Anda di halaman 1dari 19

TUJUAN PRAKTIKUM

• Mengetahui secara garis besar pengertian dan


tujuan OMH dalam perancangan tata letak
pabrik.
• Mengetahui cara melakukan perhitungan
Ongkos Material Handling.
• Memberikan penjelasan mengenai analisa
Ongkos Material Handling.
Suatu tabel yang digunakan untuk menghitung biaya penanganan bahan.
Didalam OMH dilakukan minimasi biaya penanganan bahan tetapi dengan
tidak mengabaikan prinsip-prinsip pemindahan bahan.

Berdasarkan perumusan yang dibuat American Material Handling Society


(AMHS), material handling dapat dinyatakan sebagai seni dan ilmu yang
meliputi penanganan (handling), pemindahan (moving), pembungkusan
(packaging), penyimpanan (storing), sekaligus pengendalian (controlling)
dari bahan.

ARTINYA: HANYA DILAKUKAN PADA LANTAI PRODUKSINYA SAJA


Sistem material handling pada dasarnya dilakukan guna
meningkatkan efisiensi perpindahan material dari satu
departemen ke departemen lainnya. Dengan aliran
material yang lebih efisien, biaya material handling akan
dapat ditekan seminimal mungkin. Efisiensi dapat
terwujud jika proses perpindahan material tersebut
menggunakan sistem dan peralatan yang sesuai.
Keputusan mengenai sistem dan peralatan pemindah
material harus didasarkan atas pertimbangan-
pertimbangan yang matang. Pertimbangan tersebut
antara lain, karakteristik material, tingkat aliran, dan
tipe tata letak pabrik.
Karakteristik Material

Karakteristik tersebut berhubungan dengan:


sifat fisik (benda padat, cair, atau gas)
Ukuran (volume, panjang, lebar, tinggi)
Berat (per buah, per kilo, dll)
Bentuk (persegi, bulat, dll)
Kondisi (panas, dingin, dll
Resiko keamanan (mudah meledak, beracun).
TINGKAT ALIRAN

Tingkat aliran material menyangkut dua hal utama, yaitu


menyangkut kuantitas atau jumlah material yang
dipindahkan dan jarak perpindahan material tersebut.
Jenis-jenis tata letak pabrik meliputi :

Production Line Product atau Product Layout, berdasarkan pada


aliran prduksi, sehingga mesin dan fasilitas produksi diatur berdasarkan
prinsip “machine after machine” tanpa memperhatkan jenis mesin yang
digunakan.

Functional Layout atau Process Layout, dimana pengaturan dan


penempatan mesin dan peralatan produksi yang memiliki jenis yang
sama dalam satu bagian.

Fixed Material Location Product Layout atau Fixed Position


Layout, dimana mesin dan operator bergerak menuju ke produk yang
direncanakan akan dibuat, khususnya untuk produk yang berat dan tidak
mudah dipindahkan.

Product Family Layout atau Group Technology Layout, dimana


pengelompokan mesin didasarkan pada kemiripan proses yang dilalui
setiap produk, atau part family.
Sistem dan Peralatan, sistem penanganan material dapat dikerjakan
secara manual atau full otomatis. Perbedaan tingkat mekanisasi
berada antara dua kelompok besar tersebut. Klasifikasi sistem
penanganan material berdasarkan level mekanisasi didasarkan pada
sumber tenaga penanganan dan tingkat keterlibatan manusia dan
computer dalam menjalankan peralatan. Kelas-kelas mekanisasi
dikelompokkan sebagai berikut.
1.Manual dengan ketergantungan tenaga fisik. (operator)
2.Mekanik, operator diperlukan untuk mengoperasikan peralatan. (truck)
3.Mekanik dengan bantuan computer (pengembangan dari kelas
kedua), dengan fungsi computer untuk men-generate dokumen-
dokumen khusus untuk pemindahan dan operasi.
4.Otomatis, hubungan operator yang menjalankan dan mengoperasikan
mesin sangat kecil. Sebagian besar fungsi-fungsi dijalankan oleh
computer.
5.Otomatis penuh, kelas ini mirip dengan kelas ke empat, tetapi
computer mendapatkan tusas tambahan seperti pengawasan langsung.
Hal ini akan mengurangi intervensi manusia.
Aktivitas ini sendiri sebetulnya merupakan aktivitas
yang di klasifikasikan non-produktif sebab tidak
memberikan nilai apa–apa terhadap material atau bahan
yang dipindahkan. Disini tidak terjadi perubahan bentuk,
dimensi maupun sifat-sifat fisik atau kimiawi dari material
yang dipindahkan. Disisi lain justru kegiatan pemindahan
bahan atau material tesebut akan menambah ongkos (cost).

