Anda di halaman 1dari 62

Peran Konsultan Hukum dalam Kontrak

• Sebagai Negosiator
• Sebagai Drafter
• Sebagai pembuat pendapat hukum
atas sebuah perjanjian atau transaksi
• Sebagai Mediator atau Konsiliator
• Sebagai advokat atau pengacara
untuk beracara ke pengadilan
Pihak Pihak

Penawaran Negosiasi Penerimaan

Tawar-menawar

Kesepakatan

Perjanjian atau Kontrak

Lisan Tertulis
Akte Otentik
Akte di bawah Tangan
Fase-Fase Kontrak
Pra Pelaksanaan Pasca
Kontrak Kontrak Kontrak

Berakhirnya
Kesepakatan
Kontrak

Negosiasi Kesepakatan MoU atau


Awal LoI

Negosiasi yang
Kontrak Kesepakatan mendalam

Bagaimana status MoU atau LoI dalam hukum Indonesia ?


Langkah-Langkah Pendahuluan
dalam Penyusunan Kontrak
 Pahami latar belakang
transaksi
 Kenali dan pahami para pihak
 Kenali dan pahami objek
transaksi
 Cari dan pahami dasar
hukumnya
 Susun garis besar transaksi
 Susun pokok-pokok transaksi
Anatomi Kontrak

1.Judul (Heading)
2.Pembukaan (Opening)
3.Komparisi (Parties)
4.Pertimbangan (Recitals)
5.Definisi (definition)
6.Isi Kontrak (Terms and Conditions)
7.Penutup (Testimonial Clause)
8.Tanda Tangan (Attestation)
1. Judul
• Titel atau judul seharusnya harus
menggambar substansi kontrak
• Misalnya:

a. “Perjanjian Jual Beli”


b. “Perjanjian Jual Beli Kapal”
c. “Perjanjian Lisensi Merek”
d. “Perjanjian Keagenan”
2. Pembukaan
• Pembukaan berisi kalimat pembuka yang berisi
tanggal dibuatnya perjanjian
• Hal ini penting karena berkaitan kapan
dimulainya perjanjian

Perjanjian jual beli ini dibuat dan ditandatangani


pada hari ini, ….., tanggal …. di Surabaya oleh
dan antara:

Pada hari ini dibuat perjanjian antara:


Bagaimana Formulasi Pembukaan
Kontrak Circular ?

Perjanjian Pengalihan Saham


Perjanjian pengalihan saham ini dibuat dan ditandatangani
oleh:
Rahmat Wijaya, __________________________________
_____________________________________(Penjual), dan
Setiawan, ______________________________________
_____________________________________ (Pembeli).
Bagaimana Formulasi Penutup
Kontrak Circular ?
Demikian, perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh
para pihak di tempat dan pada tanggal sebagai berikut:

Penjual Pembeli
Nama : ____________ Nama : ___________
Tempat : ____________ Tempat : ___________
Tanggal : ____________ Tanggal : ___________
Mau Buat Komparisi Seperti ini ?

Yang bertandatangan di bawah ini,


Nama : ___________________________________
Pekerjaan : ___________________________________
Alamat : ___________________________________
__________________Pihak Pertama ________________

Nama : ____________________________________
Pekerjaan : ___________________________________
Alamat : ___________________________________
__________________Pihak Kedua__________________
3. Komparisi

 Pada dasarnya komparisi memuat identitas


dan kedudukan para pihak
 Komparisi dalam kontrak memiliki fungsi:
1. Identitas para pihak;
2. Dalam kedudukan apa yang bersangkutan bertindak
3. Berdasar apa kedudukan tersebut;
4. Indikasi cakap dan berwenang melakukan tindakan
hukum yang disebut dalam kontrak; dan
5. Memiliki hak untuk melakukan tindakan yang disebut
dalam kontrak
Contoh:

Ny Meliani, pengusaha, bertempat tinggal di Jalan


Riau, Nomor 121, Bandung, selanjutnya disebut
sebagai Pihak Pertama.

