Anda di halaman 1dari 39

Case Report Session

ASMA
BRONKIAL
Afifah Ikhwan 1210313014
Syaika Amelia Zahra 1210313067
Debby Mulya Rahmy 1210313087

Preseptor:
Dr. Muhammad Fardhan

Kepaniteraan Klinik FOME III


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
PUSKESMAS LUBUK BUAYA
2018
TINJAUAN
PUSTAKA
2
EPIDEMIOLOGI
NO Penyebab Kematian Perempuan Laki-laki
1. Lansia 66 65
2. Jantung 70 29
3. Hipertensi 46 37
4. Diabetes Melitus 36 46
5. Stroke 43 37
6. TB paru 22 7
7. KLL 17 9
8. Asfiksia 14 8
9. Demam Tinggi 6 11
10. Asma Bronkial 11 5

DKK Padang, 2013


Karakteristik Asma*
Kelompok Umur (tahun)
<1 1,5
1 sampai <5 3,8
5 sampai <15 3,9
15 sampai <25 5,6
25 sampai <35 5,7
35 sampai <45 5,6
45 sampai <55 3,4
55 sampai <65 2,8
65 sampai <75 2,9
>75 2,6
Jenis Kelamin 4,4
Laki – laki 4,6
Perempuan 4,2
Pendidikan 4,4
Tidak sekolah 4,9
Tidak tamat SD 5,0
Tamat SD 4,5
Tamat SMP 3,8
Tamat SMA 4,8
Tamat D1 – D3/Perguruan Tinggi 4,3
Status Pekerjaan 4,4
Tidak bekerja 4,9
Pegawai 5,3
Wiraswasta 4,5
Petani/nelayan/buruh 4,5
Lainnya
Tempat Tinggal
Perkotaan
Perdesaan
Definisi asma

Asma adalah penyakit heterogen,


biasanya ditandai dengan inflamasi
kronis saluran napas.

Asma memiliki dua fitur utama:

1. Riwayat gejala pernapasan seperti


mengi, napas pendek, dada
sesak dan batuk, yang bervariasi
sepanjang waktu dan variasi dalam
intensitas, DAN

2. Expiratory airflow limitation


yang bervariasi

Global Strategy for Asthma Management and Prevention, Global Initiative for Asthma (Updated 2017). Available from www.ginaasthma.org.
Etiologi Asma

a. Faktor Risiko
b. Faktor Pencetus
Mengeluarkan mediator
-ECP
-MBP
-EDN
-EPO

Mengeluarkan
mediator
-Histamin
Sel -Prostaglandin
epitel -Leukotrien

miofibroblas

Sel otot polos Pembuluh darah


Manifestasi Klinis Asma
Diagnosis asma

1. Pola gejala yang merupakan ciri khas asma


2. Riwayat keluarga
3. Pemeriksaan fisik
4. Pengukuran fungsi paru
 Spirometri
 Peak expiratory flow / Arus Puncak Ekspirasi
Pengukuran respons saluran napas (bronchial provocation test)
4. Pengukuran status alergi untuk mengindentifikasi faktor
risiko (allergy test)

14 Global Strategy for Asthma Management and Prevention, Global Initiative for Asthma (Updated 2017) Available from www.ginaasthma.org.
Pemeriksaan Penunjang
1. Uji Faal Paru
paling sederhana pemeriksaan APE dengan Mini Wright Peak
Flow Meter. Variabilitas nilai APE 20% atau lebih antara pagi
dan sore = diagnostik asma.
yang lebih akurat = spirometri; menentukan volume ekspirasi
paksa detik pertama VEP1 dan rasio VEP1 terhadap KVP.
Peningkatan APE atau VEP1 sebesar 15% atau lebih sesudah
inhalasi bronkodilator menunjukkan adanya reversibilitas
penyakit
Pemeriksaan laboratorium

Sering ditemukan eosinofilia. Uji kulit dengan alergen


= pemeriksaan diagnostik pada asma alergi.
Pemeriksaan IgE spesifik dalam serum juga berguna
dalam diagnostik asma alergi.
Tatalaksana

Pengobatan asma jangka panjang :

•Pengobatan dapat dimulai dari level maksimal / dimulai dengan


pengobatan sesuai berat penyakit
•Turunkan level pengobatan bila stabil paling tidak 3 bulan, secara
bertahap diturunkan sampai tercapai pengobatan level serendah
mungkin menghasilkan kondisi terkontrol seoptimal mungkin.
•Setelah asma terkontrol tetap evaluasi pengobatan berkala (3-6
bulan sekali)
•Kasus asma berat dengan komplikasi maka selayaknya dirujuk
kepada spesialis paru.
Prepared July

Tujuan manajemen asma:


2013 ATLAS ID:
61,709 single use

KONTROL dan MENGURANGI

Kontrol
gejala Tujuan utama manajemen
saat ini asma untuk:

Kontrol Kontrol asma dengan


asma mengontrol gejala dan
Menurunkan risiko
Turunkan ekesaserbasi
risiko

20
Bagaimana cara
mengukur
tingkat kontrol
asma?

21
Kontrol Klinis Asma

1. Tentukan tingkat atau level kontrol asma awal untuk


menentukan jenis pengobatan (nilai tingkat kontrol
asma pasien)
2. Mempertahankan kontrol asma setelah pengobatan
dilakukan (nilai risiko asma pasien)

22 Global Strategy for Asthma Management and Prevention, Global Initiative for Asthma (Updated 2016). Available from www.ginaasthma.org.
Tingkat Kontrol Asma
(Menilai tingkat kontrol asma)

Kontrol Gejala Level Kontrol Gejala Asma

Dalam 4 minggu terakhir, apakah pasien memiliki Terkontro Terkontrol Tidak


: l sebagian terkontro
penuh l
1. Gejala asma harian lebih dari dua kali
dalam 1 minggu

2. Terbangun di malam hari karena asma Tidak


terdapat Terdapat Terdapat
3. Penggunaan obat pelega untuk mengatasi satupun 1- 2 3- 4
kriteria kriteria kriteria
gejala lebih dari dua kali dalam 1 minggu

4. Pembatasan aktivitas karena asma

Global Strategy for Asthma Management and Prevention, Global Initiative for Asthma (Updated 2017). Available from
www.ginaasthma.org.
Tingkat Kontrol Asma
(Menilai tingkat kontrol asma)
SEGERA
Kontrol Gejala evaluasi pengobatan yang Gejala Asma
Level Kontrol
ditujukan untuk mengontrol Terkontrol
asma
Tidak
jangka panjang (maintenance
Dalam 4 minggu terakhir, apakah pasien memiliki : Terkontrol
penuh sebagian terkontrol

treatment) apabila terjadi


1. Gejala asma harian lebih dari dua kali
dalam 1 minggu

2. Terbangun di malam hari karena asmaEKSASERBASI


Tidak Terdapat Terdapat
terdapat 1- 2 3- 4
satupun kriteria kriteria
3. Penggunaan obat pelega untuk mengatasi
kriteria
gejala lebih dari dua kali dalam 1 minggu

4. Pembatasan aktivitas karena asma

Global Strategy for Asthma Management and Prevention, Global Initiative for Asthma (Updated 2017). Available from www.ginaasthma.org.
Manajemen untuk asma kontrol

Manajemen asma untuk mencapai asma terkontrol dan


menurunkan risiko, harus melibatkan:

1. Pengobatan
- Setiap pasien asma harus memiliki reliever
- Mayoritas pasien asma dewasa dan remaja harus memiliki controller
2. Mengatasi faktor risiko yang bisa dimodifikasi
3. Terapi non-farmakologi

Global Strategy for Asthma Management and Prevention, Global Initiative for Asthma Pocket Guide (Updated 2017).
25 Available from www.ginaasthma.org.
Terapi Non-Farmakologi
• Berhenti merokok:
Tiap visit, berikan rekomendasi pada pasien untuk berhenti merokok dan
menjauhi ruangan/mobil yang terdapat asap rokok

• Aktivitas fisik
Berikan rekomendasi agar pasien melakukan aktivitas fisik yang teratur dan
informasi terkait mengatasi Exercise-Induced bronchoconstriction

• Asma okupasi
Identifikasi dan sarankan untuk menghilangkan allergen okupasi secepat
mungkin

• NSAID termasuk aspirin:


Selalu tanyakan riwayat asma pada pasien sebelum memberikan obat tersebut

26
Global Strategy for Asthma Management and Prevention, Global Initiative for Asthma Pocket Guide (Updated 2017). Available from www.ginaasthma.org.
Faktor risiko terjadi eksaserbasi
Faktor risiko eksaserbasi yang dapat dimodifikasi:

• Gejala asma yang tidak terkontrol


• Penggunaan ICS yang tidak memadai: tidak ada pemberian ICS, tidak
patuh akan penggunaan ICS, cara penggunaan inhaler yang tidak tepat
• Penggunaan SABA yang berlebihan (mortalitas meningkat jika >1x200-
dosis canister/bulan)
• FEV1 yang rendah, terutama jika <60% predicted
• Masalah psikologi atau socioeconomic Jika pasien memiliki

• Paparan: rokok, paparan allergen jika tersensitisasi 1 atau lebih faktor


risiko tsb pasien
• Komorbidities: obesitas, rhinosinusitis, memiliki risiko yang
meningkat untuk
alergi makanan
• Sputum atau eosinophilia darah terjadi eksaserbasi
meskipun gejala
• Kehamilan asmanya terkontrol
baik