Satuan dari ongkos penanganan bahan merupakan


rupiah/meter gerakan. Salah satu cara untuk menaikkan
efesiensi produksi adalah dengan mengurangi
langkah transportasi.
Beberapa aktivitas pemindahan bahan yang harus di
Perhitungkan

Pemindahan bahan dari gudang bahan baku menuju fabrikasi atau


assembling.
Pemindahan bahan yang terjadi di proses produksi satu jenis mesin
menuju mesin lainnya
Pemindahan bahan dari departemen assembling menuju gudang
barang jadi.
Hubungan antara penanganan material dan tata letak pabrik

Dalam sistem manufaktur, dua aktivitas yang sering berpengaruh


satu sama lain adalah penanganan material dan tata letak pabrik.
Hubungan dua aktivitas menyangkut data yang diperlukan untuk
rancangan tiap aktivitas, tujuan umum, pengaruh ruangan dan pola aliran.
Tujuan umum keduanya adalah meminimumkan biaya. Oleh karena itu,
pada saat perencanaan tata letak pabrik, pada saat itu pula dipikirkan
perencanaan fasilitas penanganan material yang akan diaplikasikan. Perlu
dipahami bahwasannya sekali pabrik berdiri, tata letak fasilitas produksi
sudah ditetapkan dan mesin/ peralatan produksi sudah terpasang, maka di
saat itu pula akan kecil kemungkinannya untuk memperbaiki metode
material handling. Sehingga, pertimbangan faktor material handling, baik
metode maupun peralatan yang akan dipakai jelas harus selalu
diperhatikan pada saat membuat rancangan tata letak. Sekali keliru dalam
perancangan maka untuk seterusnya kita akan menjalankan kekeliruan
sampai ada kesempatan untuk merombak tata letak yang ada.
A. Data-data Penunjang
Routing Sheet
MPPC
Luas Lantai
OPC

B. Alat dan Ongkos Angkut


 25 Kg = Orang Rp. 500/ meter
 150 Kg = Walky Pallet Rp. 1000/ meter
 150 Kg = Hand Truck Rp. 1500/ meter

C. Rumus Perhitungan Jarak


Kelompok Mesin A Kelompok Mesin C
A B C

AB = ½ Luas Lantai Kelompok Mesin C

BC = ½ Luas Lantai Kelompok Mesin A

AC = AB + BC
Dari Ke Nama Bentuk Potongan Produk Jumlah Berat Berat Alat OMH Jarak Total
Komponen Material Material /Hari Tiap Bntk Bentuk Total Angkut Ongkos

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

TOTAL

Keterangan:
Kolom 1, 2, 3, dan 4 : Diketahui Volume Terima Kolom 9 : Kolom 7 x Kolom 8
Kolom 5 : Untuk Komponen Utama = Kolom 10 : Diketahui
Volume Pakai
Kolom 11 : Diketahui
Unit Tersedia
Untuk Komponen Tambahan = Kolom 12 : Jarak Antar
Volume Assembling
Departemen
Kolom 13 : Kolom 11 x Kolom 12
Kolom 6 : DS Komponen Dari Routing Sheet
Kolom 7 : Kolom 6 / Kolom 5
Kolom 8 : Diketahui
PETA PROSES OPERASI

NAMA OBYEK : KOTAK OBAT


NOMOR PETA : 1
DIPETAKAN OLEH : KELOMPOK 2
TANGGAL DIPETAKAN : 09 OKTOBER 2012

(240x120x1) cm (240X120X1) cm
Alas Atas (1) Alas Tengah (1) (240x120x1) cm (240x120x1) cm (240x120x1) cm (240x120x1) cm (240x120x1) cm (240x120x1) cm
(26x8x1) cm (26X8X1) cm Penyangga Tengah (1) Pintu (1) Samping kanan (1) Samping Kiri (1) Alas Bawah (1) Alas Belakang (1)
(26x8x1) cm (26x20x1) cm (29x8x1) cm (29x7x1) cm (40x8x1) cm (40x30x1) cm
Mengukur Mengukur
0'’.50' O-29 (Meja Mengukur Mengukur Mengukur
O-25 (Meja Mengukur
Fabrikasi) 0'’.39' 0'’.34' O-21 O-17 (Meja O-13 Mengukur Mengukur
1'’.02'
0% Fabrikasi) (Meja 0'’.40' 0'’.48' (Meja
0'’.48' O-5 O-1 (Meja
0% Fabrikasi) Fabrikasi) Fabrikasi) 0'’.49' O-9 (Meja (Meja
Fabrikasi)
0% 0% 0% 0% Fabrikasi) 0% Fabrikasi) 0%

