Anda di halaman 1dari 23

Kelompok 3

Pendahuluan

Teori Lavoisier

Teori Sir Humphry Davy

Teori Justus Von Liebig


DAFTAR ISI Teori Arrhenius

Teori Bronsted-Lowry

Teori Lewis

Teori Lux-Flood

Teori Usanovich

Contoh Soal
BACK
Pendahuluan
Istilah asam (acid) berasal dari bahasa latin acetum yang berarti
cuka. Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti
abu. Asam dan basa secara tidak sadar merupakan bagian dari
kehidupan kita. Kita senantiasa berinteraksi dengan asam dan basa
setiap hari. Makanan yang kita konsumsi sebagian besar bersifat
asam, sedangkan pembersih yang kita gunakan (sabun, detergen,
dll.) adalah basa. Enzim-enzim dan protein dalam tubuh kita juga
merupakan asam.
Kebanyakan asam dan basa (yang belum bercampur dengan
senyawa lain) di alam berupa liquid (larutan). Karena bentuk inilah
yang mudah untuk direaksikan dengan senyawa lainnya. Meskipun
asam dan basa yang kita konsumsi sehari-hari berupa padatan
seperti makanan dan sabun, namun pada akhirnya tetap butuh
BACK NEXT
diencerkan juga agar lebih mudah diserap atau digunakan.
TEORI DAN KONSEP
ASAM-BASA DARI
PARA AHLI
TEORI LAVOISIER

Pada tahun 1777 Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794)


mengemukakan bahwa asam mengandung unsur oksigen, unsur itu
yang dianggap bertanggung jawab atas sifat sifat asam, sehingga pada
waktu itu oksigen dianggap sebagai komponen dasar penyusun zat asam
atau pembentuk asam.
Lavoisier mengamati bahwa banyak asam yang dijumpai berasal dari
penggabungan unsur oksigen dengan metaloid seperti belerang dan
fosfor. Percobaannya membuktikan bahwa senyawa-senyawa yang
mengandung atom C, N, dan S jika dibakar dengan oksigen kemudian
dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan yang bersifat asam. Hal
ini menyebabkan lavoisier menyimpulkan bahwa sifat-sifat khusus dari
asam disebabkan oleh adanya oksigen.
BACK NEXT
Teori Sir Humphry Davy
Sekitar tahun 1800, banyak kimiawan Prancis termasuk Antoine Lavoisier
secara keliru berkeyakinan bahwa semua asam mengandung oksigen. Lavoisier
mengidentifikasi asam sebagai zat yang mengandung oksigen karena
pengetahuannya akan asam kuat terbatas pada asam-asam okso dan karena ia
tidak mengetahui komposisi sesunguhnya dari asam-asam halida, HCL, HBr, dan
HI. Lavoisier memberi nama oksigen dari bahasa Yunani yang berarti
“pembentukan asam”. Setelah unsur klorin, bromin, dan iodin teridentifikasi dan
ketiadaan oksigen dalam asam-asam halida ditemukan oleh kimiawan Inggris
yaitu Sir Humphyr Davy. Sir Humphyr Davy pada tahun 1810, definisi oleh
Lavoisier harus ditinggalkan. Kimiawan Inggris pada waktu itu, termasuk Sir
Humphyr Davy berkeyakinan bahwa semua asam mengandung hidrogen.
Secara luas Sir Humphyr Davy dianggap sebagai salah satu ahli kimia terbesar
dan penemuan yang pernah dihasilkan di Inggris, sangat dianggap untuk
karyanya pada berbagai logam alkali dan alkali tanah, dan untuk konstribusi
berharga mengenai temuan sifat unsur klorin dan yodium.
BACK
Teori Justus Von Liebig

Menurut Liebig, asam adalah zat yang


mengandung hidrogen dimana hidrogen dapat digantikan
oleh logam. Definisi Liebig, sementara benar-benar
empiris, tetap digunakan selama hampir 50 tahun sampai
adopsi dari definisi Arrhenius. Definisi ini diusulkan oleh
Justus von Liebig sekitar tahun 1838, yang didasarkan
pada karya - karya yang luas pada komposisi kimia dari
asam organik. Ini selesai pergeseran doktrinal dari oksigen
berbasis asam untuk asam berbasis hidrogen, dimulai oleh
Davy.

BACK
Teori Arrhenius

Svante August Arrhenius (1859-1927), ahli kimia berkebangsaan Swedia,


mengemukakan teori asam basa yang didasarkan pada pembentukan ion pada
larutan berair (aqueous solution).

