Anda di halaman 1dari 32

Bahan kontruksi

korosi logam
KELOMPOK : 6
NOVIYANTI SANDA
616054150007
YADI
6160504150012
GABRIELA STELA
6160504150015

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS KRISTEN INDINESIA PAULUS
MAKASSAR
2016
DAFTAR ISI
21-1 PELAPISAN SECARA ELEKTRODA : KEBALIKAN
KOROSI

Gamb 12-1.1. Bagian tubuh buatan dari logam.


Kepingan dan sekrup logam ini yang digunakan untuk
menyambungkan tulang, harus tahan korosi dalam
lingkungan jaringan yang rumit (1) tanpa kemunduran
dalam kekuatan tarik, dan (2) tanpa mengakibatkan
efek sampingan korosi dalam tubuh. Proses ini dikenal
sebagai kebalikan dari korosi.
Ion logam brasal dari suatu elektrolit, dengan
penambahan elektron akan menghasilkan atom
logam, M:

Mᶰ⁺+n e¯ → M⁰

Karena setiap elektron bermuatan 0,16 x 10¯¹⁸


amp. Detik atau Coulomb, besar arus yang
diperluhkan untuk melapis logam dapat,
diketahui. Satu molekul (0,6022 x 10²⁴) ion
monovalen memerlukan ( 0,6022 x 10²⁴ elektron
) (0,1602 x 10¯¹⁸ coul/elektron ) atau 96500
coul. Besaran ini disebut satu faraday, ᵮ.
12-2 PASANGAN GALVANIK (SEL)
reaksi pada anoda menggambarkan peristiwa korosi, reaksi ini
tidak menampilkan reaksi korosi sebenarnya oleh karena dibantu
oleh beterai, dan kedua elektodanya serupa. Kita jumpai juga
suatu pasangan galvanik . untuk menjelaskan hal ini, lihat Gamb
12-2.1. disini ada sebuah elektroda seng dan sebuah elektroda
tembaga. Kedua logam tadi dapat teroksidasi :

Zn⁰→ Zn²⁺+2 e¯.


Cu⁰→Cu²⁺+ 2 e¯
Gamb 12-2.1. sel galvanik (Zn-Cu). Bila kontak
dihubungkan, seng akan mengalirkan elektron melalui
rangkaian luar, ke tembaga. Bila kontak dilepas terdapat
perdedaan potensial sebagai 1.1 volt. Perbedaan ini besarnya
― 1.1 volt bila kita menggunakan elektrolit standar (1-mol)
pada 25⁰C. Hal ini berarti bahwa bila kita melampau
voltmeter, elektron akan mengalir dari elektoda seng melalui
rangkaian luar, dan tembaga akan menerima elektron dari
rangkain luar. Dengan mengalirka elektron dari anoda, akan
bergerak kekanan, dan seng akan teroksidir. Hasilnya, seng
akan terkorosi. Sementara itu, elektron yang mengalir
kekatoda melebihi elektron yang dilepaskan. Elektron ini akan
bereaksi dengan ion tembaga yang terdapat dalam. korosi
hanya terjadi pada salah satu elektroda pasangan galvanik,
khususnya anoda.
Potensial elektroda.
Ion dan elektron yang di hasilkan selama reaksi
akan menumpuk menghasilkan potensial elektroda
yang tergantung pada:

(1) jenis logam


(2) jenis larutan. Tidak semua logam sama mudahnya
beroksidasi menjadi ion dan elektron.

Potensial elektroda dari semua logam (jadi


kecenderungan korosinya) dibandingkan terhadap
elektroda hidrogen standar.
Gamb 12-2.2 perbedaan potensial, Fe dan H₂. besi akan
menghasilkan potensial elektron yang lebih rendah di
bandingkan dengan H₂. kolom tengah dengan tanda
elektrokimia. Oleh karena itu besi adalah anoda dan
hidrogen merupakan katoda. (platina bukan elemen
katoda karena tidak ada ion Pt⁴⁺ yang dapat menerima
elektron).
Reaksi katoda.
Reaksi anoda adalah reaksi utama untuk korosi. Akan
tetapi, berbagai reaksi katoda harus mendapatkan perhatian
khusus karena reaksi yang menyerap elektron (katodik) selalu
serentak dengan reaksi korosi anodik (menghasilkan elektron).

