Anda di halaman 1dari 34

Acute Limb Ischemia dan

Ulkus
Irma Juliana S
Pembimbing: dr. Lukman Nurfauzi Sp. B

KEPANITERAAN KLINIK DEPARTEMEN ILMU BEDAH


BLUD RUMAH SAKIT SEKARWANGI SUKABUMI
Definisi
• Luka adalah keadaan hilang atau terputusnya kontinuitas jaringan
yang disebabkan banyak hal atau berbagai faktor. Luka adalah
kerusakan kontinuitas jaringan atau kulit, mukosa membran dan
tulang atau organ tubuh lain (Kozier, 1995).
• Luka adalah keadaan dimana kontinuitas jaringan rusak bisa karena
trauma, zat kimia, listrik ataupun radiasi.
Luka bersih

Derajat Kontaminasi Luka bersih


terkontaminasi

Luka
terkontaminasi

Luka Kotor

Jenis-jenis luka Penyebab

Klasifikasi Luka
Bakar
Luka karena gigitan binatang. Luka
gigitan hewan memiliki bentuk Cedera pada permukaan epidermis
permukaan luka yang mengikuti akibat bersentuhan dengan benda
gigitan hewan yang menggigit. berpermukaan kasar atau runcing. Luka
Dengan kedalaman luka juga ini banyak dijumpai pada kejadian
menyesuaikan gigitan hewan traumatic seperti kecelakaan lalu lintas
luka dengan tepi yang tidak beraturan Vulnusmaupun benturan benda tajam
tersebut. Vulnus terjatuh
karena tarikan atau goresan benda Schlopetorum (
ataupun tumpul.
tumpul. Luka ini dapatVulnus
dijumpai pada punctum Luka tembak)
Morsum
kejadian kecelakaan lalu lintas dimana (Luka tusuk)
bentuk luka tidak beraturan dan kotor,
kedalaman luka bisa menembus lapisan Luka karena terbakar oleh api atau
Ditandai dengan tepi luka berupa gariscairan panas maupun sengatan arus
mukosa hingga lapisanVulnus
otot. lurus dan beraturan. Vulnus Scissum listrik. Vulnus
Vulnus Combustio memiliki
laseratum Penyebab Ekskoriasum
banyak dijumpai pada aktifitas sehari-bentuk luka yang tidak beraturan
(Luka robek) hari seperti terkena pisau dapur, sayatan (Luka
Akibat tusukan benda runcing yang benda tajam (seng, kaca), dimana dengan permukaan luka yang lebar dan
lecet/gores)
biasanya kedalaman luka lebih dari pada warna kulit yang menghitam. Biasanya
bentuk luka teratur. juga disertai bula karenan kerusakan
lebarnya. Misalnya tusukan pisau yangVulnus Scissum
Contusio
menembus lapisan otot, tusukan paku epitel kulit dan mukosa.
(luka sayat atau Combustio
(Luka
dan benda-benda tajam lainnya. iris) (luka bakar)
memar)
Kesemuanya menimbulkan efek tusukan
yang dalam dengan permukaan luka
yang tidak begitu lebar.
Klasifikasi
Derajat I Derajat IIA Derajat IIB Derajat III
• Hanya mengenai lap- • Mengenai epidermis • Mengenai epidermis • Mengenai epidermis &
epidermis dan superficial dermis. dan sebagian besar dermis serta lapisan di
• Kulit tampak eritema, • Kulit tampak dermis bawahnya.
kering tanpa terbentuk hiperemis, lembab, • Sembuh > 3 minggu • Kulit tampak pucat,
bula. nyeri dan terbentuk dengan meninggalkan abu-abu dan
• Terasa bula. parut permukaan lebih
nyeri/hipersensif • Sembuh < 3 minggu rendah dari sekitarnya.
• Sembuh dlm 5 –10 hari • Tidak ada bula dan
tidak nyeri
• Memerlukan skin
graft, lama sembuh
Penyembuhan luka
Proses penyembuhan luka
a) Fase inflamasi
b) Fase proliferasi atau fibroblast
c) Fase remodeling
Penyembuhan luka
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka :
a. Perkembangan
b. Nutrisi
c. Infeksi
d. Sirkulasi dan oksigenasi
e. Keadaan luka
f. Obat
Penyembuhan luka
Faktor Intrinsik

