Anda di halaman 1dari 18

ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA

SISTEM SARAF

Kelompok III
1. DAVID THOMAS DULI
2. ANASTASIA LODA SIGA
3. FELANDA N. A. RATU
4. PRIZELA POY DANDO
5. IRENSI YAKUB
6. URSULA LANGOBELEN
7. YUSTINA KOLETA KARIM
Sistem Saraf adalah sistem yang mengatur
dan mengendalikan semua kegiatan
aktivitas tubuh kita seperti berjalan,
menggerak kan tangan, mengunyah
makanan dan lainnya.
Sistem ini juga disebut sebagai sistem
koordinasi atau sistem pengatur tubuh.
Fungsi
Sistem saraf sebagai sistem koordinasi
mempunyai 3 (tiga) fungsi utama yaitu:
1. Pengatur / pengendali kerja organ tubuh,
2. Pusat pengendali tanggapan,
3. Alat komunikasi dengan dunia luar.
Tubuh kita dapat melakukan gerakan karena adanya hantaran impuls oleh sel-sel
saraf. Impuls saraf adalah rangsangan/pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan
luar, kemudian dibawa oleh neuron atau serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut
saraf. Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke efektor, akan menyebabkan
terjadinya gerakan.

Gerak ini dapat dibedakan menjadi dua macam.

GERAK SADAR GERAK REFLEKS


GERAK SADAR (GERAK BIASA)
Merupakan gerak yang terjadi karena disengaja atau disadari. Contohnya gerakan memegang
buku saat ingin belajar, atau mengambil pensil saat ingin menulis.

Hantaran impuls pada gerak biasa dimulai daari reseptor sebagai penerima rangsang. Impuls
tersebut kemudian dihantarkan menuju neuron sensorik untuk kemudian diolah di otak. Respons dari otak
kemudian oleh saraf motorik dihantarkan ke efektor sehingga terjadilah gerakan

reseptor

otak.

neuron sensorik

efektor

neuron motorik
GERAK REFLEKS

Merupakan gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Penjalaran impuls pada gerak refleks
berlangsung cepat, melewati jalur pendek dan tidak melalui otak, tetapi melalui sumsum tulang belakang.
Hantaran impuls pada gerak refleks mirip eperti pada gerak biasa. Bedanya, impuls pada gerak refleks
tidak melalui pengolahan oleh saraf pusat.

reseptor

sumsum
tulang belakang
neuron sensorik

efektor

neuron motorik
PERAMBATAN IMPULS

Perambatan impuls melalui sel saraf


Rambatan impuls melalui serabut saraf terjadi dalam bentuk pulsa elektrik. Alur impuls yang terjadi yaitu:
Impuls - dendrit - badan sel saraf- neurit - keluar melewati sinapsis
Perambatan impuls melalui akson tak bermielin

Perambatan impuls berlangsung dengan proses polarisasi dan depolarisasi, merambat melalui membran.
Jika kursor disentuhkan pada salah satu sisi maka akan terjadi proses pertukaran ion positif ke dalam dan
negatif keluar (lalu kembali lagi ke posisi semula dan disusul oleh ion disebelahnya sampai diujung. (dari arah
kiri ke kanan)
LANJUTAN.....

Perambatan impuls melalui akson bermielin

Perambatan impuls melalui akson bermielin disebut perambatan saltatorik berlangsung lebih cepat sebab
pada serat bermielin impuls merambat dengan cara melompati bagian saraf yang diselubungi mielin.
PENGHANTARAN IMPLUS SARAF MELALUI SINAPSIS

Sinapsis merupakan persambungan unik yang mengendalikan komunikasi antar satu


neuron dengan sel-sel lain.

Tempat terjadi transmisi impuls saraf:


Sel saraf  sel saraf
Sel saraf  otot (Neuromuscular junction)

Hubungan ini (sinaps) bisa terjadi di:


Nukleus (di dalam otak)
Kornua medulla spinalis
Ganglion
Otot (sarkoplasma)
Sinapsis
Komponen sinaps
Neuron pre-sinaps
Vesikel (neurotransmitter)
Celah sinaps (20-40nm)
Neuron post-sinaps
Reseptor
Jenis sinaps
Aksodendritik
Aksoaksonik
Aksosomatik
Mekanisme Kerja Sinapsis
• Pada saat potensial aksi terjadi, ion Ca2+ ekstrasel  ke akson  neurotransmiter
dibebaskan ke celah sinapsis
• Neurotransmiter berdifusi mengaktifkan reseptor neurotransmiter pd membran pascasinaps
sel yang berkontak
• Potensial aksi neuron prasinapsis mencapai ujung terminal  vesikel bergerak ke ujung aksi
(bantuan dari gerakan ion Ca2+)  transmiter dibebaskan, kontak dengan membran
pascasinapsis  permeabilitas berubah
• Jika permeabilitas thdp ion Na+ meningkat, potensial istirahat menjadi kurang –
• Jika nilai ambang tercapai  terjadi potensial aksi pada neuron pascasinapsis  impuls
ditransmisikan
• Protein reseptor pada membran sinaptik mengikat neurotransmitter dan melakukan
penyesuaian dengan membuka kanal ion, membangkitkan Excitatory Postsynaptic Potential
(EPSP) atau Inhibitory Postsynaptic Potential (IPSP). Eksitasi cepat diketahui menggunakan
asetilkolin (nikotinik) dan L-glutamat atau inhibisi menggunakan GABA. Selanjutnya impuls
akan mengalir ke neuron berikutnya.
Fast excitatory transmission

Na+ Ca2+

Na+

-70mV
Na+ Na+
Excitatory
postsynaptic
potential (EPSP)
Ca2+
Fast inhibitory transmission

Na+ Ca2+

Cl-

-70mV
Na+ Cl-

Inhibitory
postsynaptic
Ca2+ potential (IPSP)
Slow inhibitory transmission

Na+ Ca2+

K+

-70mV
Na+
K+
Slow IPSP

Ca2+
Slow excitatory transmission

Na+ Ca2+

-70mV
Na+
x
Slow EPSP

Ca2+
Periode Refraktori

• Periode refraktori absolut,


Adalah waktu selama gerbang ion tertutup, dan gerbang K+ masih terbuka, dan
serabut saraf sekali tidak responsif terhadap kekuatan stimulus lain. Masa berlangsung
selama 1 milidetik.

• Periode refraktori relatif


Adalah masa setelah masa refraktori ini berlangsung kurang dari 2 milidetik, dan
merupakan waktu dimana stimulus dengan kekuatan yang lebih tinggi memicu
potensial aksi yang kedua
Respons all-or-none

Potensial aksi yang terjadi mengikuti hukum All or nothing (All or none)
dan dirambatkan kesemua arah (propagation). Rangsangan yang tidak mencapai
treshold (nilai ambang), hanya menimbulkan potensial lokal yang tidak akan
disebarkan. Rangsangan adekuat atau mencapai nilai ambang, baik yang besar atau
yang kecil akan menimbulkan potensial aksi yang sama besar. Artinya, potensial
aksi tidak akan bertambah besar biarpun rangsangan diperbesar.
Stimulus ambang untuk depolarisasi biasanya terjadi saat pada perubahan
sekitar 15 mV sarnpai 20 mV dari keadaan potensial istirahat. Begitu ambang
depolartsasi tercapai, potensial aksi akan terbentuk. Inilah yang disebut respons
all-or-none: Neuron akan merespon secara keseluruhan atau tidak merespons
sama sekali.
TERIMA KASIH