang : Megakarostik normal
Antibodi anti platelet (196)=(+)
RL (+)
6. Mengapa pasien (An.VK) mengalami
pendarahan relative banyak pada saat giginya
tanggal?
7. Bagaimana tindakan nursing care plan yang
tepat untuk pasien An.VK?
1. Perdarahan spontan dapat terjadi karena ada kelainan
pada mekanisme pembekuan darah dan gangguan
mekanisme hemoistatis, pada saat dilakukan
pemeriksaan diagnostic An.VK didapatkan antibodi
antiplatelet (1gG) positif
2. Diagnose (An.VK) tidak nafsu makan karena ada
respon pada hipotalamus tentang rasa lapar terganggu.
Bias terjadi karena kadar O2 pada otak berkurang
dikarenakan hemoglobin berkurang (Hemoglobin
berperan sebagai pembawa oksigen)
3. Demam adalah respon tubuh saat antibodi dalam tubuh
sedang melawan antigen
4.
a. Ku = Lemah dan fatigue
a. Lemah bias terjadi jika tubuh kekurangan energi akibat nutrisi sebagai
bahan pembentuk energy tidak dapat dibentuk/ pembentukan ATP
tidak terjadi
b. Konjungtiva = anemis
a. Karena aliran darah kejaringan menurun sehingga menyebabkan
pengiriman O2 terganggu, maka suplay oksigen kejaringan menurun
akibatnya jaringan kekurangan oksigen dan tandanya berwarna pucat
(normal : merah muda)
c. Mukosa bibir kering
a. Merupakan tanda dari seseorang kekurangan nutrisi terjadi karena
asupan nutrisi pada tubuh (vitamin,mineral) tidak terpenuhi karena
pasien tidak nafsu makan
d. Wajah tampak meringis
d. Respon yang menunjukkan adanya rangsangan rasa sakit pada
tubuh
e. Petechia
d. Tanda dari gangguan pembekuan darah, petechia terjadi karena
adanya pecahnya pembuluh darah dan kebocoran darah
dibawah permukaan kulit dan selaput lender
e. Kelainan pembuluh darah akibat kerusakan endotel kapiler
f. Memar kebiruan pada lengan
d. Tanda dari hemoestatis defect, yaitu kelainan trombosit
(kualitatif) terjadi agresi/penumpukan/ penggumpalan
trombosit yang menyebabkan adanya kebiruan pada daerah-
daerah tertentu (pada siku,lutut,lengan)
5.
a. hemoglobin 10 Mg/al
Terjadinya karena pendarahan yang dialami, yaitu mimisian
dan pendarahan pada gusi selama 2 hari mengakibatkan
hemoglobin. Keluar/hilang bersama darah, dan
kekurangannya nutrisi untuk proses bahan pembentukan sel
darah (vitamin B 12) zat besi
b. Trombosit = 40.000/mm3
trombosit normal = 150.000. 450.000/mm3
Trombosit berfungsi dalam proses pembekuan darah
c. Megakarosit normal?
Antibodi anti platelet : Trombosit kurang sehingga
RL (+)
1. Mahasiswa mampu memahami tentang kelainan pada
hematologi
 Hemophilia
 Anemia
 ITP
 Hemoistatis distress
2. Mahasiswa mampu memahami tentang
penatalaksanaan pada kelainan hematologi ( transfuse,
nutrisi, transportasi ) pada saat pasien dengan kelainan
hematologi
 Askep teori
 Askep khusus
 Hemofilia A adalah difisiensi faktor pembekuan herediter
yang paling banyak ditemukan. Prevalensinya adalah
skitar 30-100 tiap sejuta populasi. Pewarisnya berkaitan
dengan jnis kelamin ( Gb. 20.1), tetapi hingga 33% tidak
mempunyai riwayat dalam keluarga dan terjadi akibat
mutasi sepontan. Gen faktor VIII terletak di dekat ujing
lengan panjang kromosom X (regio Xq2.6). Gen ini sangat
besar dean terdiri dari 26 ekson. Protein faktor VIII
meliputi regio rangkap tiga A1, A2, A3dengan hemoglobin
sebesar 30% antar mereka, suatu ragio rangkap dua C1 C2
dan suatu dominan B yang sangat terglikosilasi, yang
dibuang pada waktu faktor VIII diaktifkan oleh trombin
• Gambaran klinis
 Bayi dapat menderita pendarahan
pascasirkumsisi atau mengalamai perdarahan
sendi dan jaringan lunak serta memar yang
berlebihan pada saat mereka mulai aktif.
▪ Pengobatan
 Sebagian besar pasien datang k pusat khusus
hemofilia dengan tim multidispliner yang
berdedikas pada perawatan mereka.
1. Pengertian anemia
Anemia merupskan kelainan hematologi yang
paling sering dijumpai baik di klinik maupun
dilapangan,
2. kriteria anemia
Perlu ditetapkan batas hemoglobin atau
hematokrit yang kita anggap sudah terjadi
anemia batas ini disebut sebagai cut off point
(titik pemilihan) yang sangat di pengaruhi oleh
umur
3. Kriteria klinik
Kriteria klinik anemia umum di indonesia adalah:
1. Hemoglobin < 10 g/dl
2. Hematokrit < 30%
3. Eritrosit < 2, 8 juta/mm3
Hal ini dipertimbangkan untuk mengurangi beban klinis
melakukan work up anemia jika kita memakai kriteria who
4. Derajat anemia
Derajat anemia Antara lain ditentukan oleh kadar
hemoglobin, derajat anemia perlu di sepakati sebagai
dasar pengelolaan kasus anemia
5. Prefalensi anemia
angka prefalensi anemia di indonesia menurut
husaini dkk dapat dilihat pada tabel di bawah
ini.
