Anda di halaman 1dari 15

Berpikir Kritis dalam

Pengambilan Keputusan
E3
Andre Oktavian Missa 102016003
James Winston 102016245
Wahyu Ari Agustina 102016102
Livia Theda 102016034
Farha Fadjrina 102016144
Christina Sonia Wibowo 102016197
Fitra Jaya 102016117
Wan Aishah Fariha Binti Wan Nazri 102016269
Skenario E
Theresa Ann Campo Perso, seorang anak penderita rumpang otak
(anencephaly) yang dikenal publik sebagai “bayi theresa”. Rumpang
otak merupakan cacat bawaan yang paling buruk. Bayi penderita
rumpang otak kadang dianggap sebagai ‘bayi yang tidak memiliki otak’
dan hal ini memberi gambaran yang kurang lebih benar, tetapi tidak
tepat. Bagian-bagian penting dari otak cerebum dan cerebellum hilang,
juga bagian atas dari tengkorak. Namun, batang otak tetap ada dan
fungsi-fungsi otonomik seperti pernafasan dan detak jantung tetap
berjalan. Di Amerika Serikat, kebanyakan kasus rumpang otak bisa
diketahui sejak kandungan dan kemudian dogugurkan. Dari antara
yang tidak digugurkan, ada separo yang bisa lahir. Setiap tahun ada
sekitar 300 anak yang bisa dilahirkan, tetapi mereka biasanya
meninggal dalam waktu beberapa hari.
Kisah mengenai bayi Theresa tidak akan dikenal kalau orang tuanya
tidak mengajukan permintaan yang tidak lazim. Ketika tahu bahwa
anak mereka tidak dapat hidup lama dan kalaupun dapat hidup, dia
tidak akan mempunyai kesadaran, orang tua bayi Theresa kemudian
merelakan organ-organ anaknya untuk transplantasi. Mereka berpikir,
hati, ginjal, jantung, paru-paru, dan mata Theresa dapat disumbangkan
untuk anak-anak lain, yang dapat memanfaatkannya. Para dokter
sepaham, hal ini sebagai sesuatu hal yang baik. Paling sedikit 2000
anak memerlukan transplantasi setiap tahunnya dan organ yang bisa
dipergunakan tidak pernah cukup. Meskipun demikian, organ-organ ini
tidak juga diambil karena hukum di Florida tidak memperbolehkan
pengambilan organ-organ kalau si pemberi belum meninggal. Ketika
bayi Theresa meninggal, sembilan hari kemudian, saat itu sudah
terlambat bagi anak-anak lain. Organ-organ itu tidak dapat
ditransplantasikan karena sudah rusak. Kisah mengenai bayi Theresa di
surat kabar menimbulkan diskusi publik. Apakah bisa dibenarkan
pengambilan organ-organ seorang anak yang mengakibatkan
kematiannya, demi menolong anak-anak lain?
ISTILAH YANG TIDAK DIKETAHUI

Rumpang otak (anencephaly)


Definisi : Cacat atau malformasi dimana tidak adanya
tulang tengkorak bagian atas, kulit kepala, dan bagian
otak karena kegagalan neurulasi kranial sewaktu
kehamilan.
RUMUSAN MASALAH

• Pro-kontra pengambilan organ bayi Theresa untuk


menolong anak-anak lain yang membutuhkannya.
• Pengambilan organ yang tidak dapat dilakukan.
MIND MAP
Pro-kontra Pengambilan
Organ

Etika Epistemologi

Situasi Pengambilan keputusan


Sifat Utilitarianisme
silogisme

Partikular Universal Kategoris Hipotetis


HIPOTESIS

• Berdasarkan kebenaran ilmu dan etika, jika


pengambilan organ dari bayi Theresa
dilakukan secara tepat, maka dapat
membantu orang lain.
SASARAN PEMBELAJARAN

• Mampu memahami pengambilan keputusan secara


Etika.
• Mampu memahami pengambilan keputusan secara
Epistemologi.
ETIKA

Etika dapat disimpulkan sebagai nilai-nilai atau


norma-norma moral yang menjadi pegangan
bagi seseorang atau suatu kelompok dalam
mengatur tingkah lakunya

• Sifat universal : bisa dilakukan semua orang.


Subjeknya keseluruhan dan tanpa terkecuali.
• Sifat partikular : subjeknya satu atau hanya
sebagian.
ETIKA SITUASI

• Etika situasi memusatkan manusia serta


mengupayakan tindakan yang hasilnya terbaik.

• Etika situasi menolak adanya norma-norma moral


umum karena kewajiban moral menurut mereka
selalu tergantung dari situasi konkret. Sesuatu yang
dalam situasi yang sama baik dan tepat, dalam
situasi lain bisa jelek dan salah.
UTILITARIANISME
• Etika utilitarianisme berpegang pada prinsip sebaik-
baiknya melakukan tindakan yang menghasilkan
kebaikan dan manfaat yang banyak kepada setiap
orang.
• Etika utilitarianisme setuju bahwa kebaikan
merupakan suatu tindakan yang ditentukan oleh
dampak, hasil atau result dari tindakan tersebut.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN SECARA
EPISTEMOLOGI

Apa itu epistemologi?


• Merefleksikan pertanyaan-pertanyaan mendasar
sekaligus menyeluruh tentang pengetahuan
• Salah satu cabang filafat yang hendak membuat
refleksi kritis terhadap dasar-dasar dari pengetahuan
manusia.
• Sering juga disebut sebagai teori pengetahuan.
SILOGISME

Terdiri dari dua premis dan satu kesimpulan,


dimana dari dua proposisi (premis-premis)
disimpulkan menjadi suatu proposisi baru
(kesimpulan)
SILOGISME

Silogisme kategoris - mempunyai


premis-premis yang oposisi
kebenarannya tidak bersyarat.
Bersifat mutlak.

Silogisme hipotetis - bila salah satu


atau kedua premisnya merupakan
proposisi hipotetik yang berarti satu
keputusan itu berlaku benar bila
syarat-syaratnya dipenuhi
KESIMPULAN
Dalam kasus ini tidak dilakukannya pengambilan organ, karena
dilema dalam mengambil keputusan.
Dari sudut etika situasi, Orang tua Theresa berpikir bahwa
harapan hidup Theresa rendah jadi lebih baik organ Theresa
ditransplantasikan untuk membantu orang lain.
Dilihat dari prinsip utilitarianisme, transplantasi organ tersebut
dapat memberikan manfaat untuk orang lain yang lebih
membutuhkan.
Dari sudut kebenaran ilmu atau silogisme hipotetik, jika organ
Theresa diambil dengan cara yang tepat maka dapat membantu
orang lain.