Anda di halaman 1dari 33

Mesin - Mesin Listrik 1

Teuku Multazam, ST., MT


TEKNIK LISTRIK
Universitas Syiah Kuala

Teuku Multazam, ST., MT 1


PENDAHULUAN

Motor listrik merupakan sebuah mesin yang


berfungsi untuk merubah energi listrik
menjadi energi mekanik atau tenaga gerak,
di mana tenaga gerak itu berupa putaran dari
pada rotor
JENIS MOTOR LISTRIK
PENGGUNAAN MESIN LISTRIK
Energi mekanik motor digunakan di industri untuk :
1. memutar impeller pompa
2. fan atau blower
3. menggerakan kompresor
4. mengangkat bahan, dll.

Motor listrik digunakan juga di rumah :


• mixer
• bor listrik
• fan angin
UMUM

1. Motor DC tersedia dalam banyak ukuran,


namun penggunaannya pada umumnya
dibatasi untuk beberapa penggunaan
berkecepatan rendah, motor tersebut dibatasi
hanya untuk penggunaan di area yang bersih
dan tidak berbahaya sebab resiko percikan
api pada sikatnya.
2. Sebuah motor DC dapat difungsikan sebagai
generator, atau sebaliknya generator DC bisa
difungsikan sebagai motor DC.
STATOR MESIN DC
ROTOR MESIN DC
MESIN DC

difungsikan sebagai GENERATOR

Bila arus searah disalurkan ke segmen


komutator 2 dan 4 MESIN AKAN
MEMUTAR KE KIRI SEHINGA MESIN
AKAN MENJADI GENERATOR
MESIN DC

difungsikan sebagai MOTOR

Bila arus searah disalurkan ke segmen


komutator 1 dan 3 dengan polaritas SEPERTI
DITUNJUKKAN GAMBAR
KONTRUKSI MOTOR DC
KONTRUKSI MOTOR DC
KOMPONEN MESIN DC

Generator dan motor dc terdiri dari 4 bagian


utama :
 gandar (Yoke)
 kutub
 komutator dan sikat
 jangkar
GANDAR

 Gandar mesin secara sederhana terdiri dari


kerangka luar, gandar tersebur juga
membentuk bagian rangkaian medan magnet
KUTUB
Kutub-kutub dirancang agar menghasilkan
fluksi paling besar di dalam celah-celah yang
berisi penghantar-penghantar jangkar. Setiap
rakitan kutub terdiri dari inti kutub yang di
atasnya disekrupkan sebuah gulungan
medan. Inti tersebut dibaut ke gandar.

Gandar
Komutator dan Roda Gigi Sikat
Sikat-sikat yang melakukan kontak dengan
komutator, untuk mengumpulkan arus dari
generator ataupun disalurkan ke sebuah
motor. Sebuah kotak sikat menampung
masing-masing pasangan sikat.
JANGKAR

Celah-celah untuk penempatan kumparan-kumparan jangkar adalah bersisi


paralel. Pasak sering dipasang untuk mempertahankan konduktor-konduktor ini
pada posisinya
JANGKAR
sebuah jangkar (generator atau motor)
berputar satu putaran penuh, setiap
penghantar kumparan-kumparan jangkar
memotong fluksi yang meninggalkan kutub
utara dan memasuki kutub-kutub selatan
(yakni dua kali jumlah kutub).

Nilai fluksi
Jenis-Jenis Motor Arus Searah (DC)
MOTOR ARUS SEARAH PENGUATAN BEBAS

Motor arus searah penguatan bebas


adalah motor arus searah yang sumber
tegangan penguatannya berasal dari
luar motor.