6. Klasifikasi anemia
Anemia dapat di klasifikasikan dengan
berbagai cara, tergantung dari sudut mana kita
melihat dan tujuan kita melakukan klasifikasi
tersebut
7. Patofisiologi anemia
Pada dasarnya gejala anemia timbul karena:
1. Anoksia organ target: karena berkurangnya
jumlah oksigen yang dapat dibawah oleh darah
ke jaringan
2. Mekanisme kompensasi tubuh terhadap anemia
8. Klasifikasi anemia berdasarkan morfologi
eritrosit
a) Anemia hipokromik mikrositer (MCV kecil
dari 80 fl; MCH kecil dari 27 pg)
b) Anemia normokronik normositer (MCV 80-
95 fl: MCH 27-34 pg)
c) Anemia makrositer (MCV > 95fl)
d) gejala umum anemia
e) Gejala khas masing-masing anemia
f) Gejala akibat penyakit dasar
g) Pemeriksaan fisik
h) Pemeriksaan laboratorium hematologi
 Anemia megaloplastik
Anemia Megaloblastik adalah anemia yang
terjadi karena terhambatnya dan eritrosit yang tidak
berfungsi Anemia Megaloblastik adalah anemia
yang khas ditandai oleh adanya sel megaloblas
dalam sumsum tulang
 Klasifikasi
 Patofisiologi
 Pemeriksaan sumsum tulang
 Pemeriksaan laboratorium
 Terapi
 Anemia pada penyakit sistemik
 Terapi
4. ITP
a. Pengertian ITP
b. Gejala-gejala ITP
c. Kondisi yang Menyebabkan ITP
d. Mendiagnosis ITP
5. Trombosit, pembekuan darah dan
hemostatis
Mekanisme yang efesiensi dan cepat untuk menghentikan
pendarahan dari lokasi kerusakan pembuluh darah yang
sangat penting dilakukan untuk pertahanan hidup.
1. Definisi Anemia
Anemia (dalam bahasaYunani : tanpa darah) adalah
keadaan saat jumlah sel darah nerah atau jumlah
hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah
merah berada dibawah normal
2. Etiologi
Penyebab anemia yang sering diderita adalah kekurangan
zat gizi yang diperlukan untuk sintesis eritrosit yaitu besi,
vitamin B12 dan asam folat.
3. Tanda dan Gejala Anemia
a. Lemah, letih, lesu dan lelah.
b. Sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang
c. Gejala lanjut berupa kelopak mata, bibir, lidah, kulit
dan telapak tangan menjadi pucat.
4. Patofisologi Anemia
Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sum-
sum tulang atau kehilangan sel darah merah berlebihan
atau keduanya.
5. Pemeriksaan Penunjang
a. Pada pemeriksan laboratorium ditemui:
b. Jumlah Hb lebih rendah dari normal (12 – 14 g/dl)
c. Kadar Ht menurun (normal 37% - 47%)
d. Peningkatan bilirubin total (pada anemia hemolitik)
e. Terlihat retikulositosis dan sferositosis pada apusan
darah tepi
f. Terdapat pansitopenia, sumsum tulang kosong diganti
lemak (pada anemia aplastik)
6. Data Fokus
Terdiri dari DS (data Subjektif) dan DO (data objektif).
Hemophilia adalah kelainan koagulasi darah bawaan yang paling
sering dan serius, berhubungan dengan defisiensi faktor VIII, IX, XI
biasanya hanya terdapat pada anak laki-laki, terpaut kromosom X
dan bersifat resesif.
C. Teori Asuhan Keperawatan Idiopatik
Trombositopenik Purpura
a. Definisidiopatik Trombositopenik Purpura
b. Etiologi
c. Patofisiologi
d. Jenis Itp
e. Manifestasi Klinis
f. Pemeriksaan Penunjang
g. Pengkajian
h. Diagnosa Keperawatan
Sistem hematologi tersusun atas darah dan tempat darah diproduksi,
termasuk sumsum tulan dan nodus limfa. Darah adalah organ khusus yang
berbeda dengan organ lain karena bentuk cairan. Cairan darah tersusun atas
komponen sel yang tersuspensi dalam plasma darah. Sel darah dibagi
menjadi eritrosit ( sel darah merah, normalnya 5 ribu per mm3 darah) dan
lekosit 9 sel darah putih, normalnya 5000 – 10000 per mm3 darah).
Komponen seluler darah ini normalnya menyusun 40% - 45% voume darah.
Fraksi darah yang ditempati oleh eritrosit disebut hematokrit. Darah terlihat
sebagai cairan merah, opak, dan kental. Warnanya ditentukan oleh
hemoglobinyang terkandung dalam sel darah merah.Jadi, bila anak
megaalami Perubahan TTV kearah yang abnormal dapat menunjukan
terjadinya peningkatan kehilangan cairan akibat perdarahan/dehidrasi Perlu
untuk menentukan fungsi ginjal, kebutuhan penggantian cairan dan
membantu mengevaluasi status cairan Memberikan informasi tentang
derajat hipovolemi dan membantu menentukan intervensi
Mempertahankan keseimbangan cairan akibat perdarahan