Anda di halaman 1dari 25

KOLANGITIS AKUT EC

KOLEDOKOLITIASIS
Dominikus Veri Efendi 102014156
Joanny Angganitha Telehala 102014216
Farren Angelica Kimberly 10206050 F2
Grace Marta Tanjung 102016092
Edward Anderson Nainggolan 102016160
Tabita Nathasaria 102016169
James Winston 102016245
Tiara Namora Tarigan 102016249
Skenario
• Seorang wanita berusia 50 tahun datang ke poliklinik
dengan keluhan nyeri hebat yang hilang timbul secara
mendadak pada perut kanan atasnya dan menjalar
hingga ke punggung kanan sejak 6 jam yang lalu.
Rumusan Masalah
• Wanita usia 50 tahun datang dengan keluhan nyeri hebat
yang hilang timbul secara mendadak pada perut kanan
atasnya dan menjalar hingga ke punggung kanan sejak 6
jam yang lalu.
Mind Map
Anamnesis
PF
PP
WD
DD
Etiologi
Epidemiologi
Patofisiologi
Gejala Klinis
Komplikasi
Penatalaksanaan
Pencegahan
Prognosis
Anamnesis
• Wanita usia 50 tahun
• Nyeri perut kanan atas menjalar ke punggung kanan
• 5 hari sudah demam tinggi
• Tubuh kekuningan dan tinja dempul
Pemeriksaan Fisik
• Sclera ikterik
• Sakit berat
• Compos mentis
• Nyeri tekan abdomen regio hipokondrik kanan
Pemeriksaan Penunjang
• Leukosit 15.000/uL
• ALT: 120 U/L & AST: 130 U/L
• Bilirubin total: 4mg/dl
• GGT: 54 U/L & Alkali fosfatase: 115 U/L
Pemeriksaan Penunjang
• EUS (endoscopic ultrasonography)
• Mendeteksi batu
• MRCP (magnetic resonance cholangiopancreotography)
• Mendeteksi batu
• ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreotography)
• Mendeteksi batu dan pengambilan batu
Working Diagnosis
• Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan
pemeriksaan penunjang, dapat didiagnosa bahwa wanita
60 tahun tersebut mengalami kolangitis akut et causa
koledokolitiasis.
• Selain itu jika pada pasien ditemukan trias Charcot (nyeri
kuadran kanan atas (RUQ), demam, dan sakit kuning).
Penta reynolds terdiri atas perubahan status mental dan
sepsis yang dapat ditambahkan ke trias charcot
Differential Diagnosis
• Cholangiocarcinoma
• kanker di saluran empedu yang membawa cairan pencernaan
empedu.
• Cholangiocarcinoma terbagi dalam berbagai jenis:
• Kolangiokarsinoma intrahepatik terjadi pada bagian dari saluran
empedu di dalam hati, biasanya diklasifikasi sebagai kanker hati.
• Hilar cholangiocarcinoma terjadi di saluran empedu di luar hati.
Disebut juga Cholangiocarcinoma perihilar.
• Kolangiokarsinoma distal terjadi di bagian duktus biliaris di dekat
usus kecil.
Differential Diagnosis
• Faktor resiko cholangiocarcinoma adalah:
• Kolangitis sklerosis primer
• Penyakit hati kronis
• Kista choledocal saat lahir
• Parasit
• Usia
• Merokok
• Gejala Cholangiocarcinoma adalah
• Kulit menguning dan sclera ikterik
• Gatal yang intens
• Tinja dempul
• Kelelahan
• Nyeri abdomen
• Penurunan berat badan
Differential Diagnosis
• Abses Hati
• Kista isi nanah di hati
• Bisa karena bakteri, parasit, dan jamur
• Di negara berkembang lebih sering abses hati amuba
daripada abses hati piogenik
• Penyebab abses hati amuba karena parasit Entamoeba
histolytica.
• Penyebab abses hati piogenik karena infeksi bakteri
seperti
• Escherichia coli, Salmonella typhi, Klebsiella spp., Proteus vulgaris,
Enterococcus, Staphylococcus aureus, dan Streptococcus faecalis,
Streptococcus milleri, dan Bacteroides spp
Differential Diagnosis
• Penyebab lain abses hati
• Infeksi saluran empedu (30% -60%): kolesistitis,
choledocholithiasis, dan kolangitis, keganasan saluran empedu,
stent empedu
• Infeksi dari organ-organ pencernaan atau organ pelvis melalui
sirkulasi portal (24%): usus buntu, divertikulitis, dan perforasi usus
• Penyebaran hematogen sekunder dengan bakteremia (15%):
infeksi endokarditis, pielonefritis, infeksi mulut yang tidak diobati,
semua penyebab gangguan sistem kekebalan tubuh pada anak-
anak (misalnya, leukemia)
Differential Diagnosis
• Faktor resiko abses hati
• Radang usus, terutama penyakit Crohn, karena hilangnya
integritas barrier mukosa
• Sirosis hati
• Transplantasi hati
• Embolisasi arteri hepatika (pada pasien karsinoma hepatoseluler
yang menjalani terapi TACE (Trans Arterial Chemo Embolization)
• Gangguan sistem kekebalan tubuh
• Usia yang lebih tua (terutama terkait dengan sepsis bilier)
• Malnutrisi, keganasan, kehamilan, penggunaan steroid, dan
asupan alkohol yang berlebihan merupakan predisposisi
pembentukan abses hati
Differential Diagnosis
• Gejala abses hati
• Nyeri perut kanan atas
• Demam
• Anoreksia (nafsu makan menurum)
• Nausea (mual)
• Vomitus (muntah)
• Berat badan menurun
• Batuk
• Ikterus (kuning pada mata dan kulit)
• BAB berdarah
• Hepatomegali
• Abses hati amuba dan piogenik lebih dibedakan kepada
demamnya, dimana abses hati piogenik demam yang kontinu
disertai menggigil, sedangkan abses hati amuba demam yang
hilang timbul
Etiologi
• Batu saluran empedu, serta prosedur medis yang
berdampak pada saluran empedu, merupakan faktor
paling signifikan dalam terjadinya kolangitis.
