Anda di halaman 1dari 15

A CONCEPTUAL FRAMEWORK

Kelompok 4 :

1 Yaumul Baas 160810301020

2 Syeril riska 160810301072

3 M. Masrukhin 160810301119
A CONCEPTUAL FRAMEWORK

The role of a conceptual frame work

Objectives of conceptual frame work

Developing a conceptual framework

A critique of conceptual framework

Conceptual framework for auditing standart


1. The role of a conceptual frame work

Kerangka konseptual dapat dipandang sebagai teori akutansi yang terstruktur


(Belkaoui, 1993), karena struktur kerangka konseptual sama dengan struktur teori
akutansi yang didasarkan pada proses penalaran logis. Yang dapat digambarkan
dalam bentuk hierarki yang memiliki beberapa tingkatan yaitu :

Pada tingkat tertinggi yang teoritis

Pada tingkatan selanjutnya

Pada tingkat operasional yang lebih


rendah
2. Objectives of conceptual frame work

Berguna dalam
01 pengambilan keputusan
ekonomi

Berguna dalam menilai


02 prospek arus kas

Tentang sumber daya


perusahaan, klaim
03 terhadap sumber daya
dan perubahan di
dalamnya.
Tujuan utama laporan keuangan adalah memberikan
informasi yang :

Bermanfaat dalam membuat keputusan kredit


dan investasi oleh pihak yang ingin memahahi
kegiatan ekonomik dan bisnis perusahaan.

Membantu kreditor dan investor yang ada atau yang


potensial, serta pemakai lain dalam menentukan jumlah,
waktu dan ketidakpastian aliran kas di masa yang akan dating.

Mengenai sumber – sumber ekonomik, tuntutan terhadap


sumber ekonomik, dan perubahan di dalamnya.
tujuan laporan keuangan dapat di klasifikasikan menjadi tiga bagian yaitu:

Tujuan secara
Tujuan secara luas Tujuan yang terakhir
sempit
3. Developing A Conceptual Framework

Pengembangan
1 Sifat kerangka 2
kerangka
konseptual
konseptual
Sifat Kerangka Konseptual

1 Penentuan standar akutansi harus dikembangkan/ dibangun


dan berkaitan dengan bangunan konsep dan tujuan yang telah
ditetapkan.

Masalah – masalah praktik baru dan berisiko tinggi


2 terhadap perkembangan akutansi harus secara cepat di
pecahkan, dengan melihat kerangka dasar teori yang ada.

Kerangka konseptual meningkatkan


3 pemahaman pemakai statement keuangan dan
kepercayaan terhadap laporan keuangan

Kerangka konseptual mendukung


4 komprabilitas statement keuangan
perusahaan – perusahaan.
Pengembangan Kerangka Konseptual

Pada tingkat ke 1 Pada tingkat ke 2 Pada tingkat ke 3 Pada tingkat ke 4

tujuan
menunjukan hal-hal yang Pedoman operasional yang mekanisme penyajian yang
sasaran dan fundamental meliputi digunakan oleh akuntansi dalam digunakan oleh akutansi untuk
maksud dari menentukan dan menerapkan menyampaikan informasi
karakteristik kualitatif
standart akuntansi meliputi akutansi meliputi pelaporan
akutansi dari informasi kriteria pengakuan laporan penghasilan, pelaporan arus
akutansi keuangan versus pelaporan dana dan likuiditas, dan
keuangan dan pengukuran. pelaporan posisi keuangan.
4. A CRITIQUE OF CONCEPTUAL FRAMEWORK PROJECTS

Perkembangan kerangka kerja konseptual tidak lepas dari


kritik berbagai pihak. Kritik ini membuat perkembangan
kerangka kerja konseptual mengalami perkembangan yang
lambat serta menjadi pemicu terselenggaranya proyek
IASB/FASB. Dalam melakukan analisis atas kritik yang
terjadi, terdapat dua pendekatan yang bisa digunakan yaitu
pendekatan ilmiah (scientific approach) dan pendekatan
profesional (professionalapproach)
• Ontological and Epistemological Assumptions
1 menyediakan informasi pelaporan keuangan kepada pengguna
dalam bentuk yang objektif dan tidak bias.

• Circularity of Reasoning
2 Dalam hal ini kerangka kerja konseptual memberikan
panduan kepada akuntan dalam menjalankan praktik
akuntansi sehari-hari.

3 • An Unscientific Discipline
Kerangka kerja konseptual akuntansi berusaha untuk
mengadopsi pendekatan ilmiah namun hal ini tidak serta
merta menjadikan akuntansi sebagai cabang ilmu sains
karena akuntansi lebih tepat dideskripsikan sebagai seni.
5. CONCEPTUAL FRAMEWORK FOR AUDITING STANDARDS

pada 1961, Miller dan Sharaf berpendapat bahwa audit


bukanlah bagian dependen dari akuntansi, tetapi sebuah
disiplin logis, sehingga audit tidak dibatasi pada informasi
akuntansi semata. Mereka juga mempertanyakan
kompatibiltas audit dan jasa konsultasi, dan menyarankan
agar keduanya dipisah demi menjamin independensi
auditor.
TERIMAKASIH
Jayne Godfrey, e. a. (2010). Accounting
Theory. Autralia: John Wiley & Sons Ltd.
Page 129

IASB dan FASB telah melakukan tantangan tugas dalam memutuskan untuk
memperbarui, menyelesaikan, dan mengkonvergensi kerangka kerja
konseptual mereka. Banyak masalah yang harus untuk diselesaikan dan
kontroversial. Proyek ini membutuhkan sumber daya yang signifikan dari Dewan
dan masukan substansial dari konstituen mereka. Tetapi proyek ini akan membantu
dalam menyelesaikan kritis masalah standar akuntansi, dan dari pembaruan
tersebut tercapailah hasil kerangka kerja lengkap
yang mendasari konsisten standar berbasis prinsip yang mendorong pengambilan
keputusan laporan keuangan.
1. Jelaskan mengapa standar berbasis prinsip memerlukan
kerangka konseptual ?
2. Mengapa penting IASB dan FASB berbagi kerangka
konseptual umum?
3. disarankan agar beberapa pihak dapat menguntungkan
dari kerangka kerja conseptual, apakah Anda menganggap
bahwa kerangka konseptual lebih penting bagi beberapa
pihak daripada yang lain?
4. Apa yang dimaksud dengan “cross-cutting”?