Anda di halaman 1dari 52

PERHITUNGAN

DAN
PENETAPAN
ANGKA KREDIT
Seksi PPSDM
Dinkes Kab.
Lamongan
1. TERAMPIL (Minimal SLTA/D1)
KATEGORI 2. AHLI ( Minimal S -1/ D IV Kesehatan )

- Pelaksana Pemula(Gol. IIa)


- Pelaksana ( Gol II b – II d)
- Pelaksana Lanjutan (Gol III a – III b
- Penyelia (Gol. III c – III d)

- Pertama (Gol. III a – III b)


- Muda (Gol. III c – III d)
- Madya (Gol IV a – IV c)
Pengangkatan dlm Jabatan Fungsional
INPUT PROSES OUT PUT DAN
OUT COME
DATA DAN INFO CARA

Sebelumnya tlh
menjabat tapi blm
ada angka kredit INPASSING

Belum pernah TELAH


menjabat PENGANGKAT MEMENUHI
SK
AN PERTAMA PERSYARA Jabatan
TAN UNTUK Fungsional
MASING- DITETAPKA
MASING N DENGAN
Sudah pernah PENGANGKAT KEPUTUSA
menjabat dan di PENGANGK
AN KEMBALI ATAN N PEJABAT
berhentikan YANG
DALAM
JABATAN BERWE
FUNGSION NANG
Mengikuti PENYESUAIA AL
pendidikan lanjutan
N JABATAN Tunjangan
Jabatan
Fungsional
Sebelumnya adalah
pejabat struktural ALIH JABATAN
Pembebasan/pemberhentian dlm Jabatan
Fungsional
INPUT PROSES OUT PUT DAN
OUT COME
CARA
DATA DAN INFO KELENGKAPAN
PEMBERHENTIAN BERKAS

AK Kurang 1. Fc Sk Kp
SK
2. Fc Sk Pak
Alih Tugas 3. Fc Sk
Pembebas
Mutasi an
Tugas belajar > 6 bl 4. Fc Kep. Sementara
PEMBEBASAN Tugas
SEMENTARA Belajar
Hukuman disiplin 5. Fc Kep.
Huk. Disiplin DITETAPKA
N DENGAN
Pember
Cuti L. Tanggungan 6. Fc Kep. KEPUTUSA hentian
Cuti N PEJABAT Tunjab
YANG
Diberhentikan
BERWE
sementara dari PNS
NANG
1. Fc Sk Kp
2. Fc Sk Pak
1 th pembebasan AK PEMBERHENT Terakhi
tetap kurang
IAN DARI r SK
3. Fc Sk Pemberhen
JABATAN Pembe
Hukuman disiplin tian
berat
FUNGSIONAL basan
Sement
ara
HAK DAN KEWAJIBAN PEJABAT FUNGSIONAL
NO KEGIATAN HAK KEWAJIBAN

I UNSUR UTAMA
1 Melaksanakan kegiatan Memperoleh AK sesuai Mencatat kegiatan pada buku
pelayanan dan bimbingan dengan kegiatan catatan pribadi (BCP)
Mengisi formulir kegiatan
harian
2 Melaksanakan kegiatan Mendapat surat tugas dan Mengumpulkan surat tugas/
lapangan dan bimbingan bukti kegiatan bukti kegiatan lapangan yang
lapanagan/bimbingan telah dilaksanakan
3 Mengikuti diklat kedinasan Memperoleh Sertifikat/STTPL Mengumpulkan sertifikat

4 Membuat karya tulis Memperoleh nilai kredit atas Mensosialisasikan karya


karya tulisnya tulisnya

5 Mengikuti Pendidikan Memperoleh Keputusan tugas Melaksanakan kegiatan


lanjutan ke jenjang yang belajar dan/atau ijazah pembelajaran dan mengikuti
lebih tinggi belajar dan kredit point ujian penyesuaian ijazah
ijazahnya
LANJUTAN HAK DAN KEWAJIBAN PEJABAT
FUNGSIONAL

NO KEGIATAN HAK KEWAJIBAN


II UNSUR PENUNJANG
6 Mengikuti Seminar, Memperoleh Piagam/ sertifikat Mengumpulkan sertifikat
Simposium, Lokakarya
7 Menjadi Anggota Memperoleh KTA Melampirkan Fc KTA organisasi
Organinsasi Profesi profesi