Asam adalah suatu senyawa yang apabila dilarutkan dalam air akan
menghasilkan ion H+. Sebagai contoh gas HCl ketika dilarutkan dalam air
akan menghasilkan ion H+ dan Cl- sehingga menurut konsep ini HCl dalam
larutan air adalah asam.
HCl(g) → H+(aq) + Cl-(aq)
Jumlah ion H+ yang dapat dihasilkan oleh satu molekul asam disebut
valensi asam, sedangkan ion negatif yang terbentuk dari asam setelah
melepas ion H+ disebut ion sisa asam.
NEXT
Berbagai contoh asam dan reaksi ionisasinya diberikan pada tabel
berikut :

Rumus Asam Nama Asam Reaksi Ionisasi Valensi Asam Sisa Asam

HCl Asam klorida HCl → H+ + Cl- 1 Cl-

HCN Asam sianida HCN → H+ + CN- 1 CN-

H2S Asam sulfida H2S → 2H+ + S2- 2 S2-

H2SO4 Asam sulfat H2SO4 → 2H+ + SO42- 2 SO42-

H3PO3 Asam fosfit H3PO3 → 2H+ + HPO32- 2 HPO32-

HCOOH Asam format HCOOH → H+ + HCOO- 1 HCOO-

CH3COOH Asam asetat CH3COOH → H+ + CH3COO- 1 CH3COO-

NEXT
Basa adalah suatu senyawa yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan
ion OH-. Sebagai contoh, KOH bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan
ion K+ dan OH- oleh sebab itu KOH menurut teori Arrhenius adalah basa.
KOH(s) → K+(aq) + OH-(aq)
Jumlah ion OH- yang dapat dilepaskan oleh satu molekul basa disebut valensi
basa. Beberapa contoh basa Arrhenius diberikan pada tabel berikut :

Rumus Basa Nama Basa Reaksi Ionisasi Valensi

NaOH Natrium hidroksida NaOH → Na+ + OH- 1

Ca(OH)2 Kalsium hidroksida Ca(OH)2 → Ca2+ + 2OH- 2

Ba(OH)2 Barium hidroksida Ba(OH)2 → Ba2+ + 2OH- 2

Al(OH)3 Aluminium hidroksida Al(OH)3 → Al3+ + 3OH- 3

NEXT
1. Mampu menyempurnakan teori asam yang dikemukakan
oleh Justus Von Liebig. Liebig menyatakan bahwa setiap
asam memiliki hydrogen yaitu asam berbasis Hidrogen.
Pernyataan ini tidak tepat, sebab basa juga memiliki
Hidrogen.
2. Mampu menjelaskan proses netralisasi lebih baik dibanding
teori-teori sebelumnya.
3. Berhasil menerangkan aktivitas katalis dari asam dalam
reaksi-reaksi tertentu.

NEXT
1. Teori asam basa Arrhenius terbatas dalam pelarut air, namun tidak dapat
menjelaskan reaksi asam dan basa dalam pelarut lain atau bahkan reaksi
tanpa pelarut.
2. Teori asam basa Arrhenius hanya terbatas sifat asam dan basa pada
molekul, belum mampu menjelaskan sifat asam dan basa pada ion,
seperti kation dan anion.
3. Teori Arrhenius tidak mampu menjelaskan alasan beberapa senyawa
yang mengandung atom Hidrogen yang memiliki biloks atau bilangan
oksidasi +1 (contoh: Asam klorida) yang larut dalam pelarut air untuk
membentuk larutan yang bersifat asam, sedangkan yang lain seperti CH4
tidak.
4. Teori Asam Basa Arrhenius tidak dapat menjelaskan alasan mengapa
suatu senyawa yang tidak memiliki ion OH-, contoh Na2CO3 memiliki
sifat dan karakteristik seperti basa. BACK
Teori Bronsted-Lowry

Dalam kimia, teori asam-basa Brönsted-Lowry digagaskan oleh


Johannes Nicolaus Brönsted dan Thomas Martin Lowry pada tahun
1923. Konsep asam-basa dari Bronsted-Lowry ini lebih luas
daripada konsep asam-basa Arrhenius karena tidak terbatas dalam
pelarut air, tetapi juga menjelaskan reaksi asam-basa dalam pelarut
lain. Asam-basa Bronsted-Lowry tidak hanya berupa molekul,
tetapi juga dapat berupa kation atau anion.
Dalam teori Brönsted, asam didefinisikan sebagai zat yang
memberikan proton kepada zat lain. Dalam hal ini, proton adalah
atom hidrogen yang kehilangan elektronnya. Sedangkan basa
adalah zat yang menerima proton dari zat lain.
BACK NEXT
Dalam suatu persamaan reaksi asam – basa berdasarkan teori
Bronsted – Lowry, suatu asam dan basa masing – masing mempunyai
pasangan. Pasangan asam disebut basa konjugasi sedangkan pasangan
basa disebut asam konjugasi.