Istilah Pihak Pertama atau Pihak Kedua dalam kontrak


dapat diganti dengan istilah lain, misalnya:
1. Pembeli – Penjual
2. Debitor – Kreditor
3. Licensor – Licensee
4. Franchisor – Franchisee
Contoh:

Tuan Indra, advokat, berkantor di Jalan Veteran Nomor 10


Surabaya, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Tuan
Arif, bertempat tinggal di Jalan Sudirman, Nomor 10
Surabaya berdasarkan Surat Kuasa Tanggal 21 Maret 2006
(selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua).

Tuan Baskoro, bertempat tinggal di Jalan Kencana, Nomor


10 Yogyakarta, dalam hal ini bertindak sebagai Wali Ayah
dari oleh karenanya mewakili anaknya, saudara Anto,
pelajar, bertempat tinggal sama dengan ayahnya tersebut
(selanjutnya disebut sebagai Pembeli)
Tuan Rizal, Pegawai Negeri Sipil, bertempat tinggal di
Jalan Wates KM 4 Nomor 111 Sleman, dalam hal ini
bertindak sebagai Pengampu dari dan oleh karenanya
mewakili Tuan Renaldi, bertempat tinggal di Jalan Arjuna
Nomor 2 Jogjakarta, berdasarkan Penetapan Pengadilan
Negeri Yogyakarta Nomor :… (Pembeli), dan

Tuan Abin, Pengusaha, bertempat tinggal di Jalan


Sarinande Nomor 5, Jogjakarta, dalam hal ini bertindak
selaku Direktur dari dan oleh karenanya bertindak untuk
dan atas nama CV Abin Teknika, berkedudukan di
Jogjakarta dan berkantor di Jalan Angsana Nomor 4
Jogjakarta, berdasarkan Pasal 5 Anggaran Dasarnya yang
dimuat dalam Akta Nomor: … tanggal …, dibuat
dihadapan Hanif Sarjana Hukum, Notaris di Jogjakarta
(Penjual).
Nyonya Aida, Direktur Utama, mewakili direksi dari dan oleh
karenanya bertindak untuk dan atas nama PT Tamara Teknika,
berkedudukan di Jakarta berkantor pusat di Jalan Garuda Nomor 10
Jakarta Pusat, berdasarkan Anggaran Dasarnya yang dimuat dalam
Akta Nomor 34 Tanggal 25 September 2004 dibuat di hadapan
Nyonya Halimah Sarjana Hukum, Notaris, di Jakarta, dan diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor : …, Tambahan Berita
Negara No: … (Selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama)

PT Rekayasa Motor, sebuah perseroan yang didirikan berdasar


hukum Indonesia, berdomisili di Jalan Setia Budi No. 30 Jakarta
Selatan, Indonesia (Pembeli), dan
Fajar Bakti, SDN.BHD, sebuah perseroan yang didirikan berdasar
hukum Selangor Darul Ehsan, Malaysia, berdomisili di jalan
Pemaju U1/15 Seksyen U1, Hicom-Glenmarie Industrial Park,
40150 Shah Alam, Selangor Darul Ehsan, Malaysia (Penjual)
1. PT Bank Mandiri (Persero), suatu perseroan
terbatas yang didirikan berdasar hukum negara
Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta
(selanjutnya disebut Bank), yang dalam hal ini
diwakili oleh Sigit Pramono, Senior Vice President
Corporate Credit Restructuring Unit, berdasarkan
Surat Kuasa Direksi Bank No. 48/SK.Dir/2000
tanggal 31 Maret 2000, dan karenanya bertindak
untuk dan atas nama Bank: dan

2. Badan Penyehatan Perbankan Nasional, suatu


badan khusus yang dibentuk berdasarkan
Keputusan Presiden No. 27 Tahun 1998 …
Penyingkatan Pihak-Pihak Lebih
Dari Dua
Budi,
_________________________________________________
_________________________________________________
Erna, ____________________________________________
_________________________________________________
Aida, ____________________________________________
________________________________________________,
selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama, dan