Faktor-faktor
memperlambat
penyembuhan luka

Faktor Ekstrinsik
Penyembuhan luka
Penutupan luka
primer

Jenis-jenis Penutupan luka


penyembuhan luka sekunder

Penutupan luka
tersier
Perkembangan Perawatan Luka
Mengontrol infeksi
a. Gunakan dua pasang sarung tangan tidak steril, kasa steril ukuran 4×4 , normal salin (Nacl
0,9%) steril.
b. Sarung tangan pertama digunakan untuk membuka bantuan luka yang kotor, kemudian
lepaskan dan cuci tangan.
c. Buka peralatan steril menggunakan tehnik steril.
d. Kenakan sarung tangan kedua, tuang normal saline di atas luka dengan menampung
waskom dibawah luka.
e. Pegang kasa steril pada sisanya/pinggir luka, bagian depan (yang menyentuh luka) jangan
samapai tersentuh oleh tangan yang mengenakan sarung tanga tidak steril.
f. Bersihkan luka dengan gerakan sirkuler/ melingkar diawali dari bagian dalam luka kearah
luar. Untuk tiap putaran kasa diganti dengan yang baru.
g. Bersihkan dan keringkan juga disekeliling luka.
h. Tutup kembali luka dengan meletakkan balutan di atasnya, pegang sisi/sudut balutan
penutup dan letakkan bagian yang tidak tersentuh di atas permukaan luka.
i. Tutup dengan balutan transparan, tulis tunggal, jam dan initial balutan.
KOMPLIKASI

Perdarahan Infeksi

Dehiscence
dan Eviscerasi
Ulkus Marjolin
Definsi
• Ulkus Marjolin adalah lesi maligna yang berasal dari jaringan parut
akibat trauma bakar, osteomielitis kronik, inflamasi kronik atau fistula
kronik. Tumbuh progresif pada luka yang tidak membaik, disertai
trauma kronik dan terutama parut luka bakar. Ulkus Marjolin dapat
berkembang menjadi karsinoma sel skuamosa.

 Laki-laki > perempuan, rasio 3:1


Usia > 50 tahun
Lokasinya 40 % di pelvis dan ekstremitas bawah, 30% kepala
dan leher, 20 % ekstremitas atas, 10% batang tubuh.
Ulkus Marjolin
Penatalaksanaan
• Eksisi luas dengan tepi minimal 1 cm pada jaringan yang sehat

Terapi non-bedah
• Radiasi ionisasi
Ulkus Varikosum
Defisini
• Ulkus varikosum adalah ulkus pada tungkai bawah
yang disebabkan oleh gangguan aliran darah vena.

Etiologi
• pembuluh darah seperti trombosis
• Kelainan katup vena dan yang berasal dari luar pembuluh
darah seperti bendungan di daerah proksimal tungkai bauah
oleh karena tumor di abdomen, kehamilan atau pekerjaan yang
dilakukan banyak berdiri.
Ulkus Varikosum
• Edema pada kaki
• Kaki terasa pegal
• Gatal
• Rasa terbakar
Ulkus Varikosum
• Tatalaksana
Umum
a. Tinggikan letak tungkai saat berbaring untuk mengurangi hambatan
aliran vena, sementara untuk varises yang terletak di proksimal dari
ulkus diberi bebat elastin agar dapat membantu kerja otot tungkai
bawah memompa darah ke jantung.
b. Konsul pasien ke Bagian Penyakit Dalam untuk mengobati penyebab
(varises).
Ulkus Varikosum
• Tatalaksana
Khusus
• Pengobatan Sistemik : Zink Sulfat 2x200 mg/hari
• Pengobatan Topikal
Bila terdapat pus kompres dengan larutan permanganas kalikus 1:5000
atau larutan perak nitrat 0,5% atau 0,25%.
Ulkus Arteriosum
• Definisi
Ulkus arteriosum adalah ulkus yang terjadi akibat gangguan peredaran
darah arteri.

