Anda di halaman 1dari 32

Sistem Ekskresi

Kelompok 9

1. Christianto Saputro (06)


2. Dita Shinta P. (08)
3. Ferdika (11)
4. Nazilah Dwi Lestari (24)
5. Widya Andi Ningrum (38)

C6 PGSD
1. Proses Ekskresi Pada Manusia

A. Alat-alat ekskresi pada manusi, terdiri dari :


1) Kulit
a) fungsinya:

 Ekskresi, mengeluarkan keringat dan lemak yang mengandung


air, garam, urea, serta ion-ion seperti Na+.
 Perlindungan, melindungi tubuh dari mikroorganisme, radiasi
sinar matahari, iritasi kimia, dan gangguan mekanik.
 Pengaturan suhu badan, kelenjar keringat dan pembuuh darah
berfungsi mengatur dan mempertahankan suhu badan.
 Metabolisme, menyintesis vitamin D dengan bantuan sinar
matahari dan menyimpan lemak sebagai sumber energi
cadangan.
 Komunikasi, stimulus lingkungan diterima oleh reseptor kulit,
misalnya perubahan suhu, sentuhan, dan tekanan.
b) Struktur kulit
Kulit terdiri atas beberapa lapisan, yaitu
epidermis, dermis, dan hipodermis.
 Epidermis(Kulit Ari) adalah bagian terluar kulit
yang tersusun dari sel-sel epitel pipih berlapis
banyak dengan susunan yang sangat rapat, dan
mengalami keratinasi. Epidermis terdiri atas 5
lapisan, yaitu Stratum korneum, Stratum lusidum,
Stratum granulosum, Stratum spinosum, Stratum
basalis
 Dermis(Kulit Jangat), Kulit jangat terletak di bawah
lapisan kulit ari. Di dalam kulit jangat terdapat akar
rambut, pembuluh darah, kelenjar keringat
(glandula sudorifera), kelenjar minyak (glandula
sebassea), dan serabut saraf.
 Jaringan Bawah Kulit (Subkutan)
berfungsi untuk menumpuk lemak sebagai cadangan
makanan dan menjaga suhu tubuh agar tetap
hangat.
c) Proses pembentukan keringat
Keringat

Rangsangan Hipotalumu Saraf Permukaan


Suhu s Simpatetik Kulit
2) Paru-paru
a. Paru-paru
 Merupakan bagian utama dari sistem pernapasan
manusia dimana proses pertukaran oksigen dan
karbondioksida terjadi di dalamnya
 Merupakan organ pada sistem ekskresi manusia karena
membantu mengeluarkan karbon dioksida dan uap air
bersamaan dengan hembusan nafas.
 Dapat mengendalikan ph darah dengan mengatur
tekanan karbondioksida
 Melakukan penyaringan apabila terjadi penggumpalan
darah di dalam vena.
b. Struktur paru-paru
Bagian-bagian paru-paru yang terdiri dari:
 Trakea
 Bronkus
 Rongga pleura
 Paru-paru kanan
 Paru-paru kiri
 Tulang rusuk
 Otot intercosta
 Diafragma
c. Proses pertukaran O2 menjadi CO2

Rongga
Faring Trakea
Hidung

Bronkiolus
Paru-paru Bronkus

Alveolus
3) Ginjal
a. Fungsi Ginjal

 Pengeluaran zat sisa organik, misalnya urea, asam urat,


kreatinin, amonia, serta produk penguraian hemoglobin dan
hormon.
 Pengeluara zat racun, contohnya obat-obatan, zat kimia asing,
zat adiktif makanan, dan polutan.
 Pengaturan keseimbangan konsentrasi ion-ion penting dalam
tubuh (natrium, kalium, kalsium, magnesium, sulfat, dan
fosfat).
 Pengatura keseimbangan asam basa melalui ekskresi ion
hidrogen (H+), bikarbonat (HCO3-), dan amonia (NH4+).
b. Struktur ginjal
Ginjal dilindungi oleh lapisan jaringan ikat,
yaitu fasia renal (pembungkus terluar), lemak
perirenal dan lemak pararenal (bantalan ginjal),
serta kapsul fibrosa. Ginjal memiliki bagian-bagian,
yaitu Lobus ginjal, Hilus (hilum), Sinus ginjal,
Parenkim ginjal, Pelvis Ginjal.
 Proses Pembentukan Urine