8 Menjadi Anggota Tim Memperoleh SK pengangkatan Melampirkan Fc Kep.


Penilai sebagai anggota tim penilai Penunjukan Tim Penilai

9 Menjadi Angoota Memperoleh Surat Tugas Mengumpulkan Surat Tugas


Delegasi Ilmiah sebagai anggota delegasi delegasi Ilmiah

10 Memperoleh Piagam Memperoleh kredit point Mengumpulkan piagam


Penghargaan penghargaan
11 Mengikuti pendidikan Memperoleh Izin/ tugas belajar Mengumpulkan SK dan Ijazah
kesehatan
12 Menghitung Angka Usul angka kredit untuk Membuat rekapitulasi kegiatan
Kredit yang diperoleh kenaikan pangkat dan jabatan bulanan dalam semesteran/
tahunan
Menghitung Angka Kredit
Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap
butir kegiatan dan/atau akumulasi butir-
butir kegiatan yang harus dicapai oleh
seorang dalam rangka pembinaan karier
kepangkatan dan jabatannya.

Tim penilai angka kredit adalah tim penilai


yang dibentuk dan ditetapkan oleh
pejabat yang berwenang dan bertugas
menilai prestasi kerja.
KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT
Kenaikan Jabatan dapat dipertimbangkan bila :
a. Sekurang-kurangnya 1 tahun dalam jabatan terakhir.
b. Memenuhi Angka Kredit minimal yang ditentukan.
c. DP3 bernilai baik dalam 1 tahun terakhir.
Kenaikan Pangkat dapat dipertimbangkan bila :
a. Sekurang-kurangnya 2 tahun dalam pangkat terakhir.
b. Memenuhi Angka Kredit minimal yang ditentukan.
c. DP3 bernilai baik dalam 2 tahun terakhir.

Kenaikan Pangkat PNS yang menduduki jabfung


ditetapkan oleh Pejabat Kepegawaian Daerah, setelah
mendapat persetujuan Kepala BKN Regional.
PENILAIAN ANGKA KREDIT
a. Bila Pejabat Fungsional melaksanakan tugas
di atas jenjang jabatannya maka
mendapatkan AK 80 %.
b. Bila melaksanakan tugas di bawah jenjang
jabatannya maka mendpt AK sama dgn setiap
butir kegiatan tsb.

Jumlah Angka Kredit minimal :


- Sekurang-kurangnya 80 % Unsur Utama.
- Maksimal 20 % Unsur Penunjang.
PENILAIAN ANGKA KREDIT
a. Bila Pejabat Fungsional Ahli melaksanakan
tugas Terampil AK yang ditetapkan 50 %.
b. Bila Pejabat Fungsional Terampil
melaksanakan tugas AK yang ditetapkan
20 %.
 Kelebihan AK dapat disimpan/
diperhitungkan untuk KP berikutnya.
 Bila telah mencapai AK utk KP
berikut pada tahun pertama, pada
tahun berikutnya sekurang-
kurangnya 20 % wajib dipenuhi dari
unsur pelayanan.
PENILAIAN DAN PENETAPAN
ANGKA KREDIT

1. Penilaian prestasi Kerja Pejabat Fungsional oleh Tim


Penilai dilakukan setelah menurut perhitungan
sementara Pejabat Fungsional yang bersangkutan
telah memenuhi jumlah angka kredit yang
dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat
setingkat lebih tinggi.
2. Penilaian prestasi Pejabat Fungsional dilakukan
sekurang-kurangnya 2 (dua) kali dalam satu tahun,
yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat
Pegawai Negeri Sipil.
Tiga bulan
sebelum Periode Kenaikan
Pangkat

Penetapan Angka kredit


untuk kenaikan pangkat ditetap-
kan selambat-lambatnya 3 ( tiga )
bulan sebelum periode
kenaikan pangkat

14
Periode
April - Oktober

Kenaikan pangkat periode April,


angka kredit ditetapkan
selambat-lambatnya pada bulan
Januari,
tahun yang bersangkutan.

Kenaikan pangkat periode Oktober,


angka kredit ditetapkan
selambat-lambatnya pada bulan
Juli
tahun yang bersangkutan.