Global Strategy for Asthma Management and Prevention, Global Initiative for Asthma (Updated 2017). Available from
www.ginaasthma.org.
LAPORAN
KASUS
28
STATUS PASIEN (Tanggal 16 November 2018)

Identitas Pasien

Nama/Kelamin/Umur : Hanifatul/PR/5 th
Pekerjaan/pendidikan : Belum Bekerja/TK
Alamat : Lubuk Tarok
Nomor Rekam Medis : 06-60

Latar Belakang
Status Perkawinan : Belum Menikah
Jumlah Saudara : 2 orang bersaudara
Status Ekonomi Keluarga : Cukup
STATUS PASIEN (Tanggal 16 November 2018)

Kondisi Rumah
Rumah semi permanen, perkarangan cukup luas, luas bangunan 45 m2
Ventilasi dan sirkulasi udara baik
Listrik ada
Sumber air : sumur
Kamar mandi/WC ada 1 buah, di dalam rumah
Sampah dibuang ke TPA
Kesan : hygiene dan sanitasi cukup baik

Kondisi Lingkungan Keluarga


Pasien tinggal bersama orang tua.
Tinggal di lingkungan pinggiran kota.
STATUS PASIEN (Tanggal 16 November 2018)

Aspek Psikologis di keluarga


Hubungan dengan keluarga baik
Faktor stress dalam keluarga tidak ada

Keluhan Utama : Sesak napas sejak 2 hari yll

Riwayat Penyakit Sekarang


Sesak nafas sejak 2 hari yang lalu, berbunyi menciut. sesak nafas
dipengaruhi oleh debu dan makanan yang manis seperti coklat.
Kadang-kadang mempengaruhi aktivitas pasien.
STATUS PASIEN (Tanggal 16 November 2018)

• Sesak napas tidak dirasakan setiap hari. Sesak napas


terutama pada malam hari. Dalam waktu sebulan ini telah
2x pasien merasakan sesak napas pada malam hari.
• Riwayat demam
• Batuk ada sejak 2 hari yang lalu,berdahak,putih kental.
• Riwayat nyeri dada (-)
• Riwayat sering berkeringat pada malam hari (-)
• Riwayat alergi kulit, kulit merah dan eksim (-)
• Riwayat sering pilek, flu yang dipengaruhi cuaca dingin,
disertai bersin-bersin lebih dari 5x
STATUS PASIEN (Tanggal 16 November 2018)

Riwayat Penyakit dahulu / Penyakit Keluarga

•Riwayat menderita penyakit asma sejak berusia 4 tahun


tetapi tidak terlalu menggangu aktivitas harian
•Ibu pasien menderita penyakit asma seperti yang dialami
pasien
STATUS PASIEN (Tanggal 16 November 2018)

Pemeriksaan Fisik

Status Generalis
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : CMC
Nadi : 90 x/ menit
Nafas : 24 x/menit
Suhu : 36,7 0C
BB : 14 kg
TB : 120 cm
STATUS PASIEN (Tanggal 16 November 2018)

Status Internus
Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Kulit : Turgor kulit normal

Paru
Inspeksi : gerakan dinding dada simetris kiri = kanan
Palpasi : fremitus kiri = kanan
Perkusi : sonor
Auskultasi : ekspirasi memanjang, wheezing (-/-), ronkhi (-/-)

Jantung
Dalam batas normal
STATUS PASIEN (Tanggal 16 November 2018)
Abdomen
Inspeksi : Perut tidak tampak membuncit
Palpasi : Nyeri tekan (-). Nyeri lepas (-), Hati dan lien
tidak teraba,
Perkusi : Timpani
Auskultasi : BU (+) N

Punggung
Inspeksi : gerakan dinding punggung simetris kiri = kanan
Palpasi : fremitus kiri = kanan
Perkusi : sonor
Auskultasi : ekspirasi memanjang, wheezing (+/+), ronkhi (-/-)
Anggota gerak : reflex fisiologis +/+, reflex patologis -/-, Oedem
tungkai -/-
STATUS PASIEN (Tanggal 16 November 2018)

Laboratorium Anjuran : darah rutin


Pemeriksaan Anjuran : spirometri, APE pagi
dan malam
Diagnosis Kerja
Asma Bronkial Persisten Ringan
Diagnosis Banding : Bronkitis
STATUS PASIEN (Tanggal 16 November 2018)

Manajemen Preventif

• Hindari faktor pencetus


• Meningkatkan daya tahan tubuh
• Mencuci sarung bantal, sprei 1 minggu sekali. Di anjurkan
untuk memakai kasur busa. Jika tetap memakai kasur
kapuk, di bungkus dengan plastik dan di rekatkan dengan
selotip.
• Membersihkan lantai dengan lap basah 1x1
• Hindari berdekatan dengan orang yang sedang merokok
terimakasih
39