Filtrasi

Reabsorbsi

Augmentasi
4. Hati
Hati terdiri atas dua lobus utama, yaitu lobus
kiri dan kanan, dengan posisi sedikit saling
menindih.
a. Fungsi hati
 Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga, serta
vitamin A, D, B12
 Mengaktifkan vitamin D, yang dilakukan bersama-sama
dengan ginjal
 Fagosit bakteri yang dilakukan oleh makrofag sel kubffer.
 Degradasi hormon insulin dan beberapa hormon lainnya
 Degradadi amonia menjadi urea
 Perombakan sel darah merah
b. Struktur hati
Hati terdiri atas dua lobus utama, yaitu lobus
kiri dan kanan, dengan posisi sedikit saling
menindih. Lobus kanan memiliki dua lobus yang
salah satunya berukuran lebih kecil. Setiap lobus
terdiri dari banyak lobulus. Lobulus merupakan
unsur terkecil yang menyusun hati.
Bagian luar hati dilindungi oleh kapsula
hepatika. Dalam jaringan hati terdapat beberapa
pembuluh darah, yaitu arteri hepatika dan vena
portal hepatika.
c. Ekskresi Urea
Protein dalam tubuh setelah mengalami
metabolisme akan menghasilkan zat-zat sisa yang
mengandung nitrogen. Metabolisme protein akan
menhasilkan asam amino yang selanjutnya diuraikan
menjadi NH4OH dan senyawa NH. Senyawa tersebut
bersifat racun bagi sel sehingga harus segera dibuang.
NH3 dalam sel segera diikat oleh CO2 dan asam amino
ornitin membentuk asam amino sitrulin. Asam amino ini
tidak bersifat racun, relatif kecil sehingga masih dapat
berdifusi meninggalkan sel masuk aliran darah dan
akhirnya ke hati.
Kelainan dan penyakit pada sistem ekskresi
1. Anuria
2. Glikosuria
3. Albuminaria
4. Hematuria
5. Bilirubinaria
6. Batu Ginjal
7. Nefritis Glomerulus
8. Pielonefritis
2. Sistem Ekskresi Pada Hewan Invertebrata

a. Sistem Ekskresi pada Protozoa (Hewan Bersel 1)


Protozoa tidak memiliki organ pengeluaran
khusus sehingga zat sisa metabolismenya
dikeluarkan melalui rongga berdenyut (vakuola
kontraktil) atau melalui kulit secara difusi dan
osmosis contohnya pada amuba dan Paramaecium
b. Sistem Ekskresi pada Cacing Pipih
Cacing pipih mempunyai organ nefridium yang
disebut sebagai protonefridium. Protonefridium
tersusun dari tabung dengan ujung membesar
mengandung silia. Di dalam protonefridium terdapat
sel api yang dilengkapi dengan silia. Tiap sel api
mempunyai beberapa flagela yang gerakannya
seperti gerakan api lilin. Air dan beberapa zat sisa
ditarik ke dalam sel api. Gerakan flagela juga
berfungsi mengatur arus dan menggerakan air ke sel
api pada sepanjang saluran ekskresi.
c. Sistem Ekskresi pada Anelida dan Molluska (Hewan
Bersel Banyak)
d. Alat Ekskresi pada Belalang (Hewan Bersel Banyak)
Alat ekskresi pada belalang adalah pembuluh
Malpighi, yaitu alat pengeluaran yang berfungsi
seperti ginjal pada vertebrata. Pembuluh Malphigi
berupa kumpulan benang halus yang berwarna putih
kekuningan dan pangkalnya melekat pada pangkal
dinding usus. Di samping pembuluh Malphigi,
serangga juga memiliki sistem trakea untuk
mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa
CO2. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru
pada vertebrata.
2. Sistem Ekskresi Pada Hewan Vertebrata

1. Sistem Ekskresi Pada Ikan (Hewan Bersel Banyak)


Ikan mempunyai system ekskresi berupa ginjal dan
suatu lubang pengeluaran yang disebut urogenital.
Lubang urogenital ialah lubang tempat bermuaranya
saluran ginjal dan saluran kelamin yang berada tepat
dibelakang anus.
 Sistem Ekskresi Pada Amfibi (Hewan Bersel
Banyak)
Saluran ekskresi pada katak yaitu ginjal, paru-
paru,dan kulit. Saluran ekskresi pada katak jantan &
betina memiliki perbedaan, pada katak jantan
saluran kelamin & saluran urin bersatu dengan
ginjal, sedangkan pada katak betina kedua saluran
itu terpisah. Walaupun begitu alat lainnya bermuara
pada satu saluran dan lubang pengeluaran yang
disebut kloaka.
3. Sistem Ekskresi Pada Reptil
Sistem ekskresi pada reptil berupa ginjal, paru-
paru,kulit dan kloaka. Kloaka merupakan satu-
satunya lubang untuk mengeluarkan zat-zat hasil
metabolisme.Reptil yang hidup di darat sisa hasil
metabolismenya berupa asam urat yang dikeluarkan
dalam bentuk bahan setengah padat berwarna putih.
 Sistem ekskresi pada Aves ( Burung ) (Hewan
Bersel Banyak)
Alat pengeluaran pada burung berupa pari-pari, hati,
ginjal, dan kulit.aluran ginjal, saluran kelamin, dan
saluran pencernaan bermuara pada sebuha lubang
yang disebut kloaka. Burung menghasilkan kelenjar
minyak yang terdapat pada ujung ekornya. kelenjar
ini menghasilkan minyak untuk membasahi bulu-
bulunya.
Ekskresi Pada Tumbuhan

Proses ekskesi terjadi pada proses penguapan di daun


melalui stomata diawali dengan penguapan yang
terjadi di bagian sel-sel daun, yaitu pada jaringan
tiang atau palisade dan jaringan bunga karang.
Apabila stomata membuka, maka keluarlah uap air
ke udara sehingga proses aliran air mulai aktif
kembali dan menimbulkan daya isap daun.
 Sistem Ekskresi pada tumbuhan tingkat rendah
Tumbuhan tingkat rendah adalah tumbuhan yang
tidak mempunyai jaringan pembuluh (tidak
memiliki jaringan pengangkut, dan memiliki daun,
batang, dan akar sejati), sehingga materi disalurkan
dengan cara difusi antarsel.