15
KOMPOSISI JUMLAH AK
Unsur Utama
Minimal 80 % dari
Meliputi :
. Pendidikan :
a. Pendidikan sekolah ( Ijazah/Gelar)
b. Diklat fungsional ( STTPL)

. Kegiatan/Pelayanan tugas pokok

. Pengabdian pada masyarakat.


. Pengembangan Profesi

16
KOMPOSISI JUMLAH AK
Unsur Penunjang
Maksimal 20 %
Meliputi :

.
Mengajar/melatih dlm. bidang kesehatan.
. Mengikuti seminar/lokakarya
. Menjadi anggota organisasi profesi

. Menjadi anggota Tim Penilai


.
Memperoleh gelar kesarjanaan lain ( diluar
bidang tugas )
.
Memperoleh tanda jasa/piagam penghargaan

17
AK YANG DIBUTUHKAN UNTUK
KENAIKAN JABATAN/PANGKAT
NO JENJANG JENJANG GOL/ AK YANG
JABATAN JABATAN RUANG DIBUTUH-
KAN

1. TINGKAT UTAMA IV/d– IV/e 200


AHLI
MADYA IV/a–IV/b-IV/c 150

MUDA III/c – III/d 100

PERTAMA III/a – III/b 50

2. TINGKAT PENYELIA III/c - III/d 100


TERAMPIL
P. LANJUTAN III/a –III/b 50

PELAKSANA II/b-II/c–II/d 20

PEL. PEMULA II/a 15


(25-40)18
ANGKA KREDIT DARI UNSUR UTAMA
PENDIDIKAN

Unsur Pendidikan
terdiri dari :

Mengikuti Pendidikan
Sekolah dan mendapat
Ijazah/Gelar

Diklat fungsional
dan mendapat STTPL
( sertifikat )

19
Pemberian angka kredit
Unsur Pendidikan
Sesuai Peraturan Menpan
No. PER/60/M.PAN/6/2005
Tgl. 1 Juni 2005

Diktum Menetapkan
Pasal 1
Mengubah ketentuan I dan atau II Lampiran Keputusan Menpan
dan Angka Kreditnya khusunya Sub unsur pendidikan sekolah
dengan memperoleh ijazah/gelar, sehingga seluruhnya berubah
menjadi berbunyi sebagai berikut :

“Unsur pendidikan ijazah Doktor menjadi 200 angka kredit,


ijazah Pasca Sarjana menjadi 150 angka kredit, dan Ijazah
Sarjana/D.IV menjadi 100 angka kredit”.

20
Peraturan Kepala BKN
Nomor 28 Tahun 2005
Tanggal 28 Desember 2005
ANGKA KREDIT PENDIDIKAN
TINGKAT TERAMPIL
Angka Kredit
No Pendidikan
Lama Baru

1. SLTA/Diploma I 25 25

2. Diploma II 50 40

3. Diploma III/Sarjana Muda 50 60

21
Peraturan Kepala BKN
Nomor 28 Tahun 2005
Tanggal 28 Desember 2005

ANGKA KREDIT PENDIDIKAN


TINGKAT AHLI

Angka Kredit
No Pendidikan
Lama Baru

1. Sarjana (S1)/D-IV 75 100

Dokter/Apoteker/
2. 100 150
Magister (S2)

3. Doktor (S3 ) 150 200

22
DIKLAT FUNGSIONAL
Bukti fisik mengikuti Diklat fungsional

FC.Sertifikat/STTPL
dan atau piagam

Pemberian angka kredit didasar-


kan pada jumlah jam latihan yang
tercantum dalam STTPL/Sertifikat

23
Lamanya Pelatihan dan
Jumlah AK
No Lamanya AK

1. Lamanya lebih dari 960 jam 15

2. Lamanya antara 641– 960 jam 9

3. Lamanya antara 481- 640 jam 6

4. Lamanya antara 161 - 480 jam 3

5. Lamanya antara 81 - 160 jam 2

6. Lamanya antara 30 - 80 jam 1

24
Pengembangan Profesi

1. Unsur Pengembangan
Profesi meliputi :

. Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang


Kesehatan.