• Beberapa penyebab lainnya yaitu:
• Infeksi bakteri
• Penyumbatan yang disebabkan oleh batu empedu di saluran
empedu
• Penyumbatan secara tidak sengaja karena suatu prosedur medis
• Tumor pada saluran empedu
Epidemiologi
• Prevalensi batu empedu di dunia sekitar 20-35% dan
resiko terjadinya kolangitis akut simtomatik dilaporkan
sekitar 0.2%. kolangitis akut dapat pula disebabkan
adanya batu primer di saluran bilier, keganasan dan
striktur
Patofisiologi
• Obstruksi saluran empedu, peningkatan tekanan
intraluminal, dan infeksi pada cairan empedu adalah
faktor utama terjadinya kolangitis akut.
• Saluran empedu yang terkolonisasi oleh bakteri tetapi
tidak mengobstruksi tidak akan menyebabkan kolangitis.
• Diyakini bahwa obstruksi saluran empedu dapat
mengurangi pertahanan terhadap bakteri, disfungsi
kekebalan tubuh, dan peningkatan kolonisasi bakteri di
usus kecil.
Patofisiologi
• Mekanisme pasti dari kolangitis akut ini belum pasti
• Diyakini bahwa bakteri masuk ke saluran empedu melalui
vena porta dan “retrograde ascent” dari duodenum.
• Masuknya bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi di
duktus hepatikus.
• Peningkatan tekanan didalam saluran empedu
menyebabkan infeksi sampai ke kanalikuli biliaris, vena
hepatica, dan limfatik perihepatic yang nantinya
menyebabkan bacteremia (25-40%).
• Infeksi ini dapat menjadi supuratif di saluran empedu
Manifestasi Klinis
• Nyeri yang selalu terasa pada bagian kanan atas
abdomen dan dapat bertahan selama berjam-jam
lamanya.
• Demam
• Riwayat penyakit kuning
• Kombinasi nyeri, demam (dan menggigil), dan penyakit
kuning merupakan symptom klasik Charcot triad.
Hepatomegali
Komplikasi
• Sepsis yang nantinya menyebabkan abses hati, gagal
hati, dan bakteremia.
• Syok septik, cedera ginjal akut, disfungsi sistem
kardiovaskular, saraf, pernapasan, ginjal, hati dan darah
• Pasien yang ditangani dengan drainase perkutan atau
perkutaneus dapat menyebabkan perdarahan
intraabdominal, perdarahan perkutaneus, sepsis, fistula,
dan kebocoran empedu
Penatalaksanaan
• hidrasi agresif harus diberikan segera setelah akses vena
didapatkan untuk koreksi kekurangan volume/dehidrasi
dan menormalkan tekanan darah.
• pemberian antibiotic
• kolangitis akut ringan pemberian jangka pendek 2-3 hari dengan
sefalosporin generasi pertama atau kedua, penisilin dan inhibitor β
laktamase
• kolangitis sedang sampai berat pemberian antibiotic minimal 5-7
hari dengan sefalosporin generasi ketiga atau keempat, nonbaktam
dengan atau tanpa metronidazol untuk kuman anaerob, atau
karbapenem
• drainase bilier
Pencegahan
• Beberapa cara mencegah penyakit kolangitis yaitu:
• Aktivitas fisik yang memadai
• Hindari makanan yang kaya lemak jenuh
• Penggunaan statin jangka panjang mengurangi konsentrasi
kolesterol bilier dari empedu dan menurunkan risiko pembentukan
batu empedu (tidak disarankan untuk pencegahan rutin).
• Dilakukan intraoperative cholangiography (IOC) pada saat
kolesistektomi; jika pandangan operasi kurang jelas dan dicurigai
adanya batu di saluran, dilakukan cholangiogram endoscopic
• Antibiotik profilaksis sebelum ERCP
Prognosis
• Tingkat mortalitas dilaporkan sekitar 17-40%, tergantung
pada masalah kesehatan dan umur. Endoskopi drainase
setelah stabilisasi dari pasien kolangitis dapat
meningkatkan prognosisnya.
Kesimpulan
• Berdasarkan pembahasan diatas, penyakit kolangitis akut
dapat menyebabkan komplikasi-komplikasi yang berat
jika tidak ditangani dengan tepat. Maka dari itu perlu
penanganan yang baik dan tepat terhadap penyakit
tersebut agar pasien bisa cepat sembuh.