Kumparan medan disuplai dari sumber


tegangan DC tersendiri.
Jenis-Jenis Motor Arus Searah (DC)
MOTOR ARUS SEARAH PENGUATAN SENDIRI
1. Motor Arus Searah Penguatan Shunt
Jenis-Jenis Motor Arus Searah (DC)
2.. MOTOR ARUS SEARAH PENGUATAN SERI
Jenis-Jenis Motor Arus Searah (DC)
3. MOTOR ARUS SEARAH PENGUATAN KOMPOND PENDEK
Jenis-Jenis Motor Arus Searah (DC)
3. Motor Arus Searah Penguatan Kompond Panjang
Karakteristik Motor Arus Searah
Untuk motor DC penguatan seri dan shunt
hanya memiliki satu komponen medan.

Motor DC penguatan kompond memiliki


dua kumparan medan yakni kumparan
medan shunt dan medan seri
Karakteristik Motor Arus Searah
KARAKTERISTIK MOTOR DC
PENGUATAN KOMPOND PANJANG

1. Karakteristik Torsi (T = T(Ia)).V

2. Karakteristik Putaran (T = n(Ia)).V

3. Karakteristik Mekanis (T = T(n)).V


RANGKAIAN EKIVALENSI
Generator Berpenguatan Bebas

+ Vf
Rf Ea Beban

 Jika generator dihubungkan dengan beban, dan


Ra adalah tahanan dalam generator, maka
hubungan yang dapat dinyatakan adalah :
 Vf = If Rf
 Ea = Vt + Ia Ra
25
Generator Seri

Di sini rangkaian harus dilengkapi dengan


beban sebelum pembangkitan dapat terjadi.

Vt
Rf

Ea Beban

Vt = Ia Ra

Ea = Ia( Ra + Rf) + Vt

26
Generator shunt

Berlawanan dengan jenis seri, gulungan medannya paralel terhadap jangkar dan arus medan
tidak banyak terpengaruh oleh perubahan arus

Vt = If Rf
Ea Rf Vt Beban
Ea = Ia Ra+ Vt

27
Generator Kompon Panjang

Generator kompon mengandung kedua kumparan


medan seri dan shunt

Generator kompon panjang


Rf1

Vt Ia = If1 = IL + If2
Ea Rf2
Beban Ea = Vt + Ia (Ra+ Rt1)

28
Generator kompon pendek
Rf1 Generator kompon
Vt
mengandung kedua
Ea
Rf2 Beban
kumparan medan
seri dan shunt
Ia = If1+ If2 = IL + If2

Ea = Vt + If Rf1 + IaRa

29
Contoh soal untuk generator shuntt

Sebuah beban sebesar 19,2 kW disuplai dari terminal-terminal generator shunt 2 kutub
pada 240 V. Kumparan shunt generator tersebut memiliki tahanan sebesar 96  dan
tahanan jangkar adalah 0,2 . Terdapat penurunan tegangan sebesar 2 V pada kontak
sikat.
Hitung (a) arus dalam jangkar, (b) ggl yang dibangkitkan, dan (c) rugi-rugi pada kawat
tembaga dalam mesin tersebut.
Contoh soal untuk generator shuntt

(a) Arus bean


.
P 19,2 x 1000
I
V 240

If = V 240
  2,5 A
Rf 96

Jadi besar arus jangkar Ia = I + If = 80 + 2,5 = 82,5 A


Contoh soal untuk generator shuntt

Tegangan. terminal = tegangan


yang dibangkitkan - penurunan
tegangan pada jangkar — tegangan
kontak sikat,
ATAU
V = E – Ia Ra - 2
E = V + Ia Ra + 2
= 240 + 82,5 x 0,2 + 2 = 258,5 V
Contoh soal untuk generator shuntt

c) Rugi-rugi total pada kawat tembaga = rugi-rugi dalam


jangkar + rugi-rugi dalam medan

I a2 Ra  I 2f R f
= 82,52 x 0,2 + 2,52 x 96
= 1361,25 + 600 = 1961,25 watt

Karena adanya rugi-rugi, daya aktual yang dibangkitkan, maka untuk


menghasilkan keluaran yang diijinkan (rated output) adalah
= 19200 + 1961,25 = 21,161 kW
keluaran
Efisiensi =
masuk an
19,2
21,161
x 100 = 91 %