. Menerjemahkan/menyadur buku dan bahan


lainnya di bidang Kesehatan

. Membuat buku Pedoman/Juklak/Juknis di bidang


kesehatan.

. Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang


kesehatan.

25
4. Karya Tulis disusun bersama
1. Penulis Utama 60 %

2. Penulis Pembantu 40 %

3. Jumlah penulis pembantu sebanyak-banyaknya 3( tiga ) orang

Contoh :
Suatu karya tulis ditulis oleh 4 orang,
kalau karya tulis tsb, diberikan nilai
angka kredit sebesar 12,50 maka :

1 (satu ) orang 60 % x 12,50 = 7,50


Penulis Utama 1

3 ( tiga ) orang 40 % x 12,50 = 1,667


Penulis Pembantu 3
26
PENGEMBANGAN PROFESI
Diwajibkan Bagi Jenjang
Madya s/d Utama

Untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi ke


Jenjang Madya pangkat Pembina Tk. I Gol. IV/b sampai
dengan pangkat Pembina Utama Gol. Ruang IV/e, diwajibkan
mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka
kredit dari Unsur Pengembangan Profesi (setiap kali naik
pangkat ).

27
UNSUR PENUNJANG
Unsur Penunjang terdiri atas Sub Unsur :

. Mengajar/melatih yang berkaitan dengan bidang kesehatan.

. Mengikuti kegiatan seminar/lokakarya dalam bidang


kesehatan.

. Menjadi anggota organisasi profesi.

. Menjadi anggota Tim Penilai jabatan fungsi-onal.

. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya

. Mendapatkan penghargaan/tanda jasa.

28
Keppres PNS
No. 100/2000 yang bertugas secara
Tunakes penuh di unit pelayanan

Keppres No. 5/2004


Tunjangan Jab.Fungsional
PNS
Perpres No. 47/2006 yang diangkat dan
Tunjangan Jab.Fungsional bertugas secara penuh
di unit pelayanan
Perpres No. 54/2007
Tunjangan Jab.Fungsional

29
TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN
TERAMPIL
Kepres Per. Pres Per. Pres
JENJANG No. 5/2004 No.47/2006 No. 54/2007
JABATAN
Rp. Rp. Rp.
Penyelia 400.000,- 440.000,- 500.000,-

Pel.Lanjutan 220.000,- 242.000,- 265.000,-


300.000,-
(Tek.El)
Pelaksana 150.000,- 197.000,- 240.000,-

Pel.Pemula 120.000,- 183.000,- 220.000,-

TMT 1 Feb. 2004 1 Jan. 2006 1 Jan. 2007

Perawat, Bidan, Per. Gigi, Ass.Apoteker, Nutrisionis, Pr.Labkes,


Sanitarian, Epid-Kes, Entomolog-Kes, PKM, Radiografer,
Rekam Medis, ( Tek. Elektromedis Rp.300.000,-)

30
TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN
TINGKAT AHLI ( s/d Jenjang Madya )

Kepres Per. Pres Per.Pres


JENJANG No. 5/2004 No.47/2006 No. 54/2007
JABATAN
Rp. Rp. Rp.
Madya 650.000,- 715.000,- 850.000,-

Muda 450.000,- 495.000,- 600.000,-

Pertama 230.000,- 253.000,- 300.000,-

TMT 1 Feb. 2004 1 Jan. 2006 1 Jan. 2007

Perawat, Adminkes, PKM, Nutrisionis, Pr-Labkes, Sanitarian,


Epidemiolog Kesehatan, Entomolog Kesehatan.

31
PENUGASAN TERTULIS

Apabila pada suatu unit


kerja tidak terdapat Jabatan
fungsional yang sesuai dengan jenjang
jabatannya untuk melaksanakan kegi-
atan / tugas pokoknya, maka jabatan
fungsional yang berada pada satu ting-
kat diatas atau di bawah jenjang jaba-
tannya dapat melakukan kegiatan ter-
sebut berdasarkan Penugasan tertulis
dari pimpinan unit kerja ybs.

32
MELAKSANAKAN TUGAS
DI ATAS JENJANG JABATANNYA
PER MENPAN NO. 01/PER/M.PAN.1/2008
Pasal 11

Pejabat fungsional yang melaksanakan tugas satu


tingkat di atas jenjang jabatannya, angka kredit yang
diperoleh ditetapkan sebesar 80 % (delapan puluh
persen) dari setiap butir kegiatan yang dilakukan.