Anissa,___________________________________________
_______________________________________________,
selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua.
Penyingkatan Pihak-Pihak Lebih
Dari Dua

Mang Kok Seng, Pte, __________________________________


____________________________________________________
selanjutnya disebut Kok Seng.

Leideng Den Helder BV, _______________________________


____________________________________________________
Selanjutnya disebut Den Helder.

PT Surya KencanaTeknika, _____________________________


Selanjutnya disebut Teknika.
Perjanjian Sewa Menyewa
Perjanjian sewa menyewa ini dibuat dan ditandatangani pada hari ini,
Selasa, tanggal tiga bulan April tahun Dua Ribu Tujuh di Jogjakarta oleh :

Ny Meliani, pengusaha, bertempat tinggal di Jalan Riau, Nomor 121,


Bandung, selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama, dan

Nyonya Aida, Direktur Utama, mewakili direksi dari dan oleh karenanya
bertindak untuk dan atas nama PT Tamara Teknika, berkedudukan di Jakarta
berkantor pusat di Jalan Garuda Nomor 10 Jakarta Pusat, berdasarkan
Anggaran Dasarnya yang dimuat dalam Akta Nomor 34 Tanggal 25
September 2004 dibuat di hadapan Nyonya Halimah Sarjana Hukum,
Notaris, di Jakarta, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia Nomor : …, Tambahan Berita Negara No: … , selanjutnya
disebut sebagai Pihak Kedua.
4 Pertimbangan (Premise atau Recitals)

 Premise merupakan pernyataan formal


yang menjelaskan alasan-alasan
mengapa para pihak mengadakan
transaksi
 Dimulai dengan kata “Mengingat”
(whereas)
 Diakhiri dengan kata “Oleh karena itu”
Contoh:
Mengingat Pihak Pertama adalah pemilik bangunan seluas lima
ratus meter persegi, dan tanah dan yang terletak di jalan Flora
Nomor 101 Jogjakarta seluas seribu meter persegi berdasarkan
Sertifikat Hak Milik No: …

Mengingat Pihak Kedua adalah sebuah perusahaan distribusi


suku cadang kendaraan berat di Indonesia akan membuka kantor
perwakilan di Jogjakarta.

Oleh karena itu, para pihak sepakat untuk mengadakan perjanjian


sewa menyewa dengan syarat-syarat sebagai berikut:
Contoh:
Mengingat Pihak Pertama telah bertahun-tahun dan memiliki banyak
sekali informasi teknis dan telah menjalankan pabrik-pabrik yang
menggunakan informasi teknis untuk membuat produk … , dan menurut
hukum bebas untuk memberikan lisensi kepada pihak lain untuk
menggunakan informasi teknis tersebut.
Mengingat Pihak Kedua menghendaki agar Pihak Pertama memberikan
informasi kepada Pihak Kedua yang memungkinkan Pihak Kedua dapat
membuat produk … , dan Pihak Pertama bersedia memberikan informasi
teknis tersebut kepada Pihak Kedua dengan syarat-syarat yang ditentukan
dalam perjanjian ini.
Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan janji-janji timbal balik yang
ditetapkan dalam perjanjian dan pertimbangan lainnya, kedua belah
mensepakati hal-hal sebagai berikut:
5. Definisi

 Jika diperlukan dalam kontrak


dapat dibuat pasal yang
memuat definisi
 Bagian ini memuat penjelasan
resmi terhadap berbagai istilah
yang dipakai dalam perjanjian.
 Definisi menjadi tafsir resmi
terhadap istilah yang ada
dalam kontrak
Contoh :
Pasal 1
Definisi
Dalam perjanjian ini, istilah-istilah berikut memiliki arti sebagai berikut:

Bill of lading berarti dokumen pengangkutan yang diterbitkan


perusahaan angkutan sehubungan pengiriman barang dari penjual
kepada pembeli.

Fasilitas letter of credit berarti fasilitas letter of credit yang disebut


diterangkan lebih lanjut dalam Pasal 2 perjanjian ini dan diberikan
oleh kreditur kepada debitur menurut ketentuan-ketentuan dan syarat-
syarat Perjanjian ini.