Reaksi katodik utama adalah :


Pelapisan elektron Mᶰ⁺+n e¯→M
Generasi hidrogen 2 H⁺+ 2 e¯→H₂
Dekomposisi air 2 H₂O+ 2 e¯ → H₂+2 (OH)¯
Pembentukan hidorksi O₂ +2 H₂O+4 e¯ → 4 (OH)¯
Pembentuk air O₂ + 4 H⁺ + 4 e¯ → 2 H₂O

Setiap reaksi menyerap elektron.


Reaksi yang paling dominan tergantung
pada variabel lingkungan elektrolit,
seperti suhu dan konsentrasi. Tentu saja
agar reaksi pertama dapat berlangsung
halus ada ion logam. Selain itu, bila
konsentrasi ion logam meningkat, ion-
ion tersebut akan menggunakan lebih
banyak elektron pada katoda. Hal ini
artinya bila kita akan membahas sel
konsentrasi.
Karat.

Gamb(12-2.5) mengambarkan
mekanisme pembentukan karat besi. Besi
mempunyai potensial elektroda ᵩ sebesar
– 0,44 Volt , bila membentuk Fe²⁺ (akan
teroksidir lebih lanjut menjadi Feᶾ⁺ bila
elektron-elektronnya dapat digunakan).
Katodik menggunakan elektron, oleh
karena itu reaksi berikutnya terjadi dalam
air diperkaya oksigen.
Gamb12-2.4 pembentukan hidroksil pada katoda. Laju
reaksi yang meningkatnya dengan bertambahnya kadar
oksigen. Reaksi ini terjadi pada katoda, dimana
elektron terpakai. Bola elektron “diambil dari elektroda
ini, dengan menggunakan arus searah yang terbalik,
akan terbalik dan O₂ dilepaskan
12-3. JENIS-JENIS SEL GALVANIK.
Selkorosi galvanik dapat dibagi atas tiga kelompok :
(1) sel komposisi,
(2) sel tengangan dan
(3) sel konsentrasi.

Masing-masing akan menghasilkan korosi karena


sebagian dari pasangan bertindak sebagai anoda, dan
bagian lainnya merupakan katoda.

Hanya anodanya yang terkorosi, itupun bila terbentuk


kontak listrik dengan katoda. Bila hanya ada anoda,
maka dengan cepat akan terjadi kesetimbangan dengan
lingkungan .
Gamb 12-2.5. pembentukan karat. Oksigen besi
menghasilkan ion besi dan elektron. Elektron bergabung
dangan oksigen dan air pada katoda dan menbentuk ion
(HO)¯. Karat mengandung kombinasi Feᶾ⁺ dan ion (OH).
Sel komposisi.

Sel komposisi dapat terbentuk bila terdapat dua jenis logam


yang berlainan. Logam dengan kedudukan elektromotif yang lebih
rendah seperti tercamtum dal tabel 12-2.1 merupakan anoda.

pada lembaran baja yang digalvanisir


(Gamb. 12-3.1), lapisan seng
merupakan anoda dan melindungi
lembara besi meskipun permukaannya
tidak seluruhnya tertutup seng, karena
besi yang terbuka merupakan kotoda
dan kotoda tidak terkorosi. Korosi
terjadi pada permukaan anoda seng.
Selam terdapat seng, permukaan besi,
selalu akan terlindungi.
lapisan timah putih pada
lembaran besi atau baja hanya
mampu melindunginya selama
lapisan permukaan logam
tertutup rapat. Bila lapisan
permukaan cacat, timah outih
menjadi katoda sedangkan besi
menjadi anoda (Gamb 12-3.2).
pasangan galvanik yang terjadi
meninbulkan Korosi pada
lapisan besi.
Pasangan galvanik lainnya adalah :

(1)sekrup baja dalam perkakas perkapalan yang terbuat dari


kuningan
(2) timah putih Pb-Sn disekitar kawat tembaga,
(3) piros baling-baling baja dalam bantalan perunggu dan
(4) pipa baja yang disambungkan pada saluran pipa
tembaga.