MELAKSANAKAN TUGAS
DI BAWAH JENJANG JABATANNYA

Pejabat fungsional yang melaksanakan tugas satu


tingkat di bawah jenjang jabatannya, angka kredit yang
diperoleh ditetapkan sama dengan angka kredit dari
setiap butir kegiatan yang dilakukan.

33
MELAKSANAKAN TUGAS
DI ATAS JENJANG JABATANNYA
PER MENPAN NO. 01/PER/M.PAN.1/2008

Bidan AHLI yang melaksanakan kegiatan bidan


TERAMPIL AK yang diperoleh ditetapkan sebesar 50 %
(lima puluh persen) dari setiap butir kegiatan yang
dilakukan.

MELAKSANAKAN TUGAS
DI BAWAH JENJANG JABATANNYA

Bidan TERAMPIL yang melaksanakan kegiatan bidan


AHLI AK yang diperoleh ditetapkan sebesar 20 % (dua
puluh persen) .

34
KELEBIHAN ANGKA KREDIT

Pejabat fungsional
yang telah memiliki
Angka kredit melebihi angka
kredit yang telah ditentukan
untuk kenaikan jabatan/pang-
kat setingkat lebih tinggi, ke-
lebihan angka kredit tersebut
diperhitungkan untuk kenaik-
an jabatan/pangkat
berikutnya

35
PADA TAHUN PERTAMA

Pejabat fungsional yang telah mencapai AK untuk


kenaikan jabatan / pangkat pada tahun pertama
dalam masa jabatan / pangkat yang didudukinya,
pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan
angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh
persen) dari jumlah AK yang disyaratkan untuk
kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi
yang berasal dari kegiatan Pelayanan /Tugas
pokoknya.

36
PERSYARATAN PENGANGKATAN
DALAM JABATAN FUNGSIONAL
1. Formasi jabatan.
2. PNS memenuhi Angka Kredit Kumulatif
minimal.
JENIS PENGANGKATAN DALAM JABFUNG :
A. Penyesuaian / Inpassing AK
B. Pengangkatan Pertama dalam Jabfung
C. Pengangkatan PNS dari Jabatan Lain ke
dalam Jabfung Rumpun Kesehatan
PEMBEBASAN SEMENTARA
DALAM JABATAN FUNGSIONAL
1. Tidak dapat memenuhi AK minimal
untuk KP berikutnya dalam waktu 5
tahun sejak menduduki pangkat/jaba-
tan terakhir.
2. Dalam waktu 1 tahun sejak diangkat
dalam pangkat terakhir tidak dapat
mengumpulkan Angka Kredit minimal :
 10 AK dari unsur utama bagi Jabfung
Penyelia, pangkat Penata Tk. I - III/d;
 20 AK bagi Jabfung Madya, pangkat
Pembina Utama Muda - Gol. IV/c .
Pejabat Fungsional juga dapat
dibebaskan sementara bila :
1. Dijatuhi hukuman disiplin PNS tingkat
hukuman sedang atau berat, atau
berupa penurunan pangkat.
2. Diberhentikan sementara sebagai PNS.
3. Ditugaskan secara penuh di luar jaba-
tan fungsional
4. Cuti di luar tanggungan Negara.
5. Tugas belajar > 6 bulan secara penuh
(program reguler).
PEMBERHENTIAN DALAM JABFUNG.

1. Bila dalam 1 tahun sejak dibebaskan


sementara tidak dapat mengumpulkan
AK minimal yang disyaratkan untuk KP
setingkat lebih tinggi.
2. Dijatuhi hukuman disiplin PNS dengan
tingkat hukuman disiplin berat dan
berkekuatan hukum tetap, kecuali
hukuman disiplin berupa penurunan
pangkat.
TATA CARA PENILAIAN
Meliputi :
 DUPAK
 Penilaian oleh Tim Penilai
 PAK
a. DUPAK diajukan bila menurut perhitungan sementara Pejabat ybs. Telah
memenuhi jml AK yg disyaratkakan utk kenaikan jabatan/pangkat setingkat
lebih tinggi
a. DUPAK hrs dilengkapi bukti fisik yg diperlukan ;
- FC Ijazah
- FC STTPL
- FC SK KP terakhir
- FC KARPEG
- DP3 terakhir
- Surat Pernyataan melakukan kegiatan
- sertifikat, karya tulis, dll
b. Penilaian oleh Tim Penilai

