Anda di halaman 1dari 12

APA ITU BPJS

KESEHATAN?
PROFIL

BPJS Kesehatan

PHB

BPDPK
VISI DAN MISI
MISI
DASAR HUKUM

PRINSIP BPJS KESEHATAN


1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
• Tindakan medis yang dilakukan karena terjadinya kecalakaan kerja
ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai bekerja pekerja
dinyatakan sembuh. Selain biaya pengobatan dan perawatan sampai
sembuh.
• Perlindungan JKK dimulai sejak berangkat kerja, saat dilingkungan kerja
sampai kembali ke rumah.

2. Jaminan Kematian (JK)

• Kepada ahli waris pekerja yang mengalami musibah meninggal dunia, yang bukan karena
kecelakaan kerja. Hal ini diberikan kepada peserta agar apabila terjadi resiko meninggal
dunia keluarga yang ditinggalkan mendapatkan bantuan biaya yang diperuntukkan untuk
pendidikan. Dengan iuran sebesar 0,3 persen dari upah yang dilaporkan, peserta sudah
terlindungi pada program Jaminan Kematian.
• Dan juga santunan sekaligus yaitu, santunan berkala dan biaya pemakaman dengan total
santunan sebesar Rp. 24 juta dan pemberian beasiswa bagi anak pekerja yang ditinggalkan
sebesar Rp. 12 juta bagi peserta yang sudah memasuki masa iur 5 tahun.
3. Jaminan Pensiun
• Program jaminan sosial dengan skema manfat yang diberikan kepada pekerja
setiap bulannya, saat memasuki masa pensiun 56 tahun atau mengalami cacat
total permanen dan arau menggal dunia, yang diberikan kepada pekerja atau ahli
waris yang sah.
• Jaminan Pensiun dipersiapkan bagi pekerja untuk tetap mendapatkan
penghasilanan bulnan disaat memasuki usia yang tidak lagi produktif. Dengan
iuran yang ditetapkan sebesar 3% (1 persen pekerja dan 2 persen pengusaha) dan
dengan masa iur 15 tahun, peserta dapat menikmati dana pensiun dimasa
pensiun nanti.

4. Jaminan Hari Tua (JHT)


• jaminan yang memberikan perlindungan kepada para pekerja terhadap resiko
yang terjadi dihari tua, dimana produktivitas pekerja sudah menurun.
• JHT merupakan sistem tabungan hari tua yang besarnya merupakan akumulasi
iuran ditambah hasil pengembangannya. JHT ini dpata dicairkan saat pekerja
mencapai usia 56 tahun atau menggal dunia atau cacat total tetap
• Manfaat JHT juga dapat diambil saat kepersetaan mencapai 10 tahun dengan
besaran 10% untuk persiapan hari tua atau 30% untuk pembiayaan perumahan.
Pencairan manfaat pada kepersetaan 10 tahun tersebut hanya dapat dipilih salah
satu, baik untuk persiapan hari tua ataupun pembiayaan perumahan.
1. Pelayanan kesehatan 2. Pelayanan kesehatan Pelayanan kesehatan
tingkat pertama, tingkat lanjutan tingkat lanjutan
pelayanan kesehatan non mencakup: mencakup:
spesialistik A. Rawat jalan B. Rawat inap
Administrasi pelayanan Administrasi pelayanan.
Pelayanan promotif dan Pemeriksaan, pengbatan dan
preventif konsultasi spesialistik oleh
dokter spesialis dan sub Perawatan inap non
Pemeriksaan, pengobatan spesialis intesif
dan konsultasi medis Tindakan medis spesiaistik
Tindakan medis non sesuai dengan indikasi medis
spesialis, baik operatif Pelayanan obat dan bahan
maupun non operatif medis habis pakai
Pelayanan obat dan bahan Pelayanan alat kesehatan implant Perawatan inap ruang
medis habis pakai intensif
Pelayanan penunjang diagnostic
Transfusi darah sesuai
lanjutan sesuai denagn indikasi
kebutuhan medis
medis
Pemerikasaan penunjang Rehabilitasi medis
diagnosis laboratorium Pelayanan kesehatan lain
tingkat pertama Pelayanan darah
yang ditetapkan oleh
Pelayanan dokter forensik Menteri
Rawat inap tingkat
pertama sesuai indikasi Pelayanan jenazah di fasilitas
kesehatan
MANFAAT BPJS KESEHATAN

Bersifat pelayanan kesehatan perorangan, mencakup pelayanan promotif, prefentif, kuratif,


rehabilitif, pelayanan obat, bahan medis habis pakai sesuai dengan indikasi yang diperlukan

Manfaat jaminan kesehatan terdiri atas jaminan medis dan non medis

Manfaat medis tidak terikat dengan besaran iuran yang dibayarkan

Manfaat non medis meliputi ambulans dan akomodasi

Manfaat akomodasi ditentukan berdasarkan skala besaran iuran yang dibayarkan

Ambulans diberikan untuk pasien rujukan dari fasilitas kesehatan yang dengan kondisi
tertentu yang ditetapkan oleh BPJS Kesehatan