Memotong Memotong
0'’.38' O-30 (Mesin O-26 (Mesin Memotong Memotong Memotong
Potong) 0'’.27' 0'’.30' O-22 (Mesin 0'’.26' O-18 0'’.50' O-14
Memotong Memotong Memotong
31,06% Potong) (Mesin (Mesin
O-6 0".38' O-2
29,48% Potong) Potong) Potong) 0'’.48' O-10 (Mesin 0'’.40' (Mesin (Mesin
27,79% 27,79% 18,94% 32,1% Potong) 27,64% Potong) 23% Potong)

Menghaluskan
2'’.41' O-31 Menghaluskan Menghaluskan
(Mesin Serut) 2'’.26' O-27 (Mesin Serut)2'’.50' O-23 2'’.19' O-19
Menghaluskan
2'’.41' O-15
Menghaluskan
Menghaluskan 3".02' O-3 Menghaluskan
3,54% (Mesin Serut) Menghaluskan
3,01% (Mesin Serut) (Mesin Serut)` 2'’.41' O-11 (Mesin Serut) 2'’.54' O-7 (Mesin Serut)
3,98% (Mesin Serut) 1,40%
3,98% 4,60% 0,34% 1,73%

0'’.5 Melubangi
O-32
(mesin bor) 0'’.5' O-28 Melubangi 0'’.5' Melubangi
0'’.25'
Melubangi 0'’.10' Melubangi
0,07% O-24 O-20 O-16 0'’.7' Melubangi Melubangi Melubangi
0,091% (mesin bor) 0,06% (mesin bor) (mesin bor) (mesin bor) O-12 (mesin bor) 0'’.5' O-8 0'’.5' O-4
0,12% 0,14% (mesin bor) (mesin bor)
0,09% 0,04% 0,01%

Sekrup 2 cm (2)

Meja
1".40' O-33 Assembly 1

Sekrup 2 cm (3)

Meja
0".55' O-34 Assembly 2

Sekrup 2 cm (5)

Meja
0".54' O-35 Assembly 3

Engsel (2)

Handle (1)
Sekrup 2 cm (4)

Meja
6".36' O-36 Assembly 4

Sekrup 2 cm (2)

Meja
0".54' O-37 Assembly 5

Sekrup 2 cm (2)

Meja
1".40' O-38 Assembly 6

Sekrup 2 cm (3)

Meja
2".14' O-39 Assembly 7

1".20' Meja
I-1
Fabrikasi

Ringkasan
KEGIATAN JUMLAH WAKTU (MENIT)

OPERASI 39 39.06

PEMERIKSAAN 1 1.20

TOTAL 40 40.26
KASUS:
Sebuah alat angkut “forklift” dibeli dengan harga Rp.
50.000.000,- diharapkan umur ekonomis 5 tahun. Biaya
bahan bakar adalah Rp. 20.000,-/ 8 jam, sedang biaya
perawatan sebesar Rp. 5.000,-/ jam. Jika forklift berjalan rata-
rata 15.000 m per hari, tentukan biaya per satuan jarak (m).
diasumsikan bahwa alat angkut beroperasi 300 hari / tahun
dan upah operator adalah Rp. 10.000,- /jam.
PENYELESAIAN:
•MENENTUKAN DEPRESIASI DENGAN MENGGUNAKAN DEPRESIASI GARIS LURUS

Rp.50.000.000 1tahun 1hari


 Rp.4.166, / jam
5tahun  300hari  8 jam
•JARAK PENGANGKUTAN TIAP JAM

1hari
15.000m / hari   1.875m / jam
8 jam
•TOTAL BIAYA (MAINTANANCE + BAHAN BAKAR + DEPRESIASI + OPERATOR)

20.000
Rp.(5.000   4.166  10.000)  Rp.21.666 / jam
8 jam

•ONGKOS NATERIAL HANDLING (OMH)

Rp.21.666, / jam
 Rp.11,55 / m
1.875m / jam
Abstrak
Pendahuluan
(Latar Belakang, Tujuan, Perumusan Masalah)
Tinjauan Pustaka
Metodologi Penulisan
Pembahasan dan Analisis
(Data penunjang, perhit. OMH, dan Analisis)
Kesimpulan dan Saran
(Terhadap Penulisan)