Barang berarti barang-barang yang dibeli oleh debitur dari penjual


barang-barang dengan kualitas yang disetujui oleh kreditur secara
sepihak dari waktu ke waktu dan disebut dalam bill of lading
6. Isi (Materi) Kontrak

 Materi Khusus
 Materi Umum
Materi Khusus:

 Materi khusus ini memuat atau


mengatur klausul-klausul
sesuai objek perjanjian
 Klausul ini memuat:
1. gambaran pokok perjanjian
2. Hak dan kewajiban para pihak
Materi Umum:
 Materi Umum berisi klausul yang
biasa ada dalam setiap
perjanjian
 Klausul tersebut antara lain:
1. Wan prestasi;
2. Keadaan memaksa;
3. Penyelesaian sengketa;
4. Perubahan
5. Bahasa
6. Komunikasi
7. Status dokumen sebelumnya
Gambaran Pokok yang Diperjanjikan

Pasal 2
Pinjaman
Dengan tunduk pada syarat-syarat perjanjian ini, Bank
setuju meminjamkan kepada Perusahaan dan Perusahaan
setuju untuk meminjam dari Bank dengan jumlah yang tidak
melebihi Rp 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah).

Pasal 2
Penunjukkan
Penjual menunjuk Pembeli sebagai distributor dan Pembeli
setuju atas penunjukkan tersebut
Contoh:
Pasal 2
Pihak Pertama mengikatkan diri untuk menyewakan
bangunan kepada Pihak Kedua dan Pihak Kedua
mengikatkan diri untuk menyewa bangunan
Contoh:
Pasal 2
Macam Barang
(1). Pihak Pertama mengikatkan diri untuk menjual dan menyerahkan
barang kepada Pihak Kedua yang dengan ini mengikatkan diri untuk
membeli dan menerima penyerahan barang yang jumlah dan
macamnya sebagai berikut: …
(2). Jual beli sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini termasuk
pekerjaan pemasangan instalasi fire protection berikut
sprinkler system di proyek Pihak Pertama.

Pasal 3
Harga
Harga penjualan dan pembelian barang sebagaimana dimaksud Pasal 2
perjanjian ini telah ditetapkan dan disetujui keduabelah pihak sebesar
Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan harga tersebut sudah termasuk
biaya pemasangan instalasi sampai tuntas.
Hak dan Kewajiban Para Pihak

 cara merumuskan hak dan kewajiban


bergantung pada jenis perjanjian
yang ditransaksikan
 Dapat dirumuskan dalam beberapa
pasal
 Dapat juga dirumuskan dalam satu
pasal
Contoh Klausul Wan Prestasi

Pasal 10
Peristiwa cidera janji timbul apabila telah terjadi salah satu atau
lebih dari kejadian-kejadian yang telah ditentukan dalam kontrak
tersebut sebagai sesuatu yang harus dilaksanakan ataupun sesuatu
yang tidak dilaksanakan oleh para pihak sebagai berikut:
a. Debitur lalai membayar setiap jumlah baik jumlah utang
pokok, bunga, …
b. Debitur menggunakan kredit menyimpang dari tujuan
penggunaannya; atau
c. Debitur menyatakan secara tertulis dan secara umum tidak
dapat membayar utang pada tanggal jatuh waktu ataupun
mengajukan permohonan penundaan pembayaran utang.
Klausul yang Mengatur Konsekuensi Wan Prestasi