1. DUPAK diterima oleh Sekretriat Tim dan diteliti


kelengkapannya
2. DUPAK yg telah diteliti diserahkan kepada Ketua Tim Penilai,
selanjutnya Ketua Tim membagi tugas ke anggota utk mengkaji
DUPAK yg diusulkan berdasar kelengkapan bukti fisik
3. Hasil pengkajian oleh anggota Tim Penilai disampikan kepada
Ketua Tim penilai, selanjutnya ketua Tim Penilai mengadakan
rapat anggota
4. Bila dalam hsl rapat terdapat hal-hal yg meragukan dan
memerlukan bantuan Tim Penilaai Teknis, mk berkas DUPAK
dikirim ke Tim Penilai Teknis
PENILAIAN ANGKA KREDIT KEGIATAN UNSUR
PENGEMBANGAN PROFESI

1. PEMBUATAN KARYA TULIS / KARYA ILMIAH DI BIDANG KESEHATAN

CONTOH 1 :
SDRI. NILA, SEBAGAI BIDAN MUDA, MELAKUKAN PENELITIAN TENTANG “PERILAKU
MASYARAKAT PEMERIKSAAN KEHAMILAN”.
DALAM PENELITIAN INI, SDRI. NILA DIBANTU OLEH SDRI. SEILA, SEORANG
APOTEKER PERTAMA DAN SDRI. RINA, SEORANG APOTEKER MUDA.
HASIL PENELITIAN INI KEMUDIAN DIPUBLIKASIKAN DI MAJALAH ILMIAH YANG
DIAKUI OLEH LIPI, MAKA :
1) SDRI. NILA DIBERIKAN AK SEBESAR : 60% X 6,000 = 3,600 SEBAGAI PENULIS
UTAMA,
2) SDRI. SEILA DAN SDRI. RINA MASING-MASING MENDAPATKAN AK SEBESAR : (40 %
X 6,000) : 2 = 1,200.

CONTOH 2 :
SDR. LISA, SEBAGAI BIDAN PENYELIA MEMBUAT KARYA TULIS BERUPA TULISAN
POPULER DI BID. KESMAS / KEBIDANAN YG DISEBARLUASKAN MELALUI MEDIA
MASSA.

AK YANG DIPEROLEH SDRI. LISA SEBESAR : 2,000


2. PENERJEMAHAN / PENYADURAN BUKU DAN BAHAN
LAINNYA DI BIDANG PENYULUHAN KESEHATAN

CONTOH :
SDRI. RENI, SEBAGAI BIDAN MADYA MENYADUR BUKU TERJEMAHAN DI BID.
KEBIDANAN YG DIPUBLIKASIKAN DALAM MAJALAH ILMIAH YG DIAKUI
OLEH INSTANSI YG BERWENANG.

AK YANG DIPEROLEH SDRI. RENI SEBESAR : 3,500

3. PEMBUATAN BUKU PEDOMAN / PETUNJUK PELAKSANAAN /


PETUNJUK TEKNIS DI BIDANG PENYULUHAN KESEHATAN
MASYARAKAT

CONTOH :
SDRI. DESY, SEBAGAI BIDAN PENYELIA MEMBUAT PETUNJUK TEKNIS
TENTANG HALYG BERHUBUNGAN DG KEBIDANAN.

SDRI. DESY AKAN MEMPEROLEH AK SEBESAR : 2,000


4. PENEMUAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DI BIDANG
KESEHATAN MASYARAKAT

CONTOH :
SDRI. TATIK, SEORANG BIDAN MADYA, MENEMUKAN TEKNOLOGI TEPAT
GUNA DI BIDANG KEBIDANAN / KESEHATAN MASYARAKAT.

AK YANG DIPEROLEH SDRI. TATIK ADALAH 5.