Semuanya dapat membentuk sel galvanik bila tidak


dilindungi dengan cermat dari lingkungan korosi. Masih
banyak ahli teknik kurang menyadari bahwa hubungan
logam tak jenis dapat merupakn sumber korosi galvanik.
Sel tegangan. Pada batas butir yang di etsa (terkorosi) atom-atom
pada batas antar butir mempunyai potensial elektroda yang berbeda
dari atom-atom dalam butir, maka terjadilah anoda dan katoda.
daerah batas butir terdapat butir, maka terjadilah anoda dan katoda,
daerah batas butir dapat dianggap bertegangan, karena atom-atom
tidak berada pada keadaan dengan energi terrendah.

Pengaruh pergerjaan dingin pada korosi juga jelas setelah


logam mengalami perkerjaan dingin. Contoh yang sangat sederhana
tampak pada Gamb 12-3.7 (a), dimana pengerasan-regang terdapat
pada lekukan kawat yang dianil.
Gamb 12-3.7. sel tegang. Pada gambar
tampak dua contoh pengerasan tegangan,
anoda terdapat didaerah yang mengalami
pengerjaan dingin yang lebih besar.
Potensial elektroda dari pada logam yang
mengalami perubahan bentuk, lebih tinggi
daripada logam yang sianil.
Sel konsentrasi.

Suatu elektroda dalam elektrolit cair bersifat anodik


terdapat elektroda serupa elektrolit yang pekat terhadap
elektroda serupa dalam elektrolit yang pekat.

Elektroda yang beradaa dalam elektrolit yang lebih pekat,


terlindungi dan menjadi katoda ; elektroda dalam elektrolit
yang lebih encer mengalami korosi dan menjadi anoda.
Gamb 12-3.8. sel konsentrasi. Bila elektrolit tidak homogen , daerah
dimana konsentrasi lebih rendah menjadi anoda.

Sel konsentrasi mempercepat korosi didaerah dimana


konsentrasi elektrolit lebih rendah. Sel konsentrasi seperti diatas
banyak dijumpai diindustri kimia dan juga pada tempat-tempat
dengan keadaan aliran korosi tertentu. Akan tetapi dibandingkan
dengan sel konsentrasi jenis oksigen
12-4. LAJU KOROSI
Rapat arus. Rangkaian terbuka antara
anoda besi dan katoda hidrogen
menghasilkan perbedaan potensial
elektroda sebesar – 0,44 volt dalam
keadaan standar. Kita seolah-olah
mempunyai beterai yang dapat
menghasilkan arus bila kedua elektroda
tersebut dihubungkan dalam rangkaian.
Dengan sendirinya, perbedaan potensial
akan berkurang bila keduannya
dihubungkan.
Polarisasi katodik. ion-ion dapat meninggalkan atau mengalir
ke permukaan alektroda dengan kecepatan sesuai dengan arus
korosi. Asumsi ini berlaku untuk anoda dimana ion yang
terkorosi larut dalam elektrolit encer (yang lazim terjadi pada
gejala korosi). Akan tetapi ion-ion H⁺, O₂ yang larut atau
pereaksi encer lainnya dapat berkurang disekitar anoda
sehingga difusi terhambat.
Pasivasi. Dalam pasal sebelumnya telah dijelaskan
bahwa elektrolit biasanya lebih encer daripada produk
anoda. Oleh karena itu polarisasi anodiktidak terjadi.
Akan tetapi anoda mungkin terisolir dari elektrolit oleh
reaksi bukan korosi lainnya. Reaksi-reaksi ini sangat
penting dalam pengendalian korosi oleh karena dapat
mengubah laju pengikisan.
Bila terdapt kelebihan oksida, maka
terbentuklah lapisan oksida yang mengandung
krom pada permukaan anoda sehingga anoda
terisolir dari elektrolit. Bila potensial oksidasi
meningkat, kurva rapat arus anoda A.