• Etiologi
Ekstramural
Mural
Intramural
Ulkus Arteriosum
daya tahan terhadap
Gangguan aliran Hipoksia Perubahan di
trauma dan infeksi
darah arteri (iskemia) kulit
menurun

Terjadi ganggren
Ulkus pada jari kaki,
kaki dan tungkai
Ulkus arteriosum
Tatalaksana
Penatalaksanaan Umum
• Pengobatan terhadap penyebabnya dengan konsul ke Bagian Penyakit
Dalam.
• Hindari suhu dingin
• Hindari merokok
Ulkus arteriosum
Tatalaksana
Penatalaksanaan Khusus
a. Pengobatan Sistemik
Untuk menanggulangi infeksi dapat diberikan antibiotik atau metronidazol
(khusus kuman anaerob) dan analgetik untuk mengurangi nyeri.

b. Pengobatan Topikal

Permanganas kalikus 1:5000, Benzoin peroksida 10%-20% untuk merangsang


granulasi, bakterisidal, dan melepaskan oksigen ke dalam jaringan, Vaseline
agar kulit normal di sekitar ulkus tidak teriritasi, Seng Oksida untuk
mengabsorbsi eksudat dan bakteri
Ulkus Diabetikum
Definisi
Ulkus diabetika merupakan luka terbuka pada permukaan kulit karena
adanya komplikasi makroangiopati sehingga terjadi vaskuler insufisiensi
dan neuropati, yang lebih lanjut terdapat luka pada penderita yang
sering tidak dirasakan dan dapat berkembang menjadi infeksi yang
disebabkan oleh bakteri aerob maupun anaerob.
Ulkus Diabetikum

Pada penderita diabetes mellitus menurut Wagner dikutip oleh Waspadji S,


terdiri dari 6 tingkatan :
0 = Tidak ada luka terbuka, kulit utuh pada penderita risiko tinggi
1 = Ulkus Superfisialis, terbatas pada kulit.
2 = Ulkus lebih dalam sering dikaitkan dengan inflamasi jaringan.
3 = Ulkus dalam yang melibatkan tulang, sendi dan formasi abses.
4 = Ulkus dengan kematian jaringan tubuh terlokalisir seperti pada ibu jari
kaki, bagian depan kaki atau tumit.
5 = Ulkus dengan kematian jaringan tubuh pada seluruh kaki.
Ulkus Diabetikum

• Stadium I : asimptomatis atau gejala tidak khas (kesemutan)


• Stadium II : terjadi klaudikasio intermiten
• Stadium III : timbul nyeri saat istitrahat
• Stadium IV : terjadinya kerusakan jaringan karena anoksia (ulkus)
Ulkus Diabetikum
Tanda dan Gejala
• Sering kesemutan
• Nyeri kaki saat istirahat
• sensasi rasa berkurang
• kerusakan Jaringan (nekrosis),
• penurunan denyut nadi arteri dorsalis pedis/tibialis/poplitea
• kaki menjadi atrofi, dingin dan kuku menebal serta kulit kering.
Ulkus Diabetikum
Penatalaksanaan
• Pengendalian diabetik

