Anda di halaman 1dari 25

Karakteristik Asma*

Kelompok Umur (tahun)


<1 1,5
1 sampai <5 3,8
5 sampai <15 3,9
15 sampai <25 5,6
25 sampai <35 5,7
35 sampai <45 5,6
45 sampai <55 3,4
55 sampai <65 2,8
65 sampai <75 2,9
>75 2,6
Jenis Kelamin 4,4
Laki – laki 4,6
Perempuan 4,2
Pendidikan 4,4
Tidak sekolah 4,9
Tidak tamat SD 5,0
Tamat SD 4,5
Tamat SMP 3,8
Tamat SMA 4,8
Tamat D1 – D3/Perguruan Tinggi 4,3
Status Pekerjaan 4,4
Tidak bekerja 4,9
Pegawai 5,3
Wiraswasta 4,5
Petani/nelayan/buruh 4,5
Lainnya
NO Penyebab Kematian Perempuan Laki-laki
1. Lansia 66 65
2. Jantung 70 29
3. Hipertensi 46 37
4. Diabetes Melitus 36 46
5. Stroke 43 37
6. TB paru 22 7
7. KLL 17 9
8. Asfiksia 14 8
9. Demam Tinggi 6 11
10. Asma Bronkial 11 5
Etiologi Asma

a. Faktor
Risiko
b. Faktor
Pencetus
Mengeluarkan mediator
-ECP
-MBP
-EDN
-EPO

Mengeluarkan
mediator
-Histamin
-Prostaglandin
Sel
-Leukotrien
epitel

miofibroblas

Sel otot polos Pembuluh darah


Manifestasi Klinis
Asma
Pemeriksaan Penunjang

1. Uji Faal Paru


paling sederhana pemeriksaan APE dengan Mini
Wright Peak Flow Meter. Variabilitas nilai APE
20% atau lebih antara pagi dan sore = diagnostik
asma.

yang lebih akurat = spirometri; menentukan


volume ekspirasi paksa detik pertama VEP1 dan
rasio VEP1 terhadap KVP. Peningkatan APE
atau VEP1 sebesar 15% atau lebih sesudah
inhalasi bronkodilator menunjukkan adanya
reversibilitas penyakit
Pemeriksaan laboratorium

Sering ditemukan eosinofilia. Uji kulit dengan


alergen = pemeriksaan diagnostik pada asma
alergi. Pemeriksaan IgE spesifik dalam serum
juga berguna dalam diagnostik asma alergi.
Tatalaksana

Pengobatan asma jangka panjang :

•Pengobatan dapat dimulai dari level maksimal /


dimulai dengan pengobatan sesuai berat penyakit
•Turunkan level pengobatan bila stabil paling tidak
3 bulan, secara bertahap diturunkan sampai
tercapai pengobatan level serendah mungkin
menghasilkan kondisi terkontrol seoptimal
mungkin.
•Setelah asma terkontrol tetap evaluasi pengobatan
berkala (3-6 bulan sekali)
•Kasus asma berat dengan komplikasi maka
selayaknya dirujuk kepada spesialis paru.
STATUS PASIEN (Tanggal 16 Januari 2018)

Identitas Pasien
Nama/Kelamin/Umur : Hanifatul/PR/5 th
Pekerjaan/pendidikan : Belum Bekerja/TK
Alamat : Lubuk Tarok
Nomor Rekam Medis :06-60

Latar Belakang :
Status Perkawinan : Belum Menikah
Jumlah Saudara : 2 orang bersaudara
Status Ekonomi Keluarga: Cukup
STATUS PASIEN (Tanggal 16 Januari 2018)

Kondisi Rumah :
Rumah semi permanen, perkarangan cukup luas,
luas bangunan 45 m2
Ventilasi dan sirkulasi udara baik
Listrik ada
Sumber air : sumur
Kamar mandi/WC ada 1 buah, di dalam rumah
Sampah dibuang ke TPA
Kesan : hygiene dan sanitasi cukup baik