PENILAIAN ANGKA KREDIT KEGIATAN
UNSUR PENUNJANG TUGAS

1. PENGAJAR / PELATIH DI BIDANG KESEHATAN


MASYARAKAT

CONTOH 2 :
BIDAN SYANTI ADALAH MENGAJAR DI STIKES 2 JP

AK YANG DIPEROLEH SDRI. LIA SEBESAR : 0,3.


2.PERAN SERTA DALAM SEMINAR /
LOKAKARYA DI BIDANG KESEHATAN
MASYARAKAT

CONTOH 2 :
SDR. LIA ADALAH BIDAN PELAKSANA LANJUTAN
BERPERAN SEBAGAI MODERATOR DALAM SEMINAR

AK YANG DIPEROLEH SDRI. LIA SEBESAR : 2,000.


5. PEROLEHAN GELAR KESARJANAAN

CONTOH 1:
SDRI. PAULA ADALAH BIDAN PERTAMA, MELANJUTKAN
PENDIDIKAN PASCA SARJANANYA (S-2) DI INSTITUT
TEHNOLOGI DI SUATU UNIVERSITAS TERAKREDITASI A DAN
MENDAPATKAN IJAZAH/GELAR

AK YANG DIPEROLEH SDRI. PAULA SEBESAR : 10,000.

CONTOH 2 :
SDR. WAHYU, SEORANG BIDAN PELAKSANA MELANJUTKAN
PENDIDIKAN PROGRAM SARJANA / D IV KESLING DAN
MEMPEROLEH GELAR/IJAZAH

AK YANG DIPEROLEH SEBESAR : 5,000.


MELAKSANAKAN
TINDAKAN KEPERAWATAN

 TINDAKAN KEPERAWATAN DASAR


 TINDAKAN KEPERAWATAN KOMPLEKS
TINDAKAN KEPERAWATAN DASAR

 DASAR I ( 10 MENIT )
PERLU PENGETAHUAN DASAR YANG DIMILIKI SEMUA
JENJANG JABATAN PERAWAT, TANPA KESULITAN DAN
TANPA MENGANDUNG RESIKO
 DASAR II ( 20 MENIT )
KESULITAN MINIMAL, PERLU BIMBINGAN TANPA
MENGANDUNG RESIKO TAPI PERLU PENGALAMAN KERJA

 DASAR III ( 30 MENIT )


KESULITAN SEDANG DAN PERLU PENGALAMAN TANPA
MENGANDUNG RESIKO
 DASAR IV ( 40 MENIT )
MEMPUNYAI KESULITAN SEDANG, DAPAT MENIMBULKAN
GANGGUAN FISIK DAN PSIKIS
TINDAKAN KEPERAWATAN KOMPLEKS
 KOMPLEKS I ( 15 MENIT )
KESULITAN MINIMAL, PERLU BIMBINGAN DAPAT
MENIMBULKAN GANGGUAN FISIK DAN PSIKIS, PERLU
PENGALAMAN DAN TAMBAHAN PENGETAHUAN
 KOMPLEKS II ( 25 MENIT )
KESULITAN SEDANG, MENIMBULKAN GANGGUAN FISIK
DAN PSIKIS, PERLU PENGALAMAN DAN TAMBAHAN
PENGETAHUAN

 KOMPLEKS III ( 35 MENIT )


KESULITAN BESAR, MENGANCAM KESELAMATAN JIWA,
PERLU TAMBAHAN KHUSUS MELALUI PELATIHAN
 KOMPLEKS IV ( 45 MENIT )
KESULITAN BESAR, PERLU TAMBAHAN PENGETAHUAN
KHUSUS MELALUI PELATIHAN (SERTIFIKAT)DAN DAPAT
MENGANCAM KESELAMATAN JIWA (AKIBAT HENTI
NAFAS/ GANGGUAN JANTUNG)
JENIS TINDAKAN KEPERAWATAN

No Tindakan Keperawatan
Dasar Kompleks

I II III IV I II III IV

10’ 20’ 30’ 40’ 15’ 25’ 35’ 45’

1. Membersihkan TT V

2. Menerima pasien baru V

3. Memberikan injeksi I.M V

4. Memasang Infus V

5. Mengambil darah arteri V

6. Mengobservasi respon px V
trhdp pemberian obat
7. Membuat jadwal dinas V

8. Menyusun rencana V
kebutuhan tahunan