Khrom dari baja tahan karat menghasilkan


pasivasi oleh karena daya tarik terhadap
oksigen kaut. Jadi didalam lingkungan
oksidasi, baja tahan karat mempunyai laju
korosi yang rendah (tetapi tidak sama
dengan nol).
12-5 PENGENDALIAN KOROSI
korosi adalah suatu gejala galvanik, korosi baru dapat terjadi
bila ada dua logam yang berlain. Ahli desain pada umumnya
mengenai hal ini oleh karenanya akan menghindarkan pasangan:
baut kuningan – cincin, baja. Suatu hal yang kadang-kadang
kurang difahami ialah kenyataan bahwa dalam satu bahan tertentu
terdapat katoda dan anoda karena struktrurmikro, konsentrasi
tegangan atau heterogenitas elektrolit.

Hal-hal seperti ini perluh diperhatikan bila akan mengendalian korosi.


(1) mengadakan lapisan pelindung dan
(2) menghindarkan terjadinya pasangan galvanik, korosi dapat juga
dikurangi dengan
(3) mengadakan proteksi galvanik.
Terdapat beberapa cara untuk menghambat korosi antar
butir; pemilihan tentu tergantung pada keadaan pemakaian :

1. Pencelupan untuk mencegah presipitasi karbon. Cara


ini biasanya digunakan dengan pengecualian :
• Pemakaian pada suhu disekitar suhu presipitasi, atau
• Perubahan bentuk, pengelasan atau ukuran yang tidak
memungkinkan dilakukan proses pencelupan.
2. Melakukan anil yang cukup lama didaerah
pengendapan karbida.
Cara ini mempunyai beberapa keuntungan karena.
• Penggumpalan karbid
• Homogenisasi kadar khrom, sehingga tidak
pengurangan khrom pada batas butir. Prosedur ini
jarang dilakukan karena peningkatan daya tahan korosi
sangat rendah.
3. Memilih baja dengan kadar karbon kecil dari 0.03%
Seperti terlihat pada Gamb 12-5.1, hal ini berarti bahwa
pengendapan karbida hampir-hampir tidak ada. Akan tetapi
baja jenis ini cukup mahal oleh karena menghilangkan
karbon sampai mencapai 0.03% cukup sulit.

4. Memilih baja dengan kandungan khrom yang tinggi.


Baja yang mengandungkan 18% khrom jauh kurang
korosinya dibandingkan dengan baja karbon. Baja jenis ini
juga mahal oleh karena biaya paduan campuran yang cukup
tinggi.

5. Memilih baja yang mengandung unsur pembentuk


karbidat kuat.
Perlindungan galvanik

Korosi dapat dibatasi dan


mekanisme korosi itu sendiri
digunakan untuk melindungi. Contoh
yang sangat baik adalah lembaran
baja yang digalvanisasi. Lapisan seng
berfungsi sebagai anoda yang
dikarbonkan yang terkikis korosi
sendiri, sedang lembaran baja tetap
utuh. Metode yang sama dapat
digunakan untuk pemakaian lainnya.
Gamb 12-5.5. Anoda yang dikorbankan (a) Lempengan
magnesium dalam tanah sepanjang jalur pipa (b)
Lempengan seng pada badan kapal (c) Batang magnesium
dalam tangki air panas di industri. Anoda yang dikorbankan
ini dapat digantikan dengan mudah. Benda atau alat itu
sendiri menjadi katoda.
Gamb 12-5.6. Tegangan terpasang. Sumber tegangan arus searah yang
kecil cukup mampu menghasilkan elektron, sedemikian sehingga
benda (pipa) menjadi katoda.

Metoda perlindungan galvanik yang kedua adalah penggunaan


tegangan terpasang pada logam. baik metoda anoda yang dikorbankan
maupun metoda tegangan terpasang, berkerja brdasarkan prinsip
perlindungan yang sama, yaitu; dihasilkan elektron tambahkan
sehingga logam menjadi katoda dan reaksi korosi tidak terjadi.
TERIMAH KASIH