Pasal 11
Dalam hal terbukti terlanggarnya salah satu atau beberapa pasal tersebut di
atas, maka lessor berhak melaksanakan satu atau lebih upaya hukum yang
tertera di bawah ini tanpa pemberitahuan atau peringatan sebelumnya:

a. Untuk mengakhiri perjanjian ini dan menyatakan sebagian atau semua


uang sewa guna usaha yang harus dibayar berdasarkan perjanjian sewa
guna usaha ini dan semua biaya lainnya segera jatuh waktu dan harus
dibayar sebagai jumlah yang sudah jatuh waktunya atau sebagai jumlah
yang terutang dan harus dibayar di muka tanpa mengurangi setiap
kewajiban lain dari lessee berdasarkan perjanjian sewa guna usaha ini;
b. Mengambil kembali peralatan atau menuntut pengembaliannya, dengan
ketentuan bahwa lessee tidak akan dibebaskan dari setiap kewajiban lain
berdasarkan perjanjian sewa guna usaha ini.
Dalam beberapa kontrak ditambah lagi penegasan yang lebih tegas
Pasal …
Dengan telah terlanggarnya butir-butir yang tercantum dalam klausul kelalaian
telah menjadi bukti bahwa telah terjadi wan prestasi dari debitur, yang
membuat pihak kreditur berhak menghentikan sepihak (early termination)
atas perjanjian ini, yang memberikan konsekuensi hukum yang tegas bahwa
seluruh kewajiban debitur telah menjadi jatuh tempo tanpa harus ditagih
terlebih dahulu dengan surat peringatan dalam bentuk apa pun dari kreditur
kepada debitur.

Pasal …
Dalam hal telah terlanggarnya butir-butir yang tercantum dalam ketentuan di
atas, pernyataan wan prestasi hanya akan terjadi apabila pihak kreditur telah
terlebih dahulu memberikan tiga kali peringatan terhadap pihak debitur dalam
surat tertulis yang secara resmi telah diterima pihak debitur, di mana terhadap
surat debitur tersebut terbukti tidak dapat melaksanakan butir-butir tersebut di
atas
Contoh Klausul Keadaan Memaksa (Force Majeur)

Pasal 15
Keadaan Memaksa
1. Pihak Pertama dan Pihak Kedua dibebaskan dan atau
pelaksanaan kewajiban berdasarkan perjanjian ini disebabkan
oleh keadaan atau kejadian atau hal-hal di luar kekuasaan dan
atau kemampuan Pihak Pertama dan Pihak Kedua.
2. Keadaan Memaksa harus diberitahukan oleh pihak yang
bersangkutan secara tertulis kepada pihak lainnya dalam
perjanjian selambat-lambatnya dalam waktu 3 x 24 jam
setelah terjadinya keadaan memaksa.
Klausul Pilihan Hukum

 Klausul ini digunakan jika kontrak ini adalah


kontrak untuk bisnis internasional
 Klausul penting artinya untuk menentukan
hukum apa yang harus dipakai untuk
menyelesaikan perselisihan dari penafsiran
atau pelaksanaan kontrak
Contoh Klausul Pilihan Hukum
Pasal 20
Segala perselisihan yang berkaitan dengan penafsiran dan
pelaksanaan perjanjian ini didasarkan pada hukum Republik
Indonesia

Pasal 20
Hukum yang Berlaku
Perjanjian ini tunduk dan ditafsirkan sesuai dengan hukum
Republik Indonesia
Klausul Penyelesaian
Sengketa
 Klausul ini penting untuk menentukan
bagaimana menyelesaikan sengketa
yang mungkin timbul
 Penting pula untuk menentukan siapa
yang memiliki kompetensi untuk
menyelesaikan sengketa
Contoh Klausul Penyelesaian Sengketa

Pasal 18
Perselisihan
(1) Dalam hal terjadi perselisihan yang timbul dari perjanjian
ini, sedapat mungkin diselesaikan secara musyawarah;
(2) Dalam hal tidak didapat kesesuaian pendapat dalam
musyawarah, perselisihan diselesaikan melalui Pengadilan
Negeri Yogyakarta.
Ingat
 Jangan rumuskan: “… Badan Arbitrase
atau Pengadilan Negeri …”
 Ini adalah alternatif, pilih salah satu
 Jika telah dipilih forum arbitrase, maka
Pengadilan Negeri tidak memiliki
kompetensi untuk memeriksa dan
mengadili perkara yang bersangkutan
Contoh Klausul Penyelesaian Sengketa
Pasal 23
Perselisihan
(1) Segala perselisihan yang timbul dari perjanjian ini sedapat mungkin
diselesaikan melalui negosiasi
(2) Jika tidak didapat kata sepakat sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini
akan diselesaikan melalui seorang mediator yang dapat diterima
keduabelah pihak
(3) Jika tidak didapat kata sepakat sebagaimana dimaksud ayat (2) pasal ini
akan diselesaikan oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia.
(4) Putusan arbitrase sebagaimana dimaksud ayat (3) pasal ini merupakan
tingkat pertama dan terakhir bersifat mengikat dan tidak dilakukan
upaya hukum banding.
Klausul Keseluruhan Perjanjian
 Klausul ini perlu ada jika kontrak memuat lampiran dan ada
kesepakatan lain yang mendahuluinya