BACK
Teori Lewis
Teori asam basa Lewis didasarkan pada transfer pasangan
elektron.
 Asam adalah spesies penerima (akseptor) pasangan elektron.
Contohnya : H+, kation logam (Fe3+, Al3+)
 Basa adalah spesies pemberi (donor) pasangan elektron.
Contohnya : OH-, atom dan ion dari golongan V - VII (F-,Cl-)

Reaksi asam basa merupakan pemakaian bersama pasangan


elektron (contohnya : pada ikatan kovalen koordinasi) dan semua
asam basa Arrhenius adalah asam basa Lewis

NEXT
Contoh Asam Basa Lewis

NEXT
 Teori asam dan basa Lewis mampu menjelaskan suatu zat
memiliki sifat basa dan asam dengan pelarut lain dan bahkan
dengan yang tidak mempunyai pelarut.
 Teori asam dan basa Lewis mampu menjelaskan suatu zat
memiliki sifat basa dan asam molekul atau ion yang
memiliki PEB atau pasangan elektron bebas. Contoh
terdapat pada proses pembentukan senyawa komplek.
 Teori asam dan basa Lewis mampu menerangkan dan
menjelaskan suatu senyawa bersifat basa dari zat-zat
organik, contohnya dalam DNA dan RNA
didalamnya mengandung atom N, nitrogen, dimana
memiliki PEB atau pasangan elektron bebas BACK
Teori Lux-Flood
Konsep teori asam basa Lux-Flood ditinjau
berdasarkan ion oksida (O2-). Konsep ini digunakan untuk
menerangkan sistem non proton yang tidak dapat
dijelaskan dengan definisi asam basa Bronsted-Lowry.
Menurut teori ini asam adalah spesi atau zat akseptor ion
oksida dan basa adalah spesi atau zat pendonor ion oksida.
Oksida diklasifikasika n sebagai asam atau basa
berdasarkan lokasinya dalam tabel periodik. Teori ini
biasanya digunakan untuk meramalkan reaksi-reaksi yang
berlangsung pada suhu tinggi dan proses pengolahan serta
perekayasaan mineral dan logam.
NEXT
Reaksi pelelehan anorganik suhu tinggi
CaO + SiO2 → CaSiO3
Basa Asam
Keterangan:
CaO = oksida donor
SiO2 = oksida akseptor

Teori asam basa lux-flood terbatas pada sistem lelehan oksida.

Karakterisasi oksida logam dan non logam menggunakan sistem ini bermanfaat
dalam industri pembuatan logam.
BACK
Teori Usanovich
 Asam adalah spesi yang menyumbangkan kation untuk yang kemudian menerima anion atau
menetralkan basa menghasilkan garam.

 Basa didefinisikan sebagai spesi yang menyumbangkan anion (elektron) yang kemudian bergabung
dengan kation atau menetralkan asam menghasilkan garam.

 Teori asam dan basa usanovich merupakan konsep redoks(reduksi-oksidasi) sebagai kasus khusus
dalam reaksi asam basa. Beberapa contoh reaksi asam-basa Usanovich:

 Na2O (basa) + SO3(asam) → 2Na+ + SO32- (yg dipertukarkan: anion O2-)

 3(NH4)2S (basa) + Sb2S3 (asam) → 6NH4+ + 2SbS4 (yg dipertukarkan: anion S2-)

 Na (basa) + Cl (asam) → Na+ + Cl- (yg dipertukarkan: elektron)


BACK
Contoh Soal
1. Senyawa HClO4 dapat bersifat sebagai asam dan basa. Reaksi yang menunjukkan
HClO4 bersifat basa adalah . . . .
A. HClO4 + NH2 <==> ClO4- + NH3
B. HClO4 + NH3 <==> ClO4- + NH4+
C. HClO4 + H2O <==> ClO4- + H3O+
D. HClO4 + OH- <==> ClO4- + H2O
E. HClO4 + N2H5+ <==> H2ClO4+ + N2H4
2. Diketahui persamaan reaksi sebagai berikut :
BF3 + NH3 ==> BF3NH3
Atom B pada BF3 bertindak sebagai asam Lewis karena . . . .
A. melepas proton
B. menerima proton
C. menghasilkan ion H+
D. menerima pasangan elektron
E. memberikan pasangan elektron BACK NEXT