• Penanganan ulkus diabetikus


• Penanganan ulkus diabetik dapat dilakukan dalam berbagai tingkatan, yaitu:
• Tingkat 0 : Penanganan pada tingkat ini meliputi edukasi kepada pasien tentang
bahaya dari ulkus dan cara pencegahan.
• Tingkat I : Memerlukan debrimen jaringan nekrotik atau jaringan yang infeksius,
perawatan lokal luka dan pengurangan beban
• Tingkat II : Memerlukan debrimen antibiotik yang sesuai dengan hasil kultur,
perawatan luka dan pengurangan beban yang lebih berarti.
• Tingkat III : Memerlukan debrimen yang sudah menjadi gangren, amputasi
sebagian, imobilisasi yang lebih ketat dan pemberian antibiotik parenteral yang sesuai
dengan kultur.
• Tingkat IV : Pada tahap ini biasanya memerlukan tindakan amputasi sebagaian atau
seluruh kaki.
Iskemia Tungkai Akut/ Acute Limb Ischemia
Definisi
Iskemia tungkai akut adalah suatu keadaan terjadinya penurunan
mendadak perfusi ketungkai yang mengancam viabitas tungkai
tersebut. Iskemia tungkai akut terjadi dalam dua minggu sesudah onset
sampai timbul gejala. Gambaran klinik iskemia tungkai akut ini dikenal
sebagai 6 P yaitu: paresthesia, pain, pallor, pulselessness,
poikilothermia dan paralysis
• Pemeriksaan fisik yang teliti untuk mendeteksi tanda tanda iskemia seperti
penurunan suhu, pucat, bercak bercak merah pada tungkai

• Pemeriksaan vaskular mencakup pemeriksaan pulsasi dari arteri femoralis,


poplitea, dorsalis pedis, dan arteri tibialis posterior di tungkai dan arteri
brachialis, arteri radialis serta arteri ulnaris di tangan

• Pemeriksaan pembuluh darah dengan menggunakan peralatan doppler sangat


berguna sekaligus untuk pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI) penderita,
ABI pada tungkai yang terkena akan mengalami penurunan bahkan tidak bisa
diukur sama sekali. ABI diantara 0.4 sampai 0.8 menunjukkan bahwa
penderita mengalami gangguan serius pada pembuluh darah ditungkai
tersebut
• Pemeriksaan yang sangat akurat adalah dengan menggunakan
pemeriksaan angiografi, dengan angiografi dapat ditentukan lokasi
dari segmen yang mengalami sumbatan.

• Pemeriksaan yang bersifat non invasif dan sangat berperan dalam


menegakkan diagnosa adalah pemeriksaan ultrasonografi,
pemeriksaan Computed Tomographic Angiographyc (CTA) dan
Magnetic Resonance Angiographic (MRA).
Beratnya iskemia tungkai akut dikelompokkan berdasarkan presentasi
klinis dan prognosa sesuai Standar Society for Vascular Surgery
Stadium Deskripsi Sensorik hilang Kelemahan otot Doppler arteri Doppler vena

I Tungkai viable, belum terancam Tidak ada Tidak ada Terdengar Terdengar

II Tungkai terancam Minimal Tidak ada Terdengar Terdengar

IIA Tungkai terancam dapat Minimal atau tidak ada Tidak ada Sering terdengar Terdengar
diselamatkan dengan pengobatan
yang tepat

IIB Terancam dapat diselamatkan Lebih dari satu jari, nyeri Ringan atau moderat Biasanya tak terdengar Terdengar
dengan revaskularisasi segera istirahat

III irreversibel Anastetik Ada Tak terdengar Tak terdengar


Penatalaksanaan
• Revaskularisasi endovascular
Tujuan pengobatan adalah mengembalikan vaskularisasi pada tungkai
yang terkena sesegera mungkin baik dengan menggunakan obat
obatan, peralatan medis ataupun dua duanya

• Revaskularisasi bedah
Balon kateter
Endarterektomi, patching angioplasty dan intraoperative trombolisis
ataupun kombinasinya.
• Medikamentosa
Begitu diagnosa ditegakkan pengobatan awalnya adalah dengan
pemberian unfractionated heparin, diberikan dalam bentuk bolus dan
pemeliharaan.