Pasal 25
Keseluruhan Perjanjian
Perjanjian ini beserta lampiran-lampirannya merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dan merupakan satu
kesatuan perjanjian antara para pihak berkenaan dengan
pokok perjanjian ini, menggantikan semua perjanjian-
perjanjian sebelumnya, negosiasi-negosiasi, kewajiban-
kewajiban, dan sesuatu yang harus dikerjakan serta tulisan
berkenaan dengan pokok perjanjian ini.
Contoh Lain Klausul Keseluruhan Perjanjian

Pasal …
Dengan perjanjian ini, maka semua kesepakatan sebelumnya yang
dimuat dalam:
1. Letter of Intent;
2. Memorandum of Understanding
3. Minutes of Meeting menjadi tidak berlaku lagi
Klausul Perubahan
 Klausul ini mengatur cara perubahan (amandemen) perjanjian

Pasal 27
Perubahan
Perjanjian ini hanya dapat diubah dengan persetujuan
tertulis dari debitur dan kreditur. Perubahan tersebut akan
diatur dalam suatu perjanjian yang merupakan bagian dan
menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari
perjanjian, dan karenanya seluruh ketentuan dalam
perjanjian tetap berlaku pada perjanjian perubahan
tersebut, kecuali untuk hal-hal yang disepakati untuk
diubah.
Contoh Lain Klausul Perubahan

Pasal 27
Perubahan
Perjanjian ini tidak dapat diubah dalam bentuk apapun tanpa
terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari keduabelah
pihak dalam perjanjian ini
Klausul Komunikasi
• Klausul ini menunjuk orang tertentu yang dapat
dihubungi berkaitan dengan pelaksanaan perjanjian
Pasal 28
Komunikasi
Setiap komunikasi maupun dokumen dari kreditur kepada debitur berdasarkan
perjanjian, termasuk juga bentuk perubahan dan atau penambahan ketentuan
perjanjian ini harus disampaikan kepada alamat kedua belah pihak:
Pihak Pertama
Nama :
Jabatan :
No. Tel/e-mail :

Pihak Kedua
Nama :
Jabatan :
No. Tel/e-mail :
Klausul Bahasa
• Klausul bahasa perlu dimuat jika kontrak ini
adalah kontrak bisnis internasional yang
menggunakan lebih dari satu bahasa

Pasal 29
Bahasa
1. Perjanjian dituangkan dalam dua bahasa, yakni bahasa
Inggris dan bahasa Indonesia
2. Jika terjadi perselisihan, maka naskah kontrak dalam
bahasa Inggris yang harus dipakai
7. Penutup
• Jika waktu dan tempat telah disebut dalam
pembukaan
Pasal 30
Penutup
Demikianlah perjanjian ini dibuat dalam dua rangkap
bermeterai cukup, satu rangkap untuk Pihak Pertama dan
satu rangkap lagi untuk pihak kedua yang masing-masing
memiliki kekuatan hukum yang sama serta ditandatangani
oleh keduabelah pihak dengan disaksikan oleh dua orang
saksi
Pihak Kedua Pihak Pertama

Saksi
Saksi
Penutup
• Jika waktu dan tempat belum disebutkan dalam
pembukaan
Pasal 30
Penutup
Demikianlah perjanjian ini dibuat dalam dua rangkap
bermeterai cukup, masing-masing pihak mendapat satu
rangkap yang semuanya memiliki kekuatan hukum yang
sama dan ditandatangani oleh para pihak dengan dihadairi
oleh saksi-saksi
Jakarta, 27 Februari 2007

Pihak Kedua Pihak Pertama

Saksi Saksi
8. Tanda Tangan
Secara umum, kesepakatan dari para pihak yang
berkontrak akan direfleksikan dengan
penandatanganan kontrak tersebut oleh orang yang
memiliki kapasitas dan kewenangan untuk itu.