Kondisi Lingkungan Keluarga


Pasien tinggal bersama orang tua.
Tinggal di lingkungan pinggiran kota.
STATUS PASIEN (Tanggal 16 Januari 2018)

Aspek Psikologis di keluarga


Hubungan dengan keluarga baik
Faktor stress dalam keluarga tidak ada

Keluhan Utama : Sesak napas sejak 2 hari yll

Riwayat Penyakit Sekarang


•Sesak nafas sejak 2 hari yang lalu, berbunyi
menciut. sesak nafas dipengaruhi oleh debu dan
makanan yang manis seperti coklat. Kadang-kadang
mempengaruhi aktivitas pasien.
STATUS PASIEN (Tanggal 16 Januari 2018)

•Sesak napas tidak dirasakan setiap hari. Sesak


napas terutama pada malam hari. Dalam waktu
sebulan ini telah 2x pasien merasakan sesak napas
pada malam hari.
•Riwayat demam
•Batuk ada sejak 2 hari yang lalu,berdahak,putih
kental.
•Riwayat nyeri dada (-)
•Riwayat sering berkeringat pada malam hari (-)
•Riwayat alergi kulit, kulit merah dan eksim (-)
•Riwayat sering pilek, flu yang dipengaruhi cuaca
dingin, disertai bersin-bersin lebih dari 5x
STATUS PASIEN (Tanggal 16 Januari 2018)

Riwayat Penyakit dahulu / Penyakit Keluarga

•Riwayat menderita penyakit asma sejak berusia 4


tahun tetapi tidak terlalu menggangu aktivitas
harian
•Ibu pasien menderita penyakit asma seperti yang
dialami pasien
STATUS PASIEN (Tanggal 16 Januari 2018)

Pemeriksaan Fisik

Status Generalis
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : CMC
Nadi : 90 x/ menit
Nafas : 24 x/menit
Suhu : 36,7 0C
BB : 14 kg
TB : 120 cm
STATUS PASIEN (Tanggal 16 Januari 2018)

Status Internus
Mata : konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Kulit : Turgor kulit normal

Paru
Inspeksi : gerakan dinding dada simetris kiri = kanan
Palpasi : fremitus kiri = kanan
Perkusi: sonor
Auskultasi : ekspirasi memanjang, wheezing (+/+), ronkhi (-/-)

Jantung
Dalam batas normal
STATUS PASIEN (Tanggal 16 Januari 2018)

Abdomen
Inspeksi : Perut tidak tampak membuncit
Palpasi : Nyeri tekan (-). Nyeri lepas (-), Hati dan lien
tidak teraba,
Perkusi : Timpani
Auskultasi : BU (+) N

Punggung
Inspeksi : gerakan dinding punggung simetris kiri = kanan
Palpasi : fremitus kiri = kanan
Perkusi: sonor
Auskultasi : ekspirasi memanjang, wheezing (+/+), ronkhi (-/-)
Anggota gerak : reflex fisiologis +/+, reflex patologis -/-, Oedem
tungkai -/-
STATUS PASIEN (Tanggal 16 Januari 2018)

Laboratorium Anjuran : darah rutin


Pemeriksaan Anjuran : spirometri, APE pagi
dan malam
Diagnosis Kerja
Asma Bronkial Persisten Ringan
Diagnosis Banding : Bronkitis
STATUS PASIEN (Tanggal 16 Januari 2018)

Manajemen
Preventif :

•Hindari faktor pencetus


•Meningkatkan daya tahan tubuh
•Mencuci sarung bantal, sprei 1 minggu sekali. Di
anjurkan untuk memakai kasur busa. Jika tetap
memakai kasur kapuk, di bungkus dengan plastik
dan di rekatkan dengan selotip.
•Membersihkan lantai dengan lap basah 1x1
•Hindari berdekatan dengan orang yang sedang
merokok