Saksi

Saksi diperlukan secara hukum untuk mempersaksikan


ataupun sebagai alat bukti yang dimaksud Pasal 1886
KUHPerdata
Franchise Agreement

Franchisor Franchisee

memiliki
Ingin
merek Teknologi memanfaatkan
apa yang dimiliki
sistem franchisor

Pengelolaan Pemasaran
Perusahaan
Anatomi Franchise Agreement

 Judul (Titel)
 Pembukaan
 Komparisi
 Premis
 Pokok Perjanjian
 Jangka Waktu
 Biaya Franchise dan Royalti
 Biaya-biaya lain
 Asuransi
 Kewajiban Franchisor
 Larangan-larangan bagi franchisor
 Kewajiban Franchisee
 Pernyataan dan jaminan franchisee
 Pernyataan dan jaminan franchisor
 Wan prestasi
 Sanksi-sanksi
 Pemberitahuan
 Penyelesaian Sengketa
 Addendum
 Penutup
 Tanda Tangan
Perjanjian Keagenan

Komisi

Prinsipal Agen

Kuasa

Agen berfungsi menjualkan produk prinsipal kepada


konsumen dengan harga yang telah ditetapkan oleh prinsipal.
Untuk ia mendapatkan komisi dari prinsipal.
Anatomi Perjanjian Keagenan

 Judul (Titel)
 Pembukaan
 Komparisi
 Premis
 Penunjukkan Agen
 Wilayah
 Jangka Waktu
 Hak dan Kewajiban prinsipal
 Hak dan Kewajiban Agen
 Berakhirnya perjanjian
 Hukum yang berlaku (jika melibatkan orang atau
BH asing
Lanjutan Anatomi Perjanjian Keagenan

 Penyelesaian sengketa
 Lain-lain
 Penutup
 Tanda tangan para pihak
Perjanjian Distribusi Barang
(Distributorship Agreement)

Perjanjian Jual Beli

Prinsipal Distributor

Produk
Dijual Dijual

Beli Konsumen
Anatomi Perjanjian Distribusi
 Judul
 Pembukaan
 Komparisi
 Premis
 Penunjukkan dan wilayah distribusi
 Jangka waktu
 Merek dan kemasan
 Pembelian pertama
 Kesesuaian program produksi
 Penyerahan barang dan tanggung
jawab
• Laporan penjualan dan persediaan barang
• Ketentuan dan syarat-syarat
• Harga penjualan
• Penjualan oleh pihak kedua
• Promosi
• Larangan
• Sisa produksi
• Hukum yang berlaku
• Perselisihan
• Penutup
• Tanda tangan
Joint Venture Agreement

PT Perkapalan San Yang Ltd Dong Hang Ltd


(Indonesia) (Singapore) (Korea)

Joint Venture Agreement

PT San Dong Indonesia

Joint Venture Company


Hak Cipta Ridwan Khairandy
Joint Venture Agreement
 Judul
 Pembukaan
 Komparisi
 Premis
 Definisi (jika ada)
 Tujuan
 Anggaran Dasar
 Permodalan
 Persetujuan Pemerintah
 Penambahan Modal
 Pengalihan Saham
Lanjutan Joint Venture Agreement
 RUPS
 Dewan Direksi
 Dewan Komisaris
 Biaya-Biaya yang telah dikeluarkan
 Bahasa
 Amandemen
 Keadaan memaksa
 Wan prestasi
 Pilihan hukum
 Penyelesaian Sengketa
 Komunikasi
 Penutup